Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Mahasiswi Prodi Sarjana Peternakan Unud Terpilih Jadi Duta Olahraga POI 2023

BALIILU Tayang

:

unud
Tjokorda Istri Agung Dewi P berhasil terpilih menjadi Duta Olahraga Putri Otonomi Indonesia 2023 mewakili Kabupaten Klungkung. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Tjokorda Istri Agung Dewi P, mahasiswi Prodi Sarjana Peternakan angkatan 2021 Fakultas Peternakan Unud berhasil mengharumkan nama Universitas Udayana dalam ajang Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2023 dan terpilih menjadi Duta Olahraga Putri Otonomi Indonesia 2023 mewakili Kabupaten Klungkung.

Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2023 diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), dimana ajang ini sebagai wadah para putri di tingkat kabupaten untuk bisa bersaing di kancah nasional. Puncak Acara Grand Final berlangsung pada Jumat, 23 Juni 2023 malam, di Ballroom Hotel Trio Azana Style Kebumen.

Dimana rangkaian Pemilihan POI tahun 2023 dimulai dari Masa Pendaftaran Calon Peserta hingga 31 Mei 2023, dilanjutkan para Calon Peserta mengikuti Audisi Seleksi Top 15 Finalis pada tanggal 7-8 Juni 2023 di Jakarta. Di tahap ini Dewan Juri memilih 14 orang dan 1 orang lagi dipilih melalui mekanisme voting, yang mana tahapan ini dalam rangka mengakomodir dukungan dari masing-masing masyarakat pemkab yang diwakili. Sebanyak 15 orang Finalis Putri Otonomi Indonesia 2023 yang terpilih selanjutnya masuk tahapan karantina di Kabupaten Kebumen pada 21-22 Juni 2023, dan Puncak Acara Grand Final berlangsung pada 23 Juni 2023 malam, di Ballroom Hotel Trio Azana Style Kebumen.

Putri Otonomi Indonesia nantinya mengemban tugas sebagai Duta Apkasi dalam mempromosikan berbagai potensi unggulan dari daerah seperti pariwisata, investasi, komoditi unggulan maupun peluang investasi. Para putri daerah pemerintahan kabupaten itu menjadi bagian program pemerintah yang terhimpun dalam Apkasi. Nantinya tugas mereka menggelorakan semangat otonomi daerah, isu strategis daerah dan kemandirian daerah, terutama di kalangan milenial. Sumber: www.unud.ac.id (gs/Jubir Rektor Unud)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

WHDI Badung Gelar Aksi Sosial dan Lingkungan di Pura Taman Ayun

Published

on

By

WHDI Badung
TEBAR BENIN IKAN: Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta memimpin Aksi mereresik, penanaman pohon, hingga penebaran 5.000 benih ikan karper Sosial di area Pura Taman Ayun, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kamis (30/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian alam dan penguatan spiritual melalui program rutin yang digelar di area Pura Taman Ayun, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Badung, Kamis (30/4).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, didampingi anggota DPRD Badung I Nyoman Satria. Rangkaian acara meliputi aksi mereresik (bersih-bersih), penanaman pohon, hingga penebaran 5.000 benih ikan karper di area kolam Pura Taman Ayun.

Dalam sambutannya Yunita Alit Sucipta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari ajaran Tri Hita Karana yakni Parhyangan, diwujudkan melalui persembahyangan bersama memohon kerahayuan dan kemakmuran bagi jagat Bali dan Badung. Pawongan, bentuk kasih sayang kepada sesama dengan penyerahan 60 paket tali kasih kepada para Pemangku dan petugas kebersihan di lingkungan Pura Taman Ayun. Palemahan, aksi nyata merawat Ibu Pertiwi melalui penanaman pohon dan penebaran benih ikan agar ekosistem tetap terjaga.

“Ini adalah bentuk sradha bhakti kami. Dengan merawat alam, kita berharap Ibu Pertiwi juga senantiasa menjaga kita semua. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan rutin WHDI Badung ini,” ujarnya.

Apresiasi senada disampaikan oleh Bendesa Adat Mengwi, Ida Bagus Oka. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka, tetapi mampu memotivasi anggota WHDI untuk terus berperan aktif, baik dalam rumah tangga maupun masyarakat.

“Kami berharap ibu-ibu WHDI dapat menjadi motivator bagi keluarga untuk semangat ngayah demi kelestarian adat dan budaya. Semoga program mulia yang sejalan dengan pemerintah kabupaten ini bisa terus berlanjut secara berkesinambungan di desa-desa lainnya,” ungkapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Dinas Perikanan Badung, Dinas PMD Badung, pihak Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Mengwi I Nyoman Suwarjana, pengelola Pura Taman Ayun, serta pengurus WHDI tingkat Kabupaten dan Kecamatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Buka Badung Ecology Art Space 2026

Seni Tanpa Sekat, Dorong Isu Lingkungan

Loading

Published

on

By

Badung Ecology Art
BUKA BADUNG ECOLOGY ART SPACE: Bupati Wayan Adi Arnawa membuka acara Badung Ecology Art Space 2026 di Wantilan Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung, Rabu (29/4). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri sekaligus membuka acara Badung Ecology Art Space 2026 yang diinisiasi oleh Katalis Kreatif Seni Budaya Kabupaten Badung. Acara yang memadukan kreativitas seni dengan kampanye lingkungan ini digelar di Wantilan Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung, Rabu (29/4).

Acara ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari seniman muda hingga senior, serta diikuti oleh peserta dari tingkat regional, nasional, hingga internasional. Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana apresiasi sebesar Rp 30 juta untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD I Made Rai Wirata, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Kabag Prokompim Made Suardita, perwakilan Dinas Kebudayaan, serta tokoh seni lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep acara yang sejalan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia tersebut. Menurutnya, seni dapat menjadi instrumen yang kuat untuk menyuarakan isu-isu lingkungan yang kini menjadi perhatian global.

“Langkah ini sangat luar biasa. Badung Ecology Art Space menunjukkan bahwa seniman kita tidak memiliki sekat ruang. Kesenian ini mampu mendorong isu lingkungan yang menjadi perhatian dunia. Saya melihat penampilan para seniman tadi sangat menyatu dengan alam sekitar,” ujarnya.

Ia juga berharap agar komunitas seni seperti Listibya, Ekraf, dan Katalis dapat terus bersinergi dalam satu wadah besar untuk melindungi dan mengayomi para seniman di Kabupaten Badung. “Saya ingin memastikan seniman kita kompak. Kreativitas di Badung tidak harus terbatas di dalam ruangan atau studio mewah. Seni bisa dilakukan di mana saja, termasuk berkolaborasi langsung dengan alam. Ini adalah kekuatan dan potensi besar yang harus kita tunjukkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Katalis Kreatif Seni Budaya Kabupaten Badung, I Gst Darma Putra, menjelaskan bahwa lembaga ini merupakan wadah bagi seniman muda Badung untuk memajukan kebudayaan melalui pengembangan seni kontemporer dan inovatif. “Kami merayakan dua momen spesial, yakni Hari Bumi Sedunia dan Hari Tari Sedunia. Melalui seni, kami ingin mengkampanyekan pentingnya menjaga ekologi agar tercipta kesinambungan antara alam dan kesenian di Badung,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Tari Sedunia di Denpasar, Seniman dari Berbagai Daerah Meriahkan “Naluriku Menari”

Published

on

By

hari tari denpasar baru
HARI TARI SEDUNIA: Pelaksanaan Hari Tari Sedunia Tahun 2026 dipusatkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar, pada Rabu (29/4) dihadiri Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Turut hadir Anggota DPD RI Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta sejumlah undangan dan pegiat seni. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Semangat pelestarian seni dan budaya kembali menggema di Kota Denpasar melalui peringatan Hari Tari Sedunia Tahun 2026. Berkolaborasi dengan komunitas seni Naluri Manca, Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar kegiatan bertajuk “Naluriku Menari” atau yang dikenal dengan sebutan NAME.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar ini berlangsung selama dua hari, 27–28 April 2026. Beragam agenda seni turut memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari Konser Naluriku Menari ke-5 hingga Festival Lomba Tari Bali yang melibatkan generasi muda serta komunitas seni dari berbagai daerah.

Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu (29/4), ditandai dengan kehadiran Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang menyaksikan langsung rangkaian pagelaran seni. Turut hadir Anggota DPD RI Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta sejumlah undangan dan pegiat seni.

Di sela kegiatan, Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan “Naluriku Menari” yang dinilai terus berkembang hingga menembus skala nasional. Rai Mantra juga memberikan semangat kepada para seniman muda untuk terus berkarya dan menjaga kreativitas.

“Lanjutkan dan terus berkarya, kreatif sampai mati. Saya kira acara NAME ini hanya ada di Denpasar dan Bali, ternyata sudah merambah nasional. Terbukti dengan hadirnya teman-teman penari dari Jawa Barat hingga Yogyakarta,” ujar Rai Mantra.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi atas konsistensi komunitas seni dan seluruh pihak yang terus menjaga ruang kreativitas bagi generasi muda melalui kegiatan seni budaya. Menurutnya, “Naluriku Menari” bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wadah untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Arya Wibawa mengatakan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mendukung berbagai ruang kreatif yang mampu menjadi sarana edukasi, pelestarian budaya, sekaligus penguatan karakter generasi muda. Melalui momentum Hari Tari Sedunia ini, ia berharap seni tari Bali tetap hidup, berkembang, dan mampu diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi penerus.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memberikan ruang bagi seniman muda untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Seni dan budaya adalah identitas yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Arya Wibawa.

Founder Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha, menjelaskan bahwa peringatan Hari Tari Sedunia melalui “Naluriku Menari” lahir dari semangat kebersamaan para seniman Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya digagas oleh Naluri Manca semata, melainkan menjadi gerakan bersama dari, oleh, dan untuk para seniman.

Ia mengatakan, pelaksanaan NAME yang kini memasuki tahun kelima terus berkembang secara konsisten hingga mulai dikenal di kancah internasional. Bahkan, “Hari Tari Sedunia Naluriku Menari” telah diusulkan dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Hari Tari Sedunia ini kami laksanakan sebagai bagian dari misi pelestarian budaya dalam balutan semangat Vasudhaiva Kutumbakam. Kami memadukan unsur tradisional dan modern dalam NAME. Terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk Pemkot Denpasar, yang telah memberikan ruang bagi anak-anak muda dan para seniman untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, keberlangsungan kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni dalam menjaga eksistensi seni budaya Bali agar tetap hidup, berkembang, dan mampu menjangkau generasi masa depan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca