Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

”Nyaksi Ngenteg Linggih” Pura Dalem Desa Adat Cekik

Bupati Sanjaya Apresiasi Konsep Yadnya yang Dijalankan Krama

Loading

BALIILU Tayang

:

cekik
KARYA NGUSABA: Bupati Tabanan Komang Sanjaya saat menghadiri Karya Ngusaba di Pura Dalem Desa Adat Cekik, Desa Dinas Cekik, Desa Berembeng Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan, Selasa (1/8). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Peranan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M dalam menunjukkan dukungannya terhadap pembangunan, terus dibuktikannya dengan turut hadir di tengah-tengah yadnya yang dibangun masyarakat. Seperti halnya saat Hari Raya Penampahan Galungan, tak juga menyurutkan semangat dan komitmennya dalam menjalankann tugas, selaku murdaning jagat Nyaksi Karya Uleman Nyaksi Karya Ngusaba Dalem Menawa Ratna Pedudusan Agung dengan tingkatan Madyaning Utama ring Pura Dalem Desa Adat Cekik, Desa Dinas Cekik, Desa Berembeng Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan, Selasa (1/8). 

Karya agung ini juga dihadiri oleh Jero Mangku Lanang dan Istri, Ketua DPRD Tabanan beserta anggota, Sekda Tabanan dan para OPD terkait, para Kepala Bagian di lingkungan Setda Tabanan, Camat Selemadeg, Perbekel Desa Berembeng dan tokoh masyarakat setempat, Bendesa Adat Cekik dan Bendes Adat se-Kecamatan Tabanan.

Karya yang puncak acaranya jatuh pada Hari Raya Galungan, 2 Agustus mendatang ini dipuput oleh Ida Nabe Darmika Jaya dari Basang Be Perean dan telah sedemikian rupa dikonsepkan sejak 2 tahun silam. Dimana sumber dana yang digunakan dalam karya ini berasal dari urunan warga setempat yakni 187 KK pengemong, dengan masing-masing biaya yang dikeluarkan sebesar 1,5 juta per KK dan juga penggalian dana oleh panitia persiapan karya. 

Oleh sebab itu, dalam upacara yang disebut oleh orang nomor satu di Tabanan itu, sebagai upacara yang agung dengan persiapan yang luar biasa, Yadnya ini masuk dalam pelaksanaan karya yang utamaning utama atau karya yang satwika menurut sastra agama. Pihaknya juga menekankan karya yang dilangsungkan merupakan upacara yang becik pisan

‘’Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi terhadap kebersamaan, kekompakan, semeton titiang, telah secara gotong-royong membangun yadnya yang terkonsepkan dengan baik. Apalagi sudah selama 2 tahun dirincikan, bayangkan itu sudah lama sekali tertata baik dari tata laksana, iuran, konsep gotong-royong membagi tugas, bahkan ada seksi pengalian dana, seksi upacara dan upakara luar biasa. Saya yakin kalau tidak terkonsepkan dari awal dengan baik, belum tentu yadnya ini bisa berlangsung baik,’’ ujar Bupati Sanjaya.

Baca Juga  Wabup Suiasa Hadiri ‘’Karya Ngenteg Linggih’’ Pura Taman Suci Darmasaba

Baginya, berkat asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yang betul-betul memberikan sinar suci terhadap semeton Desa Adat Cekik, sehingga karya ini bisa memargi antar labda karya sida sidaning don. 

Bupati Sanjaya juga seraya berpesan agar sebagai generasi penerus, untuk selalu melakukan pelestarian dalam menjaga warisan budaya, adat-istiadat dan agama. Apalagi melihat Kabupaten Tabanan sebagai wilayah yang sangat lengkap, dari pegunungan, pantai dan daratannya. ‘’Tugas generasi sekarang ini adalah membangun, melestarikan warisan yang telah diwariskan leluhur-leluhur kita,’’ sebutnya. 

Karya yang jatuh bersamaan pada Hari Raya Penampahan Galungan dimaknainya sebagai kemenangan bersama, dharma melawan adharma. ‘’Di hari yang baik ini, saya juga mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, di Bulan Agustus ini juga kita menyambut kemenangan dan kemerdekaan Indonesia, juga kemerdekaan bagi umat hindu melalui hari raya Galungan dan Kuningan,’’ ungkapnya.

Pihaknya sembari berpesan dalam karya yang berlangsung ini untuk tetap menjaga kelestarian persatuan dan kesatuan di masyrakat. ‘’Bangga sebagai orang Tabanan, karena Tabanan tidak hanya dibangun oleh pemerintah saja, tapi partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam membangun Tabanan yang kita cintai ini,’’ imbuhnya. 

Senada dengan sikap kebersamaan yang dikedepankan Bupati Sanjaya, selaku manggala karya dan bendesa adat, I Wayan Ardiana juga tunjukkan apresiasinya dalam persatuan yang ditunjukkan oleh warga desa adat cekik. Baik dalam pelaksanaan maupun dalam proses pembuatan sarana upakara, dilakukan secara bergotong-royong dan dibagi menjadi dua bagian, yakni upakara dibuat di pura dalam dan juga banten yang merupakan peson-peson dari warga. ‘’Saya haturkan terima kasih kepada Bupati Tabanan beserta jajaran yang telah bersedia hadir, nyaksi dan membantu pembangunan dalam karya ngenteg linggih ini,’’ pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Hadiri Karya Melaspas, Ngenteg Linggih di Pura Dalem dan Prajapati Desa Adat Kwanji Sempidi

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Bersama Anggota DPRD Badung IGA Ayu Inda Trimafo Yudha Hadiri Piodalan Pura Dalem lan Pura Prajapati Desa Adat Auman

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Hadiri Karya Melaspas, Ngenteg Linggih di Pura Dalem dan Prajapati Desa Adat Kwanji Sempidi

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Sekda Badung Hadiri ''Karya Ngodak Pratima'' dan ''Petapakan'' di Pura Dalem Desa Adat Taman

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca