Badung, baliilu.com – Serangkaian program PKK Menyapa dan Berbagi, Kabupaten Badung menjadi kabupaten kelima yang dikunjungi oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster dengan mengambil tempat di Wantilan Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Selasa (29/6). Kegiatan ini pun dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster mengatakan bahwa Kabupaten Badung selama ini sangat bertumpu pada sektor pariwisata, namun kemudian sektor ini terpuruk akibat terdampak pandemi. Untuk itu, ia mengajak masyarakat tidak selalu bertumpu pada sektor pariwisata dengan menggeliatkan sektor lainnya. Salah satunya program kerja PKK, yaitu Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dengan menggeliatkan sektor pertanian dan IKM yang ada di Kabupaten Badung.
“Banyak potensi yang bisa kita kembangkan di Kabupaten Badung ini. Kita semua perlu bekerja sama dan kreatif dalam mengolah sumber-sumber potensial tersebut. PKK melalui UP2K bisa mengembangkan potensi yang ada ini, buat program unggulan yang disesuaikan dengan potensi yang ada di masing-masing daerah, dan semua komponen bersinergi wujudkan kesejahteraan bersama,“ ujarnya.
Di sisi lain, pendamping orang nomor satu di Bali ini juga memberi perhatian kepada kualitas kesehatan lansia, ibu hamil serta balita. Menurutnya, keberadaan lansia perlu mendapat perhatian semua pihak agar mereka tidak mengalami keterlantaran.
Sedangkan untuk balita dan ibu hamil, lanjut dia, pemenuhan kebutuhan gizi bagi keduanya sangatlah penting. Sebab, ibu hamil yang sehat akan melahirkan bayi yang sehat pula, selain untuk menghindari dari kondisi stunting. Harapannya, mereka dapat menjadi generasi harapan bangsa atau pemimpin masa depan yang tangguh dan sehat.
“Mari kita rawat dengan baik para penglingsir kita (lansia), kita penuhi gizi dari ibu hamil dan juga anak-anak balita. Kita bangun generasi yang tangguh, kuat dan sehat dan bisa menjadi pemimpin bangsa di masa yang akan datang,“ ajaknya.
Tak lupa Bunda Putri, demikian ia akrab disapa, mengajak masyarakat untuk selalu patuh dan taat akan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Ia berharap, masyarakat jangan sampai abai akan protokol kesehatan serta imbauan pemerintah sebagai upaya bersama untuk mengatasi pandemi Covid-19.
Tampak hadir pula dalam kegiatan ini, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali Luh Putu Sukarini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina, OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali dan Pemkab Badung, Camat Abiansemal serta pengurus PKK Provinsi Bali dan Kabupaten Badung.
Pada kegiatan ini diserahkan bantuan bagi 10 orang balita gizi buruk/balita gizi kurang, 10 ibu hamil KEK, 10 lansia terlantar, 10 penyandang disabilitas dan 10 orang kader PKK kurang mampu. Bantuan yang diberikan bervariasi sesuai kebutuhan masing-masing antara lain, susu dan makanan tambahan untuk ibu hamil KEK dan balita gizi buruk dan gizi kurang. Selain itu, penerima bantuan juga memperoleh beras, handuk dan payung. Serta juga diserahkan majalah HATINYA PKK, liflet HIV/AIDS dan masker yang diserahkan kepada TP PKK Kabupaten Badung.
Kegiatan pada siang hari ini juga diisi dengan pertunjukan kesenian rakyat bondres Sanggar Seni Indra Jagadhita yang turut menyosialisasikan prokes pencegahan Covid-19 serta kebijakan pemerintah seperti pengurangan sampah plastik, pengolahan sampah berbasis sumber serta penggunaan Bahasa Bali dan penggunaan kain tenun asli buatan para perajin Bali. (gs)
PEMERIKSAAN HANDPHONE: Unit Propam Polsek Denpasar Selatan melaksanakan pemeriksaan handphone personel yang dipimpin langsung Kanit Propam Aiptu Ida Bagus Putu Dwitama, S.H., Selasa (8/9/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)
Denpasar, baliilu.com – Unit Propam Polsek Denpasar Selatan melaksanakan pemeriksaan handphone personel yang dipimpin langsung Kanit Propam Aiptu Ida Bagus Putu Dwitama, S.H., sebagai langkah pengawasan dan pencegahan terhadap keterlibatan anggota dalam aktivitas judi online maupun pinjaman online ilegal, Selasa (8/9/2026).
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pembinaan internal untuk memastikan seluruh personel menggunakan perangkat komunikasi secara bijak serta tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun mencoreng citra institusi Polri.
Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap personel yang terbukti terlibat judi online maupun pinjaman online ilegal. “Ini merupakan langkah pencegahan sekaligus pengawasan internal. Saya tegaskan, tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat judi online maupun pinjaman online ilegal. Apabila ditemukan pelanggaran, akan dilakukan pemeriksaan dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan sanksi disiplin maupun kode etik sesuai tingkat pelanggarannya,” tegas Kapolsek.
Kapolsek juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga integritas, disiplin dan kehormatan institusi. “Jangan sampai kesalahan pribadi berdampak pada tugas dan nama baik institusi. Gunakan teknologi secara bertanggung jawab, jauhi judi online dan pinjaman online ilegal. Polsek Denpasar Selatan akan terus meningkatkan pengawasan dan melakukan pembinaan secara konsisten,” pungkasnya. (gs/bi)
PEMADAMAN: Personel Dinas Damkarmat Buleleng saat melakukan pemadaman api di salah satu rumah penduduk yang terbakar. (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Enam kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng dalam sehari, Senin (7/9/2026). Peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Desa Pangkung Paruk dan Ularan di Kecamatan Seririt; Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar; Jalan Jalak Putih LC Baktisraga, serta Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Buleleng bergerak cepat melakukan penanganan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, Gede Arya Suardana, dikonfirmasi Selasa (8/9/2026), mengatakan enam kejadian tersebut memiliki karakteristik berbeda. Tiga kejadian merupakan kebakaran lahan, masing-masing seluas sekitar 50 are di Desa Ularan dan 30 are di Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa dan di Desa Pangkung Paruk. Sementara tiga kejadian lainnya merupakan kebakaran rumah di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, dengan bagian yang terbakar meliputi dapur dan bangunan rumah, kemudian di Jalak Putih LC 8 Blok B yang terbakar atap, rumah, kompor dan pakaian, lalu kebakaran rumah di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Kecepatan respons menjadi hal penting dalam penanganan kebakaran, terutama pada kondisi kemarau dan ketika angin cukup kencang karena api sangat mudah membesar dan merambat,” ujar Arya.
Ia menjelaskan, dalam penanganan enam kejadian tersebut, petugas menggunakan total sekitar 5 tangki air. Sebanyak satu tangki digunakan untuk memadamkan kebakaran lahan di Ularan, tiga tangki di lokasi kebakaran lahan Banjar Dinas Konci, Tigawasa serta Pangkung Paruk, dan satu tangki untuk penanganan kebakaran rumah di Gitgit.
“Dari laporan yang kami terima, petugas dapat melakukan pemadaman dalam waktu relatif cepat setelah tiba di lokasi. Untuk kebakaran lahan di Ularan, pemadaman berlangsung sekitar satu jam, di Tigawasa sekitar satu jam 40 menit, sedangkan kebakaran rumah di Gitgit dan LC serta di Desa Bengkel dapat ditangani sekitar 45 menit,” ungkap Arya.
Menurut Arya, respons cepat tersebut penting untuk memastikan api tidak menjalar ke area lain maupun bangunan di sekitar lokasi. Terlebih, kebakaran lahan di wilayah pedesaan berpotensi meluas apabila kondisi vegetasi kering disertai hembusan angin.
“Kami terus mengingatkan seluruh personel untuk mengutamakan kecepatan, keselamatan dan ketepatan dalam melakukan penanganan. Tujuannya bukan hanya memadamkan api, tetapi juga melokalisir agar tidak meluas,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari tiga kejadian tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa. Kerugian material juga dapat ditekan karena petugas segera melakukan pemadaman setelah menerima informasi. Untuk itu, masyarakat diminta segera menghubungi Damkarmat apabila melihat adanya tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Musim kemarau saat ini, kami mengimbau masyarakat agar benar-benar berhati-hati terhadap sumber api. Jangan membakar sampah atau lahan sembarangan, pastikan kompor dan peralatan listrik dalam kondisi aman, serta jangan meninggalkan api tanpa pengawasan. Kondisi angin kencang sangat mudah membuat api kecil menjadi kebakaran besar. Segera laporkan apabila terjadi kebakaran agar petugas dapat bergerak cepat,” pungkas Arya dikutip dari laman bulelengkab.go.id. (gs/bi)
IKUTI WAWANCARA: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9).
Kegiatan ini berfokus pada penilaian kesiapan daerah dalam melakukan transisi besar menuju Integrasi Layanan Primer (ILP) dan penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain itu, tim juga menilai kemampuan daerah dalam mengintegrasikan kearifan lokal Bali untuk mengatasi isu kesehatan krusial, seperti penanganan stunting dan kesehatan lansia.
Proses penilaian ini diuji langsung oleh Tim Penilai Provinsi Bali yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi memaparkan secara rinci konsep, strategi, dan implementasi nyata transformasi Posyandu yang telah berjalan di Kabupaten Badung.
Ditemui seusai acara, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang penilaian kompetisi, melainkan forum diskusi berharga untuk menyamakan persepsi mengenai penerapan transformasi Posyandu 6 SPM di tingkat akar rumput.
“Kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi kita semua. Kita pastikan apakah pemahaman dan pelaksanaan Posyandu 6 SPM ini sudah berjalan serentak dan sama di setiap desa, kelurahan, hingga kecamatan di Kabupaten Badung,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan inovasi unggulan yang dikembangkan di Badung, yaitu program Badung Peduli Residu serta pelaksanaan rutin Temu Wirasa Kader yang merata hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Langkah inovatif ini dirancang untuk memperkuat pemahaman, sinkronisasi, dan memperkokoh kapasitas seluruh kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat demi mewujudkan warga Badung yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (gs/bi)