Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

LPPM Unud Gelar ‘’Focus Group Disscussion’’ Renstra Pengabdian 2022-2026

BALIILU Tayang

:

de
Focus Group Discussion Unud Renstra Pengabdian 2022, Jumat (18/2/2022) di Mercure Hotel Bali Sanur Resort, dibuka Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU ditutup sesi foto bersama. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka penyusunan Renstra Pengabdian tahun 2022-2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana menyelenggarakan Focus Group Discussion, Jumat (18/2/2022) di Mercure Hotel Bali Sanur Resort. FGD dibuka oleh Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU. dan dihadiri oleh para Dekan, Ketua dan Sekretaris LPPM, Tim Renstra Fakultas dan UP2M masing-masing fakultas.

Ketua LPPM Unud Prof. Dr. drh. I Nyoman Suarsana, M.Si. (Foto: Ist)

Ketua LPPM Unud Prof. Dr. drh. I Nyoman Suarsana, M.Si. mengatakan Rencana Strategis (Renstra) Pengabdian 2022 – 2026 merupakan arahan kebijakan dalam pengelolaan, pelaksanaan dan pengembangan pengabdian kepada masyarakat dalam jangka waktu lima tahun mendatang, dengan memperhatikan perkembangan Unud dan lingkungan strategisnya. Untuk menjembatani, memberi landasan dan arah bagi pelaksanaan penelitian dan pengabdian untuk mencapai sasaran dan tujuan, Unud telah membuat RIP (2022- 2026) dan Renstra Pengabdian (2022-2026).

Khusus renstra pengabdian, hari ini memasuki tahapan kemajuan dokumen setelah hasil FGD I dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2021. FGD yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memberi ruang masukan yang seluas-lusanya dari stakeholder dan juga dari internal Unud untuk kesempurnaan dokumen. ‘’FGD ini merupakan satu rangkaian metode dalam rangka membahas satu atau beberapa topik renstra pengabdian untuk mencari masukan internal dan eksternal guna perbaikan dan penyempurnaan yang bertujuan untuk menyamakan persepsi atas suatu isu ataupun topik tertentu, yang nantinya melahirkan kesepakatan dan kesempurnaan dari draft itu sendiri,’’ ujar Suarsana.

Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU (Foto: Ist)

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU dalam sambutanya menyampaikan kegiatan FGD renstra pengabdian ini sangatlah penting bagi Universitas Udayana dalam rangka memperoleh informasi maupun masukan yang sebanyak-banyaknya dari berbagai pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan  masyarakat dan desa. Renstra Pengabdian yang sudah disusun ini diharapkan bisa disempurnakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah.

Baca Juga  Rektor Unud Ikuti Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023 Secara Virtual

Sebagaimana diketahui, pengabdian kepada masyarakat dikenal sebagai salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain pendidikan dan penelitian. Perguruan tinggi wajib mewujudkan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan pada penalaran dan karya penelitian dengan tetap berorientasi pada kemajuan, kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. ‘’Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan tinggi tersebut, Unud melalui LPPM bertekad untuk menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat social entrepreneurship, serta mengedepankan isu internasional, nasional, dan daerah dengan mengacu pada standar Unud, sehingga dalam penyusunan renstra pengabdian, sasaran dan indikator kinerja strategis haruslah mempertimbangkan aspek-aspek eksternal, kondisi internal, nilai yang dianut, serta isu-isu strategis,’’ kata Rektor.

Peserta FGD. (Foto: Ist)

Renstra juga harus melakukan penyelarasan dengan Renstra Kemendikbud Ristek dan RPJM Nasional. Jadi harus sejalan dengan program dan tujuan dari Kemendikbud Ristekdikti agar kegiatan hilirisasi penelitian dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat harus memberi manfaat dan dampak yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.

‘’Renstra Pengabdian Tahun 2022-2026 nantinya akan menjadi acuan bagi LPPM Unud dalam menyusun aktivitas serta rencana kerja tahunan yang merupakan arah kebijakan dan peta jalan pelaksanaan pengabdian di Universitas Udayana untuk lima tahun ke depan.  Sebagai roadmap pelaksanaan pengabdian, renstra ini nanti akan disosialisasikan ke semua fakultas atau prodi, sehingga sasarannya dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan,’’ ujarnya.

Di masa yang akan datang Rektor mengharapkan kualitas pengabdian di Universitas Udayana semakin meningkat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. FGD ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat untuk kesempurnaan Renstra Pengabdian Tahun 2022-2026 Unud dalam mewujudkan hilirisasi penelitian unggul yang berkelanjutan dengan menguatkan kerja sama dengan instansi/lembaga/departemen pemerintah dan swasta dan mitra/desa sehingga memberi dampak langsung kepada masyarakat luas. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4366-LPPM-Unud-Gelar-Focus-Group-Disscussion-Renstra-Pengabdian-2022-2026.html (gs/bi)

Baca Juga  Rektor Unud Lepas Mahasiswa, DPL dan Korkab KKN PPM Periode XXVI

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pemkab Tabanan Gencarkan Aksi Bersih Sampah, Ratusan ASN Turun ke Jalan

Published

on

By

sampah tabanan
RESIK SAMPAH: Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan di bawah komando Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila bersama jajaran kepala perangkat daerah dan ratusan ASN turun langsung melakukan aksi bersih sampah bertajuk Resik Sampah Ngayah Ring Pertiwi, Jumat (22/5), di Kawasan Kota Tabanan. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat mengatasi persoalan sampah yang mulai meluber di sejumlah ruas jalan utama kota. Mendapat atensi langsung dari Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan di bawah komando Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila bersama jajaran kepala perangkat daerah dan ratusan ASN turun langsung melakukan aksi bersih sampah bertajuk Resik Sampah Ngayah Ring Pertiwi, Jumat (22/5), di Kawasan Kota Tabanan.

Langkah ini dilakukan sebagai respon atas meningkatnya timbulan sampah tercampur pasca diberlakukannya kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Tabanan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari implementasi Surat Edaran Bupati Nomor 07/DLH/2026 tentang Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kabupaten Tabanan. Sejak 1 Mei 2026, TPA Mandung hanya menerima jenis sampah residu. Namun dalam pelaksanaannya, sebagian besar masyarakat dinilai masih belum melakukan pemilahan sampah rumah tangga sehingga menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah titik dan memicu pencemaran lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Tabanan bergerak cepat agar timbulan sampah tidak semakin meluas. Melalui gerakan gotong royong yang melibatkan ASN lintas perangkat daerah, pemerintah menunjukkan keseriusannya menjaga kebersihan dan keindahan kota sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Adapun titik-titik pembersihan dipusatkan di beberapa lokasi strategis, mulai dari sisi Timur dan Barat Lapangan Alit Saputra, Jalan KS Tubun, Jalan Diponegoro, kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Gelatik, seputaran Toko Cakra Tabanan, Jalan Rama hingga Jalan Melati. Seluruh peserta terlihat bersama-sama memilah dan mengumpulkan sampah yang menumpuk di pinggir jalan maupun area publik.

Selain membersihkan kawasan kota, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Pemerintah daerah terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari.

Baca Juga  Universitas Udayana Kembali Kukuhkan 8 Guru Besar Tetap

Menyampaikan arahan Bupati Tabanan, Sekda I Gede Susila menyampaikan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan, kesadaran memilah sampah dari rumah tangga menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Tabanan. “Kami ingin memberikan contoh langsung kepada masyarakat, bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sampah harus dipilah dari rumah agar tidak menimbulkan penumpukan dan pencemaran lingkungan,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PDI Perjuangan Tabanan Gelar Lomba Senam “Nangun Sat Kerthi Loka Bali“

 Bangkitkan Semangat Kebersamaan dan Budaya Sehat

Loading

Published

on

By

pdi tabanan
LOMBA SENAM: DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan suasana meriah dan penuh semangat yang berlangsung di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Jumat 22 Mei 2026. (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan suasana meriah dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus membumikan visi Gubernur Bali, Wayan Koster, yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Melalui lomba senam ini, masyarakat diajak untuk menumbuhkan budaya hidup sehat melalui olahraga bersama, sekaligus memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan antar peserta dan masyarakat.

Acara dibuka langsung oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, I Made Dirga. Perlombaan diikuti oleh 10 grup yang mewakili masing-masing PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Tabanan. Setiap grup terdiri dari 9 peserta dengan kategori usia di atas 50 tahun atau lansia.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Jumat 22 Mei 2026 ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Turut hadir Kepala Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai I Made Dirga, Ketua Fraksi I Putu Eka Nurcahyadi, seluruh Ketua PAC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, serta seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan.

Ketua Panitia Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, I Made Suarta menjelaskan kegiatan ini merupakan representasi harmoni antara alam, manusia, dan budaya Bali. Gerakan-gerakan dalam senam ini mengandung semangat menjaga keseimbangan kehidupan sesuai filosofi Bali dan diharapkan menjadi implementasi nyata dari visi pembangunan Bali berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini termasuk dalam rangkain Bulan Bung Karno 2026 dan HUT PDI-Perjuangan Ke-53.

Dia mengatakan, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa semangat gotong-royong dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pola hidup sehat di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga  Universitas Udayana Gelar Investment Summit Program Wirausaha Merdeka 2022

“Diharapkan kegiatan serupa dapat rutin digelar setiap tahun agar semakin memperkuat budaya hidup sehat sekaligus menjaga warisan budayajn Bali tetap lestari,” katanya.

Lomba berlangsung sukses, penuh semangat, kekompakan, dan kebersamaan dari seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dari Ladies Program Rakerkomwil IV APEKSI Ke-21

Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari Suguhkan Kekayaan Seni dan Tradisi Budaya Bali kepada Istri Kepala Daerah

Loading

Published

on

By

city tour denpasar
KUNJUNGAN: Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV, pada Jumat (22/5) saat melakukan kunjungan ke Pasar Kumbasari. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Selain kawasan Sanur, dua objek City Tour Kota Denpasar, yakni Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI ke-21, yang dibalut dalam kegiatan Ladies Program.

Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV ini, pada Jumat (22/5), dikenalkan dengan kesenian dan tradisi budaya Bali, melalui belajar Tari Pendet dan juga membuat Gebogan yang biasa digunakan sebagai sarana upakara di Bali.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, menyampaikan, pada Ladies Program Rakerkomwil IV  APEKSI ke-21, pengenalan budaya Bali menjadi salah satu poin utama.

Selain sebagai promosi wisata budaya Kota Denpasar, hal ini juga ditujukan agar kesenian dan budaya Bali lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.

“Kami ingin mengenalkan secara lebih mendalam tentang Tari Pendet dan Gebogan yang selama ini mungkin hanya disaksikan saja oleh para wisatawan saat berkunjung ke Bali. Lewat belajar tari Pendet dan membuat Gebogan ini, saya harap ibu-ibu Kepala Daerah juga mengetahui tentang seluk beluk kesenian Bali, sebagai kekayaan warisan leluhur,” ungkap Sagung Antari.

Usai berkegiatan di Puri Jero Kuta, rombongan istri Kepala Daerah melanjutkan perjalanan menuju Pasar Kumbasari, untuk melihat berbagai produk unggulan UMKM binaan Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar.

Pemilihan lokasi ini sebagai City Tour pada Ladies Program juga bukan tanpa alasan. Sagung Antari mengemukakan, berbagai produk unggulan UMKM Kota Denpasar yang dijajakan di Pasar Kumbasari memiliki potensi untuk dipasarkan secara luas. Untuk itu, dengan menyertakan Pasar Kumbasari sebagai salah satu lokasi tujuan, secara tidak langsung akan mempromosikan potensi ekonomi kreatif Kota Denpasar.

Baca Juga  Rektor Unud Ikuti Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023 Secara Virtual

“Ada berbagai macam produk kerajinan Kota Denpasar yang memiliki ciri khas. Seperti aneka kain endek, sandal, dan lainnya,” kata Sagung Antari.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana mengungkapkan, pada setiap gelaran Rakerkomwil IV APEKSI, Ladies Program merupakan agenda wajib yang harus selalu ada. Selain sebagai ajang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antarkota, acara ini juga sekaligus menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman dan juga informasi seputar program penunjang pembangunan.

“Salah satunya adalah program kerajinan, kesenian, dan ekonomi kreatif yang biasanya dikomandoi oleh istri para kepala daerah. Tentu semangat ini yang kita usung, agar sinergi dan kolaborasi antarkota semakin erat,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca