Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Ngenteg Linggih di Pura Panti Sri Karang Buncing Kuta, Wabup Suiasa Harapkan Jaga Kebersamaan

BALIILU Tayang

:

de
Wabup Suiasa saat melakukan penandatanganan Prasasti Kebo Iwa ketika menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa dan Mendem Pedagingan di Pura Panti Sri Karang Buncing Kuta, Sabtu (13/2).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan Pemerintah Kabupaten Badung merasa bangga dan sangat mengapresiasi Pesemetonan Treh Kebo Iwa Karang Buncing dan para pengempon pura yang tulus iklas dapat melaksanakan upacara suci dengan baik dan bijaksana.

“Kami berharap kebersamaan ini bisa terus terjaga dengan baik agar dapat menjaga rasa saling memiliki demi keajegan agama, seni, adat dan budaya yang berlandaskan Agama Hindu yang kita miliki,” kata Wabup Suiasa dalam sambutannya saat menghadiri upacara Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa lan Mendem Pedagingan di Pura Panti Sri Karang Buncing Kuta bertepatan dengan Tumpek Landep, Sabtu (13/2) di Br. Buni Sari Kuta.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, anggota DPRD Badung dapil Kuta Nyoman Graha Wicaksana, Ni Luh Putu Sri Mediastuti, Camat Kuta I Nyoman Rudiarta, Lurah Kuta Ketut Suwana, Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista, para pemangku, tokoh masyarakat Kuta dan para pengemong pura. Upacara di-puput oleh Ida Pandita Dukuh Acharya Daksa dari Griya Penatih Denpasar. Pada kesempatan tersebut Wabup Suiasa beserta para pemangku dan pemedek melaksanakan persembahyangan bersama untuk memohon kerahayuan.

Wabup Suiasa lanjut mengingatkan upacara yang dilaksanakan ini tidak hanya melinggihkan Ida Betara Betari yang berstana di Pelinggih Pura Karang Buncing, namun juga untuk menguatkan jiwa raga para pesemetonan dan pengempon Pura Karang Buncing agar ikut kuat secara sekala maupun niskala. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang tidak berujung dan kapan berhentinya.”Dengan tetap ngrastiti bhakti berdoa bersama kehadapan Hyang Prama Kawi, Ida Sang Hyang Widhi kami berharap pandemi Covid-19 ini cepat berakhir dan kita bisa melakukan kegiatan seperti hari-hari kemarin secara normal kembali,” ucapnya.

Sementara itu Prawartaka Karya Jro Mangku Ketut Sudiana Karang atas nama keluarga besar Treh Kebo Iwa dan Pengempon Pura Karang Buncing Kuta mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang dalam kesempatan ini bisa hadir Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan jajaran beserta Ketua DPRD beserta anggota untuk menjadi upasaksi terkait rangkaian upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa lan Mendem Pedagingan di Pura Karang Buncing Kuta ini.

“Berkat dukungan Pemkab Badung di tengah pandemi Covid-19 upacara ini tetap kami laksanakan tentu dengan prokes. Adapun pendanaan dari restorasi beberapa pelinggih di pura ini didapat dari bantuan Pemkab Badung Tahun Anggaran 2018 pengajuan tahun anggaran 2017 sebesar Rp 330 juta. Sedangkan terkait dengan pendanaan Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa Mendem Pedagingan ini kami mendapat bantuan dari Pemkab Badung melalui Kegiatan Dinas Kebudayaan sebesar Rp 225 juta,” ujarnya.

Dilaporkan juga eedan upacara sudah dilaksanakan dari tanggal 28 Januari yaitu Ngatur Piuning, 7 Februari memasang tetaring, 8 Februari melaspas, 9 Februari nunas tirta, 10 Februari Medengen-dengen pemangku lan netegin, 11 Februari Mecaru, Pawintenan Pemangku dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti Kebo Iwa oleh Wakil Gubernur Bali Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan pada 12 Februari dilaksanakan acara mamitang lan ngaturang pengasih-asih.

“Hari ini Sabtu 13 Februari bertepatan dengan hari suci Tumpek Landep kami melaksanakan Puncak Karya. Dan 16 Februari akan dilaksanakan upacara Mepandes, Ngremek, Ngebat Daun, Nyenuk dan penyineban. Pada 17 Februari nanti kami akan melaksanakan Nyegara Gunung,” jelasnya.

Dalam acara tersebut Wabup Suiasa melakukan penandatanganan Prasasti Kebo Iwa dan menyerahkan punia secara simbolis sebesar Rp 225 juta yang diterima langsung oleh Pawartaka Karya Jro Mangku Sudiana Karang. (bt)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Diikuti 16 Sawa, Wagub Giri Prasta Hadiri Ngaben Massal Perdana Desa Adat Mengandang

Published

on

By

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyerahkan punia saat menghadiri upacara Ngaben Massal di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan.
SERAHKAN PUNIA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyerahkan punia saat menghadiri upacara Pitra Yadnya/Ngaben Kinembulan Sawa Prakerti di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (6/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Pitra Yadnya/Ngaben Kinembulan Sawa Prakerti di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (6/8). Ngaben massal yang diikuti 16 sawa ini menjadi yang pertama digelar di desa tersebut, sekaligus menandai kuatnya komitmen krama dalam menjaga tradisi leluhur.

Dalam sambutannya, Giri Prasta mengaku bahagia dapat hadir langsung di tengah masyarakat yang melaksanakan yadnya secara gotong-royong. Ia menyampaikan apresiasi atas kekompakan krama Desa Adat Mengandang yang bersama-sama menjalankan upacara sesuai dresta Bali.

“Apresiasi kepada krama yang telah bersatu, guyub, saling gotong-royong melaksanakan yadnya ini. Sagilik saguluk salunglung sabayantaka, paras paros sarpanaya,” ujarnya.

Wakil Gubernur Bali juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali terus mendukung pelaksanaan upacara yadnya sebagai bagian dari pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali.

Sementara itu, Bendesa Adat Mengandang Wayan Sudiana dalam laporannya menjelaskan bahwa ngaben massal ini bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga bentuk pelestarian budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Ini merupakan ngaben massal pertama yang kami laksanakan. Sebelumnya, kami melaksanakan ngaben metuun sesuai dresta Bali Aga di desa ini,” ungkapnya.

Rangkaian upacara telah berlangsung sejak 24 Juli dan akan berakhir pada 8 Agustus 2026. Puncak prosesi dijadwalkan pada 7 Agustus 2026, diawali dengan mecaru, dilanjutkan prosesi pengabenan, hingga upacara penyucian yang melibatkan pemangku, Ida Pandita, serta krama desa setempat.

Sebagai bentuk dukungan, Wagub Giri Prasta turut menyerahkan punia kepada panitia karya sebesar Rp 25 juta. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Sekaa Angklung sebesar Rp 5 juta, Sekaa Santhi sebesar Rp 2 juta, serta kepada pemangku sebesar Rp 4 juta. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Mapurwa Daksina”, Walikota Jaya Negara Apresiasi Pelaksanaan “Karya Atma Wedana”

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wawali I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Mapurwa Daksina rangkaian Karya Atma Wedana Maligia di Puri Agung Dangin Puri.
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar I Ngusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Mapurwa Daksina pada rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Utama di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri, Jumat (7/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Ngusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Mapurwa Daksina pada rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Utama di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri, Jumat (7/8).

Dalam acara ini juga hadir Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H, Penglingsir Puri Ageng Mengwi Ida Cokorda Mengwi XIII dan para Tokoh Puri di Kota Denpasar.

Rangkaian puncak karya diawali dengan prosesi Atetangi, dilanjutkan dengan puncak Karya Ngadegang Puspa Lingga serta Melaspas Puspa. Usai prosesi tersebut, dilaksanakan Upacara Mapurwa Daksina, yang kemudian dilanjutkan dengan Rsi Bujana dan Utpeti Stiti Puja. Seluruh rangkaian upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Made Karang, Ida Pedanda Gede Raka Timbul, Ida Pedanda Gede Putra Keniten, serta Ida Pedanda Buddha Jelantik Adnyana.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Karya Pitra Yadnya di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri.

Menurutnya, pelaksanaan karya ini mencerminkan sinergi dan kekompakan antara Puri Agung Dangin Puri dengan krama adat Denpasar dalam menjaga serta melestarikan tradisi dan nilai-nilai luhur agama Hindu di Kota Denpasar.

“Kekompakan antara puri dan krama adat dalam mendukung pelaksanaan karya ini patut diapresiasi. Tentunya karya ini memberikan manfaat sekaligus kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya sebagai umat Hindu Bali,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar senantiasa memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Bali.

“Sebagai pemerintah kami memberikan apresiasi serta dukungan atas pelaksanaan karya ini. Semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, memberikan makna spiritual, serta kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan upacara yadnya,” tambahnya.

Sementara itu, Manggala Karya, Anak Agung Ngurah Made Mahendra menjelaskan bahwa keberadaan Puri Agung Dangin Puri dengan Desa Adat Denpasar merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan erat dan saling mendukung dalam pelaksanaan kegiatan adat maupun keagamaan.

Ia mengatakan, dalam pelaksanaan Karya Penileman Maligia Punggel Utama kali ini diikuti sebanyak 60 puspa, sebagai wujud kebersamaan dan semangat ngayah dari seluruh krama yang terlibat demi kelancaran pelaksanaan yadnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Wrespati Kalpa Agung” Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung di Pura Gunung Sari, Desa Adat Peraupan, Denpasar.
HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung, Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (5/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung, Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (5/8).

Wawali Arya Wibawa usai melaksanakan persembahyangan bersama mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Pihaknya juga mengharapkan setelah dilaksanakannya upacara Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan ini seluruh umat terutama warga Banjar Adat Jurang Asri dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal-hal negatif di lingkungan banjar setempat,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Karya, I Made Sueca mengatakan Karya Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan dilaksanakan karena rampungnya semua palinggih pura yang diperbaharui.

Pada hari ini kata Made Sueca, dilaksanakan upacara Puncak Karya Ngeteg Linggih, Mahingkup, Bangun Ayu, Padyus-dyusan. Adapun Pujawali ini yang dipuput oleh Ida Peranda Mpu Nabe Yoga Daksa Paramitha dari Griya Peraupan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Wakil Walikota Denpasar karena sudah hadir menyaksikan Puncak Karya upacara Ngenteg Linggih. Semoga karya ini labda karya dan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca