Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Kunker Komisi II DPRD Badung di Tanjung Benoa, Terkait Retribusi DTW Segera Gelar Pansus dan Raker

BALIILU Tayang

:

de
Komisi II DPRD Badung saat melakukan kunjungan kerja di DTW Tanjung Benoa ditutup sesi foto bersama. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Menindaklanjuti keinginan masyarakat dan pengelola pariwisata di kawasan pesisir Tanjung Benoa terkait dengan permohonan kerja sama retribusi daerah setelah Pantai Tanjung Benoa ditetapkan sebagai Daya Tarik Wisata (DTW) tahun 2005 dan lanjut mendapat SK pengelolaan tahun 2021, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung turun langsung melakukan kunjungan kerja, Selasa, 8 Maret 2022.

Kunker Komisi II yang dilaksanakan di Kafe Pandawa dipimpin langsung Ketua Komisi II, Gusti Lanang Umbara, didampingi Wakil Ketua I Gusti Anom Gumanti, Wakil Ketua I Nyoman Gede Wiradana, Sekretaris Luwir Riana, Made Wijaya yang sekaligus Bandesa Adat Tanjung Benoa, dan Kadek Suastiari. Dari pihak eksekutif hadir Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Nyoman Rudiarta, Dinas PUPR, Camat Kuta Selatan, pengelola DTW Tanjung Benoa dan Prajuru Desa Adat Tanjung Benoa.

Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara usai rapat mengatakan, Komisi II turun ke lapangan untuk menindaklanjuti keinginan masyarakat dan pengelola pariwisata di Tanjung Benoa terkait dengan retribusi. ‘’Kita tindak lanjuti turun ke lapangan untuk mengecek apa saja yang sudah ada, apa yang belum, sehingga tujuan masyarakat dan tujuan pengelola pariwisata di Tanjung Benoa bisa segera terlaksana. Dan ini merupakan keinginan yang mulia yang menguntungkan kedua belah pihak, baik Pemerintah Kabupaten Badung dan daerah tujuan wisata Tanjung Benoa,’’ ujar Umbara.

Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara. (Foto: gs)

Lanang Umbara lanjut menyampaikan, setelah menerima masukan, pihaknya akan segera menindaklanjuti tentang retribusi ini dengan melaksanakan pansus. Kemudian pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan rapat kerja pada 18 Maret mendatang dengan mengundang semua OPD yang menjadi leading sector Komisi II, baik Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, Kominfo dan lainnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Pelayanan Pendidikan Usia Dini, Bunda PAUD Badung Kunjungi Kota Jakarta Selatan

Terkait retribusi agar tidak menjadi pungli, Umbara menegaskan harus ada payung hukum. Untuk itu, ia meminta Kadis Pariwisata agar mengusulkan ke Bapemperda terkait dengan perda retribusi sesuai informasi ada lima DTW yang akan dibahas yakni Tanjung Benoa, Kuta, Seminyak, Kedonganan dan Gerih. ‘’Sesuai yang disampaikan Ketua Fraksi Anom Gumanti masing-masing DTW punya karakteristik yang berbeda-beda, tentunya juga perdanya berbeda-beda dan ini perlu dipadukan,’’ ujar Umbara seraya meminta Kadis Pariwisata mulai sekarang jemput bola mendekati pelaku pariwisata, kelompok pengelola pariwisata sehingga ditemukan besaran tarifnya.

‘’Targetnya kita ingin secepatnya. Karena ini sebenarnya sudah lama, sudah puluhan tahun keinginan masyarakat yang tertunda sekarang ditindaklanjuti tentunya harapan masyarakat segera bisa terealisasi,’’ ujarnya.

Kadis Pariwisata Badung Nyoman Rudiarta. (Foto: gs)

Sementara itu, Kadis Pariwisata Badung Nyoman Rudiarta sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Komisi II DPRD Badung yang telah melakukan kunjungan kerja terkait Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Tanjung Benoa. Dikatakan, ada beberapa permohonan pengelolaan terhadap DTW dan tahun 2021 ada 3 SK terkait dengan pengelolaan DTW yakni Pantai Tanjung Benoa, Pantai Kedonganan dan Pantai Kuta. Dari ketiga yang mendapatkan SK pengelolaan ada permohonan kerja sama pengelolaan DTW dalam rangkaian dengan retribusi daerah.

Soal besaran retribusi, tentunya pihaknya akan menyampaikan ke Dewan. Pihaknya berharap ke depan retribusi tidak hanya dilakukan di wilayah Tanjung Benoa, tetapi mengarah ke Kuta, Legian, Seminyak dan juga ada di Pancoran Solas, dan di wisata Gerih. ‘’Harapan kita retribusi ini diatur secara operasional jangan sampai memunculkan persoalan baru. Retribusi ini dikembalikan ke masyarakat untuk peningkatan ekonomi masyarakat, juga untuk menjaga keamanan, kebersihan sehingga betul-betul menjadi pariwisata yang mandiri,’’ ujarnya.

Baca Juga  Wamen Pendidikan Atip Latipulhayat Laksanakan Kunker di SD Saraswati 6 Denpasar
Bandesa Adat Tanjung Benoa Made Wijaya. (Foto: gs)

Bandesa Adat Tanjung Benoa Made Wijaya pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Komisi II bersama Pemerintah Badung dengan SKPD Dinas Pariwisata dan PUPR yang telah menindaklanjuti permohonan kerja sama retribusi daerah di DTW Tanjung Benoa. ‘’Sekarang ini sudah ada wins wins solusi agar bisa segera ditindaklanjuti. Yang penting di tahun 2022 dengan keterlambatan di tahun 2005 kemarin bahwa sudah cukup lama penetapan sampai sekarang belum juga retribusi kerja sama itu bisa dilakukan,’’ ujar Made Wijaya yang juga menjadi anggota Komisi II DPRD Badung.

‘’Astungkara mudah- mudahan target kita dengan prajuru yang sudah disampaikan di dalam paruman agung, kalau bisa tahun 2022 bisa kita wujudkan. Yang terpenting dengan pembagian retribusi yang nanti sesuai dengan aturan 75:25. Tanjung Benoa bisa memberikan kontribusi PAD terhadap Badung,’’ ujar Made Wijaya seraya menyebutkan Tanjung Benoa memiliki tiga DTW yang ditetapkan tahun 2005 yakni Wisata Bahari Pantai Tanjung Benoa, Wisata Penyu, dan Wisata Mangrove. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Wamen Pendidikan Atip Latipulhayat Laksanakan Kunker di SD Saraswati 6 Denpasar

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Sidak ke Hotel Mercure, DPRD Badung Apresiasi 90 Persen Gunakan Tenaga Kerja Lokal dan Taat Bayar Pajak

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sengketa Lahan Jimbaran Hijau, Anggota DPRD Badung Luwir Wiana Dorong BPN Ukur Ulang dan Buka Data ke Publik
Lanjutkan Membaca