Sunday, 25 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pawintenan dan Metatah Massal PHDI Kota Denpasar Diserbu Umat

BALIILU Tayang

:

METATAH MASSAL: Ratusan umat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya memenuhi Aula Kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar pada Minggu (19/11) dalam rangka teknikel meeting metatah massal. (Foto: Hms PHDI Denpasar)

Denpasar, baliilu.com – Ratusan umat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya memenuhi Aula Kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar pada Minggu (19/11). Mereka hadir untuk mengikuti teknikal meeting acara Menek Kelih, Pawintenan Saraswati, Sapu Leger, dan Metatah Massal Tahun 2023 yang digelar PHDI Kota Denpasar pada Sabtu (25/11) depan.

“Sebanyak 416 umat telah mendaftar dan menjadi peserta pada upacara yang digelar sebagai wujud pelayanan PHDI Kota Denpasar bagi umat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya,” jelas Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, S.Pd M.Pd didampingi Sekretaris PHDI Putu Aditama kepada awak media di Denpasar Selasa (21/11).

Ketua PHDI I Made Arka menyatakan bahwa upacara acara Menek Kelih, Pawintenan Saraswati, Sapu Leger, dan Metatah merupakan yadnya yang menjadi kewajiban para orangtua sebagai bentuk kasih sayang kepada anak-anaknya.

“Dalam hal ini PHDI Kota Denpasar memfasilitasi upacara ini agar umat Hindu diringankan,” jelasnya.

Pelaksanaan secara bersama-sama ini juga sebagai upaya menghapus stigma bahwa upacara dan yadnya di Bali menelan biaya besar dan cenderung dinilai menjadi beban bagi sebagian masyarakat yang belum paham makna yadnya, tegasnya.

“Sekaligus untuk memupuk rasa kebersamaan dan gotong-royong sebagai wujud spirit Wasudhaiva Kutubhakam, yang menjadi nilai luhur bagi keharmonisan dan perekat masyarakat Bali selama ini,” jelasnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut Ketua I Made Arka menjelaskan bahwa acara akan diselenggarakan di Pura Lokananta Denpasar pada Sabtu tanggal 25 November 2023. “Para peserta diharapkan mengenakan busana sembahyang berupa pakaian putih kuning madya, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat,” ujar penekun bela diri ini.

Dalam kesempatan tersebut dijelaskan pula rangkaian acara serta tata tertib yang wajib diikuti para peserta dan pendampingnya.

Baca Juga  Jaya Negara “Nyanggingin Metatah Massal” Banjar Petangan Gede Desa Adat Pohgading

“Kepatuhan para peserta mengikuti arahan acara dan tata tertib selama pelaksanaan akan memperlancar jalannya acara,” ujar dosen pariwisata ini. Hal tersebut perlu ditegaskan mengingat padatnya rangkaian acara dan banyaknya peserta yang mengikuti yadnya yang rencananya digelar rutin ini.

Sementara itu Sekretaris PHDI I Putu Aditama menjelaskan bahwa acara ini akan dipuput oleh tujuh pinandita yang berasal dari berbagai soroh dan pasemetonan di Bali.

“Keberadaan para pinandita dari berbagai soroh ini diharapkan akan memberikan nilai sakral dan keberagaman pada acara ini,” jelas aktivis mahasiswa Hindu ini.

Putu Aditama menjelaskan dalam rangkaian acara juga akan diisi beragam pagelaran seni budaya yang terkait upacara. “Seperti wayang sapu leger, bondres dan tari-tarian lainnya,” jelasnya.

Putu Aditama menjelaskan bahwa dana pelaksanaan acara berasal dari punia peserta dan sumbangan dari para donatur yang peduli pada kegiatan keumatan yang digelar PHDI Kota Denpasar ini. “Para peserta berpunia seikhlasnya yang menjadi yadnya bagi anak yang diupacarai dan besarannya tidak ditentukan,” ujarnya.

Selebihnya, pendanaan acara berasal dari para donatur dan punia para Pengurus PHDI Kota Denpasar. Pihaknya telah membentuk panitia dan mempersiapkan berbagai sarana prasarana yang diperlukan.

“Semoga acara berjalan lancar dan kegiatan ini dapat menjadi bentuk pelayanan PHDI Kota Denpasar bagi umat,” pungkasnya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan

BUDAYA

Lomba Ogoh-ogoh Tingkat PAUD di Kecamatan Abiansemal

Published

on

By

lomba ogoh-ogoh paud abiansemal
BUKA LOMBA: Bunda PAUD Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta saat membuka Lomba Ogoh-ogoh PAUD bertempat di Taman Mumbul Abiansemal, Senin (19/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946, Kecamatan Abiansemal mengadakan Lomba Ogoh-ogoh PAUD dengan Tema “Pengembangan Kreativitas dan Seni Budaya Mulai Usia Dini” bertempat di Taman Mumbul Abiansemal, Senin (19/2).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Camat Abiansemal Ida Bagus Mas Arimbawa, Camat Petang Anak Agung Ngurah Raka Sukaeling, Perbekel se-Kecamatan Abiansemal serta tokoh masyarakat di Taman Mumbul.

Ny. Seniasih Giri Prasta selaku Bunda PAUD Kabupaten Badung mengucap rasa terimakasih dan mengapresiasi dengan adanya kegiatan Lomba Ogoh-ogoh PAUD se-Kecamatan Abiansemal. Dirinya berharap kegiatan ini dapat diikuti dan terlaksana di 6 kecamatan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi yang akan datang.

“Kegiatan-kegiatan ini juga diharapkan dapat mengajarkan budi pekerti sedari dini, dengan mengenalkan baleganjur dan ogoh-ogoh. Hal ini dapat mengenalkan bagaimana adat dan budaya kita, melatih mental dan kerja sama bagi anak-anak usia dini,” ujar Ny. Seniasih Giri Prasta di objek wisata Taman Mumbul Desa Sangeh.

Sementara itu Bunda PAUD Kecamatan Abiansemal Ida Ayu Paristyawati Manuaba selaku Panitia melaporkan untuk pelaksanaan Lomba Ogoh-ogoh PAUD yang diikuti 23 Peserta yang ada di Kecamatan Abiansemal.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan budaya Bali menumbuhkan kreativitas, yang bisa membangkitkan cinta tanah air, rasa nasionalisme, dan mengenalkan ogoh-ogoh sejak dini  sebagai simbol keburukan sifat manusia dan hal-hal negatif alam semesta yang harus dinetralisir,” pungkasnya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Baca Juga  Walikota Jaya Negara Buka Lomba Puja Trisandya Tingkat SD dan SMP Se-Kota Denpasar
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Bupati Sanjaya Hadiri ‘’Karya’’ Dadia Pasek Gelgel Desa Tunjuk

Published

on

By

bupati sanjaya
NGUPESAKSI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri uleman dan ngupasaksi upacara Pujawali Nyatur, Melaspas Prasasti dan Metatah Bersama yang bertempat di Dadia Pasek Gelgel, Banjar Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Senin (12/2). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Terus bersinergi dengan masyarakat dalam upaya pelestarian tradisi, seni, adat, agama dan budaya di daerah, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri uleman dan ngupasaksi upacara Pujawali Nyatur, Melaspas Prasasti dan Metatah Bersama yang bertempat di Dadia Pasek Gelgel, Banjar Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Senin (12/2).

Dalam kesempatan tersebut, Sanjaya turut didampingi oleh salah satu Anggota DPR RI dan Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten III, Jajaran Pimpinan Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam Tabanan. Kehadiran Sanjaya beserta jajaran siang itu, juga mendapat sambutan positif dari Bendesa Adat, Perbekel dan Krama Adat setempat.

Upacara yang puncaknya pada Selasa, 13 Februari 2024 tersebut dipuput oleh Ida Sang Sulinggih yang merupakan rangkaian upacara Dewa Yadnya, yakni melaspas prasasti yang juga dirangkaikan dengan upacara Manusa Yadnya, yakni Metatah Bersama yang diikuti 14 peserta. Yadnya ini merupakan wujud semangat gotong-royong krama adat Banjar Tunjuk Tengah.

Usai persembahyangan bersama, melalui sambrama wacana selaku Murdaning Jagat Tabanan, Bupati Sanjaya menyampaikan doa restu, apresiasi serta rasa bangganya kepada masyarakat akan kesungguhan krama dalam melaksanakan yadnya. Dimana hal ini sejalan dengan kekompakan masyarakat dalam membangun Tabanan, sekaligus pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan tradisi, seni, adat, agama dan budaya.

“Sangat luar biasa semeton titiang disini, satu lihat titiang, semeton titiang disini sudah sangat bhakti, pertama bhakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, itu yang tiang lihat mangkin, tiang berikan apresiasi. Yang kedua, bhakti ring Ida Bhatara Kawitan yang berstana disini, ngewangun yadnya Pujawali lan Metatah. Yang ketiga, bhakti ring guru wisesa, bhakti ring pemerintah, ajak titiang kompak bersatu membangun Tabanan Era Baru ini ke depan,” ujar Sanjaya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Nyangging Metatah Massal di Desa Adat Panjer

Melalui momen sakral tersebut, Sanjaya berharap agar karya yang dibangun oleh keluarga besar Banjar Adat Tunjuk Tengah tersebut dapat berjalan dengan lancar, rahayu dan sida sidaning don. Dalam penutupnya, politisi asal Dauh Pala tersebut menekankan kembali komitmennya dalam mendukung dan mengawal pembangunan serta kehidupan masyarakat di Kabupaten Tabanan.

Di kesempatan yang sama, I Wayan Sugiartana selaku Bendahara Karya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Sanjaya, atas kehadirannya dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat untuk bersama-sama dalam membangun yadnya. Hal ini diharapkan terus dapat ditingkatkan guna membangun daerah dan masyarakat menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (gs/bi)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Komit Lestarikan Seni Budaya, Sekda Adi Arnawa Support Lomba Gender Wayang

Published

on

By

adi arnawa
LOMBA GENDER: Sekda Wayan Adi Arnawa saat membuka Lomba Gender Wayang Berpasangan Kategori SD dan SMP yang digelar oleh Sanggar Sada Suara di Wantilan DPRD Badung, Puspem, Minggu (11/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemkab Badung selalu komit terhadap pelestarian seni budaya Bali. Hal itu ditunjukkan dengan memberikan support berupa dana, sekaligus membuka Lomba Kesenian Bali Gender Wayang Berpasangan Kategori SD dan SMP yang digelar oleh Sanggar Sada Suara, bertempat di Wantilan DPRD Badung, Puspem, Minggu (11/2).

Mewakili Bupati, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana Pemkab Badung Rp 30 juta untuk Lomba Gender Wayang diterima Ketua Panitia Ida Bagus Gede Mahendra dan disaksikan langsung oleh seluruh peserta.

“Bupati Badung memang sangat konsisten dan komit dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni dan budaya warisan leluhur kita. Lomba ini sangat positif melestarikan seni adat dan budaya warisan leluhur sekaligus mengasah kemampuan seni anak-anak dari usia dini untuk mengenal dan ikut menjaga melestarikan seni dan budaya warisan leluhur kita,” ujar Adi Arnawa.

Ketua Panitia Penyelenggara Ida Bagus Gede Mahendra menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekda Adi Arnawa. Lomba kali ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya serta meningkatkan aktivitas dan kreativitas di bidang seni dan budaya Bali.

”Terima kasih kami sampaikan kepada Sekda Badung yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dan membuka kegiatan lomba kesenian Bali ini. Kegiatan lomba Gender Wayang yang diikuti oleh sebanyak 10 pasang kategori SD dan SMP,” lapornya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Baca Juga  Jaya Negara ‘’Ngayah Nyangging’’ saat Metatah Massal di Desa Adat Sesetan
Lanjutkan Membaca