Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Paparkan Pembangunan Infrastruktur di Bali, Ny. Putri Koster: Masyarakat Bali Harus Berpartisipasi Aktif, Jangan Jadi Penonton

BALIILU Tayang

:

ny koster
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan menyosialisasikan tentang capaian 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru dengan sub-tema “Infrastruktur Bali Era baru” bersama dengan Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS, (Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali) dan Ir. I Made Arca Eriawan, MM, (Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Infrastruktur), bertempat di Radio Suara Sunari Denpasar, Jl. WR Supratman Denpasar, pada Selasa (4/7/2023).

Dalam dialog interaktif tersebut, wanita yang akrab disapa Bunda Putri itupun berpesan kepada masyarakat untuk bersiap diri berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur tersebut, dan jangan hanya jadi penonton saja. “Mari asah diri, siapkan diri sendiri guna menyambut berbagai infrastruktur yang disiapkan pemerintah. Jadi ketika semua sudah selesai kita sendiri tuan rumah yang mengisinya. Jangan hanya menjadi penonton,” jelasnya seraya menambahkan Pemprov Bali sudah menunaikan kewajiban menyejahterakan masyarakat dengan membangun infrastruktur, kini masyarakat berkewajiban mengisinya (merawat dan memelihara, red).

Menurut pendamping orang nomor satu di Bali itu, TP PKK mempunyai anggota hingga unit terkecil masyarakat yaitu rumah tangga. Sehingga, sudah menjadi kewajiban pihaknya untuk turut gencar menyosialisasikan berbagai kegiatan dan program Pemprov Bali. “Di sini fungsi PKK juga menggerakkan masyarakat hingga tingkat rumah tangga. Kalau masyarakat ikut aktif bergerak maka program pembangunan akan cepat terwujud,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bunda Putri juga menganggap bahwa 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru sudah sangat sesuai juga dengan 10 Program Pokok PKK, sehingga sudah bisa beriringan dalam sosialisasinya. Contohnya terkait dengan kesehatan, dimana Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) tengah gencar menyosialisasikan pengobatan alternatif berdasarkan Usada Bali. “Itu sesuai dengan program PKK memanfaatkan pekarangan rumah dengan tumbuhan kebutuhan pokok hingga obat-obatan,” jelasnya sambil mengatakan beberapa program yang sangat sesuai seperti penguatan budaya dan kearifan lokal serta di sektor pendidikan.

Baca Juga  Fasyankes Harus Mulai Kelola Sampah Berbasis Sumber

Terakhir, Ny. Putri Koster menyatakan pentingnya infrastruktur untuk mengimbangi pembangunan Bali yang memadai. Karena ini juga bermuara kepada kesejahteraan masyarakat. “Bagaimanapun infrastruktur yang bagus memudahkan mobilisasi masyarakat. Infrastruktur yang lengkap juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bekerja dan berkarya,” tandasnya.

Sementara Koordinator Pokli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur di Bali telah dipikirkan secara matang serta melibatkan tenaga ahli di bidangnya. “Jadi Pak Gubernur Wayan Koster tidak serta merta membangun infrastruktur, beliau pasti mengundang tenaga ahli untuk mengkaji kebutuhan infrastruktur serta mengkaji berbagai dampak terutama dampak alam, sosial dan budaya,” ungkapnya.

ny koster
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster bersama POKLI Pemprov Bali foto bersama usai menjadi narasumber di Radio Suara Sunari Denpasar, Jl. WR Supratman Denpasar, pada Selasa (4/7/2023). (Foto: ist)

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Damriyasa juga mengungkapkan jika Gubernur Wayan Koster selalu mengundang berbagai pihak dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memberikan sumbangsih pikiran terutama tentang pembangunan Bali ke depan. Sehingga nanti kita kumpulkan sumbangsih masyarakat lalu dilanjutkan dengan proses pengkajian dengan para ahli di bidangnya. “Sama dengan dalam mengkonsep Haluan 100 tahun Pembangunan Bali Masa Depan yang digagas Gubernur Wayan Koster, beliau membuka seluas-luasnya partisipasi aktif dan sumbangsih semua pihak dalam membangun serta menjaga Bali ke depan,” tandasnya.

Ir. Made Arca Eriawan yang juga salah satu anggota Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Bidang Infrastruktur menjelaskan bahwa semua pembangunan infrastruktur dilaksanakan untuk mendukung 5 program prioritas pembangunan yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, adat, agama, tradisi dan budaya serta pariwisata dan program pendukung lainnya.

Dijelaskannya juga beberapa rencana pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan dan akan dikerjakan, yakni jalan nasional Bali selatan diarahkan untuk konektivitas pariwisata.

Baca Juga  Triwulan II 2023, Pertumbuhan Ekonomi Bali Tetap Kuat

Jalan nasional Bali utara diarahkan untuk mengakomodasikan logistik dari pelabuhan utama/ pengumpul menuju jalan tol. Jalan tol diarahkan untuk pemanfaatan lalu lintas regional, perpindahan antar-kawasan pariwisata, dan dukungan logistik menuju kawasan pariwisata dan keperluan ekspor-impor. Transportasi massal perkotaan (KA) diarahkan untuk memecahkan kemacetan perkotaan akibat beban yang tinggi dari pergerakan pariwisata dan komuter. Jaringan kereta api adalah prioritas untuk menghubungkan bandar udara dengan sistem transportasi perkotaan umum.

Terdapat juga pelabuhan pada pantai utara Bali dan Gilimanuk akan menjadi pintu masuk logistik nasional maupun internasional, sementara pelabuhan pantai selatan Bali diarahkan untuk menjadi konektivitas pariwisata internasional, nasional maupun regional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno VIII, Pemkab Tabanan Tegaskan Semangat Persatuan dan Nasionalisme

Published

on

By

hari lahir pancasila
PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA: Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Senin (1/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Mewakili Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 tersebut berlangsung di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Senin (1/6).

Upacara dihadiri oleh Ida Cokorda Anglurah Tabanan, perwakilan Rindam X/Udayana, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten Setda, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, para camat se-Kabupaten Tabanan, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, serta peserta upacara lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirga membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam jiwa seluruh rakyat Indonesia.

Menurut amanat yang dibacakan, tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” merupakan penegasan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Wabup Dirga menyampaikan bahwa sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Ia juga menekankan bahwa Pancasila menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sementara nilai musyawarah dan mufakat menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Lebih lanjut disampaikan, kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi Indonesia dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah merupakan pengejawantahan sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Baca Juga  Jalan Panjang Dunia Seni Ny. Putri Koster, Peduli Keseimbangan Seni Tradisional dan Modern di Bali

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” demikian petikan amanat yang dibacakan.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan. Karena itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda sebagai penjaga masa depan, diajak menjadikan Pancasila sebagai living ideology.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” ujar Dirga saat membacakan amanat.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, semangat persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga memberikan penghargaan kepada para anggota Purna Paskibraka Tahun 2025 beserta pelatih dan tim kesehatan. Wabup Dirga menyampaikan bahwa sertifikat yang diberikan bukan sekadar formalitas, melainkan bukti autentik dari komitmen, kedisiplinan, dedikasi, serta kerja keras yang telah ditunjukkan selama masa bakti. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pengingat akan tanggung jawab moral yang mereka emban sebagai generasi penerus bangsa.

Selain itu, Pemkab Tabanan juga melepas putra-putri terbaik daerah yang akan mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Bali dan tingkat nasional tahun 2026. Dalam amanatnya, Dirga memberikan motivasi kepada para peserta agar berjuang dengan penuh semangat dan membawa nama baik Tabanan di tingkat yang lebih tinggi.

Pemerintah Kabupaten Tabanan juga memberikan penghargaan kepada 42 orang PNS yang memasuki masa purna tugas terhitung mulai tanggal 1 Juni 2026. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus ucapan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan dalam mendukung pembangunan daerah dan mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Baca Juga  Ny. Putri Suastini Koster Ajak Semua Pihak Pahami Faktor Terjadinya Kekerasan dalam Rumah Tangga

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang mengangkat tema “Kawya Atma Kerthi – Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator”. Tema tersebut mengandung makna bahwa semangat perjuangan Bung Karno harus terus hidup dalam jiwa, karya, dan pengabdian seluruh masyarakat kepada bangsa dan negara. Semangat gotong royong, nasionalisme, persatuan, serta keberanian membangun Indonesia, khususnya Tabanan, diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi masa kini. Pembukaan resmi Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 ditandai dengan pelepasan balon ke udara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila 2026

Published

on

By

hari lahir pancasila
PIMPIN APEL: Wabup Bagus Alit Sucipta saat memimpin Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Senin (1/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, memimpin Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Senin (1/6). Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), K.H. Yudian Wahyudi, dalam pidato yang dibacakan Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan, peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum merefleksikan dan mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tema tahun ini menegaskan nilai luhur Pancasila penting untuk menjaga persatuan bangsa dan menjadi landasan mewujudkan perdamaian dunia.

“Pancasila telah terbukti menjadi pedoman yang mampu menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Di tengah berbagai tantangan global dan perkembangan zaman yang terus berubah, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang beragam namun tetap bersatu. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan suku bangsa, Indonesia menunjukkan bahwa keragaman dapat menjadi kekuatan jika dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila. Karena itu, Pancasila harus terus menjadi pedoman moral dan arah bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik dunia,” ujarnya.

Seusai acara, Wabup Bagus Alit Sucipta menyatakan bahwa Pemkab Badung memaknai Pancasila dengan mengimplementasikan Sila Kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Wujud nyatanya berupa optimalisasi pelayanan publik dan pemberian bantuan sosial menjelang hari raya keagamaan bagi seluruh umat beragama di Kabupaten Badung.

“Itu salah satu adalah pemberian Bantuan merata untuk seluruh agama yang ada di Kabupaten Badung. Dari agama Hindu, agama Islam, dan seluruh agama yang ada di Kabupaten Badung. Itu salah satu bentuk kami mengimplementasikan Pancasila sebagai ideologi bangsa di Indonesia. bagaimana Pancasila menjadi bintang pemersatu atau bintang penuntun daripada generasi muda. Mari kita benar-benar dari sila satu sampai sila kelima, kita benar-benar bisa implementasikan dan tidak lanjuti, khususnya di generasi muda yang ada di Kabupaten Badung,” katanya.

Baca Juga  Jalan Panjang Dunia Seni Ny. Putri Koster, Peduli Keseimbangan Seni Tradisional dan Modern di Bali

Apel ini turut dihadiri Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti beserta para Wakil Ketua dan anggota DPRD, Forkopimda Badung, Sekda Badung IB. Surya Suamba, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Kepala Instansi Vertikal, Direktur Perumda, Ketua TP. PKK Badung beserta jajaran organisasi kewanitaan, TNI/Polri, dan para ASN di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringati Hari Lahir Pancasila, DWP Badung Jenguk ASN yang Sakit di RSD Mangusada

Published

on

By

dwp badung
JENGUK ASN: Penasehat DWP Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, bersama Ketua DWP Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba saat menjenguk ASN, Senin (1/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Memperingati Hari Lahir Pancasila, Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, bersama Ketua DWP Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba, menggelar aksi sosial dengan menjenguk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang menjalani perawatan medis, Senin (1/6).

Rombongan DWP Badung mengunjungi lima orang ASN yang sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada akibat penyakit berat, seperti gagal ginjal, kanker, dan stroke. Selain di rumah sakit, kunjungan kasih ini juga dilanjutkan ke kediaman salah satu ASN di Jalan Kebo Iwa, Lingkungan Padangsambian Kaja.

Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata organisasi terhadap para abdi negara yang sedang diuji kondisi kesehatannya.

“Ini adalah wujud nyata keberadaan kita sebagai Dharma Wanita Persatuan. Kita peduli, hadir, dan tidak pernah melupakan para ASN di Kabupaten Badung, baik saat mereka sedang berkarya maupun saat sedang membutuhkan perhatian dan dukungan,” ujarnya usai kunjungan.

Ia menambahkan, momen peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni menjadi waktu yang tepat untuk mengamalkan sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Menurutnya, saling menguatkan dan meringankan beban sesama adalah esensi dari nilai luhur Pancasila.

“Para ASN ini telah memberikan pengabdian terbaiknya untuk daerah dan masyarakat Badung. Sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir memberikan dukungan di saat mereka sedang berjuang memulihkan kesehatan. Semoga perhatian ini menjadi pemantik semangat agar mereka lekas sembuh,” tambahnya.

Kunjungan ini turut didampingi oleh Direktur RSD Mangusada, dr. I Wayan Darta, beserta jajaran medis dan staf rumah sakit. Pihak rumah sakit menyambut baik aksi sosial ini karena dinilai berdampak positif bagi psikologis pasien. Ia mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh DWP Kabupaten Badung. Ia menyebut dukungan moril dari organisasi sangat membantu proses pemulihan pasien.

Baca Juga  Ny. Putri Suastini Koster Ajak Semua Pihak Pahami Faktor Terjadinya Kekerasan dalam Rumah Tangga

“Dukungan psikologis seperti ini sangat berharga nilainya bagi pasien dan keluarga. Hal ini juga menjadi motivasi bagi kami tenaga medis untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat Badung, termasuk para abdi negara,” katanya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca