Denpasar, baliilu.com – Doktor adalah gelar akademik tertinggi yang diberikan sebuah perguruan tinggi kepada mahasiswa/i-nya. Umumnya, mahasiswa jenjang Strata 3 ini diincar oleh dosen guna menunjang jabatan akademiknya.
Namun berbeda dengan Desak Putu Putri Maharani. Pemilik sapaan karib Gek Rani, ini bukan dosen. Tapi seorang presenter, penyanyi, guru vokal, instruktur model hingga menjabat senior director di sebuah perusahaan besar.
Disertasinya pun tidak ada hubungan dengan salah satu profesinya yakni bertema pertanian. Pada Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud), Jumat (16/6), bertempat di Gedung FEB Kampus Unud Sudirman, Denpasar, Gek Rani sukses mempertahankan disertasi berjudul “Determinan Kesejahteraan Petani Padi pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali”.
“Menimbang, prestasi selama masa studi, keseriusan melakukan penelitian, cara mempertahankan disertasi, masa tempuh studi dan publikasi internasional, kami menyatakan promovenda lulus dengan predikat Memuaskan,” kata Ketua Sidang Prof. Dr. Ni Nyoman Yuliarmi, SE., MP., sambil mengetok palu tiga kali.
Gek Rani pun tercatat dalam tinta emas sebagai Doktor ke-105 Bidang Ilmu Ekonomi, serta Doktor ke 210 yang ditelurkan FEB Unud.
Gek Rani tampak sangat tenang menanggapi sanggahan/kritik dari penyanggah dan undangan akademik. Ketenangannya ini timbul dari rasa percaya diri karena sudah menguasai persoalan pada penelitiannya.
Masih dalam sidang terbukanya itu, promovenda Gek Rani menguak sejumlah fakta baru seputar dunia pertanian selama masa pandemi Covid-19.
Pandemi Covid-19, kata Gek Rani, menyebabkan terjadinya migrasi dari karyawan kantoran dan pekerja pariwisata yang terdampak, sehingga muncul petani “dadakan”. Luas tanam memang meningkat, tapi tidak mendongak produktivitas dan kesejahteraan petani. “Kondisi ini menjadi antitesa,” jelas istri dari I Made Agus Dwipayana.
Ibu dua putra ini melanjutkan, dari sisi perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian masih perlu digenjot lagi, meskipun para petani sudah merasakan dampak positifnya.
Menurut hasil penelitiannya, 12 persen petani berpenghasilan di bawah Rp 2 juta sehingga sektor pertanian belum bisa diandalkan, padahal ke depan pertanian bakal dijadikan sektor alternatif agar Bali tidak tergantung pada pariwisata. Kesejahteraan petani pun menjadi isu strategis nasional dalam satu dekade terakhir.
“Jadi memang diperlukan peran pemerintah, inovasi, ide baru, kualitas SDM dan kinerja kelembagaan petani padi agar petani benar-benar sejahtera,” ungkap Gek Rani sembari berharap disertasinya bermanfaat bagi pemangku kebijakan guna merancang program di bidang pertanian.
Prof. Dr. Nyoman Djinar Setiawina, SE, MS., Promotor Gek Rani, memuji mahasiswinya ini karena dinilai pintar, pekerja keras dan percaya diri.
Gek Rani di mata Prof. Djinar bukan orang baru. Ia mengenal Gek Rani sejak Gek Rani duduk di bangku S1 Ekonomi Pembangunan (lulus 2013), S2 Magister Ilmu Ekonomi (lulus 2016) hingga mendaftar di Program Doktor Ilmu Ekonomi di FEB Unud 2017/2018. Dari S1 sampai S3 semua ditempuh di universitas yang sama.
“Gek Rani kalau ngomong cepat. Biasanya orang kalau ngomong dan makannya cepat ciri orang pintar,” ucapnya disambut tawa hadirin.
Kesuksesan Gek Rani dalam karir dan akademik tak terlepas dari dukungan keluarga tercinta, khususnya ayah I Dewa Gede Agung Bagus, S.E. dan sang ibu, Dr. (C) Fatikhah Kismilarsih, SH, MH.
Desak Putu Putri Maharani foto bersama keluarga usai meraih gelar Doktor. (Foto: ist)
Untuk memotivasi putri sulungnya itu, Fatikhah pun turut menempuh pendidikan Doktoral di Universitas Warmadewa bidang Ilmu Hukum. Kini, ibunya yang berprofesi sebagai advokat itu dalam persiapan ujian terbuka promosi doktor.
“Prinsip saya, wanita harus berpendidikan tinggi. Saya tahu banyak juga orang sukses hanya lulus SD misalnya, tapi saya memilih tetap sekolah setinggi-tingginya,” kata Fathikah.
Selain berguna bagi diri sendiri, lanjut Fathikah, pendidikan membuat wanita lebih dihargai di lingkungan keluarga barunya. Karenanya, ibu dua anak ini terus mendorong Gek Rani dalam perkuliahan secara estafet.
Sang ibunda membeberkan prestasi Gek Rani, khususnya di bidang nonakademik muncul sejak usia tiga tahun. Bakat tarik suara dan musik sangat menonjol. Hal itulah yang mengantar Gek Rani sejak tahun 2003 sudah menjadi presenter TVRI Nasional dalam acara musik anak.
Sejak SD hingga SMA, Gek Rani juga menjadi bintang kelas bahkan juara umum. Ia menamatkan pendidikan menengah SMAN 2 Denpasar, sebelumnya di SMPN 2 Denpasar, SDK Santo Yoseph 2 Denpasar dan TKK Kembang Kuncup.
“Kalau ditotal, anak saya punya 700 piala dan piagam. Sebagai orangtua tentu merasa bangga,” pungkasnya. Adapun Ko Promotor 1 yakni Dr. I N. Mahaendra Yasa, SE, M.Si., Ko Promotor 2 Prof. Dr. Drs. Made Kembar Sri Budhi, MP., para Penyanggah Prof. Dr. Made Suyana Utama, SE, MS, Prof. Dr. Dra. Ida Ayu Nyoman Saskara, M.Si., Prof. Dr. Dra. AA Istri Ngurah Marhaeni, M.S. Sumber: www.unud.ac.id(gs/Jubir Unud)
RESIK SAMPAH: Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan di bawah komando Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila bersama jajaran kepala perangkat daerah dan ratusan ASN turun langsung melakukan aksi bersih sampah bertajuk Resik Sampah Ngayah Ring Pertiwi, Jumat (22/5), di Kawasan Kota Tabanan. (Foto: Hms Tbn)
Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat mengatasi persoalan sampah yang mulai meluber di sejumlah ruas jalan utama kota. Mendapat atensi langsung dari Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan di bawah komando Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila bersama jajaran kepala perangkat daerah dan ratusan ASN turun langsung melakukan aksi bersih sampah bertajuk Resik Sampah Ngayah Ring Pertiwi, Jumat (22/5), di Kawasan Kota Tabanan.
Langkah ini dilakukan sebagai respon atas meningkatnya timbulan sampah tercampur pasca diberlakukannya kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Tabanan.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari implementasi Surat Edaran Bupati Nomor 07/DLH/2026 tentang Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kabupaten Tabanan. Sejak 1 Mei 2026, TPA Mandung hanya menerima jenis sampah residu. Namun dalam pelaksanaannya, sebagian besar masyarakat dinilai masih belum melakukan pemilahan sampah rumah tangga sehingga menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah titik dan memicu pencemaran lingkungan.
Melihat kondisi tersebut, Pemkab Tabanan bergerak cepat agar timbulan sampah tidak semakin meluas. Melalui gerakan gotong royong yang melibatkan ASN lintas perangkat daerah, pemerintah menunjukkan keseriusannya menjaga kebersihan dan keindahan kota sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Adapun titik-titik pembersihan dipusatkan di beberapa lokasi strategis, mulai dari sisi Timur dan Barat Lapangan Alit Saputra, Jalan KS Tubun, Jalan Diponegoro, kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Gelatik, seputaran Toko Cakra Tabanan, Jalan Rama hingga Jalan Melati. Seluruh peserta terlihat bersama-sama memilah dan mengumpulkan sampah yang menumpuk di pinggir jalan maupun area publik.
Selain membersihkan kawasan kota, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Pemerintah daerah terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari.
Menyampaikan arahan Bupati Tabanan, Sekda I Gede Susila menyampaikan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan, kesadaran memilah sampah dari rumah tangga menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Tabanan. “Kami ingin memberikan contoh langsung kepada masyarakat, bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sampah harus dipilah dari rumah agar tidak menimbulkan penumpukan dan pencemaran lingkungan,” ujarnya. (gs/bi)
LOMBA SENAM: DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan suasana meriah dan penuh semangat yang berlangsung di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Jumat 22 Mei 2026. (Foto: ist)
Tabanan, baliilu.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan suasana meriah dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus membumikan visi Gubernur Bali, Wayan Koster, yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.
Melalui lomba senam ini, masyarakat diajak untuk menumbuhkan budaya hidup sehat melalui olahraga bersama, sekaligus memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan antar peserta dan masyarakat.
Acara dibuka langsung oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, I Made Dirga. Perlombaan diikuti oleh 10 grup yang mewakili masing-masing PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Tabanan. Setiap grup terdiri dari 9 peserta dengan kategori usia di atas 50 tahun atau lansia.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Jumat 22 Mei 2026 ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Turut hadir Kepala Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai I Made Dirga, Ketua Fraksi I Putu Eka Nurcahyadi, seluruh Ketua PAC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, serta seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan.
Ketua Panitia Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, I Made Suarta menjelaskan kegiatan ini merupakan representasi harmoni antara alam, manusia, dan budaya Bali. Gerakan-gerakan dalam senam ini mengandung semangat menjaga keseimbangan kehidupan sesuai filosofi Bali dan diharapkan menjadi implementasi nyata dari visi pembangunan Bali berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini termasuk dalam rangkain Bulan Bung Karno 2026 dan HUT PDI-Perjuangan Ke-53.
Dia mengatakan, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa semangat gotong-royong dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pola hidup sehat di tengah perkembangan zaman.
“Diharapkan kegiatan serupa dapat rutin digelar setiap tahun agar semakin memperkuat budaya hidup sehat sekaligus menjaga warisan budayajn Bali tetap lestari,” katanya.
Lomba berlangsung sukses, penuh semangat, kekompakan, dan kebersamaan dari seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir. (gs/bi)
KUNJUNGAN: Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV, pada Jumat (22/5) saat melakukan kunjungan ke Pasar Kumbasari. (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – Selain kawasan Sanur, dua objek City Tour Kota Denpasar, yakni Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI ke-21, yang dibalut dalam kegiatan Ladies Program.
Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV ini, pada Jumat (22/5), dikenalkan dengan kesenian dan tradisi budaya Bali, melalui belajar Tari Pendet dan juga membuat Gebogan yang biasa digunakan sebagai sarana upakara di Bali.
Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, menyampaikan, pada Ladies Program Rakerkomwil IV APEKSI ke-21, pengenalan budaya Bali menjadi salah satu poin utama.
Selain sebagai promosi wisata budaya Kota Denpasar, hal ini juga ditujukan agar kesenian dan budaya Bali lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.
“Kami ingin mengenalkan secara lebih mendalam tentang Tari Pendet dan Gebogan yang selama ini mungkin hanya disaksikan saja oleh para wisatawan saat berkunjung ke Bali. Lewat belajar tari Pendet dan membuat Gebogan ini, saya harap ibu-ibu Kepala Daerah juga mengetahui tentang seluk beluk kesenian Bali, sebagai kekayaan warisan leluhur,” ungkap Sagung Antari.
Usai berkegiatan di Puri Jero Kuta, rombongan istri Kepala Daerah melanjutkan perjalanan menuju Pasar Kumbasari, untuk melihat berbagai produk unggulan UMKM binaan Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar.
Pemilihan lokasi ini sebagai City Tour pada Ladies Program juga bukan tanpa alasan. Sagung Antari mengemukakan, berbagai produk unggulan UMKM Kota Denpasar yang dijajakan di Pasar Kumbasari memiliki potensi untuk dipasarkan secara luas. Untuk itu, dengan menyertakan Pasar Kumbasari sebagai salah satu lokasi tujuan, secara tidak langsung akan mempromosikan potensi ekonomi kreatif Kota Denpasar.
“Ada berbagai macam produk kerajinan Kota Denpasar yang memiliki ciri khas. Seperti aneka kain endek, sandal, dan lainnya,” kata Sagung Antari.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana mengungkapkan, pada setiap gelaran Rakerkomwil IV APEKSI, Ladies Program merupakan agenda wajib yang harus selalu ada. Selain sebagai ajang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antarkota, acara ini juga sekaligus menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman dan juga informasi seputar program penunjang pembangunan.
“Salah satunya adalah program kerajinan, kesenian, dan ekonomi kreatif yang biasanya dikomandoi oleh istri para kepala daerah. Tentu semangat ini yang kita usung, agar sinergi dan kolaborasi antarkota semakin erat,” katanya. (eka/bi)