Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

MGPSSR Bali Hadiri Pesamuhan Agung Ke-15 MGPSSR Se-Indonesia secara Virtual

BALIILU Tayang

:

de
Pengurus MGPSSR Bali hadiri Pesamuhan Agung MGPSSR se-Indoneisa, Jumat (25/12) dari Gedung Serba Guna Rumah Jabatan Bupati Badung.

Badung, baliilu.com – Di tengah suasana pandemi Covid-19, Pengurus Harian dan Sabha Walaka MGPSSR Provinsi Bali dari Gedung Serba Guna Rumah Jabatan Bupati Badung menghadiri Pesamuhan Agung Ke-15 Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Pusat yang dilaksanakan secara hybrid baik online dan offline, pada Sukra Kliwon Bala (25/12-2020) di Gedung STIKOM Denpasar.

Pesamuhan Agung yang pertama setelah Mahasabha X MGPSSR Pusat digelar 25 Desember 2019 ini dihadiri seluruh pengurus MGPSSR Provinsi se-Indonesia. Pesamuhan Agung yang mengambil tema ‘’Melalui Pesamuhan Agung Ke-15 Kita Mantapkan Pelaksanaan Hasil Mahasabha X dalam Tatanan Kehidupan Era Baru’’, dibuka Ketua Umum MGPPSR Pusat Prof. Dr. dr. I Wayan Wita, Sp.JP, dengan agenda pokok pengarahan dari Ketua Sabha Pandita Pusat, laporan pertanggungjawaban pengurus pusat, dan laporan MGPSSR Provinsi se-Indonesia.

Sekretaris MGPSSR Provinsi Bali Pandu P. Lagosa, SH, MH mewakili Ketua MGPSSR Bali I Nyoman Giri Prasta, S.Sos yang berhalangan hadir karena kesibukan dalam tugasnya sebagai Bupati Badung, setelah mengikuti pesamuhan dari awal hingga sidang pleno berakhir menyampaikan Pesamuhan Agung sudah berjalan dengan baik. Walau selama pesamuhan ada dinamika yang berkembang baik saran dan kritik, itu tidak lebih karena sebagai pasemetonan yang sangat mengharapkan organisasi MGPSSR menjadi lebih baik, lebih dewasa dan lebih berdaya guna untuk kemajuan organisasi, kemajuan kita bersama.

Pengurus MGPSSR Bali sedang mendengarkan laporan pertanggungjawaban MGPSSR Pusat

‘’Kami dari Mahagotra Bali (MGPSSR Bali-red) mengapresiasi pelaksanaan Pesamuhan Agung walaupun dalam suasana pandemi Covid, kegiatan rutinitas organisasi bisa tetap dilaksanakan dengan baik,’’ terang Pandu P Lagosa yang juga saat mengikuti Pesamuhan Agung didampingi Ketua Sabha Walaka Wisnu Bawa Temaja serta seluruh pengurus MGPSSR Bali di antaranya Bendahara Bagus Sapta Tenaya, Ketua Bidang Organisasi Gde Muliarsana, Ketua Bidang Kaderisasi Putu Bagus Suryadi dll.

Pandangan yang sama demi kemajuan pasemetonan Pasek juga dilontarkan Ketua MGPSSR Provinsi Kepulauan Riau bahwa organisasi MGPSSR sudah berjalan baik dan benar tetapi mari kita tingkatkan lagi atas dasar pasemetonan ini agar ke depan lebih maju, bahwa Pasek itu adalah warga yang anggotanya besar di Bali dan bisa diwujudkan dalam sebuah visi dan misi organisasi kembali kepada bhisama Pasek itu sendiri.

Pandu P Lagosa kembali mengimbuhkan bahwa terbentuknya MGPSSR bertujuan untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Bhatara Kawitan sesuai Bhisama untuk kepentingan agama, bangsa dan negara yang sesuai dengan filosofi Catur Swadharmaning Kepasekan (astiti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Bhakti ring Ida Bhatara Kawitan, Satia ring Bhisama, dan Guyub ring Semeton).

Karena itulah untuk mewujudkan dan tercapainya tujuan itu, MGPSSR Provinsi Bali melaksanakan Lokasabha Utama pada 15  Maret 2020 dengan menetapkan keputusan di antaranya Pembentukan Sabha Pandita, Sabha Walaka, dan Pengurus Harian MGPSSR Provinsi Bali, pembentukan Jaga Baya Pasek MGPSSR Provinsi Bali, pembentukan Lembaga Bantuan Hukum MGPSSR Provinsi Bali.

Begitu juga terkait dengan kegiatan sosial di saat pandemi, MGPSSR Bali telah membentuk Satgas Covid-19 yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, khususnya menyalurkan sembako sumbangan dari semeton Pasek kepada semeton Pasek yang membutuhkan yang tersebar di kabupaten/kota seluruh Bali. Juga menghadiri Loka Sabha MGPSSR Kota Denpasar, Buleleng,   menghadiri kegiatan Sisya Pariksa, Munggah Bhawati, Diksa Pariksa, dan Padiksaan Munggah Sulinggih.

‘’Untuk tahun 2021, program MGPSSR Bali di antaranya pendataan semeton pasek, konsolidasi dan melaksanakan hasil lokasabha yang kemarin,’’ pungkas Pandu P Lagosa.

Sementara itu, Ketua Umum MGPSSR Pusat Prof. Dr. dr. I Wayan Wita, Sp.JP dalam sambutan pembuka dan juga penutupnya mengingatkan kepada pasemetonan bahwa pandemi Covid telah membawa ikmah yang luar biasa dalam kehidupan kita. Jika biasanya pesamuhan dilakukan dengan bertatap muka langsung kini melalui virtual, termasuk juga upacara piodalan yang mesti menyesuaikan penerapan protokol kesehatan.

Namun ia menyampaikan apa pun yang terjadi Basudewa Kutum Bakam, kita semua adalah bersaudara. ‘’Sebesar apa pun masalahnya bisa diselesaikan secara paras paros sarpanaya, segilik seguluk selulung sebayantaka menuju jagadita ya caiti dharma,’’ tuturnya sebelum menutup Pesamuhan Agung MGPSSR Pusat yang melahirkan beberapa keputusan dan program kerja tahun 2021. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Wakil Walikota Denpasar Hadiri “Metatah“ Massal Desa Dangin Puri Kaja, Diikuti 42 Peserta

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Metatah Massal di Pura Agung Lokanatha, Desa Dangin Puri Kaja.
HADIRI METATAH MASSAL: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Desa Dangin Puri Kaja di Pura Agung Lokanatha, Rabu (19/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Desa Dangin Puri Kaja di Pura Agung Lokanatha, Rabu (19/8). Kegiatan ini diikuti sebanyak 42 peserta dan menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam melaksanakan salah satu rangkaian upacara Manusa Yadnya.

Kehadiran Wakil Walikota Denpasar dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong-royong dalam kehidupan sosial masyarakat Bali.

Metatah atau Mepandes merupakan salah satu upacara penting dalam kehidupan umat Hindu di Bali. Pelaksanaan secara massal juga dinilai dapat membantu meringankan beban masyarakat, karena berbagai kebutuhan upacara dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan semangat kebersamaan.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, mengapresiasi pelaksanaan Metatah Massal tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan rasa kebersamaan antarwarga.

“Pelaksanaan Metatah Massal ini merupakan bentuk nyata semangat gotong-royong masyarakat. Selain membantu meringankan beban, kegiatan bersama seperti ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan adat, budaya serta tradisi Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Dangin Puri Kaja, A.A.N. Gede Cahyadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga pelaksanaan Metatah Massal dapat berjalan dengan baik.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan keluarga, serta semakin memperkuat kebersamaan masyarakat Desa Dangin Puri Kaja.

“Dengan dilaksanakannya Metatah Massal ini, diharapkan tradisi dan nilai-nilai luhur masyarakat Bali dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya, sekaligus menjadi wadah memperkuat persatuan dan gotong-royong di tengah masyarakat,” harapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Karya Agung”, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya

Giri Prasta Ajak Krama Adat Guyub

Loading

Published

on

By

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Agung di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari, Desa Adat Ekasari, Jembrana.
HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Mendasar Tawur Agung Labuh Gentuh di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari Desa Adat Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Kamis (Wraspati Paing, Tambir) 13 Agustus 2026 malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta melakukan penandatanganan prasasti Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Mendasar Tawur Agung Labuh Gentuh di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari Desa Adat Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Penandatanganan Prasasti yang dilakukan Wagub Giri Prasta disaksikan langsung oleh Ida Pedanda Kawi Sunia, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, Perbekel, Bendesa dan Krama Desa Adat Ekasari pada, Kamis (Wraspati Paing, Tambir) 13 Agustus 2026 malam.

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta dalam kesempatannya mengajak seluruh krama Desa Adat Ekasari untuk selalu guyub dalam menjalankan swadharma agama dan adat, seni budaya Bali. Giri Prasta juga mengingatkan agar seluruh masyarakat di Desa Adat untuk senantiasa menjaga kelestarian adat istiadat, tradisi, seni budaya Bali. boleh maju, tetapi dengan kemajuan Desa Adat Ekasari jangan sampai mengerus akar adat dan budaya Bali.

Titiang nyaksi, ida dane krama sami sampun ngemargiang pemargi Karya Agung puniki. Astungkara memargi antar, sida – sidaning don lan nemu labda karya,” doa Wakil Gubernur Bali asal Desa Pelaga, Kabupaten Badung ini sembari menghaturkan punia sebesar Rp 25 juta ke Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta.

Sebagai bentuk apresiasi Wagub Nyoman Giri Prasta terhadap pelestarian seni budaya Bali di Desa Adat Ekasari, mantan Bupati Badung 2 periode ini juga menghaturkan dana motivasi senilai Rp 5 juta masing – masing kepada Sekaa Baleganjur, Sekaa Tari Rejang Dewa, Sekaa Gong Kebyar Sadnyasari dan Sekaa Gong Kebyar Adnyasari. “Matur Suksma Bapak Wakil Gubernur Bali,” ucap seluruh perwakilan sekaa sembari berfoto bersama.

Di akhir sambrama wacananya, Wakil Gubernur Bali mengingatkan seluruh tokoh masyarakat dan krama adat setempat untuk tetap menjaga kelestarian adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali. Kata Giri, Desa Adat Ekasari boleh maju, tetapi dengan kemajuan Desa Adat ini, jangan sampai mengerus akar adat dan budaya Bali. “Setuju?,” tanya Wagub Bali dihadapan masyarakat, yang langsung dijawab serentak dengan nada setuju.

Terakhir di sektor ekonomi, Wagub Giri meminta pelestarian Taman Gumi Banten harus kita wujudkan secara bergotong-royong, tujuannya agar semua bahan upakara adat dan agama Hindu di Bali pada umumnya, atau Kabupaten Jembrana pada khususnya bisa didatangkan dari wilayah Desa Adat kita masing-masing atau tidak dari luar wilayah.

“Saya sudah berbicara dengan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, agar mengajak masyarakat melestarikan Taman Gumi Banten, di saat ada upacara semua bahan upakara seperti busung bisa kita datangkan dari taman ini langsung, agar Kabupaten Jembrana Berdikari secara Ekonomi,” jelasnya.

Sementara Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta melaporkan Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Mendasar Tawur Agung Labuh Gentuh ini sudah kita siapkan pelaksanaannya sejak tanggal 31 Mei 2026 lalu. Karya ini digelar selama 30 tahun, dan sebelum terlaksananya Karya Agung tersebut, kami pada tahun 2024 sangat dibantu oleh program Bapak Nyoman Giri Prasta sewaktu menjabat sebagai Bupati Badung, dengan adanya program pembangunan atau revitalisasi Pura.

“Suksma Bapak Wakil Gubernur Bali atas bantuannya, demogi Ida Bhatara mapaice kerahayuan. Saking sayangnya Bapak Nyoman Giri Prasta ring Krama Desa Adat Ekasari, malam ini beliau meluangkan waktunya menghadiri uleman puncak karya ini, sekali lagi matur suksma,” ujar Manggala Prawartaka Karya sembari menyampaikan Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari ini diempon oleh 5 Banjar Adat dengan jumlah mencapai 600 KK. Untuk mensukseskan Karya Agung ini, setiap krama bergotong-royong mengeluarkan rezekinya senilai Rp 1.500.000, dan ada juga bantuan punia dari warga yang merantau di luar Desa Adat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wagub Giri Prasta Doakan “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah “Labda Karya”

Krama Adat Apresiasi Kehadiran Wagub Giri sebagai Bukti Kepedulian Pemprov Bali terhadap Kelestarian Adat dan Budaya Bali

Loading

Published

on

By

HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa” di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (Wraspati Paing, Tambir), 13 Agustus 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh krama Desa Adat Delodbrawah untuk masikian dalam menjalankan swadharma agama serta melestarikan adat dan budaya Bali.

Pesan persatuan tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta saat menghadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (Wraspati Paing, Tambir), 13 Agustus 2026.

Wagub Giri Prasta yang hadir didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna turut mendoakan agar pelaksanaan Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa tersebut prasida memargi antar, sida-sidaning don lan nemu labda karya.

“Titiang merasa bangga atas terlaksananya karya ini. Semoga krama Desa Adat Delodbrawah senantiasa sagilik saguluk, salunglung sabayantaka, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujar Wagub Giri Prasta.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta juga menghaturkan punia senilai Rp 25 juta yang diterima Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya. Selain itu, Wagub Giri Prasta menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 5 juta kepada sekaa gamelan jegog serta masing-masing Rp 500 ribu kepada para penari.

Wakil Gubernur Bali asal Desa Pelaga, Kabupaten Badung, tersebut menegaskan bahwa upacara yang diselenggarakan merupakan wujud bhakti seluruh krama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah.

“Jadi, apa yang sudah baik ini agar terus dilestarikan supaya generasi penerus kita, oka-oka atau anak-anak, alit-alit, hingga cucu, menjadikannya sebagai landasan dalam menjalankan swadharma di desa adat agar berjalan dengan baik,” jelas mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya menyampaikan bahwa rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah telah dimulai sejak 31 Juli 2026. Puncak karya berlangsung pada 11 Agustus 2026, sedangkan seluruh rangkaian upacara dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026.

“Karya ini kami selenggarakan dengan tujuan menstanakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa di Pura Desa lan Pura Puseh sekaligus sebagai pengikat keharmonisan alam beserta isinya secara niskala dan sekala di desa adat, dengan doa agar seluruh krama dianugerahi keamanan dan kesejahteraan,” ujar I Ketut Narya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dalam pelaksanaan karya tersebut.

“Kedatangan Bapak Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta pada upacara ini merupakan kehormatan bagi kami semua. Kehadiran ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Jembrana terhadap kelestarian adat dan budaya Bali yang telah menjadi jati diri desa adat,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca