Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Pastikan Aman, Bupati Giri Prasta Pejabat Pertama Penerima Vaksin Covid-19 di Badung

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Giri Prasta ikut divaksin pada kegiatan vaksinasi Covid-19 perdana yang dipusatkan di UPTD Puskesmas Abiansemal I, Jumat (15/1).

Badung, baliilu.com – Kesiapan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta untuk menerima vaksin Covid-19 di Badung tidak sekedar wacana. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan Bupati Giri Prasta sebagai peserta sekaligus sebagai pejabat pertama di Badung yang divaksin pada kegiatan vaksinasi Covid-19 yang dipusatkan di UPTD Puskesmas Abiansemal I, Jumat (15/1).

Kegiatan vaksinasi perdana ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Putu Parwata, Wakil Bupati Ketut Suiasa, Kepala Kejari Badung Ketut Maha Agung, Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, Sekda Adi Arnawa, Kepala OPD terkait serta camat se-Kabupaten Badung.

Dalam sambutannya Bupati Giri Prasta atas nama warga dan masyarakat Kabupaten Badung menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada pemerintah pusat terutama kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berkenaan dengan program vaksin Covid-19 gratis yang diberikan kepada seluruh warga negara Indonesia khususnya kepada masyarakat Kabupaten Badung.

“Saat ini kita mengalami darurat pandemi Covid-19 dan darurat ekonomi, karena Kabupaten Badung yang paling terdampak di antara 1 kota dan 8 kabupaten yang ada di Bali berkenaan dengan urusan masalah pendapatan pajak hotel dan restoran. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Presiden berkat wujud perhatian beliau, sehingga hari ini kita di Kabupaten Badung bisa melaksanakan percontohan pelaksanaan vaksinasi untuk kekebalan imun tubuh,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan pada tanggal 13 Januari lalu Presiden sudah memberikan contoh sebagai orang pertama yang divaksin Covid-19 di Indonesia dan bersyukur hari ini pihaknya lolos tes kesehatan sehingga bisa menerima vaksin. “Astungkara hari ini saya lolos tes kesehatan sehingga bisa divaksin. Secara pribadi saya ingin menjadi contoh dan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin ini aman sehingga tidak ada lagi interpretasi di warga dan masyarakat apalagi di media sosial ada yang mengatakan a, b dan seterusnya tentang vaksin ini,” jelasnya meyakinkan.

Baca Juga  FMIPA Unud dan Unsrat Manado, Jalin Kerja Sama soal Isu-isu Penelitian dan Pengabdian

Bupati juga berpesan agar masyarakat Badung  mengedepankan semangat persatuan dan kebersamaan dalam mensukseskan program vaksin Covid-19 ini, karena keselamatan dan kesejahteraan masyarakat merupakan panglima untuk mempercepat Badung bisa keluar dari pandemi sehingga kegiatan masyarakat dan dunia pariwisata bisa berjalan normal kembali.

Pasca disuntik vaksin Sinovac dan menjalani observasi selama 30 menit, Bupati Giri Prasta menyatakan bahwa dirinya merasa baik-baik saja dan tidak mengalami keluhan sedikit pun. “Saya tidak merasakan keluhan apa pun setelah disuntikkan vaksin. Ini sebagai bukti kalau vaksin ini sangat aman. Jadi masyarakat jangan ragu dan takut lagi untuk divaksin, karena ini tujuannya untuk memperkuat imun kita, sehingga kita bisa segera bangkit dari pandemi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh gugus tugas pusat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Badung dr. I Nyoman Gunarta melaporkan pada tanggal 13 Januari sore pihaknya dibantu oleh Polres Badung mendistribusikan vaksin ke masing-masing faskes yang menyelenggarakan vaksinasi sehingga acara vaksinasi bisa berjalan dengan lancar. “Kemarin ada 105 orang yang sudah mendapatkan vaksin, kemudian di hari Jumat ini terdaftar 127 orang penerima vaksin di 10 faskes yang akan mengadakan vaksinasi. Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar. Dimana dari hasil vaksinasi sebelumnya tidak ada kejadian ikutan yang signifikan pasca imunisasi,” ujarnya. (bt)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Capai 91,48 Persen, Update Pasien Sembuh Bertambah 30 Orang

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Tok! DPR Setujui Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Ngeratep Tapakan di Pura Dalem Tambangan Badung, Wabup Suiasa Serahkan Bantuan Rp 200 Juta

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca