Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Menparekraf Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan Ketat saat Libur Nataru di Bali

BALIILU Tayang

:

de
Menparekraf Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja ke Bali untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat di berbagai destinasi saat momen libur Natal dan Tahun Baru 2021, Minggu (27/12/2020).

Denpasar, baliilu.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pawisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, langsung melakukan berbagai kegiatan kerja di pekan pertamanya sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Hari ini, Minggu (27/12/2020), Sandiaga melakukan kunjungan kerja ke Bali untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat di berbagai destinasi saat momen libur Natal dan Tahun Baru 2021 ini.

“Kedatangan saya ke Bali kali ini guna memastikan penerapan protokol kesehatan telah dijalankan dengan disiplin di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, yaitu Bali,” kata Sandiaga.

Dalam peninjauan destinasi pertamanya, Sandiaga melihat kesiapan penerapan protokol kesehatan CHSE atau K4, yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environmental Sustainability (Keberlangsungan Lingkungan) di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Sandiaga melihat langsung alur penumpang saat turun dari pesawat, validasi formulir deklarasi kesehatan (E-HAC), dan surat keterangan PCR.

Seperti diketahui, Gubernur Bali I Wayan Koster dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2021 Tahun 2020 mewajibkan pengunjung yang hendak memasuki Bali melalui transportasi udara untuk melakukan test PCR H-7 sebelum keberangkatan. Sandiaga juga memantau alur penumpang saat mengambil bagasi. Sementara di area keberangkatan, Sandiaga meninjau calon penumpang yang tengah menjalani proses rapid.

“Saya ingin melaporkan, kebetulan kita lihat dengan mata kepala sendiri proses penerapan protokol kesehatan yang hanya bertambah 3 detik dari keseluruhan tahapan yang mengacu pada protokol yang sudah ditetapkan. Saya harapkan kepatuhan dari para wisatawan dan para pengunjung yang datang ke Bali dari seluruh daerah, karena ini untuk kepentingan kita bersama. Kita patuhi dengan betul-betul ketat dan disiplin,” ujar Sandiaga.

Data dari Posko Nataru Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai menunjukkan jumlah penumpang pesawat domestik terus bertambah. Pertumbuhan rata-rata harian penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru sebesar 14 persen. Data dari 18 Desember hingga 26 Desember 2020, jumlah penumpang yang tiba di Bali sebanyak 62.093 penumpang. Sementara untuk keberangkatan, sebanyak 54.317 penumpang. 

“Tentunya kita prihatin dengan pandemi Covid-19 ini. Arahan dari Presiden, bahwa kita harus berbenah kita harus menyiapkan destinasi-destinasi wisata kita karena sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini banyak sekali menyiapkan peluang kerja. Saya dengar di Bali begitu banyak yang terdampak kehilangan lapangan pekerjaan, kekurangan penghasilan dan situasi ekonomi yang sulit. Jadi ini situasi yang tentunya jadi perhatian dan prioritas kita ke depan,” kata Sandiaga.

Kunjungan kerja Menparekraf Sandiaga Uno akan berlangsung dua hari hingga Senin (28/12/2020). Rencananya Sandiaga akan meninjau penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (K4) di berbagai destinasi wisata lainnya di Bali.

Termasuk bertemu dengan jajaran pemerintah daerah di Bali serta industri dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk berdiskusi dan mendapat masukan dan kendala-kendala yang dihadapi, agar mendapatkan strategi terbaik ke depan.

Sandiaga menyatakan optimistis tanda-tanda kebangkitan pariwisata Bali mulai terlihat. Di tengah pandemi, sejak Mei 2020 tercatat kedatangan pesawat ke Bali mulai naik 10 kali lipat.

“Wisnus jumlahnya lebih banyak bahkan naik lebih dari 30 kali lipat selama periode Mei sampai November 2020 baik melalui jalur darat maupun udara,” kata Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. Ia menambahkan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya hingga akhir Desember 2020, rata-rata 6.000 wisatawan memasuki Bali.

Sandiaga mengatakan kedatangannya ke Bandara Ngurah Rai, Bali, untuk meninjau dan memastikan secara langsung layanan dan penerapan standar protokol kesehatan.

“Ini blusukan, kita bisa melihat langsung standar CHSE yang sudah diinisiasi yang memang harus di chase dan cek implementasinya di lapangan. Bali menjadi semacam champion proses reaktivasi pariwisata nasional pascapandemi,” katanya.

Ia yakin bahwa Bali telah sepenuhnya siap menyambut kunjungan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru, sekaligus makin siap menyongsong kebangkitan pariwisata. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pemkot Denpasar Bangun Kolaborasi Bersama BWS dan The Ocean Clean Up, Optimalisasi Penanganan Sampah di Tukad Badung

Published

on

By

trash barrier bws
AUDIENSI: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima audiensi BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (4/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar berkolaborasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida dan The Ocean Clean Up terus berupaya mewujudkan optimalisasi penanganan sampah di sungai. Berbagai inovasi akan terus diterapkan, salah satunya adalah pemasangan Trash Barrier dengan tata kelola modern di Sungai Badung, Denpasar.

Demikian terungkap saat Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menerima audiensi BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (4/6).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Bali Penida, Made Denny Satya Wijaya, Senior Business Development Manager The Ocean Clean Up, Maike van Grootel, dan Manager River Indonesia The Ocean Clean Up, Dhanang Tri Wuriyandoko. Tampak hadir pula Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Mertha, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja.

Manager River Indonesia The Ocean Clean Up, Dhanang Tri Wuriyandoko mengatakan bahwa, kolaborasi ini menjadi penting untuk bersama-sama dalam penanganan sampah di aliran sungai. Dimana, The Ocean Clean Up merupakan organisasi sosial asal Belanda dalam menjaga kebersihan lautan dan sungai. Khusus untuk Kota Denpasar, upaya yang akan dilaksanakan yakni memasang dua Trash Barrier di Tukad Badung. Keduanya akan dipasang di hulu yakni di Kawasan Tukad Badung depan Banjar Buagan dan di hilir yang berlokasi di Kawasan Pura Tanah Kilap.

“Nantinya Trash Barrier ini akan dikemas dengan teknologi otomatis, sehingga dapat mendukung optimalisasi penjaringan sampah di aliran sungai, dan sinergi bersama BWS dan Pemkot Denpasar ini merupakan angin segar dan sangat positif,” ujarnya.

Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Bali Penida, Made Denny Satya Wijaya mengaku siap mendukung pelaksanaan program tersebut. Tentunya, BWS selaku pemilik lahan yang berada di bantaran Tukad Badung akan memberikan dukungan maksimal terhadap penanganan sampah di aliran sungai.

“Kami tentu sangat mendukung, dan berharap program ini dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up. Dimana, kolaborasi ini menjadi angin segar dalam mewujudkan penanganan sampah terintegrasi di Kota Denpasar, utamanya di aliran sungai.

“Pada prinsipnya kami di Pemerintah Kota Denpasar sangat mengapresiasi dan mendukung langkah konkret dalam penanganan sampah di aliran sungai, dan kami (Pemkot Denpasar) merasa sangat terbantu dengan hadirnya inovasi ini di aliran Tukad Badung,” ujarnya.

Arya Wibawa menambahkan, dengan hadirnya inovasi Trash Barrier ini tentu akan melengkapi pola penanganan sampah di aliran sungai wilayah Kota Denpasar. Tukad Badung sebagai sungai utama di Kota Denpasar memang memiliki peran sentral dalam pengendali banjir, karenanya penanganan sampah di aliran sungai harus terus dioptimalkan.

“Kalau inovasi ini bisa diterapkan, maka optimalisasi penanganan sampah di alur sungai dapat dioptimalkan, termasuk sungai lainnya yang sudah ditangani langsung oleh Tim Biru Dinas PUPR Kota Denpasar, jadi ini saling melengkapi,” ujar Arya Wibawa. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jadi Ruang Konsultasi Permasalahan Perempuan dan Anak, Wawali Arya Wibawa Resmikan Rumah Singgah Kula Abhi Praya

Published

on

By

rumah singgah denpasar
RESMIKAN RUMAH SINGGAH: Wakil Walikota, Kadek Agus Arya Wibawa meresmikan Rumah Singgah Kula Abhi Praya Kota Denpasar, yang terletak di Jalan Gatot Subroto IVF, Kamis (4/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Kadek Agus Arya Wibawa meresmikan Rumah Singgah Kula Abhi Praya Kota Denpasar, yang terletak di Jalan Gatot Subroto IVF, Kamis (4/6).

Keberadaan Rumah Singgah ini diharapkan akan mampu menjadi ruang konsultasi, ruang bermain, hingga ruang edukasi, terutama untuk perempuan dan anak.

Hadir langsung Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gde Wibawa, Plt. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Denpasar, Gusti Ayu Laksmi Saraswati serta undangan lainnya.

Sebelum peresmian, Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa dan seluruh undangan melaksanakan peninjauan seluruh ruangan dan taman bermain anak.

Wakil Walikota Arya Wibawa menjelaskan, Kota Denpasar dengan spirit Vasudhaiva Khutumbakam secara berkelanjutan terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk perlindungan, pendampingan serta pemulihan bagi perempuan dan anak yang mengalami permasalahan sosial maupun kekerasan.

“Keberadaan rumah singgah ini diharapkan menjadi tempat yang aman, nyaman, dan humanis bagi korban untuk memperoleh perlindungan sementara sekaligus layanan konsultasi, baik itu pendampingan psikologis, hukum, sosial, maupun penguatan mental dan spiritual,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Denpasar, Gusti Ayu Laksmi Saraswati menyebut, seluruh rangkaian kegiatan yang dilangsungkan ini merupakan salah satu upaya Pemkot Denpasar dalam rangka memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak serta juga mewujudkan keluarga berkualitas.

Selain layanan konsultasi, baik itu pendampingan psikologis, hukum, sosial, maupun penguatan mental dan spiritual, Rumah Singgah dilengkapi dengan ahli gizi, dokter, psikolog, dan lainnya.

“Jika terdapat anak-anak dengan gejala kurang gizi di Denpasar, juga akan diarahkan ke Rumah Singgah. Dalam hal ini, para orang tua dapat berkonsultasi lebih intens tentang stunting di Rumah Singgah,” ujarnya.

Dalam laporannya, Laxmy mengungkapkan pada Tahun 2025, di UPTD PPA Kota Denpasar menangani KDRT fisik sebanyak 44 kasus, kekerasan Psikis sebanyak 66 kasus. Sedangkan kekerasan anak sebanyak 32 kasus dan kekerasan perempuan sebanyak 14 kasus. Hal ini dilatarbelakangi berbagai banyak faktor yaitu ekonomi, permasalahan orang ketiga, pengasuhan anak ataupun masalah lain yang menimbulkan perselisihan di dalam keluarga.

Lebih lanjut Laxmy mengungkapkan, di triwulan I Tahun 2026 sudah ada 76 kasus perempuan dan anak yakni KDRT fisik yaitu 14 kasus dan 15 kasus KDRT Psikis, 1 kekerasan seksual pada perempuan, kekerasan dalam pacaran yaitu 2 kasus dan terkait pengasuhan anak ada 6 kasus.

Adapun rujukan permasalahan dari Polresta Denpasar yakni kekerasan seksual 12 kasus, kekerasan fisik pada anak 6 kasus, 10 kasus kekerasan psikis dan penelantaraan anak secara ekonomi sebanyak 5 kasus serta kasus lainnya. Hal tersebut tentunya menjadi bahan pertimbangan untuk didirikannya rumah singgah Kula Abhi Praya.

“Kita tahu bahwa kasus bunuh diri di Bali sekarang ini paling tinggi di Indonesia. Misalnya, jika di sekolah dan di masyarakat ditemukan keluarga yang menunjukkan gejala gangguan depresi dia bisa dirujuk ke sini. Atau juga bisa melalui link Denpasar Menyama Bagia,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Mahayastra Lepas Penerima Bantuan Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi

Published

on

By

bantuan pendidikan gianyar
MELEPAS PENERIMA BANTUAN: Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gianyar, Rabu (3/6), di Taman Maheswara, Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gianyar, Rabu (3/6), di Taman Maheswara, Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar. Program ini merupakan salah satu implementasi misi keempat Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing melalui pendidikan yang maju dan berkualitas.

Dalam arahannya, Bupati Mahayastra menegaskan bahwa kebutuhan akan tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan memiliki keahlian khusus terus meningkat seiring perkembangan dunia kerja. Salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah melalui pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

“Kebutuhan atas tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan ahli saat ini semakin meningkat. Salah satu solusinya adalah dengan mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja,” ujar Bupati Mahayastra.

Bupati asal Payangan itu juga menyoroti perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), yang berlangsung sangat cepat di era revolusi industri. Menurutnya, lembaga pelatihan harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri agar dapat melahirkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Perubahan ini telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi para pekerja dan pengusaha. Namun, kami yakin pada sektor hospitality masih banyak fungsi dan pekerjaan yang tidak akan tergantikan oleh tenaga mesin,” imbuhnya.

Selain kompetensi teknis, Bupati Mahayastra menekankan pentingnya membangun mental yang kuat dan keberanian dalam menunjukkan kemampuan diri. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tidak akan berkembang secara optimal apabila tidak dibarengi dengan keberanian untuk tampil dan menunjukkan kemampuan.

“Setinggi apapun pengetahuan yang dimiliki, apabila tidak berani menunjukkan kemampuan dan tampil di depan, maka kita akan tetap berada pada titik yang sama. Karena itu, tunjukkan kemampuan yang dimiliki. Jika melakukan kesalahan, kita masih bisa memperbaikinya,” tegasnya.

Bupati Mahayastra juga mengungkapkan rasa syukurnya karena program bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pada hari ini saya merasa sangat berbahagia karena proses bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi sudah dapat berjalan dengan baik. Ini juga menjadi hari yang membahagiakan bagi adik-adik sekalian karena telah memperoleh kesempatan untuk mengakses program pemerintah daerah guna meningkatkan kompetensi sehingga siap bersaing dan diterima di pasar kerja,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Mahayastra juga berpesan kepada para pengelola LPK agar terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan agen pemberangkatan maupun perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Saya berharap LPK fokus pada tugas utamanya, yaitu memberikan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas serta menjalin kerja sama dengan agen atau perusahaan penempatan untuk mempercepat proses penyaluran lulusan ke dunia kerja. Kepada adik-adik yang telah diterima di LPK, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Raihlah masa depan melalui pendidikan berbasis kompetensi, fokus pada tujuan, sehingga tahun depan dapat lulus dengan sertifikat kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Gede Suardana Putra, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing. Program ini juga memberikan kesempatan bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi.

“Peserta penerima manfaat merupakan lulusan SMA/SMK sederajat yang termasuk dalam angkatan kerja produktif dengan batas usia maksimal 25 tahun, serta berasal dari masyarakat Kabupaten Gianyar yang masih memerlukan bantuan pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suardana Putra menjelaskan bahwa dari target 400 penerima bantuan yang dicanangkan pada tahun 2026, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 345 orang.

“Setelah melalui sosialisasi yang dilakukan pada berbagai media, jumlah pendaftar mencapai 345 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang tidak lolos seleksi administrasi karena melebihi batas usia dan ber-KTP di luar Kabupaten Gianyar. Pada tahap wawancara, 26 orang dinyatakan tidak lolos, terdiri atas enam orang tidak mengikuti wawancara, enam orang memilih beasiswa program S1 dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, dan 14 orang mengundurkan diri. Selanjutnya, pada tahap seleksi akhir melalui visitasi rumah, ditetapkan sebanyak 204 penerima manfaat. Sebanyak 20 calon penerima mengundurkan diri, sedangkan sisanya berada pada kelompok desil 6–10 berdasarkan data Kementerian Sosial,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca