Connect with us

SENI

Lomba Nyanyi Lagu Bali Meriahkan Gema Tridatu

BALIILU Tayang

:

Lomba Nyanyi Lagu Bali Meriahkan Gema Tridatu, Sabtu (28/11)

Denpasar, baliilu.com – Masa Pandemi Covid yang cukup lama ditambah dengan sistem pembelajaran daring membuat anak-anak mengalami kejenuhan. Untuk mengisi waktu dan mengurangi kejenuhan mereka, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menggelar lomba Nyanyi Lagu Bali Bebas serangkaian kegiatan Gema Tridatu (Gelar Bersama Industri dan Perdagangan Bermutu) di areal basement Matahari Denpasar, Sabtu (28/11).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari mengatakan, kegiatan Gema Tridatu merupakan kegiatan dalam upaya pemulihan ekonomi bagi IKM/UKM. Untuk memeriahkan maka dalam kegiatan itu juga dilaksanakan lomba nyanyi lagu Bali untuk anak-anak. Kegiatan ini sekaligus mencari bakat serta menyalurkan bakat bernyanyi bagi anak-anak Kota Denpasar.

Dalam lomba ini ada tiga kategori A dari anak TK – Kls 3 SD, Kategori B Kls 4-6 SD dan Kategori C Kls 1 -3 SMP. Lomba ini dinilai dewan juri yang profesional di bidang tarik suara yakni, Ayu Tya, Ayu Sada dan Gusaka. “Dalam lomba ini masing masing kategori memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan 1 sampai 3 serta piala Dekranasda Kota Denpasar,” ungkap Sri Utari.

Lebih lanjut Sri Utari menegaskan dalam kegiatan ini mengutamakan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu harus dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Dengan digelar pameran Gema Tridatu, Sri Utari berharap IKM/UKM dapat mempromosikan produk dan menambah omzet mereka saat musim pandemi ini. Yang paling utama Sri Utari berharap dalam promosi agar lebih mengutamakan mengggunakan informasi digital karena dapat menjangkau lebih luas. (eka)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SENI

Bangkitkan Seniman, Sekda Adi Arnawa Buka Workshop Music Digital 2020

Published

on

By

Sekda Adi Arnawa di saat membuka Workshop Music Digital 2020 yang diselenggarakan oleh Komunitas Semal Megambel, Abiansemal di Hotel Made Bali, Sempidi, Minggu (20/12).

Badung, baliilu.com – Dalam upaya membangkitkan kembali semangat para seniman maupun musisi untuk bisa berkarya di tengah pandemi Covid-19, Komunitas Semal Megambel, Abiansemal menyelenggarakan Workshop Music Digital 2020. Workshop yang mengambil tema “Meningkatkan Kreativitas Melalui Musik Digital pada Masa Pandemi” ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa yang ditandai dengan pemukulan gong disertai sesi foto bersama, bertempat di Hotel Made Bali, Minggu (20/12).

Acara yang diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ini dibatasi dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari kalangan Komunitas Semal Megambel. Turut hadir Kadis Kebudayaan I Gede Eka Sudarwita, Ketua Listibiya Badung I Gusti Ngurah Ketut Artawan, perwakilan Camat Mengwi dan Abiansemal, perwakilan Lurah Sempidi beserta peserta workshop. 

Sekda Badung Adi Arnawa dalam sambutannya menyambut baik adanya ide kreatif dari anak muda Komunitas Semal Megambel yang sangat inovatif melalui pelaksanaan acara Workshop Music Digital 2020, yang sangat luar biasa. Terlebih dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. “Kepada Komunitas Semal Megambel saya memberi apresiasi karena di masa pandemi Covid-19 tetap bisa beraktivitas, sehingga kami selaku pemerintah merasa bangga dan bahagia melihat anak-anak muda sudah berkreativitas, inovatif, adaptif dan tidak menyerah di tengah situasi saat ini,” katanya seraya mengingatkan agar dalam kegiatan dan aktivitas sehari-hari tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta selalu memakai master, mencuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir dan menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Lebih lanjut Adi Arnawa menyampaikan kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung memberikan akses wifi gratis harus dimanfaatkan oleh wirausaha muda untuk berinovasi secara digital agar bisa mandiri di era globalisasi. Berinovasi melalui aplikasi yang dimiliki di wilayah masing-masing sehingga melalui jaman digital 4.0, orang luar akan tahu apa yang dimiliki di masing-masing wilayah itu sendiri.

“Di jaman digital ini mari kita manfaatkan untuk mempromosikan produk kita terutama dalam kegiatan positif, seperti belajar daring. Kepada generasi muda agar menjadi pengusaha modern dengan media digital dan lakukan inovasi-inovasi baru lagi melalui kearifan lokal yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia I Gede Cita Sastrawan melaporkan di tahun 2020 merupakan tahun yang berbeda bagi semua orang seperti terjadinya penurunan ekonomi yang dirasakan oleh semua pihak karena adanya wabah Covid-19. Sehingga pada masa pandemi seperti sekarang ini juga berdampak kepada para seniman dimana ruang gerak para seniman sangat terbatas, bahkan perhelatan seni terbesar di Bali yang biasa dilaksanakan setiap bulan Juni-Juli ditiadakan.

Hal tersebut membuat seniman yang menggantungkan hidupnya pada kesenian tidak bisa berbuat apa-apa terlebihnya lagi panggung untuk para musisi dan seniman tidak bisa diadakan karena tidak boleh berkerumun.

“Melihat hal tersebut, kami dari Komunitas Seni Semal Megambel ingin membangkitkan kembali semangat para seniman maupun musisi untuk bisa berkarya kembali. Maka dari itu kami dari komunitas akan mewadahi sekaligus sebagai jembatan untuk para seniman/musisi khususnya di Bali agar bisa menuangkan karya-karya yang telah vakum selama kurang lebih 10 bulan,” terangnya seraya berharap pandemi ini segera berakhir dan aktivitas masyarakat khususnya para seniman bisa kembali normal dan ekonomi kembali pulih. (bt)

Lanjutkan Membaca

SENI

Ny. Putri Koster Ajak Seniman Muda Asah Kemampuan dan Pengalaman

Published

on

By

de
Ny. Putri Koster saat menerima para finalis kompetisi Bintang Pop Bali TVRI di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Kamis (17/12) siang.

Denpasar, baliilu.com  – Belakangan ini bakat-bakat muda di bidang seni terus bermunculan di Pulau Dewata, hingga membuat seniman multitalenta Ny. Putri Suastini Koster tidak merasa khawatir akan proses regenerasi pelaku seni asal Bali untuk masa yang akan datang.

“Setelah melihat sendiri perkembangan bakat-bakat muda, Ibu tidak khawatir akan keberlangsungan seni di Bali, mengingat bakat seni anak-anak mudanya luar biasa,” puji pendamping orang nomor satu di Bali ini, saat menerima para finalis  kompetisi Bintang Pop Bali TVRI di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Kamis (17/12) siang.

Di hadapan para finalis yang sebagian besar masih duduk di sekolah menengah pertama ini, Ny. Putri Koster mengajak untuk terus mengasah diri kemampuan dan pengalaman dalam berkesenian, khususnya tarik suara. “Di Bali, berkesenian adalah identitas dan kepribadian kita, sebagai jati diri kita di Bali. Asah diri terus, (bagi waktu,red) kapan saatnya untuk belajar, kapan untuk kegiatan seni. Jika fokus, pasti ananda akan sukses,” ujar sosok seniman serba bisa ini.

Ny. Putri Koster bersama finalis Bintang Pop Bali TVRI

Tak lupa, Ny. Putri Koster berpesan agar para penyanyi yang masih sangat belia ini dapat menempatkan diri dan penampilan sesuai dengan usianya atau jangan tampil berlebihan. “Pakaian misalnya, pakailah yang nyaman, simpel tapi manis sesuai dengan usia. Karena pakaian yang nyaman juga menunjang performa di atas panggung, jadi lebih luwes. Penonton juga akan lebih fokus pada suara dan ekspresi ananda,” ujarnya.

Demikian halnya dengan make up, hendaknya disesuaikan dengan karakter remaja yang lebih natural.  “Remaja berpenampilan-lah layaknya remaja. Lagu juga demikian, lagu cinta boleh, tapi cinta itu universal bisa cinta tanah air, alam juga cinta orang tua,” katanya lagi.

Ny. Putri Koster juga berharap ke depan makin banyak ajang serupa sebagai wahana penyaluran bakat anak-anak-muda Bali. “Mudah-mudahan ke depan makin banyak wadah untuk bibit potensial seniman muda kita. Para finalis ini juga jangan berhenti sampai disini, terus lanjutkan agar kemampuan makin terasah dan baik,” harapnya.

Salah satu finalis Putu Andika Pramana asal Buleleng  mewakili rekan-rekannya mengaku pertemuan dengan Ny. Putri Koster sangat berkesan dan bermakna bagi dirinya dan finalis lain. “Meskipun singkat, tetapi pertemuan ini sangat memotivasi kami dan banyak hal yang bisa kami pelajari,” ucapnya.

Pada perhelatan kali ini, tercatat 8 orang finalis Bintang Pop Bali TVRI masing-masing atas nama I Gusti Ayu Satya Rani Daniswari Bagya, AA Sri Mulya Raya, Ni Kadek Pradnya Putri Utami, Ayu Komang Kharisma Dewi, Putu Andika Pramana, Ni Putu Kita Suarianti, Dewa Ayu Agung Istri Mas Widia Pradnyasuari Pemayun dan Kadek Natasya Aurelia Saraswati.

 I Gusti Ayu Satya Rani Daniswari Bagya asal Denpasar berhasil keluar menjadi juara 1 disusul Dewa Ayu Agung Istri Mas Widia Pradnyasuari Pemayun (juara 2) dan AA Sri Mulya Raya (juara 3). (gs)

Lanjutkan Membaca

SENI

15-20 Desember 2020, Digelar Pameran Foto 65 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Vietnam

Published

on

By

de
Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang akan memberikan sambutan pada pembukaan pameran 65 Tahun Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Vietnam.

Denpasar, baliilu.com – Merayakan dan memaknai 65 Tahun Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Vietnam, dihadirkan sebuah pameran foto-foto terpilih bersejarah tertaut hubungan baik kedua negara selama kurun waktu 1955-2020. Eksibisi ini diselenggarakan secara daring melalui galeri virtual, dan luring di Ruang Pameran Monumen Perjuangan Rakyat Bali “Bajra Sandhi”, sedari tanggal 15-20 Desember 2020.

Pameran dibuka secara resmi melalui tayang perdana pada kanal youtube Disbud Provinsi Bali Selasa, 15 Desember 2020, pukul 17.00 Wita. Pada acara pembukaan tersebut memberi sambutan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik agenda pameran ini, serta mengungkapkan makna penting di balik hubungan persahabatan kedua negara yang tercermin melalui foto-foto kebersamaan kedua founding father masing-masing, yakni Presiden Soekarno dan Presiden Ho Chi Minh. “Melalui pameran ini kami berharap spirit persahabatan kedua bangsa dapat mengukuhkan kemitraan strategis antara Indonesia dan Vietnam dalam bidang seni budaya, pendidikan, pariwisata dan ekonomi,“ ungkap Wayan Koster.

Pameran foto ini kerja sama Pemerintah Provinsi Bali dengan Kedutaan Besar Vietnam di Jakarta, diharapkan dapat memperdalam pemahaman kepada masyarakat kedua negara, khususnya generasi muda, tentang jalinan persahabatan yang hangat antara negara dan masyarakat kedua bangsa sedini dirintis oleh founding father masing-masing, Presiden Soekarno dan Presiden Ho Chi Minh.

Kehangatan persahabatan tersebut terjalin hingga kini, tercermin dari foto-foto kunjungan kenegaraan dari masa ke masa; semisal sambutan hangat dari Presiden Tran Duc Luong dan masyarakat Vietnam atas kehadiran Presiden Megawati Soekarno Putri tahun 2001, serta pertemuan Presiden Vietnam Truong Tan Sang dengan Presiden Indonesia Joko Widodo di Jakarta tahun 2015, berikut kunjungan balasan Presiden Joko Widodo ke Vietnam tahun 2018.

Duta Besar Republik Sosialis Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang, mengungkapkan bahwa pada 65 tahun yang lalu Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama  yang menjalin hubungan diplomatik dengan Vietnam. Hubungan baik tersebut masih terjalin hingga kini, bahkan sedari tahun 2013 Indonesia dan Vietnam menjalin kemitraan strategis memberikan kerangka kerja untuk kerja sama yang substansif di berbagai bidang.

“Pencapaian ini tidak akan terwujud tanpa adanya upaya awal dari Presiden Ho Chi Minh dan Presiden Soekarno. Hubungan antara kedua pendiri negara ini bukan semata hubungan sesama pemimpin negara, tetapi sebagai saudara. Bukan atas dasar keturunan, melainkan atas visi yang sama, oleh keyakinan abadi dalam kebangsaan, patriotisme, kemerdekaan, dan perdamaian,“ ungkap Mr. Pham Vinh Quang dalam sambutannya.

Pada pameran disertakan 42 foto bersejarah dari tahun 1955 sampai dengan sekarang. Foto-foto yang dipamerkan menggambarkan kedekatan sosial kultural antara kedua negara, termasuk keadaan alam atau topografi, serta aneka aktivitas masyarakat yang terbukti memiliki ciri dan keunikan yang boleh dikata tidak jauh berbeda.

Persahabatan antara Indonesia dan Vietnam ditandai pula dengan muhibah seni budaya, serta terjalinnya komunikasi yang berkelanjutan dan saling menghormati antarpejabat Vietnam dan Indonesia, berikut disepakati dan diwujudkannya kerja sama lintas bidang. 

Foto-foto yang dipamerkan dapat disaksikan melalui galeri virtual pada tautan https://artspaces.kunstmatrix.com/en/exhibition/3761959/pameran-foto-65-tahun-hubungan-diplomatik-indonesia-viet-nam (gs)

Lanjutkan Membaca