Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Nenek Retu Menghilang, Hanya Ditemukan 2 Ekor Sapi

BALIILU Tayang

:

nenek hilang di datah
PENCARIAN: Tim SAR saat melakukan pencarian seorang nenek yang hilang di wilayah Panglega. (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian seorang warga yang hilang di wilayah Panglega, Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem. Pada operasi SAR hari kedua, Jumat (7/11/2025), upaya penyisiran dilakukan di seputaran lokasi penemuan sapi milik korban.

Sesuai dari laporan yang diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, korban atas nama Ni Wayan Retu (75), meninggalkan rumah dengan membawa 2 hewan ternaknya. “Info kejadian kami terima kemarin malam, kira-kira pukul 19.20 Wita, dari keluarganya,” terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Awal mulanya, keluarga bermaksud membawa makanan di pagi hari, akan tetapi korban sudah tidak ada di rumahnya, berikut 2 sapi ternaknya. “Pihak keluarga sempat mencari, hanya ditemukan sapi di wilayah Panglega, Desa Datah, di bawah jurang 1 ekor dan di rumah warga 1 ekor, tetapi korban tidak ditemukan,” jelas Sidakarya.

Pencarian telah dilakukan sejak kemarin malam, dan hari ini fokus penyisiran dari lokasi terakhir ia terlihat di Desa Poh. Tim SAR gabungan terbagi dalam 3 SRU, salah satunya mencari ke arah tebing lokasi penemuan sapi. Pihak keluarga serta masyarakat mencoba dengan menjalankan kearifan lokal adat setempat, mencari sambil membunyikan gamelan tradisional.

Namun hingga saat ini hasil operasi SAR hari ke kedua belum juga menemukan keberadaan Ni Wayan Retu. Selama berlangsungnya pencarian turut melibatkan unsur SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Bhabinkabtimas Datah, Kadus Datah, Babinsa Datah, kluarga korban dan masyarakat. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Terseret Arus Saat Menjala Ikan di Pantai Biaung, Kakek Mura Ditemukan Meninggal
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bupati Badung Buka Sabdha Kite Festival VI Banjar Kangin, Pecatu

Published

on

By

Bupati Badung Adi Arnawa membuka Sabdha Kite Festival VI di Lapangan PT. Indowisata Makmur, Pecatu, Kuta Selatan, Minggu (2/8).
BUKA SKF VI: Bupati Adi Arnawa membuka Sabdha Kite Festival VI di Lapangan PT. Indowisata Makmur, Pecatu, Kuta Selatan, Minggu (2/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Sabdha Kite Festival VI yang diselenggarakan Sekaa Teruna Bakti Darma, Br. Kangin, Desa Pecatu di Lapangan PT. Indowisata Makmur, Pecatu, Kuta Selatan, Minggu (2/8). Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung dan mensukseskan acara tersebut, Bupati menyerahkan bantuan sebesar 30 juta.

Acara tersebut dihadiri anggota DPRD Badung I Made Tommy Martana Putra dan I Made Sumerta yang juga Bendesa Adat Pecatu, Camat Kuta Selatan I Kadek Laksana beserta unsur Tripika Kecamatan, Perbekel serta tokoh masyarakat Pecatu.

Menurut Bupati Adi Arnawa, kegiatan Sabdha Kite Festival yang secara rutin digelar telah menunjukkan bahwa Sekaa Teruna Bakti Darma ikut melestarikan seni budaya Bali. Dari festival layang-layang ini, di samping untuk menjalankan hobi, juga diharapkan mampu mempromosikan Desa Pecatu sebagai salah satu destinasi pariwisata yang sedang berkembang saat ini.

“Tentu kami berharap melalui festival ini, tidak hanya mendapatkan karya-karya layangan yang luar biasa, namun yang paling penting adalah kebersamaan, gotong-royong tetap ditumbuhkan di kalangan generasi muda dan kebersamaan secara umum di masyarakat Pecatu,” terangnya, seraya mengharapkan kegiatan ini dapat berlangsung rutin setiap tahun.

Sementara, Ketua Panitia Sabdha Kite Festival, Kadek Adi Widnyana menyampaikan, kegiatan ini sebagai wadah menyalurkan hobi dan semangat pemuda serta melestarikan budaya Bali. Memasuki tahun ke-6, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat generasi muda untuk terus berkarya, melestarikan budaya, mempererat persaudaraan dan menjaga tradisi. Penyelenggaraan kegiatan ini setiap tahunnya berjalan sukses, dapat dilihat dari jumlah peserta semakin meningkat terbagi dalam 14 kategori.

“Tahun ini jumlah peserta sebanyak 1.851, dibagi dalam 14 kategori. Jumlah ini meningkat sebanyak 200 peserta dari tahun sebelumnya,” tambahnya. (gs/bi)

Baca Juga  Kelelahan Saat Turun dari Gunung Batukaru, Lima Pendaki Dievakuasi Tim SAR

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Lomba Mancing, Wabup Badung Apresiasi Semeton Pande Lestarikan Sumber Daya Air

Published

on

By

LOMBA MANCING: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Yunita Oktarini membuka lomba mancing di kawasan Taman Beji Pura Dalem Pande, Banjar Belawan, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Minggu (2/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Yunita Oktarini membuka lomba mancing yang digelar Semeton Pura Dalem Pande Belawan, Minggu (2/8). Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Taman Beji Pura Dalem Pande, Banjar Belawan, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta beserta unsur Tripika Kecamatan, Bendesa Adat Abiansemal IB Mas Arimbawa, Kelian Banjar Belawan Gusti Nyoman Buda, tokoh masyarakat, krama setempat, serta ratusan pencinta mancing. Pembukaan lomba ditandai dengan penebaran ikan karper bertanda pita oleh Wabup dan Anggota DPRD Badung ke kolam pancing.

Kegiatan bertajuk “Mancing Harian Borongan” ini merupakan bagian dari aksi penggalian dana untuk melanjutkan pembangunan Pura Dalem Pande Banjar Belawan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat gotong-royong warga, Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan motivasi kepada panitia penyelenggara. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan Pura Dalem Pande yang selama ini digarap secara swadaya oleh krama. Suasana lomba pun semakin semarak saat Wabup menjanjikan bonus tambahan bagi setiap peserta yang berhasil menangkap ikan bertanda pita.

Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengapresiasi inisiatif masyarakat yang sukses memadukan rekreasi, pelestarian lingkungan, dan penguatan kebersamaan.

“Saya mengapresiasi Semeton Pande karena tidak hanya menggelar kegiatan rekreasi, tetapi juga ikut serta melestarikan sumber daya air. Melalui kegiatan mancing ini, secara otomatis warga bergerak membersihkan saluran air sehingga dampaknya sangat positif bagi kemanfaatan air di Subak Guming,” ujarnya.

Wabup menilai keberlanjutan sumber daya air merupakan faktor vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mendukung sektor pertanian, serta menopang kehidupan masyarakat Bali yang bersandar pada sistem irigasi tradisional subak.

Baca Juga  2 Hari Pencarian, Ramaeyani Ditemukan Selamat

Di akhir arahan, Wabup mengajak masyarakat untuk terus memupuk persatuan dan kekompakan sebagai modal utama pembangunan daerah sekaligus benteng pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali.

“Mari kita terus jaga kebersamaan dan semangat gotong-royong yang telah diwariskan para leluhur. Dengan persatuan dan kekompakan, saya yakin masyarakat Badung akan semakin kuat dalam menjaga lingkungan, melestarikan budaya, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan bersama,” pesan Bagus Alit Sucipta.

Kelian Adat Belawan I Made Gundala menjelaskan bahwa seluruh hasil dari kegiatan ini akan dialokasikan untuk pembangunan serta penataan kawasan Pura Dalem Pande dan lingkungan Taman Beji. Selain menjadi sarana hiburan, agenda ini mengusung misi sosial dan lingkungan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian sumber air setempat.

“Tujuan utama kami adalah menyambung rasa kebersamaan antar-penghobi mancing, sekaligus menggalang dana yang nantinya dipergunakan untuk perbaikan Pura Dalem Pande dan penataan kawasan Taman Beji ini. Kawasan Taman Beji ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat pemandian warga Banjar Belawan, tetapi juga menjadi sumber pengairan penting bagi areal pertanian Subak Guming. Karena itu, keberadaan kawasan tersebut perlu terus dijaga dan dilestarikan bersama sebagai aset lingkungan dan sosial masyarakat,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Ajak Masyarakat Tebar Kepedulian melalui Gerakan Berbagi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster meninjau Warung Nasi Pindang Dadong Rintin di Desa Sakah, Kabupaten Gianyar, Sabtu (1/8).
TINJAU WARUNG: Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau langsung Warung Nasi Pindang Dadong Rintin, Desa Sakah, Kabupaten Gianyar, Sabtu (1/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Gianyar, baliilu.com – Peringatan Tumpek Krulut yang dimaknai sebagai Hari Kasih Sayang menjadi momentum bagi Gubernur Bali Wayan Koster untuk mengajak seluruh masyarakat memperkuat nilai-nilai cinta kasih, kepedulian, dan saling menghormati antarsesama. Semangat tersebut diwujudkan melalui gerakan berbagi makanan gratis kepada masyarakat dengan menggandeng pelaku UMKM di seluruh kabupaten/kota di Bali, Sabtu (1/8).

Program berbagi tersebut dilaksanakan di satu hingga dua UMKM pada masing-masing kabupaten/kota. Selain menghadirkan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi upaya menggerakkan perekonomian pelaku UMKM lokal. Gubernur Koster meninjau langsung salah satu lokasi pelaksanaan di Warung Nasi Pindang Dadong Rintin, Desa Sakah, Kabupaten Gianyar, yang dipadati masyarakat untuk menikmati hidangan secara gratis.

Dalam keterangannya, Gubernur Koster mengatakan bahwa Tumpek Krulut menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa kasih sayang, saling menghormati, dan saling peduli dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut hendaknya tidak berhenti pada makna filosofis semata, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.

“Momentum Tumpek Krulut ini kita maknai sebagai Hari Kasih Sayang. Karena itu, mari kita saling mengasihi, saling menghormati, dan saling membantu. Hal-hal sederhana seperti berbagi kepada sesama akan memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Bali,” ujar Gubernur Koster.

Ia berharap gerakan berbagi ini tidak hanya dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali, tetapi juga dapat diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota di seluruh Bali. Para bupati dan walikota diharapkan dapat menginisiasi kegiatan serupa di daerah masing-masing sehingga semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin meluas serta menjadi budaya bersama di Bali.

Pemilik Warung Nasi Pindang Dadong Rintin, Wayan Suarsa, yang merupakan putra dari Made Rintin sekaligus penerus usaha keluarga, menyambut baik program berbagi tersebut. Warung yang telah berdiri sejak tahun 1960 itu dikenal dengan sajian khas nasi pindang berisi sayur dan telur tanpa menggunakan ayam maupun daging, serta tetap mempertahankan cita rasa tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga  Kelelahan Saat Turun dari Gunung Batukaru, Lima Pendaki Dievakuasi Tim SAR

Menurut Wayan Suarsa, program yang digagas Gubernur Koster membawa dampak positif, baik bagi masyarakat maupun pelaku UMKM.

“Ini merupakan program yang sangat positif, baik bagi kami sebagai pelaku UMKM maupun bagi masyarakat. Bertepatan dengan Tumpek Krulut sebagai Hari Kasih Sayang, kegiatan ini mengajak kita untuk saling berbagi dan peduli. Bagi kami sendiri, ini juga menjadi promosi gratis sehingga Warung Nasi Pindang Dadong Rintin bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ungkapnya.

Ia berharap perhatian Pemerintah Provinsi Bali terhadap UMKM terus ditingkatkan dengan lebih banyak mendengar aspirasi para pelaku usaha.

“Setiap UMKM memiliki kendala yang berbeda-beda. Harapan kami, Pemerintah Provinsi Bali dapat terus mendekat kepada pelaku UMKM, mengetahui permasalahan yang dihadapi, serta membantu menghadirkan solusi agar UMKM di Bali semakin maju dan berkembang,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Retno Lestari asal Ubung Kaja, mengaku senang dapat menikmati program berbagi yang digelar Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka Tumpek Krulut. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian seorang pemimpin kepada masyarakat.

“Saya sangat senang bisa ikut menikmati program berbagi dari Bapak Gubernur. Menurut saya, ini adalah bentuk kasih sayang seorang pemimpin kepada rakyatnya. Semoga program seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Bali,” ujarnya.

Melalui momentum Tumpek Krulut, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat Bali untuk menjadikan kasih sayang, kepedulian, dan semangat gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan kebersamaan tersebut, diharapkan keharmonisan sosial tetap terjaga sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat dan kemajuan UMKM di seluruh Bali. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca