Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Ny. Putri Koster: Permasalahan Stunting Perlu Mendapat Perhatian dan Upaya Kita Bersama

BALIILU Tayang

:

Ny. Putri Koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali saat menjadi narasumber, di Bali TV Denpasar, Selasa, Anggara Umanis Krulut (19/7). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster menjadi narasumber dalam acara Perempuan Bali Bicara yang mengangkat tema ”Cegah Stunting Itu Penting” di Studio Bali TV, Denpasar, Selasa (Anggara Umanis Krulut) 19 Juli 2022.

Mengawali arahannya, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwasanya permasalahan stunting perlu mendapat perhatian dan upaya dari kita bersama untuk mengatasinya. Tidak hanya pemerintah semata, namun semua komponen masyarakat bersinergi mengatasi stunting dan melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat terkait apa itu stunting, upaya pencegahannya serta apa yang dapat kita lakukan untuk menekan angka stunting di Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri menambahkan, meskipun secara persentase jumlah kasus stunting di Bali jauh lebih rendah daripada nasional, namun bukan berarti kita bisa mengabaikannya. Mengingat hal ini menyangkut pada kualitas tumbuh kembang dari para generasi penerus bangsa. “Upaya- upaya pencegahan harus terus kita lakukan sehingga jumlah penderita stunting bisa kita tekan bahkan menjadi nol kasus,” ujarnya.

Untuk itu Bunda Putri berharap, kader PKK yang ada hingga tingkat dasa wisma , terus bergerak melakukan berbagai upaya -upaya pencegahan baik itu melalui sosialisasi, edukasi termasuk memberi perhatian pada gizi dan kondisi kesehatan para remaja, ibu hamil, serta balita.

Pengetahuan yang baik tentang gizi dan asupan yang membangun pertumbuhan dimulai sejak perempuan memasuki masa remaja, pra-nikah, hamil, dan melahirkan. “Asupan gizi menjadi sangat penting bagi tumbuh kembang janin yang akan dilahirkan, selain membentuk kelengkapan organ tubuh yang sempurna, juga akan mempengaruhi kecerdasan kerja otaknya setelah dilahirkan nanti,” ujarnya.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster. (Foto : Ist)

Pendamping orang nomor satu di Bali ini menambahkan, tidak hanya calon ibu dan ibu hamil yang perlu mendapat perhatian, setelah lahir bayi juga harus mendapatkan perhatian yang lebih dari sebelumnya. Karena selain membutuhkan imunisasi yang lengkap, ASI yang cukup, asupan makanan dan gizi yang lengkap, tumbuh kembang bayi juga wajib diperhatikan setiap bulannya. Karena perkembangan berat dan panjang badan bayi sangat penting untuk mengetahui apakah bayi tersebut tumbuh baik dengan berat dan panjang yang standar ataukah belum, dari sinilah akan diketahui apakah pertumbuhan bayi tersebut termasuk stunting ataukah tidak.

Baca Juga  Pemkab Badung Intervensi Serentak Penurunan Stunting

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes menyampaikan stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan kembang pada balita yang diakibatkan oleh gizi kronis 1000 hari pertama kehidupan (setelah dilahirkan). Dan hal ini akan bisa dilihat atau diketahui setelah pertumbuhan balita di usia 2 tahun, yang ditandai dengan gagal pertumbuhan tinggi (panjang) badan yang kurang dari standar, terjadi gangguan  kognitif atau gangguan pada otak serta mengalami gangguan metabolik.

Secara nasional, Bali mencatat tingkat stunting di tahun 2021 sebanyak 10.9%. hal ini menunjukkan Bali memiliki tingkat stunting terendah di Indonesia, namun Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK seluruh Bali mentargetkan Bali 9.28% di tahun 2022 ini.

Selain asupan gizi yang cukup melalui makanan, juga diperlukan tablet penambah darah yang wajib diminum oleh remaja putri. Hal ini dimaksudkan agar ketahanan tubuh dapat dimiliki saat nanti mulai mengandung dan melahirkan mengingat daya tahan tubuh dibangun mulai dari usia remaja.

 Selain mengkonsumsi tablet penambah darah, pemberian makanan tambahan (PMT) terhadap ibu hamil dan juga balita adalah salah satu upaya mencegah terjadinya stunting bagi anak. Sehingga jumlah dan kasus ibu hamil KEK (kekurangan energi kronis) dapat diminimalkan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Pemkab Badung Intervensi Serentak Penurunan Stunting

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Rembug untuk Turunkan Angka Stunting

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Cegah Stunting Ny. Sagung Antari Jaya Negara Serahkan Bantuan PMT kepada Ibu Hamil dan Balita Kurang Gizi

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca