Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

MFRI, UGM dan Unud Gelar FGD Kesiapsiagaan Bencana

Bergerak Bersama untuk Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Agung

Loading

BALIILU Tayang

:

bencana
FGD kesiapsiagaan bencana yang diselenggarakan kerja sama MFRI Jepang, JICA, Universitas Gadjah Mada dan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, di aula kantor Kepala Desa Besakih, Rendang Karangasem pada Sabtu pagi, 11 Februari 2023. (Foto: ist)

Karangasem, baliilu.com – Suasana yang agak berbeda nampak di aula kantor Kepala Desa Besakih, Rendang Karangasem pada Sabtu pagi, 11 Februari 2023. Sebanyak 150-an orang suntuk mendengarkan dengan antusias pemaparan beberapa narasumber dari berbagai stakeholder yang terdiri dari MFRI Jepang, JICA, Universitas Gadjah Mada dan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana. Para stakeholder hadir dalam rangka menyelenggarakan FGD dengan tema ‘‘Kesiapsiagaan dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Lereng Gunung Agung‘‘.

Para peserta sekitar 150 orang tersebut terdiri atas komite sekolah, guru-guru, kepala sekolah, kepala desa dan Bendesa Adat Besakih, Basarnas, dan BPBD. FGD bertujuan melakukan sosialisasi dan edukasi tentang mitigasi di kawasan lereng Gunung Agung. FGD menjadi bagian dari projek AGAA.

Dilibatkannya Fakultas Pariwisata Universitas Udayana dalam kerja sama tersebut karena kawasan lereng Gunung Agung merupakan daerah kunjungan wisata termasuk Pura Besakih dan beberapa DTW di sekitarnya. Sehingga diperlukan juga sosialisasi terhadap pengelolaan wisata dan wisatawan.

fgd
Sebanyak 150-an orang mengikuti FGD kesiapsiagaan bencana dari berbagai stakeholder yang terdiri dari MFRI Jepang, JICA, Universitas Gadjah Mada dan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana. (Foto: ist)

Proyek AGAA (Astungkara Giri Agung Aman), adalah kegiatan untuk membangun masyarakat tangguh bencana melalui pemanfaatan perguruan tinggi lokal sebagai basis penanggulangan bencana frekuensi rendah, skala besar di lereng Gunung Agung. Proyek yang dijalankan oleh Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana (Unud) bekerja sama dengan Mount Fuji Research Institute (MFRI), NPO Volcano, Jepang dan FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta dengan pendanaan dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Sebelumnya mereka juga telah melakukan kegiatan pelatihan kebencanaan erupsi gunung api untuk siswa-siswa dan perwakilan guru-guru di Desa Sebudi dan Desa Besakih pada Desember 2022 lalu. Pelatihan tersebut menitikberatkan pada percobaan dan penjelasan erupsi gunung api dari sisi sains untuk lebih memahami bagaimana struktur dan karakteristik Gunung Agung.

Baca Juga  Marriott International Resmi Kerja Sama dengan FPar Unud

Kepala Kalaksa BNPB Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, mewakili Bupati Karangasem, menyambut baik prakarsa dari projek AGAA karena masyarakat lereng Gunung Agung memang masih membutuhkan dukungan dari semua pihak dalam hal kesiapsiagaan bencana. “Sesuai dengan karakter masyarakat kita yang demikian gampang melupakan pengalaman-pengalaman penting termasuk erupsi Gunung Agung. Maka melalui kegiatan sosialisasi kesiapsiagan hal tersebut terus-menerus diingatkan sehingga dapat menjadi bagian dari kesadaran masyarakat. Sehingga begitu terjadi bencana, masyarakat sudah siap melakukan hal-hal penyelamatan diri dan keluarga masing-masing,” jelasnya.

jepang
Ketua MFRI, Doktor Mitsuhiro Yoshimoto, Direktur Pusat Penelitian Pencegahan Bencana Gunung Fuji. (Foto: ist)

Dari pihak Jepang sebagai Ketua MFRI, Doktor Mitsuhiro Yoshimoto, Direktur Pusat Penelitian Pencegahan Bencana Gunung Fuji membeberkan perihal bagaimana Jepang telah mengedukasi warganya secara berkesinambungan meskipun dalam kondisi normal. “Gunung Fuji selama 300 tahun terakhir belum pernah meletus, namun kami tetap melakukan pendidikan kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula menyampaikan sharing dua perwakilan pemerintah dua kabupaten dimana Gunung Fuji berlokasi yaitu Kota Fujiyoshida, Yamanashi oleh Mr. Takuma Kuwabara dan Kawaguchiko, Yamanashi diwakili oleh Mr. Keigo Fujimaki.

Sementara itu peneliti dari Geofisika FMIPA UGM, Doktor Wiwit Suryanto, menjelaskan bahwa tema membangun masyarakat tahan bencana bersama perguruan tinggi lokal sebagai basis penanggulangan bencana frekwensi rendah dan besar, sengaja dipilih agar pasca-project kegiatan sosialisasi tetap bisa berlangsung secara simultan. Ia juga menjelaskan bahwa antara Indonesia dan Jepang memiliki kemiripan, yakni sama-sama memiliki banyak gunung api, namun gunung api di Indonesia jauh lebih aktif daripada gunung api di Jepang. Selain itu kemiripan yang lain adalah ternyata masyarakat di kedua negara sama-sama memiliki kepercayaan yang kuat tentang gunung api, yang pada situasi tertentu akhirnya bersikap abai dan menjadi korban bencana.

Baca Juga  ‘‘Cool Hunting‘‘, Menangkap Dinamika Trend Pasar Pariwisata

Pada kesempatan tersebut diperagakan pula proses terjadinya erupsi gunung api dengan menggunakan peralatan akuarium akrilik dan peta maket tiga dimensi. Para peserta pun meriung mengitari kedua peralatan tersebut hingga menjelang sore hari. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita5366-Dari-FGD-Kesiapsiagaan-Bencana-MFRI-UGM-dan-Universitas-Udayana-Bergerak-Bersama-untuk-Kesiapsiagaan-Bencana-Erupsi-Gunung-Api-.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ngobrol Lebih Dekat, Kadisdikpora Badung Dengarkan Langsung Curhatan Guru di Safari Pendidikan

Published

on

By

safari pendidikan badung
MENYAPA: Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana saat menyapa para guru pada kegiatan Safari Pendidikan yang digelar di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Di balik tugas mengajar dan tanggung jawab membentuk generasi muda, banyak guru menyimpan cerita yang jarang terdengar. Mulai dari tantangan di sekolah, kebutuhan fasilitas pendidikan, hingga harapan agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih maksimal.

Lewat Safari Pendidikan yang digelar di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026), para guru akhirnya memiliki ruang untuk menyampaikan semuanya secara langsung kepada Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana.

Kegiatan yang diselenggarakan Disdikpora Badung bersama PGRI Kecamatan Abiansemal dalam rangka Hardiknas 2026 ini menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah dan tenaga pendidik. Tidak hanya hadir untuk menyapa, Kadisdikpora Badung juga duduk bersama para guru mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Dalam sesi talkshow interaktif, para guru menyampaikan aspirasi mulai dari kondisi sarana prasarana sekolah, pola kerja di lingkungan pendidikan, hingga tantangan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar sekolah.

Kadisdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, mengatakan Safari Pendidikan di Kecamatan Abiansemal menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan tenaga pendidik di lapangan.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Safari Pendidikan di Kecamatan Abiansemal yang diselenggarakan oleh PGRI Kecamatan Abiansemal dan didukung oleh seluruh guru di Kabupaten Badung serta PGRI Badung. Dalam rangka memperingati Hardiknas, tadi pagi kegiatan diawali dengan bersih-bersih lingkungan di wilayah Desa Gerih dan dilanjutkan dengan talkshow. Di sesi ini saya ingin mendengar langsung keluh kesah para guru, apakah ada kendala di sekolah, persoalan sarana prasarana, ataupun masalah lainnya,” ujarnya.

Menurut Dwipayana, komunikasi langsung seperti ini penting agar pemerintah mengetahui kondisi nyata yang dihadapi para guru setiap hari. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kerja sama yang kuat di lingkungan sekolah agar proses pembelajaran berjalan lebih baik.

Baca Juga  Menhan Prabowo Wujudkan Visi Penguatan Ketahanan Nasional

“Guru-guru harus menjadi tim yang solid di sekolah. Kepala sekolah harus mampu memanage teman-temannya agar bisa menjadi tim yang kuat sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang baik di sekolah. Selain itu, sekolah juga harus bisa menyatu dengan desa ataupun lingkungan di sekitarnya, karena sebagian besar sekolah berada di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Disdikpora Badung akan terus mendorong peningkatan kualitas guru agar mampu melahirkan generasi muda Badung yang unggul dan siap bersaing di masa depan.

“Kedepannya kita akan terus meningkatkan kualitas guru-guru di Kabupaten Badung sehingga mampu mendidik anak-anak Badung menjadi generasi unggul yang siap bersaing, baik di Kabupaten Badung maupun Bali secara umum,” tambahnya.

Selain talkshow, kegiatan Safari Pendidikan juga diisi dengan aksi bersih-bersih lingkungan di wilayah Desa Adat Gerih, penyerahan tanaman dari Ketua PGRI Abiansemal untuk Perbekel Desa Gerih dan Kepsek SMPN 5 Abiansemal, serta pemberian apresiasi kepada guru-guru yang mengikuti lomba di tingkat kecamatan, kabupaten hingga nasional.

Lewat kegiatan ini, Disdikpora Badung ingin menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan ruang kelas. Mendengar guru, memahami keresahan mereka, lalu mencari solusi bersama juga menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang lebih kuat di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Rancang Penataan Besar Kuta

Trotoar 4 Meter hingga Transportasi Listrik

Loading

Published

on

By

bupati adi arnawa
TINJAU LAPANGAN: Bupati Wayan Adi Arnawa saat meninjau langsung kondisi lapangan usai kegiatan Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan di Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi kawasan Kuta secara menyeluruh. Penataan ini mencakup pembenahan tata ruang, pengentasan kemacetan, hingga restorasi kawasan pantai guna mengembalikan citra Kuta sebagai ikon pariwisata dunia.

Hal tersebut ditegaskan Bupati saat meninjau langsung kondisi lapangan usai kegiatan Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan di Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). Menurutnya, solusi tepat sasaran hanya bisa lahir dengan melihat realita di lapangan, bukan sekadar koordinasi di balik meja.

Pemkab Badung telah merancang transformasi besar ini untuk mulai dieksekusi pada tahun 2026. Fokus awalnya adalah menciptakan estetika kawasan yang rapi melalui pelebaran jalur pedestrian dan penataan kabel utilitas bawah tanah.

“Kita tidak bisa bekerja di atas meja saja, tetapi harus langsung ke lapangan melihat kondisi sebenarnya sekaligus menentukan langkah-langkah solusi yang harus dilakukan. Kita akan buat estetika kawasan ini secantik mungkin. Pedestrian akan diperlebar kurang lebih sampai 4 meter, dilengkapi taman dan landscape hijau sehingga suasananya nyaman dan layak menjadi kawasan tujuan wisata,” jelasnya.

Selain estetika, Bupati Adi Arnawa menyoroti kemacetan kronis yang dipicu oleh sempitnya ruas jalan dan maraknya parkir liar. Sebagai solusi, ia telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menyediakan kantong-kantong parkir terpusat. Langkah ini akan diikuti dengan penerapan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan utama Kuta. Sebagai kompensasi mobilitas, Pemkab Badung berencana memperkenalkan sistem transportasi publik berbasis listrik.

“Dengan kondisi jalan yang sempit seperti sekarang, ditambah parkir liar di sepanjang jalan, tentu akan memperparah kemacetan. Ini yang akan kita tata. Saya sudah perintahkan Bapak Sekda untuk menyiapkan kantong-kantong parkir. Setelah itu baru kita berlakukan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan ini. Nanti akan ada jalur khusus transportasi publik listrik, mungkin dibuat dengan penanda warna tertentu. Jadi masyarakat maupun wisatawan bisa menikmati kawasan Kuta dengan lebih nyaman,” imbuhnya.

Baca Juga  Siaga Bencana, Polsek Gianyar Cek Peralatan

Di sektor pesisir, penanganan abrasi menjadi prioritas utama. Saat ini, pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai sedang membangun breakwater dari wilayah Tuban hingga Kuta. Melengkapi hal tersebut, Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 250 miliar untuk melanjutkan penanganan abrasi hingga ke wilayah Canggu.

Rencana besarnya adalah membangun jalur pedestrian pesisir raksasa dengan lebar 8 meter yang menghubungkan Tuban hingga Canggu. Jalur ini nantinya akan memisahkan area jogging track dan jalur khusus sepeda listrik. “Setelah breakwater selesai dan pasir kembali ditata, pantai akan lebih lebar dan nyaman. Setelah itu kita rancang pedestrian pesisir dari Tuban sampai Canggu dirancang memiliki lebar hingga sekitar 8 meter dan dibagi menjadi jalur jogging track serta jalur sepeda listrik. Nantinya wisatawan maupun masyarakat dapat menikmati kawasan pesisir dengan sistem transportasi modern berbasis digital,” katanya.

Bupati Adi Arnawa meminta masyarakat untuk bersabar karena proses penataan ini akan dilakukan secara bertahap. Ia memastikan koordinasi dengan desa adat dan tokoh masyarakat akan terus diperkuat demi kesuksesan visi ini.

“Kita ingin mengembalikan Kuta seperti dulu, sebagai ikon pariwisata, turisme, dan surfing yang menjadi kebanggaan Bali,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pastikan Horeka Pilah Sampah, Bupati Badung Turun Langsung ke Kuta

Wabup Pantau Pengelolaan Sampah di Kelurahan Tuban

Loading

Published

on

By

bupati adi arnawa
AKSI PENGAWASAN: Bupati Wayan Adi Arnawa memimpin aksi Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan pada sektor Horeka serta sektor perdagangan di wilayah Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin aksi Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan pada sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) serta sektor perdagangan di wilayah Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). Di saat yang sama, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta juga memantau pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah di wilayah Kelurahan Tuban.

Hadir mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung IB Surya Suamba bersama jajaran Kepala OPD, Camat Kuta D. Ngurah Bayudhewa, Lurah Kuta Putu Dedik Ardiana, serta jajaran TNI dan ASN di lingkungan Pemkab Badung.

Seusai kegiatan, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa secara umum wilayah Kuta sudah terlihat bersih. Meski demikian, ia mencatat masih adanya oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan di lokasi tertentu. Sebagai solusi, pihak Kelurahan Kuta telah menginisiasi titik penampungan sampah sementara di Kantor Kelurahan.

“Saya melihat di Kantor Lurah Kuta, upaya yang dilakukan oleh Lurah adalah mencoba mengedukasi masyarakat untuk memastikan bahwa sampah-sampah yang ada di Kuta ini memang sudah dipilah. Jadi, Bapak Lurah sudah menyiapkan tempat di Kantor Lurah sekaligus dia memastikan bahwa itu sudah dipilah. Dan dari pihak DLHK sudah siapkan truk yang standby untuk membawa sampah ke TPST,” ujarnya.

Bupati memberikan apresiasi kepada jajaran Kecamatan, Kelurahan, Kepala Lingkungan (Kaling), serta masyarakat Kuta yang mulai sadar akan pentingnya pemilahan sampah. Untuk mendukung gerakan ini, Pemkab Badung berkomitmen menyediakan infrastruktur penampungan sampah terpilah yang lebih memadai di Kelurahan Kuta.

“Dan sekaligus juga nanti kita akan siapkan petugas untuk memastikan bahwa sampah-sampah yang dibawa ke sana itu memang sudah-sudah terpilah. Sambil itu juga, kami juga sudah perintahkan tadi Lurah, untuk segera melaksanakan pemantauan secara rutin. Karena masyarakat masih nyari celah-celah untuk menempatkan sampah di pinggir jalan, yang mana tidak ada pengawasan. Karena seiring dengan itu, kita akan melakukan penegakan hukum. Penegakan hukum bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Baca Juga  Siaga Bencana, Polsek Gianyar Cek Peralatan

Selain memantau lingkungan warga, Bupati Adi Arnawa beserta jajaran juga meninjau langsung beberapa unit usaha Horeka di wilayah Kuta. Berdasarkan pantauannya, sektor Horeka secara umum telah melakukan pemilahan sampah, meski belum sepenuhnya melakukan pengolahan secara mandiri di lokasi usaha.

“Harapan kita adalah semua Horeka itu mengolah sampah sendiri di tempat usahanya masing-masing, sehingga tidak perlu ada lagi membuang sampah ke TPST, atau ke TPA Suwung sudah tidak ada lagi, mudah-mudahan dengan kegiatan semacam ini rutin melakukan turun ke lapangan seperti ini kita langsung melihat situasi di lapangan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca