Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Sagung Antari Jaya Negara Ajak Ibu-ibu Jadi Garda Terdepan Kelola Sampah Rumah Tangga

BALIILU Tayang

:

antari jaya negara
TALKSHOW: Talkshow menghadirkan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Penjabat Ketua DWP Kota Denpasar Ny. I Gusti Ayu Suwandewi Eddy Mulya, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Denpasar Selatan sekaligus penggiat lingkungan Dr. Ida Ayu Maharatni, S.Psi., M.Si. yang digelar Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) Areal Denpasar Festival, Catur Muka Denpasar, Selasa (23/12). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Permasalahan sampah masih menjadi tantangan nyata di Kota Denpasar, khususnya sampah rumah tangga yang volumenya terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Kondisi ini semakin mendesak mengingat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung dalam waktu dekat akan ditutup, sehingga diperlukan perubahan pola pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Sebagian besar sampah di Kota Denpasar dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di rumah tangga. Oleh karena itu, pengelolaan sampah tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam talkshow yang digelar di Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) Areal Denpasar Festival, Catur Muka Denpasar, dengan tema “Mulai dari Rumah: Ibu Rumah Tangga sebagai Garda Terdepan Kelola Sampah.”

Talkshow ini menghadirkan narasumber Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Penjabat Ketua DWP Kota Denpasar Ny. I Gusti Ayu Suwandewi Eddy Mulya, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Denpasar Selatan sekaligus penggiat lingkungan Dr. Ida Ayu Maharatni, S.Psi., M.Si. Melalui kegiatan ini ditegaskan bahwa perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah.

Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan bahwa ibu rumah tangga memiliki peran strategis sebagai manajer utama rumah tangga.

“Rumah tangga adalah pengelola utama aktivitas keluarga. Ibu rumah tangga yang setiap hari menentukan apa yang dibeli, apa yang dimasak, serta bagaimana sisa atau sampahnya ditangani pertama kali,” ujarnya Selasa (23/12).

Lebih lanjut dijelaskan, kebiasaan memilah, mengurangi, dan mengolah sampah sangat dipengaruhi oleh peran ibu dalam mengatur aktivitas rumah tangga sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada seluruh anggota keluarga.

Baca Juga  Gubernur Koster Terima Perwakilan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali

Untuk itu, TP PKK Kota Denpasar terus mendorong edukasi dan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui kelompok Dasawisma.

“Hal sederhana seperti membawa kantong belanja sendiri dari rumah saat berbelanja juga sangat penting untuk mengurangi sampah plastik. Kami dorong pemilahan sampah dari rumah serta pengolahan sampah organik melalui komposting atau biopori sebagai langkah awal,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah rumah tangga adalah konsistensi, keterbatasan waktu, serta masih minimnya pemahaman masyarakat terhadap nilai ekonomi sampah anorganik.

“GOW berperan sebagai wadah sinergi organisasi wanita. Kami memfasilitasi berbagai pelatihan, seperti pembuatan ecobrick dan kerajinan dari bahan daur ulang, serta menjembatani kerja sama dengan Bank Sampah agar ibu-ibu termotivasi melihat sampah sebagai peluang menambah penghasilan,” jelasnya.

Penjabat Ketua DWP Kota Denpasar Ny. I Gusti Ayu Suwandewi Eddy Mulya menambahkan bahwa keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi teladan dalam pengelolaan sampah. DWP mendorong implementasi program “Gerakan 1 Rumah 1 Komposter” atau program sejenis di lingkungan keluarga ASN.

“Kami mewajibkan pemilahan sampah dan kepemilikan tempat sampah terpilah di rumah. Selain itu, DWP secara rutin melaksanakan sosialisasi dan monitoring internal untuk memastikan kebijakan Pemerintah Kota Denpasar tentang pengelolaan sampah diterapkan mulai dari rumah dinas maupun rumah pribadi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan sekaligus penggiat lingkungan Ida Ayu Maharatni, menegaskan bahwa penutupan TPA Suwung menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk kembali mengelola sampah secara mandiri seperti yang dilakukan pada masa lalu.

“Dulu masyarakat membuang sampah ke teba karena sampahnya bersifat organik. Sekarang kondisinya berbeda, sehingga sampah harus dipilah. Sampah organik, seperti sisa upacara, bisa dicacah atau disobek agar mudah terurai. Jika dikelola dengan baik, sampah organik dapat didaur ulang dan bahkan menghasilkan nilai ekonomi,” jelasnya.

Baca Juga  Ny. Sagung Antari Jaya Negara Dukung PPLH, Produksi Kantin Pangan yang Sehat

Melalui talkshow ini diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh keluarga, dengan ibu rumah tangga sebagai garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan Kota Denpasar yang bersih dan berkelanjutan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Hadiri Sesi Pleno KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/dpr.go.id)

Mactan Expo, Cebu, Filipina, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.

“Kita harus memberi contoh, kita harus benar-benar berkomitmen untuk memiliki ASEAN yang solid dan ASEAN yang menjaga perdamaian, menjaga stabilitas, yang menghargai dialog dan kolaborasi,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai bahwa konflik dan rivalitas geopolitik hanya akan membawa dampak buruk bagi masyarakat dan menghambat pembangunan kawasan. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa ASEAN harus terus mengedepankan dialog dan kerja sama sebagai fondasi utama hubungan antarnegara.

“Kita tidak boleh membiarkan persaingan. Kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita menentukan masa kini dan masa depan kita. Indonesia bertekad untuk membangun kebijakan bertetangga yang baik,” tutur Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa ASEAN harus mampu menjaga independensi dan tidak terpengaruh oleh rivalitas geopolitik global yang dapat memecah persatuan kawasan. “Sekali lagi, kita tidak boleh terbawa dan tidak boleh terpengaruh oleh arus persaingan geopolitik dan ego saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus memperkuat budaya damai dan kerja sama kawasan di tengah meningkatnya berbagai tantangan global. Menurutnya, ASEAN harus mampu menjadi contoh kawasan yang stabil, harmonis, dan menjunjung tinggi perdamaian dunia.

“Di tengah makin dalamnya perpecahan, budaya perdamaian ASEAN tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga harus kita majukan agar menjadi contoh global. ASEAN harus benar-benar menjadi zona perdamaian,” ucap Presiden Prabowo. (gs/bi)

Baca Juga  DPRD Bali Dukung Penutupan TPA Suwung dan Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KSSK Pastikan Stabilitas Fiskal dan Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Published

on

By

stabilitas fiskal
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5). (Foto: Hm Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan nasional pada triwulan I tahun 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5).

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan I-2026 tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah,” ujar Menkeu Purbaya.

Menkeu menjelaskan, memasuki April 2026 dinamika konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar keuangan global, terutama melalui lonjakan harga energi. Oleh karena itu, KSSK akan terus melakukan asesmen secara forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan guna memitigasi berbagai risiko ketidakpastian global.

Di sisi domestik, Menkeu menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat cukup baik. Meski demikian, Menkeu menyampaikan akan terus waspada terhadap semua kendala  yang mungkin timbul

“Untuk ekonomi domestik kita lihat triwulan pertama pertumbuhan cukup bagus, 5,61 persen. Tapi kita akan lihat seperti apa di triwulan kedua tahun ini. Kita waspadai semua kendala yang mungkin timbul,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.

“Kalau kita lihat di APBN kan targetnya 6,4 persen tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun ini,” imbuhnya.

Pada penutup konferensi pers, KSSK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga  Sanksi Tegas Mengancam, Gubernur Koster Minta Perbekel “Jengah“ Kelola Sampah Berbasis Sumber

“KSSK berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dan memperkuat coordinated policy response serta kewaspadaan untuk memitigasi berbagai risiko yang dapat berdampak terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan,” tutup Menkeu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Legislator Dorong Pengakuan Konstitusional Masyarakat Adat

Published

on

By

RUU Masyarakat Adat
KUNKER: Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta dalam kunjungan kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Bali guna menyerap masukan langsung terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat. Kunjungan ini krusial mengingat Bali memiliki struktur sosial masyarakat adat yang sangat stabil dan telah diakui secara tradisional namun masih kerap menghadapi tantangan dalam sinkronisasi regulasi nasional.

Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta, menjelaskan bahwa pemilihan Bali sebagai lokasi kunjungan didasari oleh sistem desa adatnya yang sudah tertata dengan baik. Di Bali, terdapat sekitar 1.500 desa adat yang memiliki institusi stabil, lengkap dengan konstitusi adat (Awig-awig), pemerintahan adat, serta kekayaan sendiri.

“Bali kita jadikan tempat untuk kita kunjungi berkaitan dengan persoalan penyusunan undang-undang tentang masyarakat adat. Karena kita tahu Bali memiliki struktur sosial yang memang sudah ada sejak dulu. Di Bali ini ada tiga desa; desa dinas administratif, dan desa adat dengan institusi yang sudah sangat stabil,” ujar Nyoman Parta di sela pertemuan dengan pemangku kepentingan di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026).

Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti bahwa meskipun Bali sudah memiliki peraturan daerah dan gubernur tentang perlindungan desa adat, posisi masyarakat adat sering kali masih terabaikan ketika berhadapan dengan kebijakan investasi atau perizinan negara. Ia menekankan bahwa RUU ini harus mampu memberikan kepastian hukum agar masyarakat adat tidak selalu menjadi pihak yang kalah dalam konflik agraria atau perizinan.

“Sering sekali ketika modal datang, ketika peraturan-peraturan datang, sering sekali mengabaikan posisi masyarakat adat, mengabaikan desa adat, terutama sekali berkaitan dengan persoalan perizinan dan politik perizinan negara. Ini sering sekali masyarakat adat merasa diabaikan dan akhirnya konflik yang berkembang,” tegas Nyoman Parta.

Baca Juga  Ny. Antari Jaya Negara Kukuhkan Pengurus IGTKI - PGRI Kota dan Kecamatan Se-Kota Denpasar

Lebih lanjut, Nyoman Parta memaparkan tiga alasan utama mengapa RUU Masyarakat Adat ini mendesak untuk segera disahkan. Pertama, proses pembahasannya yang sudah berjalan sangat lama hingga 22 tahun. Kedua, masyarakat adat merupakan ciri asli Indonesia yang sudah eksis jauh sebelum kemerdekaan. Ketiga, peran vital masyarakat adat dalam isu lingkungan global.

“Dalam konteks kekinian, jika kita bicara tentang urusan perubahan iklim, kita bicara tentang tabungan karbon, yang paling berjasa dalam merawat alam dan lingkungan adalah masyarakat adat. Maka dengan undang-undang ini, mungkin nanti masyarakat adat itu cukup deklarasi saja, selanjutnya dilakukan verifikasi untuk mendapatkan pengesahan,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini juga membahas integrasi RUU Masyarakat Adat dengan urgensi Satu Data Indonesia. Nyoman Parta meyakini bahwa dengan adanya undang-undang ini, pendataan wilayah adat, hutan adat, dan wilayah administrasi akan menjadi lebih rapi dan sinkron, sehingga dapat menunjang sektor pariwisata yang berbasis pada kelestarian budaya masyarakat adat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca