Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pascagempa M 7,7 Nagekeo, Kodam IX/Udayana Gerak Cepat Evakuasi Pasien RSUD TC Hillers Maumere

BALIILU Tayang

:

Prajurit Kodim 1603/Sikka membantu evakuasi pasien RSUD TC Hillers Maumere pascagempa Magnitudo 7,7 di NTT.
RESPONS CEPAT: Respons cepat jajaran TNI di wilayah terdampak gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. (Foto: Pendam IX)

Maumere, baliilu.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari, langsung direspons cepat jajaran TNI di wilayah terdampak. Guncangan kuat yang berpusat di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut dirasakan di sejumlah wilayah dan sempat memicu kepanikan masyarakat.

Situasi semakin membutuhkan kewaspadaan setelah gempa tersebut memicu peringatan dini tsunami bagi sejumlah wilayah pesisir NTT dan sekitarnya. Mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan maupun gempa susulan, unsur TNI bersama seluruh komponen terkait segera meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.

Merespons kondisi tersebut, Kodam IX/Udayana langsung menggerakkan jajarannya di wilayah terdampak untuk membantu masyarakat, termasuk melaksanakan pemantauan, pengamanan, serta dukungan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan.

Salah satu aksi tanggap darurat ditunjukkan prajurit Kodim 1603/Sikka yang bergerak membantu evakuasi pasien menuju RSUD TC Hillers Maumere. Dalam situasi yang penuh keterbatasan dan membutuhkan kecepatan, para prajurit bersama tenaga medis dan unsur terkait bahu-membahu memindahkan pasien menuju lokasi yang lebih aman agar proses pelayanan dan penanganan medis dapat terus berlangsung.

Evakuasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan tetap memperhatikan kondisi masing-masing pasien. Kehadiran prajurit TNI di tengah situasi darurat tersebut menjadi bagian penting dalam membantu tenaga kesehatan, memperlancar proses pemindahan pasien, sekaligus menjaga kondisi lingkungan rumah sakit tetap aman dan kondusif.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa dalam situasi bencana, TNI tidak hanya hadir untuk melakukan pemantauan, tetapi bergerak langsung memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan seperti pasien yang berada di fasilitas kesehatan.

Baca Juga  Prajurit Udayana Pelda Dewa Putu Yadi Suteja Persembahkan Dua Perak SEA Games 2025

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam setiap respons kedaruratan yang dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana.

“Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto langsung menginstruksikan seluruh jajaran di wilayah terdampak untuk bergerak sigap melakukan pemantauan dan membantu masyarakat. Dalam situasi seperti ini, keselamatan warga menjadi prioritas utama, termasuk memastikan pasien di fasilitas kesehatan seperti RSUD TC Hillers Maumere dapat dievakuasi dan mendapatkan penanganan secara aman,” ujar Kapendam IX/Udayana.

Menurutnya, gerak cepat prajurit di lapangan merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir dan memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya ketika terjadi situasi darurat yang membutuhkan respons cepat.

“Prajurit di lapangan akan terus membantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan dan kondisi yang ada. Kami juga terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, BPBD, Polri, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera direspons,” tambahnya.

Sementara itu, jajaran Kodam IX/Udayana terus melakukan pemantauan perkembangan situasi, mengidentifikasi dampak gempa serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Personel TNI juga tetap disiagakan untuk memberikan bantuan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, termasuk dalam penanganan evakuasi dan dukungan terhadap masyarakat.

Kodam IX/Udayana mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

TNI akan terus hadir di tengah masyarakat, bergerak cepat membantu setiap warga yang membutuhkan, serta bersinergi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan dampak gempa di wilayah NTT berlangsung cepat, aman dan terkoordinasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Perkuat Diplomasi Ekonomi, Pemprov Bali Buka Peluang Investasi Eropa di Sektor Kesehatan

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster bertemu jajaran Kementerian Luar Negeri di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar.
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali Wayan Koster dengan jajaran Kementerian Luar Negeri di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (14/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat jejaring kerja sama internasional untuk membuka peluang investasi sekaligus mempercepat pengembangan sektor-sektor strategis daerah. Salah satunya melalui penguatan sinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, khususnya dalam membangun koneksi dengan mitra Eropa.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur Bali Wayan Koster dengan jajaran Kementerian Luar Negeri di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (14/8).

Dari jajaran Kemlu, pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Eropa II Punjul S. Nugraha, Ketua Koordinator Diplomasi Kesehatan Amerop Rossy Verona, Wakil Ketua Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) F. Bernard Loesi, Wakil Ketua IEBF Yudhono Irawan, serta Koordinator Fungsi Cluster Rusia, Belarus, Armenia, Dit Eropa II Dandy L. Soeparan.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Eropa II Punjul S. Nugraha menyampaikan perkembangan Indonesia-Europe Business Forum (IEBF), sebuah forum yang mempertemukan pemangku kepentingan, perusahaan Indonesia, perusahaan Eropa, serta mitra strategis dari kawasan Eropa.

Forum tersebut dinilai menjadi salah satu pintu masuk penting untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia, khususnya Bali, dengan mitra Eropa.

Pembahasan kemudian berkembang pada penguatan diplomasi ekonomi yang dipadukan dengan sektor kesehatan. Bali dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan layanan kesehatan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga memiliki daya tarik bagi masyarakat dari luar Bali maupun mancanegara.

Dalam konteks tersebut, Pemprov Bali bersama Kemlu membahas penyelarasan antara potensi sektor kesehatan di Bali, kebutuhan pemerintah daerah, serta dukungan yang dapat difasilitasi melalui jalur diplomasi dan jejaring internasional.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pengembangan rumah sakit dengan layanan tematik. Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas dan variasi layanan kesehatan di Bali sekaligus membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan mitra dan investor luar negeri.

Baca Juga  Kodam IX/Udayana Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Gugurnya Prajurit dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Kehadiran investasi swasta maupun asing juga dipandang penting untuk mendukung pembangunan fasilitas kesehatan sehingga pengembangannya tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan APBD.

Peluang tersebut mulai mendapat respons positif dari calon mitra Eropa. Sejumlah calon mitra menunjukkan ketertarikan untuk berkontribusi dalam penyediaan peralatan medis setelah melakukan kunjungan langsung ke sejumlah rumah sakit di Bali.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk melihat secara langsung kebutuhan fasilitas kesehatan sekaligus mengidentifikasi bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Wayan Koster juga memaparkan perkembangan ekonomi Provinsi Bali, termasuk berbagai potensi investasi dan peluang kerja sama yang dapat ditawarkan kepada mitra internasional.

Menurutnya, Bali tidak hanya memiliki kekuatan pada sektor pariwisata, tetapi juga memiliki peluang pengembangan di berbagai bidang yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Karena itu, jejaring kerja sama internasional perlu terus diperluas dan diarahkan pada investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali.

Pertemuan tersebut menyepakati pentingnya memperkuat sinergi antara Pemprov Bali dan Kementerian Luar Negeri dalam menarik investasi asing ke Bali. Kerja sama akan diarahkan terutama pada sektor kesehatan serta pengembangan industri kreatif lokal.

Dengan dukungan diplomasi ekonomi dan jejaring mitra internasional, Bali diharapkan semakin mampu membuka akses terhadap investasi, teknologi, pasar, dan kolaborasi global, sekaligus memperkuat pembangunan daerah yang mandiri dan berkelanjutan dengan tetap bertumpu pada potensi lokal Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarakkan HUT Ke-81 RI, BKOW Bali dan GOW Se-Bali Adu Kekompakan dalam Lomba Ngejuk Kucit

Seniasih Giri Prasta: Jaga Kebersamaan dan Semangat Pengabdian

Loading

Published

on

By

Ketua Umum BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta menyerahkan piala bergilir kepada GOW Kabupaten Tabanan di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.
SERAHKAN PIALA: Ketua Umum BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta menyerahkan piala bergilir kepada GOW Kabupaten Tabanan dalam rangka lomba memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang berlangsung di lapangan Barat Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (15/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Suasana penuh keceriaan mewarnai Lapangan Barat Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (15/8), saat anggota Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) kabupaten/kota se-Bali mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu perlombaan yang paling menarik perhatian adalah ngejuk kucit atau menangkap anak babi. Dalam lomba ini, masing-masing kabupaten/kota mengikutsertakan dua peserta dari unsur GOW dan organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan mata ditutup menggunakan kain, para peserta harus berusaha menangkap kucit yang dilepas di arena perlombaan.

Keseruan pun tak terhindarkan. Para peserta harus mengandalkan pendengaran dan arahan rekan satu tim untuk menemukan kucit, sementara sorak-sorai peserta lainnya semakin menyemarakkan suasana.

Ketua Umum BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta mengatakan, perlombaan tersebut bukan semata-mata untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan menjaga semangat anggota organisasi perempuan di seluruh Bali.

“Saya sangat bersyukur kita berada dalam organisasi yang anggotanya berasal dari berbagai kalangan, dengan keahlian dan kesibukan yang berbeda-beda. Karena itu, kesempatan ini mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk melepas penat dari aktivitas masing-masing sekaligus mempererat kebersamaan,” ujar Seniasih Giri Prasta.

Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat anggota BKOW dan GOW untuk terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Lomba ini menjadi momentum untuk menjaga semangat dalam mengabdi dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan secara nyata. Mari kita jaga kekompakan yang terbangun hari ini dan terus kita pertahankan ke depannya,” imbuhnya.

Baca Juga  Harumkan Nama Bangsa, Letda Inf. Dewa Putu Yadi Suteja Raih Dua Medali Emas di SEASA Shooting Championship 2026

Selain lomba ngejuk kucit, kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga diisi dengan lomba yel-yel antar-GOW kabupaten/kota, balap karung estafet, serta lomba memasak berbahan dasar ikan.

Khusus lomba memasak, penggunaan ikan sebagai bahan utama sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal dan membiasakan keluarga mengonsumsi ikan. Selain mudah diolah menjadi beragam menu yang sesuai dengan cita rasa lokal, ikan juga merupakan sumber protein dan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, khususnya untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Melalui rangkaian perlombaan tersebut, BKOW Provinsi Bali berharap semangat peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada kemeriahan semata, tetapi juga mampu menumbuhkan nilai persaudaraan, toleransi, kerja sama, kekompakan, dan kepedulian sosial di antara anggota GOW kabupaten/kota se-Bali.

Dalam hasil perlombaan, GOW Kabupaten Bangli keluar sebagai pemenang lomba yel-yel, sedangkan GOW Kabupaten Badung menjuarai balap karung estafet. Untuk lomba ngejuk kucit, juara diraih GOW Kota Denpasar, sementara GOW Kabupaten Klungkung menjadi pemenang lomba memasak pepes ikan.

Adapun piala bergilir BKOW dalam rangkaian perlombaan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diraih GOW Kabupaten Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Pimpin Rakor Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
RAKOR: Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada tanggal 15 Agustus 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada tanggal 15 Agustus 2026 di Kantor PT Angkasa Pura.

Rakor dihadiri oleh semua instansi penyelenggara pelayanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yaitu GM Angkasa Pura, Kepala Imigrasi, Kepala Otoritas Bandara, Kepala Bea Cukai, dan unsur lainnya. Rakor ini merupakan kelanjutan Rakor sebelumnya yang dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2025 dan 28 Desember 2025.

Rakor dilaksanakan untuk melaksanakan evaluasi penyelenggaraan pelayanan di Terminal Kedatangan Internasional yang berkaitan dengan ground handling, keimigrasian, bagasi/ban berjalan, bea cukai, sistem komunikasi, keamanan, kelistrikan, toilet, kebersihan, fasilitas ruang tunggu, keindahan ruangan, dan hal-hal lain.

Rakor pertama tanggal 23 Agustus 2025, dilaksanakan karena Gubernur menerima laporan langsung dari penumpang, bahwa waktu tunggu bagasi terlalu lama (lebih dari 1 jam), waktu antre imigrasi lama, dan waktu pemeriksaan di Bea Cukai cukup lama.

Dalam Rakor, Gubernur Koster melakukan evaluasi menyeluruh dan memberi arahan, meliputi: agar waktu tunggu bagasi diturunkan dari 1,5 jam menjadi 30-45 menit, antrean imigrasi tidak lama, dan percepatan pemeriksaan di Bea Cukai. Selain itu, Gubernur Koster, meminta GM Ngurah Rai agar mengganti ban berjalan di bagasi yang sudah tua, mengganti semua toilet yang sudah tua, menyediakan kursi bagi penumpang yang menunggu bagasi, mengganti furniture tua yang ada di ruang Bea Cukai, menyediakan fasilitas komunikasi, menjaga kebersihan, dan kualitas penerangan. Gubernur Koster, menugaskan agar semua instansi penyelenggara pelayanan untuk membuat model dan langkah-langkah yang harus dilaksanakan guna memperbaiki semua sistem pelayanan dan dilaporkan pada Rakor berikutnya.

Baca Juga  Pangdam IX/Udayana Tekankan Disiplin dan Pembinaan Teritorial di Upacara 17-an

Rakor kedua tanggal 28 Desember 2025, semua instansi penyelenggara pelayanan melaporkan kepada Gubernur Bali mengenai perbaikan sistem pelayanan. Gubernur Koster, menyetujui usulan perbaikan pelayanan oleh semua instansi penyelenggara dan memerintahkan untuk dilaksanakan dengan konsisten dan bertanggungjawab.

Rakor ketiga tanggal 15 Agustus 2026, semua instansi penyelenggara pelayanan melaporkan kepada Gubernur Koster hasil yang dicapai setelah melakukan perbaikan sistem pelayanan. Waktu tunggu bagasi untuk pesawat sedang dan kecil berkurang menjadi antara 13-30 menit dan untuk pesawat besar dengan banyak penumpang waktu tunggu bagasi berkurang menjadi 18-40 menit. Waktu antre imigrasi sudah sangat cepat karena telah memakai Auto Gate dan paspor elektronik,

kecuali masih ada beberapa negara yang memakai paspor biasa seperti India. Semua fasilitas Bandara sudah bersih, sudah diprogramkan penggantian toilet yang sudah tua, pengadaan furniture, menambah petugas pelayanan, dan perbaikan lainnya.

Berdasarkan laporan tersebut, Gubenur Koster memberi apresiasi atas upaya keras yang telah dilaksanakan, sehingga terjadi perbaikan yang sangat signifikan dalam pelayanan penumpang. Gubernur Koster, meminta agar layanan yang sudah baik bisa dipertahankan, dan hal-hal yang masih ada kekurangan agar segera dilakukan perbaikan.

Gubernur Koster, menegaskan bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai adalah pintu terdepan, mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam penyelenggaraan pelayanan kepada wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. “Pelayanan harus berkualitas dan berdaya saing mengingat Bali merupakan destinasi wisata utama dunia, Bali sekaligus merupakan etalase utama Indonesia di dunia. Dalam posisi demikian, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai harus berkelas dunia, dengan menerapkan standar kualitas pelayanan berkelas dunia, karena akan menentukan citra Bali dan Indonesia di mata dunia,” ujar Gubernur.

Baca Juga  Perpres Ojol Segera Final, Dasco Pastikan DPR Terus Kawal Perlindungan Pengemudi  

Sebagai gambaran pada tahun 2025, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani kedatangan sebanyak 7,05 juta wisatawan mancanegara (sekitar 45,8% dari total 15,39 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia) dan lebih dari 9 juta wisatawan domestik.

Gubernur Koster, juga menegaskan, bahwa keberadaan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan kualitas penyelenggaraan pelayanan sangat menentukan penyelenggaraan pariwisata Bali yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika kepariwisata dunia. Pariwisata Bali berkontribusi sangat besar, tidak saja untuk pertumbuhan ekonomi Bali, tetapi juga berkontribusi besar juga terhadap pertumbuhan ekonomi dan devisa pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, Gubernur Koster, sebagai wakil pemerintah pusat akan terus melakukan rapat koordinasi secara rutin untuk meningkatkan dan/atau mempertahankan kualitas pelayanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca