Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Pameran IKM Bali Bangkit V 2021, Dilaksanakan Berkesinambungan untuk Bangkitkan Perekonomian Bali

BALIILU Tayang

:

de
BUKA PAMERAN: Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster foto bersama usai membuka Pameran IKM Bali Bangkit V Tahun 2021, yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, pada Kamis, 25 November 2021. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster membuka Pameran IKM Bali Bangkit V Tahun 2021, yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, pada Kamis, 25 November 2021.

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwa pameran Bali Bangkit terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkelanjutan sebagai upaya membangkitkan perekonomian Bali, terlebih di masa pandemi Covid-19. Selain itu, pameran digelar sebagai upaya untuk membuka peluang bagi perajin IKM untuk menjual dan mempromosikan produksi kerajinan tangannya.

‘’Dekranasda bekerja sama dengan balimall.id dan Bank BPD Bali membuka ruang di Taman Budaya Art Centre sudah memasuki tahap kelima. Tahap per tahap ini dilaksanakan sebagai upaya berproses menuju hal yang lebih baik. Terutama dalam rangka meningkatkan kualitas produk dan kualitas sumber daya manusianya. Dengan memperbaiki kualitas, secara tidak langsung sudah membangun kesiapan untuk bersaing di masa depan, baik secara offline dan juga online terutama dengan pebisnis dunia luar,’’ terang Ny. Putri Suastini Koster saat pembukaan Pameran IKM Bali Bangkit V Tahun 2021.

Lebih lanjut, pendamping orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi Bali ini mengingatkan agar gaya dan display saat pameran harus tetap elegan, dengan mengutamakan estetika dan etika. Dengan begitu, harga yang dibandrol juga akan mengikuti dan disesuaikan dengan tata letak dan menunjukkan motif sebuah kerajinan yang ingin dijual. Produk Bali yang merupakan produksi limited edition (jumlah terbatas), memiliki keistimewaan di mana tampilannya unik dengan keindahan motif, dan model yang beraneka ragam.

‘’Kesantunan dalam melayani juga menjadi hal penting yang harus ditanamkan kepada penjaga pameran. Selain menampilkan produk dengan elegan dan tatanan yang menarik, akan menentukan konsumen untuk lebih mudah memilih,’’ ucap Ny. Putri Koster.

Pada pameran Bali Bangkit tahap kelima, peserta pameran diharapkan semakin menyadari betapa pentingnya sistem digitalisasi, termasuk sistem pembayaran yang juga dipermudah dengan menggandeng Bank BPD Bali.

Seniman multitalenta ini mengatakan, pada pameran Bali Bangkit tahap kelima ini pihaknya juga menambah bursa buku secara offline. “Seperti yang kita ketahui bahwa generasi milenial saat ini terlalu akrab dengan teknologi informasi yang disajikan melalui gadget, sehingga tradisi keaksaraan harus tetap kita dipertahankan, mengingat anak-anak bangsa kita di masa digitalisasi saat ini harus tetap membaca dan memiliki pengetahuan yang baik, agar mereka bisa berbicara dengan baik dan berbekal attitude serta karakter yang mendukung,’’ ujarnya.

Selain itu mengasah talenta para kartunis juga dilakukan dengan cara memberi satu ruang khusus  bagi para kartunis di Taman Budaya Art Centre, sehingga saat Gubernur Bali membuka Pusat Kebudayaan Bali di Gunaksa maka para IKM, UMKM dan seniman sudah siap.

Melalui pameran Bali Bangkit ini, pengawasan mengarah kepada  sebuah pembinaan lewat para ahli dan pakar, sehingga dapat ditentukan melalui kualitas dari produk dan kualitas dari sumber daya manusia untuk bersiap lari di masa mendatang setelah pandemi berakhir.

“Harga diri sebagai orang Bali harus dijaga dengan menggunakan produk lokal Bali dan menjauhkan keinginan menggunakan pakaian second yang reject yang asalnya dari negara lain. Untuk menjadikan Bali yang bertaksu, maka saya harapkan semua pihak tidak lagi membawa barang dengan harga murah ke Bali, karena produksi Bali lebih layak untuk dipakai oleh masyarakat Bali dengan kualitas, bahan dan harga yang sesuai, sehingga jati diri Bali akan terjaga dan tidak merusak warisan Bali,” tegas Ny. Putri Koster.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Bali Mall Ni Wayan Sri Ariyani mengatakan setiap perajin yang bergabung ke balimall.id memiliki tanggung jawab yang ada di e_market place seperti menjaga produk untuk tetap tersedia, mengganti gambar yang tersedia sesuai dengan produksi yang dilakukan, mengemas produk dengan baik dan rapi serta harga yang ditawarkan tidak berubah (harga yang sudah ditentukan).

Masuk dan berjualan di balimall.id selain kualitas produk dan kualitas SDM, yang menjadi keunggulannya adalah menjual keunikan karena balimall.id, karena seperti yang diketahui bersama bahwa balimall berfungsi untuk mengayomi produk asli buatan Bali yang berkualitas.

Dengan berbelanja dan menggunakan produksi lokal, maka kita juga sudah mencatatkan diri sebagai salah satu warga yang menjaga karya warisan budaya (lukisan) yang dituangkan ke dalam sebuah karya seni.

Seribu (1.000) merchant ada di Bali dengan inovasi produk, inovasi pemasaran dan inovasi pembayaran. Keunikan yang ditawarkan oleh balimall.id saat ini sudah membuka peluang di negara lain, nama Bali melambung di dunia. “Masuknya produk Bali ke pasar internasional, maka administrasi dan aspek legalitas juga harus sesuai dengan aturan nasional, salah satunya wajib pajak, selain itu perajin yang sudah tergabung dan bisa masuk menggunkan balimall wajib menjual originalitas, sehingga diperlukan video proses pembuatan dan memiliki aplikasi poin of sale (POS),’’ ucapnya.

Sementara Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa mengatakan, bahwa Dekranasda Bali disiapkan tempat untuk mempromosikan dan menjual produk lokal di Bandara Ngurah Rai di tahun mendatang selama dua (2) tahun. Sekalipun secara kuantitas tidak begitu banyak, namun waktu yang diberikan cukup lama. Dan diharapkan hal ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh perajin Bali. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juni 2026 Terkendali di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Juli 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei sebesar 0,42% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh permintaan barang/jasa akibat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,99% (yoy) pada Mei 2026 menjadi 3,27% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,92% (mtm) atau 3,43% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,46% (yoy), diikuti Kabupaten Badung dengan inflasi bulanan sebesar 0,69% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,80% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Buleleng yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,46% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,26% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Juni 2026 bersumber dari kenaikan harga bensin, bawang merah, bawang putih, wortel, dan buncis. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, sawi hijau, cabai rawit, angkutan udara, dan telur ayam ras. “Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%,” ujarnya.

Ke depan, kata Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta potensi peningkatan biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkahlangkah implementasinya diantaranya melalui intensifikasi operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, monitoring serta sidak distribusi LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Terjaga pada Mei 2026

Published

on

By

ikk bali
Infografis indeks konsumen. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,9 (nilai indeks > 100). Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (124,09), IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 120,9. Optimisme konsumen pada Mei 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 6-7 juta sebesar 21% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11% (mtm), Rp 2-3 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp 3-4 juta sebesar 8% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor informal (124,7) dan sektor formal (119,3), sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan pers mengatakan bahwa perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 120,7 pada April 2026 menjadi 117,5 pada Mei 2026 atau menurun sebesar 2,7% (mtm).

Penurunan IKE bersumber dari seluruh komponen utama, yaitu konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (105,0), ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (125,0), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (122,5).

Sementara, kata Achris Sarwani, komponen kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 126,3 atau turun 0,9% (mtm) dibandingkan IEK April 2026. Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan (125,5) dan kegiatan usaha (127,5).

Sementara itu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,8% (mtm) atau menjadi 126,0. “Penurunan IKK pada periode awal hingga pertengahan Mei 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik, antara lain meningkatnya kekhawatiran kenaikan harga pangan global dan perlambatan kunjungan wisatawan, akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah,“ ujar Achris Sarwani.

Selain itu, inflasi Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,42% (mtm) dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Sebagai respons, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penjualan Eceran Bali Tetap Optimis di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Published

on

By

penjualan riil bali
Infografis indeks penjualaan riil. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada April 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Provinsi Bali tetap kuat sebesar 125,3 dan masih berada di level optimis (>100). Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,8% (mtm), terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kategori suku cadang dan aksesori sebesar 5,0% (mtm), bahan bakar kendaraan bermotor 2,2% (mtm), serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,8% (mtm). Peningkatan tersebut sejalan dengan menguatnya aktivitas mobilitas masyarakat pada periode libur panjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah seiring dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Momentum tersebut turut mendorong permintaan pada sejumlah kelompok barang, khususnya yang berkaitan dengan mobilitas, rekreasi, dan aktivitas konsumsi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan tetap kuat. IPR Mei 2026 diprakirakan sebesar 126,0, atau meningkat 0,6% (mtm) ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori sandang, barang lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau. Perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya permintaan masyarakat di tengah periode HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Dari sisi harga, lanjut Achris Sarwani bahwa ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026 dan Oktober 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 dan Oktober 2026 sebesar 200, meningkat signifikan dibandingkan IEH pada Juni 2026 dan September 2026 sebesar 192,0. “Peningkatan ekspektasi harga tersebut perlu terus dicermati ditengah tekanan inflasi tahunan yang masih terkendali,” ujar Achris Sarwani.

Pada Mei 2026, katanya, inflasi Bali tercatat sebesar 2,99% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga April 2026 tercatatat tumbuh sebesar 1,99% (yoy).

Optimisme penjualan ritel ke depan juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP tiga bulan mendatang yaitu Juli 2026 sebesar 172,0, meningkat dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0.

Sementara itu, sebut Achris Sarwani bahwa IEP enam bulan mendatang, yaitu Oktober 2026 tercatat sebesar 190,0, lebih tinggi dibandingkan IEP September 2026 sebesar 184,0. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100) yang menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali tetap terjaga.

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth).

Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali akan terus memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) guna mencapa inflasi yang stabil dan terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca