Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kurangi Sampah Plastik, Bupati Sanjaya Pimpin Aksi Bersih Sungai Yeh Sungi

BALIILU Tayang

:

sanjaya
AKSI BERSIH: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. saat ikut melakukan aksi bersih sampah plastik di Sungai Yeh Sungi, Jumat (15/9). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Salah satu bentuk kepedulian Pemkab Tabanan terhadap kebersihan lingkungan, terutama dari sampah plastik ditunjukkan langsung dengan melakukan aksi bersih-bersih di aliran Tukad Yeh Sungi yang dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. Aksi ini juga diikuti oleh masyarakat Desa Pandak Bandung dan menggandeng LSM Sungai Watch dan unsur terkait lainnya, Jumat (15/9).

Kehadiran Bupati yang saat itu didampingi Wakil Bupati, Sekda, para Asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, sontak menambah semangat dari seluruh masyarakat yang turut andil dalam aksi tersebut. Tidak dipungkiri, bahwa kebersihan lingkungan dari sampah apalagi sampah plastik, sangat perlu digalakkan. Untuk itu, Bupati Tabanan sangat aktif mendukung aksi kebersihan yang dilakukan masyarakat ataupun pihak terkait lainnya.

 “Jujur, kita di Pemerintah Kabupaten Tabanan mempunyai kekurangan dan buktinya kita turun dalam aksi bersih-bersih sungai ini. Syukur juga ada Sungai Watch dan LSM lainnya, yang peduli dengan alam Tabanan khususnya terkait dengan sampah. Apalagi di hari yang baik ini adalah hari clean up sampah sedunia yang wajib dijadikan momentum untuk meningkatkan kebersihan alam kita,” ujar Sanjaya.

Apalagi ditambahkannya, bahwa Tabanan memiliki banyak sungai dan pantai yang sering mendapat sampah kiriman. Keadaan alam yang tidak bisa diprediksi, harus disiasati dengan kesadaran dari seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, Sanjaya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat Tabanan agar lebih sadar dan meningkatkan arti penting membuang sampah pada tempatnya.

 “Saya menyarankan kepada seluruh masyarakat Tabanan, Adat, PKK, anak-anak muda, SMA, pedagang, semuanya, ayo buang sampah pada tempatnya. Di samping itu, ada Perda juga yang mengatur tentang sampah, Perda di Provinsi, Perda di Kabupaten biar tidak sekedar Perda, mari kita tegakkan bersama-sama dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pinta Sanjaya.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD, Bupati Sanjaya Sampaikan Tujuh Ranperda

Selain itu, Bupati Sanjaya juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu berkontribusi karena masalah sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun merupakan tanggung jawab bersama. Bila itu bisa diwujudkan bersama-sama, niscaya Tabanan pada khususnya menjadi Tabanan yang lebih indah dan bersih, serta Sanjaya juga menekankan kepada seluruh jajaran agar mengoptimalkan pelayanan terkait dengan sampah.

Perbekel Desa Pandak Bandung, Gede Made Oka Merta, mengucapkan selamat datang kepada Bupati beserta jajaran dan sungai watch yang selalu memfasilitasi untuk melakukan kebersihan bersama-sama. Sampah ini disamping merupakan kirimin, dan aja juga dari masyarakat yang tidak bertanggungjawab membuang sampah ke sungai.

“Yang terlibat di dalam kebersihan ini adalah semua unsur, mulai dari Pemdes, BPD, LPM, Karang Taruna, Sekaa Teruna dan juga tokoh tokoh adat, kelompok bank sampah yang ada di desa kami. Kebersihan ini kami laksanakan bertahap, bahkan melibatkan anak-anak sekolah sedari usia dini,” ungkapnya.

Untuk menindak para pembuang sampah sembarangan, pihaknya menambahkan di desa adat sudah ada peraturan dan di desa dinas belum secara resmi tetapi nanti ke depan tetap diimbau dari desa dinas dengan imbauan agar selalu membuang sampah pada tempatnya dan edukasi pun telah dilakukan di masyarakat secara berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Tabanan Sebagai Titik Kumpul Touring Volkswagen Lost in Paradise #6 

Bawa Dampak Positif bagi Pariwisata dan Ekonomi Tabanan

Loading

Published

on

By

Suasana touring komunitas Volkswagen dalam kegiatan Volkswagen Lost in Paradise #6 di Kabupaten Tabanan.
TOURING: Suasana touring komunitas Volkswagen dari berbagai daerah dalam rangka kegiatan Volkswagen Lost in Paradise (VLIP) #6, Sabtu (29/8), di Kabupaten Tabanan. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Touring komunitas Volkswagen dari berbagai daerah dalam rangka kegiatan Volkswagen Lost in Paradise (VLIP) #6, Sabtu (29/8), di Kabupaten Tabanan membawa dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan perekonomian daerah. Kehadiran para peserta touring tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan mempererat komunitas Volkswagen, tetapi juga turut memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta produk-produk ekonomi kreatif yang dimiliki Kabupaten Tabanan kepada para peserta dari berbagai daerah.

Touring mengambil rute start dari Ciputra Pangkung Tibah Kediri – Desa Jatiluwih – Pura Luhur Batukau – dan finish di Kantor Bupati Tabanan, dilepas oleh Sekda I Gede Susila Mewakili Bupati Tabaunda

Turut hadir Kepala Perangkat Daerah terkait serta Ketua dan Panitia Volkswagen Lost in Paradise (VLIP) #6, seluruh jajaran Ciputra Group dan undangan terkait lainnya. Kegiatan touring berlangsung dalam suasana penuh antusias dan kebersamaan para peserta.

Selain menjadi ajang silaturahmi komunitas pecinta Volkswagen, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menikmati sekaligus memperkenalkan potensi alam dan pariwisata Tabanan, khususnya kawasan Jatiluwih yang memiliki daya tarik budaya dan panorama alam yang khas.

Menyampaikan arahan Bupati, Sekda Susila menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengapresiasi pihak penyelenggara yang telah memilih Tabanan sebagai titik kumpul dari rangkaian Volkswagen Lost In Paradaktivita

Menurutnya, kegiatan komunitas seperti ini dapat menjadi salah satu media promosi pariwisata sekaligus memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami tentu menyambut baik kegiatan ini. Mudah-mudahan para peserta tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga membawa pengalaman dan cerita yang baik tentang Tabanan, sehingga potensi wisata yang kita miliki semakin dikenal luas,” ujar Susila.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Buka LKBB HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Pihaknya berharap ini menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan keindahan alam dan potensi pariwisata Tabanan kepada para peserta. Pemerintah daerah menyambut baik kegiatan Volkswagen Lost In Paradise #6 dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di Tabanan, dengan tetap mengedepankan tertib berlalu lintas, menjaga kebersihan lingkungan, serta ikut mempromosikan destinasi-destinasi wisata yang ada di Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Regenerasi Kepemimpinan, Kodam IX/Udayana Perkuat Soliditas dan Kesiapan Hadapi Dinamika Tugas

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memimpin Upacara Serah Terima Jabatan di Aula Supardi, Denpasar.
PIMPIN SERTIJAB: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto saat memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Tradisi Laporan Korps Pejabat Kodam IX/Udayana di Aula Supardi, Jalan Udayana Nomor 1, Denpasar, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Hms Kodam IX/Udayana)

Denpasar, baliilu.com – Regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan dan kesiapan organisasi TNI Angkatan Darat menghadapi dinamika tugas. Hal tersebut disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto saat memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Tradisi Laporan Korps Pejabat Kodam IX/Udayana di Aula Supardi, Jalan Udayana Nomor 1, Denpasar, Sabtu (29/8/2026).

Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan bahwa pergantian jabatan bukan sekadar perpindahan personel, melainkan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi untuk menghadirkan semangat serta gagasan baru dalam menjawab tuntutan tugas.

“Pergantian jabatan bukan sekadar pergantian personel, tetapi merupakan proses regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi agar senantiasa mampu menjawab tuntutan tugas dan perkembangan zaman,” ungkap Pangdam.

Pangdam menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab, bukan semata-mata penghargaan. Karena itu, para pejabat baru dituntut segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah, satuan, dan dinamika tugas di lingkungan Kodam IX/Udayana, serta menjalankan amanah dengan integritas, profesionalisme, loyalitas, disiplin, dan keteladanan.

“Bangun komunikasi serta sinergi dengan seluruh unsur pimpinan, pemerintah daerah, Polri, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa. Hadirkan TNI AD sebagai solusi bagi kesulitan masyarakat, terutama dalam penanganan bencana, kegiatan sosial, dan berbagai persoalan di wilayah,” pesan Pangdam.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pejabat lama beserta istri atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama menjalankan tugas di lingkungan Kodam IX/Udayana. Kepada para pejabat baru, Pangdam menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas serta berharap amanah yang diberikan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Adapun pejabat Kodam IX/Udayana yang melaksanakan serah terima jabatan, yaitu:  Kolonel Kav Guruh Prabowo Wirajati, M.Eng., sebelumnya menjabat sebagai Asintel Kasdam IX/Udayana, selanjutnya mengemban tugas sebagai Dirbinum Pusintelad, digantikan oleh Kolonel Inf Dharmawan Setyo Nugroho, S.I.P.

Baca Juga  Komitmen Membangun Bersama Warga, Bupati Sanjaya Hadiri ‘’Pemlaspasan’’ Pura Siwa Jenu Benana

Kolonel Cba Ilham Rusydi, S.E., M.M., sebelumnya menjabat sebagai Kabekangdam IX/Udayana, selanjutnya mengemban tugas sebagai Dirbinjasaang Pusbekangad, digantikan oleh Letkol Cba Nazharnoor, S.Sos.

Kolonel Cke Gerson Alexander M.K., S.I.P., sebelumnya menjabat sebagai Kakomlekdam IX/Udayana, selanjutnya mengemban tugas sebagai Kakomlekdam XXIII/PW, digantikan oleh Kolonel Cke I Gusti Ngurah Sumahardika, S.E.

Kolonel Inf Amin M. Said, S.H., sebelumnya menjabat sebagai Kajasdam IX/Udayana, selanjutnya mengemban tugas sebagai Kasiter Kasrem 162/WB (Mataram) Kodam IX/Udayana, digantikan oleh Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, S.I.P., M.Han.

Mayor Kav Fariz Yukito, S.T.Han., sebelumnya menjabat sebagai Dandenkav 4/Shimha Pasopati, selanjutnya mengikuti Pendidikan Seskoad, digantikan oleh Kapten Kav Eka Syarif Hidayat Sunarto, S.T.Han.

Selain serah terima jabatan, rangkaian kegiatan juga laksanakan tradisi penerimaan beberapa pejabat Kodam IX/Udayana. Tradisi ini menjadi momentum untuk menyambut personel yang mendapat kepercayaan mengemban amanah baru sekaligus memperkuat semangat kebersamaan, soliditas, dan kesinambungan pengabdian dalam menjalankan tugas di lingkungan Kodam IX/Udayana.

Rangkaian sertijab dan tradisi laporan korps tersebut tidak hanya menjadi bagian dari mekanisme pembinaan organisasi, tetapi juga mencerminkan komitmen Kodam IX/Udayana untuk terus menjaga kesinambungan kepemimpinan dan meningkatkan kesiapan satuan dalam melaksanakan tugas. Pergantian pejabat diharapkan mampu membawa semangat baru sekaligus memperkuat soliditas dan sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa serah terima jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan personel yang secara berkesinambungan dilakukan untuk menjaga dinamika dan efektivitas organisasi.

Menurutnya, kehadiran pejabat baru diharapkan dapat memberikan energi positif, inovasi, serta memperkuat kualitas pelaksanaan tugas sesuai tanggung jawab dan bidang masing-masing.

“Setiap jabatan memiliki tanggung jawab dan tantangan yang berbeda. Karena itu, pejabat yang menerima amanah harus mampu beradaptasi, membangun komunikasi, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Kodam IX/Udayana berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme prajurit dan menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Kapendam. (gs/bi)

Baca Juga  Unik dan Menarik, Peserta Upacara HUT Ke-78 Kemerdekaan RI di Tabanan Kenakan Atribut Pejuang Kemerdekaan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

“Satu Jiwa, Tiga Rupa”, Konsep Ny. Putri Koster Kembangkan Wastra Bali Menuju Panggung Mode Global

Seni Beri Taksu, Bisnis Hidupi Perajin, Politik Kebudayaan Beri Perlindungan

Loading

Published

on

By

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster menghadiri Dekranasda Bali Fashion Road Show Wastra Hita Kara di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana.
WASTRA HITA KARA: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster saat menghadiri Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, Kamis (27/8/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, memperkenalkan konsep “Satu Jiwa, Tiga Rupa” sebagai strategi mengembangkan wastra Bali agar tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kreatif dan mampu menembus panggung mode global. Konsep tersebut disampaikan dalam Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, Kamis (27/8/2026).

Ny. Putri Koster mengatakan, Dekranasda Provinsi Bali secara berkelanjutan menjalankan tiga program peragaan busana, yakni Dekranasda Bali Fashion Day, Dekranasda Bali Fashion Week, dan Dekranasda Bali Fashion Road Show. Ketiga program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri mode berbasis wastra sekaligus meninggalkan warisan bagi perkembangan mode Bali.

“Dekranasda Provinsi Bali ingin mendapatkan legacy terkait dengan fashion di Pulau Bali. Astungkara, ke depannya Bali bisa menjadi pusat mode dunia. Ini harus kita lakukan secara kontinu dan konsisten,” ujarnya.

Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Jembrana merupakan pelaksanaan ketiga setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi panggung peragaan busana, tetapi juga ruang untuk membuka wawasan mengenai arah pengembangan industri mode berbasis wastra yang ingin dibangun Bali.

“Satu Jiwa, Tiga Rupa”

Menurut Ny. Putri Koster, membawa wastra Bali menuju industri mode global membutuhkan lebih dari sekadar kreativitas dan estetika. Wastra Bali harus memiliki jiwa yang bersumber dari kekayaan seni dan budaya Bali, kemudian dikembangkan melalui tiga “rupa”, yakni seni, bisnis, dan politik kebudayaan.

“Satu jiwa itu muncul dari rasa seni dan estetika masyarakat Bali, baik dari leluhur kita maupun generasi muda yang ada saat ini, yang diwujudkan dalam bentuk wastra tradisional. Kemudian ada tiga rupa yang bisa memunculkan, mengagungkan, dan memuliakan wastra kita, yaitu seni, bisnis, dan politik kebudayaan,” jelasnya.

Baca Juga  Unik dan Menarik, Peserta Upacara HUT Ke-78 Kemerdekaan RI di Tabanan Kenakan Atribut Pejuang Kemerdekaan

Rupa pertama, seni. Seni menjadi roh dan jiwa yang membedakan wastra tradisional Bali dengan tekstil pabrikan. Motif dan ikatan dalam wastra Bali tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga mengandung filosofi, identitas, dan nilai spiritual.

“Seni yang memberi roh dan jiwa dari kain-kain dalam ikatan itu. Di dalamnya mengandung filosofi kuat sebagai anak Bali yang mewakili tanah Bali, yang konon adalah Pulau Dewata, pulau kesenian. Seni akan mengangkat sehingga kain itu punya taksu. Itulah yang membedakan tenun tradisional dengan bahan tekstil pabrikan yang begitu dingin,” ungkapnya.

Rupa kedua, bisnis. Ny. Putri Koster menekankan bahwa pelestarian wastra harus berjalan beriringan dengan peningkatan nilai ekonominya. Wastra Bali harus mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberikan manfaat langsung kepada para perajin, khususnya penenun yang berada di desa-desa. Nilai ekonomi yang semakin baik diharapkan meningkatkan kesejahteraan perajin sekaligus mendorong regenerasi agar tradisi menenun terus berlanjut.

Rupa ketiga, politik kebudayaan. Aspek ini dinilai menjadi pemungkas dalam menjaga keberlangsungan wastra Bali. Pemerintah perlu hadir melalui kebijakan dan regulasi untuk melindungi kain tradisional beserta nilai filosofis, spiritual, dan identitas budaya yang terkandung di dalamnya.

“Politik kebudayaan ini menjadi pemungkas dari semuanya karena di dalamnya ada aturan-aturan hukum. Bila kain tenun ini tidak kita lindungi dengan aturan hukum, maka akan hilang,” tegasnya.

Menurut Ny. Putri Koster, kekuatan ekonomi wastra tidak dapat dipisahkan dari perlindungan hukum. Tanpa regulasi, produk budaya lokal berisiko terdesak dalam persaingan pasar dan kehilangan nilai serta identitasnya.

“Perekonomian tidak akan terjaga jika tidak ada aturan. Karena dalam dunia bisnis seperti hutan rimba. Kain-kain kita akan menjadi terpuruk dan turun kastanya, tidak punya roh dan taksu-nya,” katanya.

Baca Juga  Peringati Tumpek Wariga, Pemkab Tabanan Tanam Pohon Secara Simbolis di Pura Luhur Pakendungan

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak bergerak bersama menjaga keberlanjutan wastra Bali. Pelestarian, kreativitas, pengembangan pasar, hingga perlindungan hukum harus dijalankan secara kontinu dan konsisten.

“Mari kita tenun sepenuh jiwa dan kita lestarikan. Syaratnya harus kontinu dan konsisten. Mari bergerak bersama,” ajaknya.

Dorong Desainer Jembrana Mengglobal

Khusus di Kabupaten Jembrana, Ny. Putri Koster berharap semakin banyak desainer lokal tumbuh dan mampu membawa kreativitas berbasis wastra daerah menuju panggung yang lebih luas. Kehadiran desainer lokal dinilai penting untuk menghubungkan perajin, kekayaan motif tradisional, kreativitas, dan kebutuhan pasar sehingga terbentuk ekosistem mode yang kuat.

“Di Jembrana saya ingin tumbuh lagi desainer-desainer lokal yang kemampuannya mengglobal. Kalau itu tumbuh, maka akan terbangun ekosistem,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana, Ny. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Jembrana untuk menjadi bagian dari Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hita Kara”.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Dekranasda Jembrana, ini merupakan suatu kehormatan bagi Kabupaten Jembrana karena dapat menjadi bagian dari Dekranasda Bali Fashion Road Show ‘Wastra Hita Kara’,” ungkapnya.

Menurut Ny. Ani, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya lokal sekaligus mempertemukan desainer, pelaku IKM, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi produk sekaligus kesejahteraan para perajin.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi momentum dalam mempertemukan para desainer, pelaku IKM, pelaku usaha, dan berbagai pihak lainnya sehingga tercipta kolaborasi yang berkelanjutan dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan para perajin dan pelaku UMKM,” ujarnya.

Jembrana sendiri memiliki beragam potensi budaya yang terus dikembangkan, salah satunya penggunaan cepaka purih sebagai ciri khas masyarakat setempat. Dekranasda Jembrana juga telah memilih Duta Tenun Jembrana yang diharapkan tidak hanya menjadi ikon, tetapi turut mengedukasi generasi muda serta memperkenalkan tenun Jembrana kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga  Komitmen Membangun Bersama Warga, Bupati Sanjaya Hadiri ‘’Pemlaspasan’’ Pura Siwa Jenu Benana

“Kami harap melalui Dekranasda Bali Fashion Road Show ini akan semakin banyak para perajin yang semakin naik dan berkelas serta mampu berkancah di tingkat nasional maupun internasional,” harap Ny. Ani.

Tampilkan Tujuh Desainer, IKM, dan UKM

Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Jembrana menampilkan karya tujuh desainer, yakni Busana Adat AAA Turah Mayun, Body N Mine, Urban Etnik, Kacarita, Deluxe, Luh Jaum, dan Taksu. Peragaan busana turut diiringi musik dari Gus Teja.

Selain peragaan busana, kegiatan dimeriahkan dengan pameran produk IKM dan UKM. Sebanyak 11 IKM ambil bagian, yakni Putri Mas Collection, Kembar Sari, Arca Collection, Ani Galery, Caka Kembang, Bali Rajut, Linggasari, Ariati Embroidery & Handlace, Butik Jepun, Surya Putra, dan Dana Jaya. Pameran juga menghadirkan 10 UKM kuliner, yaitu Sibabui, Warung Bu Alit, Lumpia Potong Tugu, Kopi Kelana, Jamu Kunyit Asam, Uma Pia Kasih, Umah Tuak, Sambal Gorlin, Bakii, dan JeCo.

Melalui Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Provinsi Bali bersama Dekranasda Kabupaten Jembrana mendorong terbentuknya ekosistem mode dan ekonomi kreatif yang berpijak kuat pada identitas budaya. Dengan sinergi seni, bisnis, dan politik kebudayaan, wastra Bali diharapkan tidak hanya lestari sebagai warisan leluhur, tetapi juga mampu memberikan kesejahteraan bagi perajin serta membawa identitas Bali menuju panggung mode nasional dan global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca