Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Ny. Putri Koster Minta Bank BPD Beri Peluang dan Edukasi UMKM/IKM Bali

BALIILU Tayang

:

de
SERAHKAN HADIAH: Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Mars dan Lagu Dirgahayu Bank BPD Bali, di Gedung Ksirarnawa Art Center - Denpasar, Sabtu (15/5).

Denpasar, baliilu.com – Perhelatan Hari Ulang Tahun ke-59 Bank BPD Bali mengusung tema  “Bangkit Bersama BPD Bali”. Hal ini selaras dengan kebijakan pemerintah terkait pemulihan perekonomian nasional.

Pada event kali ini, digelar lomba paduan suara yang diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 15 Mei 2021, yang tampilannya dipadukan dengan pemakaian pakaian berbahan kain tenun tradisional berupa endek khas wilayah atau kabupaten masing-masing peserta, yang merupakan produksi UMKM/ IKM.

Selanjutnya, kegiatan ini dipublikasikan dan disebarluaskan, sehingga menunjukkan eksistensi bahwa IKM bisa lebih maju di tengah pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan secara tegas dan lugas oleh Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali saat membuka Lomba Mars dan Lagu Dirgahayu Bank BPD Bali, di Gedung Ksirarnawa Art Center – Denpasar, Sabtu (15/5).

Melihat kondisi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum juga berakhir, menampakkan sektor pariwisata masih mengalami keterpurukan dan harus mencari upaya agar perekonomian Bali kembali berputar, Ketua Dekranasda Provinsi Bali mengatakan, pihaknya sebagai pendukung pemerintahan berkewajiban mengajak semua pihak untuk turut serta bangkit dan mulai bergerak serentak.

BUKA LOMBA: Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali saat membuka Lomba Mars dan Lagu Dirgahayu Bank BPD Bali, di Gedung Ksirarnawa Art Center – Denpasar, Sabtu (15/5).

Ke depan, ujarnya, perlu diperkuat konsep segitiga sama sisi, yakni dari sektor pariwisata, sektor pertanian dan UMKM/ IKM Bali untuk saling menopang, di mana ketika pariwisata terpuruk maka masih ada dua sektor, yakni pertanian dan UMKM/IKM, yang berdiri tegak dan menopang.

Pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster meminta kepada Direksi Bank BPD Bali agar tidak hanya berlaku sebagai penyedia modal bagi pengembangan UMKM/ IKM saja, namun juga membantu pemerintah dalam menyiapkan arena dan peluang dalam mengedukasi pelaku UMKM/ IKM dari segi managemen produksi dan juga pemasaran yang sehat di tengah persaingan pemasaran digital.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Para Designer Gaungkan Kembali Kain Tenun Asli Bali

“Hal ini mengingat begitu banyaknya produksi kain tenun khas Bali di luar Bali, yang mengakibatkan Bali semakin hari semakin kehilangan generasi penerus sebagai tenaga kerja penenun kain tradisional. Yang kemudian dilanjutkan dengan penjualan kain tenun produksi luar Bali dibawa kembali untuk dijual di sini (Bali), sehingga mengakibatkan pelaku UMKM/ IKM Bali kehilangan konsumen, karena rata-rata kain tenun mereka jual dengan harga yang murah,” ujar Ny. Putri Koster.

Ny. Putri Koster mengatakan, untuk itu perlu untuk menjaga warisan budaya berupa kain tenun tradisional khas wilayah dan kabupaten  masing-masing. Dengan produksi yang berkualitas maka harga juga secara otomatis akan mengikuti. Dengan kesejahteraan yang meningkat, maka generasi penerus tenun tradisional akan tertarik untuk meneruskan warisan mereka, terlebih setiap wilayah mengeluarkan perarem (aturan) penggunaan kain tenun produksi lokal mereka. “Contohnya seperti daerah Tenganan yang mewajibkan warganya untuk menggunakan kain tenun endek produksi wilayah mereka saat upacara adat,” tegas Ny. Putri Koster.

Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan saat wawancara dengan media bahwa kegiatan lomba paduan suara yang dikolaborasikan dengan penggunaan kain endek merupakan salah satu program dalam membangkitkan karya kreativitas UMKM / IKM yang merupakan warisan budaya Bali yang juga sudah memiliki hak kekayaan intelektual komunal, sehingga hal ini menjadi fokus dalam peringatan HUT ke-59 Bank BPD Bali. Pihaknya juga mengajak seluruh karyawan Bank BPD Bali untuk turut mendukung bangkitnya UMKM/ IKM Bali dengan mengunjungi pameran IKM di areal art center. Karena kain tenun endek memiliki nilai dan kualitas yang sangat bagus dan modis untuk digunakan.

Sementara itu, melalui lomba menyanyikan lagu Mars dan Dirgahayu Bank BPD Bali, diharapkan mampu membangkitkan sekaligus memperluas gaung keberadaan Bank BPD Bali dalam memberikan layanan kepada nasabah dan masyarakat Bali, sehingga memberi peluang untuk mengasah talenta dan kreativitas pegawai Bank BPD Bali yang sudah telaten di bidang keuangan. Karena paduan suara penting dilakukan yakni dengan memadukan hal-hal (suara) yang berbeda menjadi satu nada ritme yang harmonis.

Baca Juga  Angkat Tema ‘‘Bali Pulau Organik‘‘,  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber Dialog Interaktif di RRI Singaraja

Dari 15 peserta yakni 14 kantor cabang dan 1 kantor pusat se-Bali, yang ditetapkan sebagai juara adalah peserta dari Kantor Cabang Renon, disusul oleh Kantor Cabang Utama Denpasar dan terakhir sebagai juara 3 adalah Kantor Pusat Bank BPD Bali. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

September 2026, Inflasi Bali Melandai

Published

on

By

BI Bali
Infografis inflasi Provinsi Bali per September 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Oktober 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada September 2026 mengalami inflasi sebesar 0,32% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan Agustus yang mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh meningkatnya biaya produksi, khususnya harga pakan, yang mendorong kenaikan harga ayam ras di tingkat Konsumen, serta kemarau berkepanjangan yang diiringi oleh El Nino dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang mempengaruhi harga cabai dan beras. Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 3,45% (yoy) pada Agustus 2026 menjadi 3,79% (yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,28% (yoy).

Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa secara spasial, seluruh kabupaten/kota IHK di Bali mencatat inflasi bulanan pada September 2026. Kabupaten Badung mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,55% (mtm), diikuti Kabupaten Tabanan sebesar 0,46% (mtm), Kota Denpasar sebesar 0,21% (mtm), dan Singaraja sebesar 0,19% (mtm). Sementara secara tahunan, inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Tabanan sebesar 4,54% (yoy), diikuti Kabupaten Badung sebesar 3,95% (yoy), Singaraja sebesar 3,87% (yoy), dan Kota Denpasar sebesar 3,42% (yoy).

Berdasarkan komoditas, lanjut Achris Sarwani, secara bulanan inflasi pada September 2026 bersumber dari peningkatan harga daging ayam ras, cabai rawit, air kemasan, biaya akademik/perguruan tinggi, jeruk, bahan bakar rumah tangga, dan beras. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga angkutan udara, canang sari, cabai merah, bawang putih, sawi hijau, ketimun, emas perhiasan, bawang merah, terong, dan kangkung.

Achris Sarwani menegaskan bahwa Bank Indonesia Provinsi Bali terus mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar agar capaian inflasi Provinsi Bali pada akhir tahun dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%. Ke depan, beberapa risiko inflasi yang perlu dicermati antara lain berlanjutnya fenomena El Niño dan mundurnya awal musim hujan yang berpotensi mengganggu produksi pangan, khususnya komoditas hortikultura. Selain itu, potensi gangguan distribusi pangan antardaerah termasuk melalui jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, serta masih tingginya biaya angkutan barang global juga perlu menjadi perhatian. Di sisi lain, meredanya aktivitas kunjungan wisatawan setelah periode puncak liburan diprakirakan dapat mengurangi tekanan inflasi dari sisi permintaan.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Para Designer Gaungkan Kembali Kain Tenun Asli Bali

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, kata Achris Sarwani, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkah-langkah implementasinya diantaranya melalui Rakor Inflasi TPIP-TPID, intensifikasi Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga secara berkala, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, pemberian bantuan sarpras kepada kelompok tani, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Dengan dukungan sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah melalui TPID se-Bali, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%, sehingga dapat mendukung stabilitas perekonomian dan daya beli masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei Agustus 2026, Penjualan Eceran Bali Tetap Kuat

Published

on

By

Penjualan Eceran Bali Tetap Kuat pada Agustus 2026
Infografis indeks penjualan riil Provinsi Bali bulan Agustus 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan eceran Bali tetap menunjukkan tren positif pada Juli 2026. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang berada pada level 128,6 dan meningkat 1,7% (mtm), sekaligus mempertahankan level optimis (indeks >100). Peningkatan kinerja tersebut terutama didorong oleh meningkatnya permintaan pada kategori sandang sebesar 7,9% (mtm), kategori makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,9% (mtm), serta kategori barang budaya dan rekreasi sebesar 3,5% (mtm). Penguatan tersebut mencerminkan tetap kuatnya permintaan ritel pada periode libur sekolah serta meningkatnya aktivitas pariwisata Bali yang memasuki periode peak season. Kinerja penjualan eceran yang tetap kuat juga sejalan dengan membaiknya fundamental perekonomian Bali. Pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,78% (yoy), didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, dan aktivitas sektor pariwisata yang tetap kuat. Di sisi lain, inflasi Bali pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,42% (yoy), menurun dibandingkan bulan sebelumnya dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi nasional. Kondisi ini mendorong terjaganya daya beli masyarakat. Selain itu, aktivitas pariwisata Bali yang memasuki periode puncak kunjungan pada Juli-September 2026 turut mendorong permintaan barang dan jasa serta menjaga momentum konsumsi rumah tangga sebagai motor utama perekonomian daerah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengungkapkan bahwa kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 diprakirakan tetap kuat. Hal ini tercermin dari IPR Agustus 2026 yang diprakirakan berada pada level 129,2, atau meningkat 0,5% (mtm), ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori bahan bakar kendaraan bermotor, barang budaya dan rekreasi, serta suku cadang dan aksesori. Perkembangan tersebut terutama didukung oleh berlanjutnya aktivitas pariwisata selama periode peak season, meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum Hari Kemerdekaan RI, serta tingginya kegiatan sosial dan adat yang mendorong permintaan berbagai komoditas ritel.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Mengucapkan Rahajeng Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1945

Sementara itu, Achris Sarwani menegaskan bahwa ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Oktober 2026 dan Januari 2027 diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Oktober 2026 dan Januari 2027 masing-masing sebesar 198 dan 200. Meskipun meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, inflasi Bali pada Agustus 2026 sebesar 3,45% (yoy) masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Kondisi tersebut mendukung terjaganya daya beli masyarakat dan memberikan ruang bagi konsumsi rumah tangga untuk tetap tumbuh.

Optimisme pelaku usaha tetap terjaga meskipun mengalami moderasi dibandingkan survei sebelumnya. Hal tersebut tercermin pada Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) yang masih berada pada level optimis (indeks >100), baik untuk tiga bulan maupun enam bulan mendatang. IEP enam bulan mendatang (Januari 2027) lebih rendah menjadi 188 dari 198 pada survei sebelumnya.

Sementara itu, Achris Sarwani menyampaikan bahwa IEP tiga bulan mendatang (Oktober 2026) tercatat sebesar 180, sedikit lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya sebesar 184. Meskipun mengalami moderasi jangka pendek, pelaku usaha tetap meyakini prospek penjualan ritel Bali akan meningkat, terutama didukung aktivitas pariwisata dan konsumsi rumah tangga yang masih kuat. Keyakinan pelaku usaha tersebut turut didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha Perdagangan yang hingga Juli 2026 tercatat tumbuh 1,86% (yoy).

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. Sejalan dengan itu, implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) akan terus diperkuat untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan menopang momentum pertumbuhan ekonomi daerah. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Hadiri Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” di Karangasem

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Optimisme Konsumen Bali Tetap Kuat di Tengah Normalisasi Aktivitas Ekonomi

Published

on

By

Infografis Indeks Keyakinan Konsumen Bali Agustus 2026
Infografis indeks keyakinan konsumen di Provinsi Bali. (Foto; Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada Agustus 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada pada level optimis sebesar 123,1 (indeks >100), serta lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 118,5. Sejalan dengan proses normalisasi aktivitas ekonomi pasca periode libur sekolah dan tingginya basis keyakinan pada bulan sebelumnya, IKK Bali mengalami penyesuaian terbatas dari 126,3 pada Juli 2026 menjadi 123,8 pada Agustus 2026. Optimisme konsumen tetap terjaga terutama pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran lebih dari Rp 8 juta, Rp 6-7 juta, dan Rp 3-4 juta per bulan.

Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor formal (128,3) dan sektor informal (116,8). Optimisme yang terjaga didukung oleh membaiknya kinerja pariwisata dan tetap kuatnya aktivitas sektor jasa.

Lebih detail, penurunan IKK pada periode Agustus 2026 turut dipengaruhi oleh penurunan pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mengalami penurunan dari 122,3 pada Juli 2026 menjadi 118,0 pada Agustus 2026 atau turun sebesar 3,5% (mtm). Penurunan IKE bersumber dari ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (128,0), penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (124,5), serta konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (101,5). Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan dari 130,3 pada Juli 2026 menjadi 128,2 pada Agustus 2026 atau turun sebesar 1,7% (mtm). Penurunan terutama terjadi pada komponen perkiraan penghasilan (127,0), perkiraan ketersediaan lapangan kerja (129,5) dan perkiraan kegiatan usaha (128,0).

Kepala kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa meskipun mengalami penyesuaian, tingkat keyakinan konsumen Bali masih berada pada zona optimis. Perkembangan tersebut mencerminkan proses normalisasi pasca periode libur sekolah dan tingginya aktivitas konsumsi pada bulan sebelumnya. Di sisi lain, masyarakat tetap menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan seiring dengan masih kuatnya aktivitas sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa yang menjadi penggerak utama perekonomian Bali.

Baca Juga  Paparkan Pembangunan Infrastruktur di Bali, Ny. Putri Koster: Masyarakat Bali Harus Berpartisipasi Aktif, Jangan Jadi Penonton

Tetap terjaganya optimisme konsumen juga sejalan dengan berbagai indikator ekonomi Bali yang masih menunjukkan kinerja positif. Aktivitas pariwisata yang memasuki periode peak season pada Juli-September 2026 turut mendorong peningkatan mobilitas wisatawan dan permintaan barang serta jasa di Bali. Di sisi lain, inflasi Bali pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,45% (yoy) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Kondisi tersebut menjadi faktor penopang keyakinan konsumen terhadap prospek perekonomian Bali ke depan.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, TP2ED, TPID, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. Di tengah dinamika perekonomian global, sinergi tersebut diharapkan dapat menjaga optimisme masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi Bali ke depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca