Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Launching Gerakan Bali Bersih Sampah di Panggung Ardha Candra

Menteri LH Bangga Upaya Gubernur Koster, Sebut Bali Jadi Contoh Daerah Lain di Indonesia

Loading

BALIILU Tayang

:

Gerakan Bali Bersih
BALI BERSIH SAMPAH: Launching Gerakan Bali Bersih Sampah yang digagas Gubernur Bali Wayan Koster terlaksana di Panggung Ardha Candra, Taman Art Center, Denpasar, pada Sukra Pon Julungwangi, Jumat (11/4). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.comLaunching Gerakan Bali Bersih Sampah yang digagas Gubernur Bali Wayan Koster terlaksana di Panggung Ardha Candra, Taman Art Center, Denpasar, pada Sukra Pon Julungwangi, Jumat (11/4).

Acara yang ditandai dengan pemukulan kulkul ini dihadiri langsung Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Semua kepala daerah se-Bali, DPRD, intansi TNI, Polri, Bendesa, lurah, dan komunitas lingkungan hidup turut hadir sebagai bentuk dukungan menjalankan program prioritas ini.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang hadir langsung, menyampaikan rasa bangganya terhadap Pemerintah Provinsi Bali yang menjadikan Bali sebagai satu-satunya Provinsi di Indonesia yang berani dan siap untuk melakukan deklarasi Gerakan Bali Bersih Sampah. Dan mampu menjadi daerah percontohan provinsi yang bebas sampah ke depannya dibanding daerah lain di Indonesia.

“Saya tahu bagaimana upaya pimpinan Forkopimda Bali melakukan aksi gerak cepat membersihkan sampah laut yang mengepung Bali pada bulan Desember lalu, yang menjadi sorotan dunia, dan karena Bali merupakan wajah dunia. Dengan tindakan nyata dan aksi nyata ini, saya harapan di tengah hiruk pikuk permasalahan sampah, Bali dapat menjadi contoh konkrit yang bukan hanya melakukan deklarasi namun dapat secara nyata menunjuk deklar dan aksi, lantaran penyelesaian masalah sampah menjadi prioritas yang dilakukan saat ini, dan mampu menjadi komitmen semua pihak termasuk pelaku usaha, industri dan masyarakat umum untuk menjadikan Bali bersih sampah.

Sementara itu, Gubernur Koster menjelaskan semuanya hidup di tanah Bali harus menjaga kebersihan Bali.

“Kita semua ada di atas tanah Bali, wajib bagi kita semua untuk turut menjaga kebersihan Bali. Tidak saja menyiapkan tempat/tong sampah sesuai jenisnya, tidak hanya menahan diri untuk membuang sampah sembarangan, namun juga ingat akan tanggung jawab menjaga alam Bali agar tetap hijau dan bersih dari polusi yang diakibatkan oleh sampah dan bau busuknya,” kata Koster.

Baca Juga  Tim Percepatan PSBS Bali Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kecamatan Abiansemal dan Petang

Dalam paparannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan bahwa untuk mewujudkan Bali bebas sampah plastik sekali pakai, sudah dilakukan upaya dan program berupa pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, yang diatur ke dalam Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018. Selain itu juga diterapkan pengelolaan sampah berbasis sumber yang diatur ke dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019. Pergub ini menekankan kepada 636 desa, 80 kelurahan dan 1.500 desa adat untuk mensosialisasikan kepada warganya agar aktif membangun desa dan wilayahnya dengan melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya, selain mereka juga harus bertanggung jawab pada sampah yang mereka buat.

Secara tegas, Gubernur Wayan Koster menyampaikan desa wajib membuat perarem, dilakukan pengangkutan sampah secara terpisah ke TPA, jika ada desa yang tidak bersedia/tidak berhasil menjadikan desanya bebas sampah plastik (tidak melaksanakan pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, akan dikenakan sanksi penundaan bantuan keuangan, penundaan pencairan insentif Kepala Desa dan Perangkat Desa, penundaan pencairan bantuan keuangan kepada Desa Adat dan tidak mendapat bantuan program yang bersifat khusus.

Sanksi juga berlaku bagi setiap pelaku usaha yang tidak melaksanakan pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai akan ditinjau kembali atau dicabut ijin usahanya, serta diumumkan kehadapan publik melalui berbagai platform media sosial sebagai pelaku usaha yang tidak ramah lingkungan dan tidak layak dikunjungi.

Meskipun pencapaiannya belum maksimal dan menyeluruh, namun sisa dari desa yang belum aktif diharapkan akan segera menjadikan gerakan Bali Bersih Sampah sebagai prioritas untuk mewujudkan Bali Bersih Sampah pada Januari 2026 mendatang, yang pelaksanaannya dimulai dari sekarang.

“Dengan Pergub Nomor 47 Tahun 2019 ini, saya minta penanganan sampah sudah diselesaikan pada tempat asal mula sampah itu dibuat. Jangan sampai sampah yang kita miliki, malah mengotori rumah atau desa lain, karena seperti yang kita tahu, sampah dapat dipisahkan dan ditangani sesuai jenisnya, yakni organik, an-organik dan residu,” imbuh Gubernur Koster.

Baca Juga  Gubernur Koster Sampaikan Pembangunan Kebudayaan Bali

“Sampah organik (sisa makanan, daun, dll.) diolah secara alami menggunakan Teba Modern. Hasilnya berupa kompos berkualitas yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk pertanian atau penghijauan. Sementara sampah an-organik atau daur ulang bisa kita bawa ke bank sampah yang kemudian dijual ke pihak daur ulang, menghasilkan pendapatan tambahan bagi masyarakat sekaligus mengurangi beban TPA.

Dan selanjutnya untuk sampah residu bisa dibawa ke TPS-R dengan Incinerator Ramah Lingkungan. Sampah residu adalah sampah yang tidak memiliki nilai dan tidak dapat didaur ulang yang akan diolah di TPS-R (Tempat Pengelolaan Sampah Residu) menggunakan incinerator dengan pembakaran dalam suhu 800 °C.-1000 °C. Proses pembakaran menghasilkan abu yang aman, lalu dimanfaatkan kembali sebagai bahan konstruksi seperti campuran paving block atau kerajinan seperti Asbak,” paparnya lagi.

Selain dua peraturan di atas yang mengikat untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang diciptakan, Pemerintah Provinsi Bali juga melakukan upaya perlindungan terhadap danau, mata air, sungai dan laut yang diatur ke dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020.

Untuk mempercepat pencapaian Bali Bersih Sampah, Gubernur Bali memberlakukan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah, dengan pertimbangan kewajiban melestarikan ekosistem alam, manusia dan kebudayaan Bali, Bali merupakan destinasi utama pariwisata dunia dan pengelolaan sampah di Provinsi Bali belum berjalan dengan optimal.

Launching Gerakan Bali Bersih Sampah secara langsung dipimpin oleh Gubernur Bali yang bersinergi dan berkolaborasi dengan Pangdam IX/ Udayana, Kapolda Bali dan Danrem 143/Wira Satya. Selain itu, masing-masing kepala daerah akan memimpin gerakan Bali Bersih Sampah di wilayahnya.

Sekitar 4.000 peserta lintas sektor se-Bali hadir dalam launching di Panggung Ardha Candra, Taman Art Center Denpasar, Sukra Pon, Julungwangi, Jumat (11/4). Seperti pemerintah provinsi / kabupaten/ kota, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bendesa Adat, Kepala Desa, Lurah dan komunitas lingkungan hidup dan pihak terkait lainnya. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Buka Kejurda KKI Bali Gubernur Cup 2022

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Rasniathi Adi Arnawa Lantik Ketua TP PKK Tiga Kecamatan

Tekankan Sinergi dan Inovasi Demi Kesejahteraan Keluarga di Badung

Loading

Published

on

By

Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa melantik Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan
LANTIK: Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi melantik Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Utara, Kecamatan Kuta, dan Kecamatan Kuta Selatan di Ruang Rapat Madya Gosana, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (20/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi melantik Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Utara, Ketua TP PKK Kecamatan Kuta, dan Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Selatan. Acara berlangsung di Ruang Rapat Madya Gosana, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (20/7). Pelantikan ini didasarkan pada Surat Keputusan Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nomor: 302/KEP/PKK.KAB.BD/VII/2026 tanggal 13 Juli 2026, tentang Pengesahan Pemberhentian dan Pengangkatan Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Badung.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan yang dilantik yakni Nyonya Yeni Tirtayasa sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Utara, Nyonya Yulia Dewi Agus Suantara sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Kuta dan Nyonya Made Seniwati Laksana sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Selatan.

Turut hadir menyaksikan pelantikan ini Kepala OPD terkait, Kabag Pembangunan Setda Kabupaten Badung, Camat Kuta Utara, Camat Kuta, Camat Kuta Selatan, Sekretaris II TP PKK Kabupaten Badung, para Perbekel dan Lurah di lingkungan ketiga kecamatan, serta jajaran pengurus dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi mendalam serta ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para ketua lama yang telah mengabdi, mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk memajukan gerakan PKK di wilayahnya masing-masing. Hasil kerja keras dan dedikasi yang telah dibangun menjadi fondasi berharga bagi kelanjutan program ke depan.

Kepada para pengurus baru yang baru saja dilantik, ia berharap dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab, semangat pengabdian, serta membawa angin segar dan inovasi dalam setiap pelaksanaan 10 program pokok PKK.

Baca Juga  Solusi Gubernur Koster Kembalikan Situasi Normal di Ungasan, BAST Akses Jalan GWK Disepakati Pemkab Badung dan GWK

“PKK adalah garda terdepan dalam upaya peningkatan kualitas keluarga, dari kesehatan, pendidikan, ekonomi keluarga, hingga pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur. Khususnya di wilayah Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan yang memiliki karakteristik masyarakat dan tantangan tersendiri, diperlukan kepekaan, kreativitas, serta kerja sama yang erat antar-semua pihak,” ujarnya.

Rasniathi mengharapkan agar Ketua TP PKK Kecamatan menjadi teladan, mitra yang andal bagi pemerintah, dan sahabat yang dekat dengan masyarakat.

“Jalin komunikasi yang baik dengan seluruh elemen, dengar aspirasi warga, dan hadirkan solusi yang nyata. Kita berharap dengan kepemimpinan baru ini, gerakan PKK semakin kuat, bergerak lebih cepat, dan membawa perubahan positif demi mewujudkan keluarga Badung yang sehat, cerdas, sejahtera, dan berakhlak mulia,” harapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua Dekranasda Badung Buka Pelatihan Pengemasan Produk Industri Pangan

Serahkan Bantuan Alat Pengemasan kepada Pelaku IKM

Loading

Published

on

By

Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Pelatihan Pengemasan Hasil Produk Industri Pangan di Sading
PELATIHAN: Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Pelatihan Pengemasan Hasil Produk Industri Pangan di Ruang Rapat Kantor Lurah Sading, Kecamatan Mengwi, Senin (20/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Pelatihan Pengemasan Hasil Produk Industri Pangan dalam rangka Sub Kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pelaksanaan Pembangunan Sumber Daya Industri. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Lurah Sading, Kecamatan Mengwi, Senin (20/7), dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, narasumber, serta 39 peserta yang merupakan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari Kelurahan Sading.

Pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari ini merupakan wujud komitmen Pemkab Badung melalui kolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dalam meningkatkan kualitas serta daya saing produk IKM, khususnya pada sektor industri pangan. Pada kesempatan tersebut, Ny. Rasniathi Adi Arnawa juga menyerahkan bantuan alat pengemasan kepada para peserta sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas produk industri pangan lokal.

Dalam sambutannya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur dapat hadir sekaligus bertemu langsung dengan para pelaku IKM di Kelurahan Sading. Menurutnya, produk olahan pangan yang dihasilkan masyarakat Sading memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan produk dari daerah lain. Berbagai produk seperti jajanan kering, jajanan basah, hingga aneka olahan pangan lainnya telah lama menjadi potensi unggulan masyarakat setempat.

“Yang perlu terus ditingkatkan adalah kualitas kemasan produk agar lebih menarik, informatif, dan memenuhi standar keamanan pangan. Kemasan yang baik harus mencantumkan masa kadaluarsa, menjaga higienitas produk, serta mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan kemasan yang lebih profesional, produk akan memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Bersama Masyarakat Kawasan Turyapada Tower Sepakati Pembebasan Lahan sesuai Aturan

Lebih lanjut disampaikan, Pemkab Badung terus memberikan dukungan kepada pelaku IKM, tidak hanya melalui pelatihan dan bantuan peralatan, tetapi juga dengan memfasilitasi promosi produk melalui berbagai kegiatan pameran dan event di Puspem Badung. Selain itu, promosi juga dilakukan melalui media sosial agar jangkauan pemasaran semakin luas. Pelaku IKM juga didorong untuk melengkapi identitas usahanya, seperti kartu nama maupun media promosi lainnya, sehingga memudahkan konsumen untuk mengenal dan menghubungi pelaku usaha.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, I Made Rai Suarimbawa, melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini didukung sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Badung atas dukungan yang diberikan dalam penyelenggaraan pelatihan sebagai salah satu upaya memperkuat dan mengembangkan industri kecil dan menengah di Kabupaten Badung. Pelatihan pengemasan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kemasan produk agar lebih aman, higienis, memiliki daya simpan yang lebih baik, sekaligus meningkatkan daya saing dan nilai jual produk di pasaran.

“Kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Badung,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang, Tim Gabungan Sisir Pesisir Gianyar hingga Sukawati

Published

on

By

Nelayan Hilang Pantai Saba, Pencarian SAR Gianyar, Polres Gianyar, Pantai Sukawati
Polisi saat melakukan pencarian hari ketiga nelayan yang hilang. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Memasuki hari ketiga pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Lebih yang dilaporkan hilang saat melaut, tim gabungan melaksanakan penyisiran melalui jalur laut dan darat pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan pencarian dipusatkan di kawasan Pantai Rangkan, Banjar Rangkan, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, dengan area penyisiran meliputi Pantai Purnama, Pantai Rangkan, Pantai Pabean, Pantai Gumicik, hingga Pantai Lembeng.

Operasi pencarian melibatkan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Satpolairud Polres Gianyar, Polsek Sukawati, Brimob Polda Bali, Ditsamapta Polda Bali, TNI, serta unsur terkait lainnya.

Korban diketahui bernama I Nyoman Darin (51), seorang nelayan asal Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar. Korban dilaporkan hilang pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 15.00 WITA di perairan Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh.

Sebelum pencarian dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan, kemudian dibagi menjadi dua tim. Tim laut melakukan pencarian menggunakan dua unit rubber boat milik Ditpolairud Polda Bali dan Basarnas Denpasar, serta didukung satu unit drone untuk pemantauan udara. Sementara itu, tim darat melaksanakan penyisiran secara menyeluruh di sepanjang garis pantai guna mencari keberadaan korban maupun petunjuk yang dapat mendukung proses pencarian.

Kasat Polairud Polres Gianyar, AKP I Gede Budarasa, mengatakan bahwa pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal melalui jalur laut maupun darat. Setiap sektor pencarian disisir secara sistematis dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat agar proses pencarian berjalan efektif dan aman,” ujar AKP I Gede Budarasa.

Baca Juga  Solusi Gubernur Koster Kembalikan Situasi Normal di Ungasan, BAST Akses Jalan GWK Disepakati Pemkab Badung dan GWK

Hingga laporan ini disampaikan, operasi pencarian masih terus berlangsung dan tim gabungan tetap melakukan penyisiran di sejumlah titik yang menjadi prioritas berdasarkan hasil evaluasi di lapangan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera menyampaikannya kepada petugas guna mendukung proses pencarian. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca