Tuesday, 21 March 2023
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Ny. Putri Koster Buka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 2 Tahun 2023

Ketua Dekranasda Bali Ajak Mencintai Produk-produk Dalam Negeri Terutama Daerah Sendiri

BALIILU Tayang

:

pameran
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster foto bersama saat membuka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 2 Tahun 2023, Selasa (14/3) di Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Koster membuka secara resmi Pameran IKM Bali Bamgkit Tahap 2 Tahun 2023, di Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Selasa (14/3).

Mengawali arahannya, Ny. Putri Koster menyampaikan Pameran IKM Bali Bangkit mulai tahun ini, dilakukan perubahan dalam sistem pembayaran dimana penjualan di IKM Bali Bangkit pembayarannya dengan satu pintu di kasir dan murni hanya dari penjualan produk-produk yang dijual di Art Centre. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana hasil penjualan  adalah total dari penjualan tenan secara keseluruhan termasuk yang di luar art centre, dan mulai sekarang hasil penjualan merupakan hasil murni hanya produk-produk yang dijual di art centre dan hingga hari ini penjualan sudah mencapai Rp. 640.033.000,00.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini berharap kedepannya pameran di Art Centre ini tidak hanya menjadi tempat berjualan bagi IKM tetapi juga bagi wisatawan yang datang ke Bali sebagai tempat bagi mereka untuk mengedukasi diri, mencari produk yang berkualitas dengan harga yang pantas. Dimana seperti kita ketahui, di pasaran banyak produk kerajinan yang dijual yang mengatasnamakan produk Endek Bali dan songket Bali tetapi sesungguhnya tidak mendatangkan apa-apa bagi para perajin kita.

Bunda Putri menambahkan jika situasi ini dibiarkan dan terjadi pembiaran, maka kedepannya kita akan kehilangan warisan leluhur kita, kita tidak lagi menenun Endek karena Endek yang ada di pasaran ditenun di luar Bali dengan mengatasnamakan Endek Bali. Begitu pula dengan songket, kita kehilangan songket Bali karena motif songket diambil lalu dipindahkan ke bordir dan dijual murah. Hal ini tentu saja tidak hanya akan menghilangkan pasar, juga akan  menghilangkan perajin dan akan menurunkan kemuliaan kain songket. Suatu saat kalau hal ini dibiarkan maka Bali akan kehilangan songket dan Endek Balinya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Nasionalisme adalah Kunci Jaga Keutuhan Berbangsa dan Bernegara
pameran
Pembukaan Pameran IKM Bali Bangkit Tahap ke-2 Tahun 2023 dimeriahkan fashion show. (Foto: ist)

Untuk itu, pendamping orang nomor satu di Bali ini meminta kepada para pedagang jangan karena dengan alasan mencari rezeki tetapi membunuh warisan leluhur kita, atau dengan alasan hanya berdagang lalu diam-diam menjual produk yang bukan hasil para perajin. Kedepannya, Dekranasda Provinsi Bali bersinergi dengan Disperindag Provinsi Bali akan melakukan konsultasi dengan Kemenkumham terkait kekayaan intelektual komunal, untuk mengetahui terkait hak yang didapat para perajin sehingga terlindungi. Apabila ditemukan hal yang terkait dengan hukum perdata maupun pidana barangkali kalau sudah mengkhawatirkan suasananya maka akan dilakukan tindakan tegas. Bunda Putri mengingatkan kita jangan mencari untung sendiri dengan membuat buntung orang lain.

Di akhir arahannya, seniman multitalenta ini mengajak kita semua mencintai produk-produk dalam negeri terutama daerah sendiri. Pemerintah Provinsi Bali sudah memulai dimana semua jajaran mencintai produk dalam negeri dengan membeli dan menggunakan produk kerajinan dari para perajin, sehingga para perajin semakin bersemangat untuk berkarya. Kita harus  mencintai dan bangga menggunakan produk hasil kerajinan daerah sendiri.

Pembukaan Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 2 Tahun 2023 pada siang hari ini turut dihadiri Ketua Gatriwara Provinsi Bali, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bali, Ketua Dekranasda Kabupaten Karangasem, Ketua GOW Kabupaten Karangasem, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Karangasem, Kepala OPD Pemprov Bali dan organisasi wanita lainnya. Acara juga diisi dengan Fashion Show dari Dekranasda Kabupaten Karangasem, Inspektorat Provinsi Bali serta Biro PBJ dan Perekonomian Setda Prov. Bali. (gs/bi)

iklan stikom
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
nyepi pemkot
Advertisements
ucapan nyepi gubernur bali
Advertisements
nyepi
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Jelang Nyepi dan Ramadan, TPID Lakukan Sinergi dari Hulu ke Hilir Kendalikan Inflasi Pangan

Published

on

By

panen cabai
Penanaman bibit dan panen cabai yang dipusatkan di Kelompok Tani Ternak (KTT) Mekar Nadi Sari, Br. Bangah, Kec. Baturiti, Kab. Tabanan. (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jelang Hari Raya Nyepi dan Ramadan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Provinsi Bali melakukan sinergi dari hulu ke hilir dalam rangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Bali tahun 2023.

Di sisi hilir, pada 15 Maret 2023 telah dilaksanakan operasi pasar di Musholla Baitul Mu’miniin Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) Bali, Denpasar Selatan. Kegiatan operasi pasar tersebut merupakan sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar, Bank Indonesia Bali, Yayasan Baitul Mu’miniin BKDI Bali, Bulog, Perumda Pasar Sewakadharma, distributor bahan pangan serta UMKM. Kegiatan ini dihadiri oleh Walikota Denpasar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, Pimpinan Perbankan serta OPD terkait.

bi bali
Operasi pasar di Musholla Baitul Mu’miniin Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) Bali, Denpasar Selatan dihadiri oleh Walikota Denpasar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, Pimpinan Perbankan serta OPD terkait. (Foto: ist)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan operasi pasar selain upaya pengendalian inflasi, juga merupakan langkah untuk pemenuhan kebutuhan pangan terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Ramadan. Operasi pasar ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi dari UMKM yang terlibat.

Trisno juga menambahkan bahwa untuk menjaga stabilitas harga TPID di Provinsi Bali bekerjasama dengan Bulog, distributor bahan pangan dan perumda akan melakukan operasi pasar secara serentak dan berkelanjutan menjelang HBKN Nyepi dan Ramadan hingga Idul Fitri di seluruh wilayah Bali.

Selain itu, Bank Indonesia juga mendorong akseptansi ekonomi dan keuangan digital khususnya melalui QRIS. Oleh sebab itu, seluruh merchant yang terlibat dalam operasi pasar diwajibkan memasang QRIS sebagai salah satu opsi pembayaran.

Sedangkan di sisi hulu, pada 16 Maret 2023 telah dilakukan penanaman bibit dan panen cabai yang dipusatkan di Kelompok Tani Ternak (KTT) Mekar Nadi Sari, Br. Bangah, Kec. Baturiti, Kab. Tabanan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Sekretaris Daerah Kab. Tabanan, Forkopimda Kab. Buleleng, OPD Kab. Tabanan, Perumda Kab. Tabanan dan Kab. Buleleng serta perwakilan kelompok tani. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Gerakan Tanam “Merdeka 77.000” di Provinsi Bali pada tahun 2022 yang lalu.

Baca Juga  Lestarikan Khasanah Etika Busana Wanita Bali, Ny. Putri Koster Gelar Pelatihan ‘’Pusung Tagel’’

Dalam kegiatan panen cabai bersama ini juga dilakukan penanaman bibit cabai bersama dengan tujuan agar produksi cabai di Tabanan tetap berkelanjutan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa berdasarkan hasil monitoring harga yang dilakukan oleh Bank Indonesia, sampai dengan posisi minggu ke II bulan Maret 2023, masih terdapat potensi kenaikan harga yang bersumber dari harga komponen volatile foods (VF), khususnya cabai.

“Panen cabai kali ini tentunya akan menambah pasokan cabai di Bali sehingga diharapkan harga cabai di pasar akan menurun,” kata Trisno. Sementara, harga beras mulai melandai pada bulan Maret karena sebagian daerah di Bali sudah mulai memasuki musim panen. Trisno menambahkan bahwa Bank Indonesia terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah serta instansi terkait untuk mengendalikan inflasi pangan melalui GNPIP.

“Kegiatan ini harus dilakukan dengan semangat KIS (konsistensi, inovasi, dan sinergi) agar kestabilan harga dapat terus dijaga dan mencapai target inflasi 3%±1% pada akhir 2023,” ujar Trisno.

Sekretaris Daerah Kab. Tabanan, I Gede Susila menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang terus aktif dalam pengendalian inflasi di Provinsi Bali. Kab. Tabanan sebagai lumbung pangan Provinsi Bali akan terus mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan pengendalian inflasi pangan dan menjadikan produk asli Tabanan menjadi produk unggulan yang dapat menunjang lumbung pangan.

Gede Susila berharap berbagai instansi terkait turut mendukung pengembangan pertanian di Kab. Tabanan serta bersinergi bersama petani dan masyarakat dalam mengendalikan inflasi pangan. Pada kesempatan tersebut, Perumda Kab. Tabanan dan Kab. Buleleng juga turut hadir dan siap menyerap hasil panen cabai petani. Kerja sama tersebut sebagai bentuk implementasi local value chain dan pemberdayaan produk petani lokal, dimana Perumda dapat berperan menjadi offtaker hasil tanam petani yang diharapkan mampu memperpendek rantai pasokan sehingga harga tetap stabil dan kesejahteraan petani tetap terjaga.

Baca Juga  Menyapa dan Berbagi di Badung, Ny. Putri Koster Ajak PKK Geliatkan UP2K

Berdasarkan hasil koordinasi antara TPID Provinsi Bali, Bulog, Distributor dan Perumda, dapat dipastikan bahwa bahan kebutuhan pokok di Bali sangat mencukupi menjelang Hari Raya Nyepi dan Ramadan. Untuk itu, Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk berbelanja bijak dan hemat sesuai kebutuhan menjelang beberapa HBKN Nyepi dan puasa Ramadan. Perilaku belanja bijak dan hemat ini tentu dapat membantu dalam mengurangi tekanan inflasi harga pangan di Provinsi Bali. (gs/bi)

iklan stikom
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
nyepi pemkot
Advertisements
ucapan nyepi gubernur bali
Advertisements
nyepi
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei Konsumen Februari 2023, Optimisme Konsumen Bali Tetap Terjaga

Published

on

By

trisno
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari 2023 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi di Provinsi Bali tetap terjaga. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Bali di bulan Februari 2023 yang tercatat pada area optimis (indeks > 100) sebesar 134,1 meskipun tidak setinggi indeks pada bulan sebelumnya sebesar 140,8. Optimisme konsumen di Bali tersebut juga lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi nasional yang mencatatkan IKK Nasional sebesar 122,4.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa keyakinan konsumen Bali pada bulan Februari 2023 masih sedikit termoderasi akibat kenaikan harga barang dan bahan pokok yang tercatat inflasi sebesar 0,07% (mtm) atau 6,35% (yoy) pada bulan Februari 2023.

Trisno menambahkan bahwa penurunan IKK pada periode laporan juga terjadi secara nasional yakni dari 123,0 pada Januari 2023 menjadi 122,4 pada Februari 2023. Ke depan, keyakinan konsumen akan dipengaruhi oleh upaya pengendalian inflasi yang dilakukan di masing-masing daerah terutama dalam mengantisipasi kenaikan permintaan menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yaitu Hari Raya Nyepi dan puasa Ramadhan.

Lebih lanjut, dikatakan, tetap terjaganya optimisme konsumen di Bali ditopang oleh tetap kuatnya kondisi Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masih tercatat pada area optimis (indeks > 100) yakni masing-masing sebesar 126,7 dan 141,5. IKE Provinsi Bali pada Februari 2023 sebesar 126,7 atau melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 130,5.

Termoderasinya kondisi IKE yang terjadi pada Februari 2023 dipengaruhi oleh komponen Ketersediaan Lapangan Kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu termoderasi sebesar -5 poin dan Penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu termoderasi sebesar -14 poin. Sementara itu, komponen Konsumsi Barang-barang Kebutuhan Tahan Lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu mengalami peningkatan sebesar 7,5 poin.

Baca Juga  Menyapa dan Berbagi di Badung, Ny. Putri Koster Ajak PKK Geliatkan UP2K

Meskipun mengalami perlambatan, ungkap Trisno, IKE Provinsi Bali masih lebih baik dibandingkan kondisi nasional yang mencatatkan IKE Nasional sebesar 112,4. Ekspektasi konsumen Bali terhadap kondisi ekonomi ke depan tidak setinggi periode sebelumnya. Hal ini tercermin dari IEK di Bali yang mengalami perlambatan yakni dari 151,2 di bulan Januari 2023 menjadi 141,5 di bulan Februari 2023. Kondisi IEK di Provinsi Bali pada periode laporan termoderasi dipengaruhi oleh komponen pembentuk IEK yaitu Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha 6 bulan mendatang, Indeks Ekspektasi Penghasilan 6 bulan mendatang, dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja 6 bulan mendatang.

Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha 6 bulan mendatang menurun sebesar -12,5 poin atau dari indeks 152,5 menjadi 140. Indeks Ekspektasi Penghasilan 6 bulan mendatang turut mengalami penurunan sebesar -13,5 poin atau dari indeks 144,5 menjadi 131. Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja 6 bulan mendatang mengalami penurunan sebesar -3 poin atau dari indeks 156,5 menjadi 153,5. ‘‘Meskipun mengalami perlambatan, IEK Provinsi Bali masih lebih baik dibandingkan kondisi nasional yang mencatatkan IEK Nasional sebesar 132,5,‘‘ ujar Trisno Nugroho. (gs/bi)

iklan stikom
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
nyepi pemkot
Advertisements
ucapan nyepi gubernur bali
Advertisements
nyepi
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Serahkan 1.000 NIB, Wagub Cok Ace: Dengan NIB, Pelaku Usaha akan Peroleh Banyak Keuntungan

Published

on

By

wagub
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menyerahkan 1.000 sertifikat Nomor Induk Berusaha pada Jumat (10/3) di Four Star Hotel-Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menghadiri sekaligus menyerahkan 1.000 sertifikat Nomor Induk Berusaha (NIB) yang digawangi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali. Penyerahan NIB diselenggarakan dalam acara “Bimbingan Teknis/Sosialisasi Implementasi dan Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko’’, dalam rangka menyambut Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1945, DPMPTSP Provinsi Bali melegalkan 1.000 Pelaku Usaha tingkat resiko rendah perorangan melalui penerbitan NIB, di Four Star Hotel-Denpasar, pada Jumat (10/3).

Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa NIB merupakan identitas bagi setiap pelaku usaha. Dengan memiliki NIB berarti kegiatan usaha yang akan dilaksanakan sudah legal. Dengan demikian pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatan akan aman dan nyaman. Dengan memiliki NIB, identitas pelaku usaha tercatat dalam data base pemerintah, sehingga akan memperoleh banyak keuntungan seperti mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat, memperoleh pelatihan, tepat sasaran dalam memperoleh program pemerintah, kemudahan memasuki komunitas resmi dan kemudahan lainnya. NIB penting karena menjadi titik awal untuk mengurus izin yang lain.

Hal ini sejalan dengan Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha  Berbasis Resiko, mengamanatkan untuk memulai dan melakukan kegiatan usaha, Pelaku Usaha Wajib memenuhi Perizinan Berusaha Berbasis Resiko.

“Saya memberikan apresiasi kepada DPMPTSP Provinsi Bali yang telah melegalkan 1000 pelaku usaha mikro kecil perorangan dengan tingkat resiko rendah yang sudah banyak berjasa membantu pemerintah sebagai penggerak perekonomian masyarakat di dalam kondisi apa pun,” ucap Cok Ace seraya menutup acara bimtek tersebut dan sekaligus menyerahkan sertifikat kepada para peserta.

Sementara itu, Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Oka Sutha Diana menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1945, mulai tanggal 7 maret s/d 10 maret 2023, setiap hari dibagi menjadi  2 sesi pagi dan siang. Materi yang diberikan dalam bimtek tersebut yaitu sosialisasi dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta materi terkait pengembangan UMKM dengan memanfaatkan teknologi digital berbasis kearifan lokal ekonomi Kerthi Bali narsum dari akademisi dan sosialisasi perizinan berusaha dilanjutkan dengan penerbitan NIB oleh tim OSS.

Baca Juga  Dialog Lintas Denpasar, Ny. Putri Koster Tekankan Pentingnya Perhatian pada Kesehatan Mental

“Sampai saat ini sudah 1.000 pelaku usaha tingkat resiko rendah perorangan yang kami legalkan melalui penerbitan NIB, semoga ini memberikan dampak positif terhadap keberadaan UMKM Bali dan iklim ekonomi di Bali,” pungkas Kadis DPMPTSP Provinsi Bali.

Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Direktur Wilayah BPJS Kesehatan Bali Nusra, Deputi Direksi Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali Nusra, Kepala Perangkat Daerah Prov. Bali, para Narasumber, para pelaku usaha dan undangan terkait lainnya. (gs/bi)

iklan stikom
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
nyepi pemkot
Advertisements
ucapan nyepi gubernur bali
Advertisements
nyepi
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca