Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

“Megibung” Santap Olahan Ikan Semarakkan Perayaan HUT Ke-529 Kota Tabanan Jayaning Singasana

BALIILU Tayang

:

makan ikan
Bupati Tabanan Komang Sanjaya membuka kegiatan Megibung makan olahan ikan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Jumat (25/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com –  Dalam rangka menyemarakkan perayaan HUT ke-529 Kota Tabanan “Jayaning Singasana” Setia Bijaksana dalam Menjalankan Dharma demi Kecintaan pada Rakyat, Pemkab Tabanan kembali menggelar kegiatan suka cita kebersamaan, melalui Megibung makan olahan ikan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Jumat (25/11).

Dimana kegiatan Megibung dibuka secara langsung Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dan melibatkan Kepala OPD dan salah seorang stafnya untuk menyantap sajian Nila Nyatnyat, sebagai wujud kebersamaan. Kegiatan ini juga disaksikan oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E., Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Sekda, para Asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan beserta undangan lainnya.

Inilah sejatinya merupakan kekuatan Kabupaten Tabanan di sektor perikanan, namun sayangnya seringkali potensi ini kurang disadari dan belum tergarap secara maksimal. Terlebih-lebih lagi berbagai faktor juga menjadi penghambat pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Tabanan, diantaranya persaingan dan belum tumbuhnya budaya makan ikan di tengah-tengah masyarakat Tabanan.

“Maka dari itu yang saya maksudkan Tabanan Era Baru, yang selalu saya gaungkan agar bagaimana saat ini kita awali dari Pemerintah Kabupaten Tabanan dan wajib kita jabarkan. Yakni, cara berfikir kita yang baru, cara pandang kita yang baru dan tindakan kita yang baru dan juga cara apa pun yang kita lakukan semuanya dengan sesuatu yang baru. Itu namanya Era Baru yang Aman Unggul dan Madani,” ujar Sanjaya saat itu.

Fakta ini menjadi tantangan bersama seluruh jajaran di Pemkab Tabanan kedepannya. Untuk itu, Bupati Sanjaya meminta kepada Dinas terkait agar betul-betul merancang sebuah strategi besar dalam pengembangan sentra perikanan di Kabupaten Tabanan. Kegiatan-kegiatan seperti ini ditegaskannya agar menjadi momentum kebangkitan, sehingga tidak berhenti hanya dengan sebatas kegiatan formal semata.

Baca Juga  Ontelis Tabanan Keliling Bali Semarakkan HUT Ke-529 Kota Tabanan

Di samping itu, kegiatan Megibung ini juga diharapkan mampu menjadi alat yang efektif dalam menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya makan ikan. Selain itu, diharapkan juga sebagai wadah menyambung rasa antara semua komponen masyarakat, sehingga mampu menumbuhkan rasa persaudaraan kuat, mengedepankan spirit jele melah nyame gelah dan membangkitkan rasa bangga sebagai orang Tabanan.

“Ikan Gurami di atas wajan, Burung Pelikan dimakan Hiu. Mari kita gemar makan ikan untuk mewujudkan Tabanan Era Baru. Itu sangat bagus sekali dan baik buat kita. Ikan sepat ikan kembung, sempat tidak sempat ayo kita megibung,” pinta Sanjaya yang diakhiri dengan pantun “ikan asin di atas pasir putih, sekian dan terimakasih,” tutup Sanjaya.

Sementara itu, I Made Yudiana selaku Ketua Panitia kegiatan, menambahkan bahwa gagasan Megibung makan ikan bersama ini merupakan inisiasi dari Bapak Bupati pada saat mengunjungi stan kuliner Dinas Perikanan. “Pada waktu itu beliau, memberikan arahan agar rangkaian HUT Kota Tabanan bisa disemarakkan dengan acara Megibung,” ujarnya, dimana kegiatan Megibung ini juga dirangkaikan dengan Hari Ikan Nasional yang telah dirayakan secara sederhana pada 21 November 2022. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak Tiga Komoditas, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
PANEN RAYA: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat.

Setibanya di lokasi, Kepala Negara meninjau insinerator atau alat pembakar sampah, serta melihat berbagai hasil dan inisiatif hilirisasi yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat industri nasional. Kedatangan Kepala Negara disambut dengan pertunjukan Tari Beskalan Putri, sebelum kemudian meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI di bidang ketahanan pangan.

Presiden Prabowo kemudian menyaksikan secara langsung proses panen raya tebu yang dilaksanakan di Lanud Abdulrachman Saleh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya serentak yang dilaksanakan secara nasional sebagai wujud kolaborasi TNI dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan terpadu oleh seluruh matra TNI.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Panglima TNI.

Secara khusus, Panglima TNI menjelaskan bahwa panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 72.045 ton.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Tutup SMK Festival Kabupaten Bangli dengan ‘‘Megibung‘‘ Bersama

“Luas siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata-rata Rp720 ribu per ton. Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” lanjutnya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Negara, kegiatan tersebut mencerminkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat. Kepala Negara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Mufti An’am: UMKM Gulung Tikar Bukan karena Kalah Mutu, tapi Banjir Impor

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti An'am dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Perdagangan di Senayan, Jakarta.
RAPAT KERJA: Anggota Komisi VI DPR RI Mufti An'am dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Perdagangan di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI Mufti An’am meminta Kementerian Perdagangan memperkuat pengamanan pasar dalam negeri agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu bertahan di tengah derasnya arus barang impor.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Perdagangan di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Menurutnya, banyak UMKM, khususnya di sektor konveksi, mengalami penurunan usaha, bahkan gulung tikar bukan karena kualitas produknya kalah bersaing, melainkan akibat membanjirnya produk impor di pasar domestik.

“Bagaimana UMKM Kita sekarang harus berjuang begitu keras agar mereka bisa survive tapi nyatanya banyak sekali hari ini UMKM yang gulung tikar bukan karena kualitas konveksinya tidak bagusa, bukan karena kualitas barangnya tidak bersaing dengan barang-barang impor, tidak. Tapi karena begitu dahsyatnya banjir produk-produk impor yang seperti tidak ada proteksi dari Menteri Perdagangan,” tegas Mufti dikutip dari laman dpr.go.id.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menilai kondisi tersebut menjadi ironi, mengingat banyak produk konveksi dalam negeri yang justru dipercaya oleh merek-merek internasional. Ia mencontohkan salah satu perusahaan di daerah pemilihannya di Probolinggo yang memproduksi pakaian untuk merek global.

“Kalau bapak lihat brand-brand di luar misalnya gak usah jauh-jauh Uniqlo misalnya Pak, kalau Bapak buka dalamnya itu produk Indonesia. Bahkan salah satunya di dapil kami di Probolinggo itu ada salah satu produk yang dia harus dikirim diekspor tapi tidak boleh pakai nama Uniqlo, kemudian dari sana di-brand pakai Uniqlo. Artinya apa? Berkaca dari ini artinya produk kita sebenarnya berkualitas, mampu berkompetisi,” ujarnya.

Baca Juga  Cegah Potensi Stunting, Dinas Perikanan Badung Bagikan Paket Olahan Ikan kepada Masyarakat Desa Baha

Karena itu, Mufti meminta Kementerian Perdagangan menjelaskan langkah nyata yang telah dilakukan untuk melindungi pasar domestik dari masuknya produk impor. Ia meminta data mengenai jumlah barang impor yang telah ditindak beserta perusahaan yang dikenai sanksi selama Januari hingga Juni 2026.

“Selama bulan Januari hingga bulan Juni 2026 ini Pak Menteri sudah berapa produk yang impor ke Indonesia yang sudah bapak mencekal, kemudian langkahnya apa yang bapak lakukan, kami ingin tahu nama perusahaannya apa dan berapa nilai dari barang itu,” katanya.

Selain perlindungan pasar dalam negeri, Mufti juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas ekspor nasional. Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya memperluas pasar ekspor, tetapi juga harus mampu meningkatkan nilai tambah produk yang dijual ke luar negeri.

“Harapan kami bukan hanya soal perluasan pasar ekspor tapi soal kualitas ekspor Pak. Kita tahu bahwa di tempat kami juga ada ekspor kopi tapi dalam bentuk green coffee Pak, yang itu harganya hanya Rp 80.000 per kilo. Kemudian setelah diolah di luar negeri diimpor kembali ke Indonesia dalam bentuk specialty coffee dijual dengan harga jutaan. Apakah kemudian kita tidak punya kompetensi untuk meng-upgrade kualitas kopi kita? Bisa sebenarnya,” ujar Mufti.

Dalam kesempatan tersebut, Mufti turut menyoroti kondisi pedagang yang berjualan melalui platform e-commerce. Ia menilai para pelaku UMKM digital kini menghadapi berbagai kebijakan yang semakin memberatkan, mulai dari besarnya potongan biaya hingga proses pencairan dana yang dinilai tidak berpihak kepada penjual.

Menurutnya, pemerintah perlu hadir memberikan perlindungan kepada para pedagang online dengan menyediakan mekanisme pengaduan yang mudah diakses.

“Kami minta mulai hari ini dibentuk kanal pengaduan bagi mereka yang tertindas oleh e-commerce yang sekarang semakin ngawur menginjak-injak rakyat kita Pak, karena kalau enggak ini mati teman-teman kita yang jualan di pasar secara fisik sudah mati, jangan sampai kemudian yang sekarang survive melalui online juga gulung tikar gara-gara persoalan ini,” tegasnya.

Baca Juga  Songsong Pemilu 2024, Polresta Denpasar Berkolaborasi dengan KPU dan Stakeholder Laksanakan "Megibung"

Mufti juga meminta Kementerian Perdagangan mengadvokasi berbagai kebijakan yang dinilai membebani pelaku UMKM digital, termasuk persoalan perpajakan di platform e-commerce. Menurutnya, pemerintah harus memastikan seluruh kebijakan perdagangan berpihak kepada pelaku usaha kecil agar UMKM tetap mampu berkembang dan menjadi penggerak ekonomi nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Buleleng Ajak Koperasi Bertransformasi Menjadi Pilar Ekonomi Modern dan Penggerak Kesejahteraan Rakyat

Published

on

By

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna memimpin Apel Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Lapangan Ngurah Rai Singaraja.
PERINGATAN HARI KOPERASI: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, saat memimpin Apel Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pasar rakyat, donor darah, dan berbagai kegiatan lainnya di Lapangan Ngurah Rai Singaraja, Jumat (17/7). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Semangat Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk mendorong koperasi bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, saat memimpin Apel Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pasar rakyat, donor darah, dan berbagai kegiatan lainnya di Lapangan Ngurah Rai Singaraja, Jumat (17/7).

Wabup Supriatna mengatakan rangkaian kegiatan yang melibatkan insan koperasi, gerakan koperasi, pelaku UMKM, BUMN, BUMD, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya tersebut tidak hanya menjadi sarana memasyarakatkan koperasi dan mendukung pertumbuhan UMKM, tetapi juga mempererat sinergi antarpelaku ekonomi dalam membangun perekonomian daerah.

Mengusung tema “Koperasi Bangkit, Indonesia Sejahtera”, Wabup Supriatna menegaskan bahwa kemajuan bangsa harus dibangun melalui penguatan ekonomi kerakyatan. Ia menilai koperasi tidak lagi dapat dikelola secara konvensional, melainkan harus berkembang menjadi badan usaha yang sehat, profesional, modern, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.

“Koperasi merupakan badan usaha sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang memiliki tujuan mulia, yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Karena itu, koperasi harus menjadi wadah perjuangan bersama dalam mengatasi persoalan ekonomi, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa Kabupaten Buleleng memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi berbasis koperasi. Saat ini terdapat 573 koperasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng, termasuk 148 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang merupakan bagian dari program strategis nasional. Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Baca Juga  Songsong Pemilu 2024, Polresta Denpasar Berkolaborasi dengan KPU dan Stakeholder Laksanakan "Megibung"

Untuk itu, ia mengajak seluruh pengurus koperasi agar terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola organisasi, menjalankan usaha secara profesional, serta membangun kepercayaan anggota sebagai modal utama dalam mengembangkan koperasi.

Selain itu, seluruh perangkat daerah, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi membina koperasi agar semakin maju, mandiri, berdaya saing, serta mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus meninggalkan stigma lama bahwa koperasi berjalan lambat. Jadikan koperasi sebagai lembaga ekonomi yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing sehingga benar-benar menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Wabup Supriatna mengucapkan selamat memperingati Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026. Ia berharap semangat gotong-royong terus menguatkan gerakan koperasi Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

“Selamat Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026. Semangat gotong-royong harus terus menjadi kekuatan untuk membangun koperasi Indonesia yang semakin maju, mandiri, dan menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca