Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Peduli Korban Gempa, Pangdam IX/Udayana Sambangi Pengungsi dan Serahkan Bantuan Sembako di Manggarai

BALIILU Tayang

:

Pangdam Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menemui pengungsi korban gempa di Lapangan Nanga Banda, Manggarai
MENEMUI MASYARAKAT: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto turun langsung menemui masyarakat terdampak di lokasi pengungsian sekaligus mengecek secara langsung berbagai kebutuhan dan langkah penanganan bencana di Lapangan Nanga Banda, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Kamis (20/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Manggarai, baliilu.com – Di tengah upaya percepatan penanganan pascagempa di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto turun langsung menemui masyarakat terdampak di lokasi pengungsian. Didampingi Ketua Persit KCK Daerah IX/Udayana Ny. Indah Piek Budyakto, Pangdam memastikan kondisi warga sekaligus mengecek secara langsung berbagai kebutuhan dan langkah penanganan bencana di Lapangan Nanga Banda, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Kamis (20/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Kodam IX/Udayana untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan masa pemulihan pascabencana. Kehadiran Pangdam juga sekaligus memastikan seluruh jajaran TNI AD bergerak secara terpadu bersama pemerintah daerah dan unsur terkait, sehingga setiap kebutuhan masyarakat dapat segera direspons secara cepat, tepat dan terukur.

Sebelum tiba di lokasi pengungsian, Pangdam IX/Udayana bersama rombongan terlebih dahulu memantau kondisi wilayah terdampak dari udara menggunakan helikopter. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi wilayah, tingkat kerusakan, serta situasi masyarakat di sejumlah lokasi yang terdampak gempa.

Dalam kunjungannya, Pangdam didampingi Danrem 161/Wira Sakti, Asops Kasdam IX/Udayana, Aslog Kasdam IX/Udayana, Kapendam IX/Udayana, serta disambut langsung oleh Dandim 1612/Manggarai.

Setibanya di Lapangan Nanga Banda, Mayjen TNI Piek Budyakto langsung menyapa dan berdialog dengan masyarakat yang berada di tenda-tenda pengungsian. Dalam suasana penuh keakraban, Pangdam mendengarkan berbagai keluhan, kebutuhan serta kondisi yang dirasakan warga selama berada di pengungsian.

Pangdam bersama Ny. Indah Piek Budyakto dan sejumlah pengurus Persit KCK Daerah IX/Udayana juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat terdampak. Selanjutnya, Pangdam meninjau sejumlah fasilitas pendukung di lokasi pengungsian, termasuk dapur umum dan layanan kesehatan, guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Baca Juga  Semarak HUT Ke-81 TNI, Pangdam IX/Udayana Perkuat Kebersamaan TNI dan Rakyat Melalui Fun Run dan Baksos Kesehatan

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menegaskan bahwa jajaran TNI telah bergerak sejak hari pertama bencana terjadi. Ribuan personel dikerahkan untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung pemerintah dalam mempercepat penanganan dampak gempa.

Pada tahap awal penanganan, prajurit difokuskan pada berbagai upaya penyelamatan, pencarian dan pertolongan, evakuasi masyarakat, serta penanganan korban, baik korban luka maupun korban meninggal dunia. Seiring perkembangan situasi, penanganan kini mulai diarahkan pada pendataan secara menyeluruh terhadap kerusakan dan dampak yang ditimbulkan sebagai dasar untuk menentukan langkah pemulihan berikutnya.

“Sekarang ini kami sedang melakukan pendataan aset-aset umum, pemukiman warga, maupun fasilitas pemerintah yang mengalami kerusakan. Data ini akan segera kita laporkan agar bisa secepatnya dilakukan penanganan,” ujar Mayjen TNI Piek Budyakto.

Menurut Pangdam, pendataan menjadi bagian penting dalam proses penanganan bencana karena akan memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi di lapangan. Dengan data yang valid, kebutuhan masyarakat dan tingkat kerusakan dapat dipetakan berdasarkan skala prioritas, sehingga bantuan maupun dukungan dapat segera diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.

Selain melakukan pendataan kerusakan, Pangdam juga menekankan sejumlah kebutuhan mendesak yang perlu mendapat perhatian, di antaranya ketersediaan air bersih, pemulihan jaringan listrik, akses komunikasi dan internet, serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Berbagai kebutuhan tersebut dinilai penting, tidak hanya untuk menunjang aktivitas masyarakat, tetapi juga untuk mendukung kelancaran seluruh proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Pangdam menegaskan, Kodam IX/Udayana akan terus mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk membantu masyarakat terdampak. Kehadiran prajurit di lapangan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi akan terus dilaksanakan sesuai tugas dan kewenangan dalam mendukung proses pemulihan.

“Yang paling penting adalah masyarakat tidak boleh merasa sendiri. TNI akan terus hadir dan membantu bersama pemerintah serta seluruh unsur terkait sampai kondisi masyarakat berangsur pulih,” tegas Pangdam.

Baca Juga  Presiden Prabowo Lantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan bahwa kehadiran langsung Pangdam IX/Udayana di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Kodam IX/Udayana untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Penanganan bencana membutuhkan kecepatan, ketepatan dan sinergi seluruh pihak. Kodam IX/Udayana bersama satuan kewilayahan akan terus berada di lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Kepolisian, BPBD, tenaga kesehatan, relawan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara optimal,” ujar Kapendam.

Kapendam menambahkan, satuan kewilayahan jajaran Kodam IX/Udayana akan terus memperkuat pemantauan dan pendataan di wilayah terdampak, sekaligus memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti. Distribusi bantuan juga akan terus dikawal agar dapat berjalan lancar dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Kisah Inspiratif Luh Rusmiati, dari Tumpukan Koran Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

Published

on

By

Luh Rusmiati, pengrajin koran bekas asal Sudaji
Luh Rusmiati, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Berawal dari melihat tumpukan koran bekas di rumah saudara, Luh Rusmiati justru menemukan peluang untuk berkarya. Sejak 2016, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng ini mulai belajar secara mandiri mengolah kertas bekas menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

Tanpa berbekal pendidikan khusus di bidang kerajinan, Sumiati mencoba membuat berbagai produk dari bahan kertas. Awalnya, ia hanya ingin membuat keranjang sederhana untuk tempat air mineral. Namun, hasil karyanya ternyata menarik perhatian orang di sekitarnya.

“Awalnya saya melihat tumpukan koran di rumah saudara. Saya ingin membuat keranjang untuk tempat air mineral. Setelah ada saudara yang tertarik dan meminta dibuatkan, akhirnya berkembang dan ada yang meminta dibuatkan produk lain seperti bokor,” tuturnya saat ditemui di Galerinya, Jumat (2/10).

Dari percobaan sederhana tersebut, usaha kerajinan yang diberi nama “Gegaen Lima Craft” perlahan berkembang. Berbagai produk seperti anyaman, tempat pensil, nampan, tatakan gelas, gantungan kunci hingga perabotan berupa meja dan kursi kini dihasilkan dari kreativitasnya.

Untuk mendapatkan bahan baku, Rusmiati memanfaatkan berbagai jenis kertas. Koran bekas sebagian dibeli, sedangkan kertas lainnya diperoleh melalui donasi dari teman-temannya.

Menariknya, hubungan dengan para penyumbang kertas juga dilakukan melalui sistem barter. Kertas bekas yang diberikan kemudian diolah menjadi produk kerajinan dan sebagian hasilnya diberikan kembali kepada mereka, seperti tempat pensil maupun nampan kecil.

“Kalau koran biasanya saya beli. Kalau kertas-kertas lainnya banyak yang dapat dari donasi teman. Kadang saya barter, mereka memberikan kertas, kemudian saya kasih tempat pensil atau nampan kecil,” jelasnya.

Ketekunan Rusmiati membuahkan hasil. Produk kerajinannya tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi juga pernah menembus pasar luar negeri. Pada 2017, ia sempat bekerja sama dengan sebuah art shop di Denpasar. Produk berupa tatakan gelas dan nampan bahkan dibawa hingga ke Jepang dan Afrika.

Baca Juga  Semarak HUT Ke-81 TNI, Pangdam IX/Udayana Perkuat Kebersamaan TNI dan Rakyat Melalui Fun Run dan Baksos Kesehatan

Selain itu, sejumlah wisatawan yang berkunjung ke homestay di sekitar tempat usahanya juga tertarik membeli produk kerajinannya untuk dijadikan suvenir dan dibawa pulang ke negara masing-masing.

Dari usaha tersebut, Rusmiati memperkirakan omzet yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp 5 juta dalam satu bulan, meskipun jumlahnya tidak selalu sama setiap bulan.

Harga produknya pun cukup beragam. Untuk produk sederhana seperti gantungan kunci, harganya mulai dari sekitar Rp 5 ribu per buah. Sementara produk dengan ukuran lebih besar seperti meja dan kursi dijual dalam bentuk set dengan harga yang disesuaikan dengan jenis dan ukurannya.

Bagi Rusmiati, usaha ini bukan hanya tentang menghasilkan pendapatan. Ia ingin kerajinan berbahan kertas bekas tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.

“Harapannya usaha ini terus berkembang. Saya juga berharap ada orang-orang di sekitar yang mau ikut bersama-sama mengembangkan usaha ini, sehingga bisa memberikan manfaat lebih bagi orang-orang di sekitar,” ungkapnya.

Upaya Rusmiati mengolah bahan bekas menjadi produk bernilai ekonomi juga mendapat perhatian dari pemerintah. Ia beberapa kali mendapat kesempatan mengikuti pameran dan kegiatan promosi produk lokal, seperti Lovina Festival, Buleleng Festival maupun kegiatan yang dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pameran menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat membantu dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Disisi lain, Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, mengapresiasi semangat dan motivasi para pelaku UMKM di desanya, termasuk Rusmiati yang mampu mengolah limbah kertas menjadi karya seni bernilai ekonomi.

Menurutnya, kreativitas tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga  Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Badung

“Pemerintah Desa Sudaji sangat mendukung dan mengapresiasi semangat UMKM kami. Salah satunya pengelolaan limbah kertas yang diolah menjadi sebuah karya seni yang nantinya bisa dipasarkan di seluruh Nusantara maupun dunia,” ujarnya.

Fajar mengatakan, pemerintah desa juga berupaya mengantisipasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan, terutama berkaitan dengan permodalan, pemasaran dan kebutuhan pengembangan usaha lainnya. Dukungan diberikan melalui motivasi, pembinaan serta membangun hubungan dengan berbagai stakeholder yang dapat membantu kemajuan UMKM di Desa Sudaji.

Ia berharap dukungan terhadap UMKM di desa semakin kuat, baik dari pemerintah maupun stakeholder lainnya, sehingga para pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kecelakaan di By Pass Ngurah Rai Picu Kepadatan, Unit Lalulintas Polsek Dentim Turun Langsung ke TKP

Published

on

By

Polisi tangani kecelakaan di By Pass Ngurah Rai
KECELAKAAN: Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Peristiwa tersebut sempat menyebabkan kepadatan kendaraan pada jalur menuju utara.

Mendapat informasi dari masyarakat, personel Unit Lalulintas Polsek Denpasar Timur (Dentim) segera mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan penanganan di TKP sekaligus mengatur pergerakan kendaraan agar kepadatan tidak semakin meluas.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai I Made Cuta, (71), dengan mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikan Reno Ramadhan, (31). Keduanya melaju dari arah selatan menuju utara ketika kondisi lalu lintas cukup padat. Saat kendaraan di depan melakukan pengereman, pengendara sepeda motor diduga tidak sempat mengendalikan laju kendaraannya hingga menabrak bagian belakang mobil.

Pengendara sepeda motor mengalami luka lecet pada lutut kiri dan benjolan di bagian belakang kepala. Dalam kondisi sadar serta masih dapat berkomunikasi, korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD menuju Rumah Sakit Dharma Yadnya untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan, kecepatan personel dalam merespons laporan menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah gangguan arus lalu lintas yang lebih panjang.

“Setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan gangguan keamanan maupun keselamatan di jalan kami tindak lanjuti dengan cepat, sehingga situasi dapat segera ditangani dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujar Kapolsek.

Polsek Dentim mengimbau pengguna jalan untuk selalu menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, dan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintas di tengah arus lalu lintas yang padat. (gs/bi)

Baca Juga  Presiden Prabowo Lantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kolaborasi dengan Sungai Watch dan Relawan, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Bersihkan Kawasan Hutan Bakau Sidakarya

Published

on

By

Gerakan Kulkul PKK bersihkan Hutan Bakau Sidakarya
GERAKAN KULKUL PKK: Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Tampak gerakan Kulkul PKK di Desa Sidakarya, Kota Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu kembali digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Di Desa Sidakarya, Kota Denpasar, kegiatan dipusatkan di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya dengan melibatkan TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kota Denpasar, TP PKK Desa Sidakarya, TP Posyandu Provinsi Bali, TP Posyandu Kota Denpasar, Sungai Watch, masyarakat, serta relawan.

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan secara rutin pada Minggu pertama setiap bulan dengan mengajak masyarakat membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya. Gerakan ini tidak sekadar menjadi kegiatan bersih-bersih, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran dan membentuk kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, interaksi sosial, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Manajer Lapangan Sungai Watch, Made Dwi Bagiasa, mengapresiasi kolaborasi dalam kegiatan di Sidakarya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kolaborasi perdana Sungai Watch bersama TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali serta Kota Denpasar dalam membersihkan aliran sungai di kawasan pesisir Kota Denpasar.

“Harapannya ke depan tidak hanya bersih-bersih saja, tetapi bagaimana kita mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai karena semua akan bermuara ke pantai selatan kita,” ujar Made Dwi Bagiasa.

Ia menegaskan, penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Sampah dari permukiman maupun sungai berpotensi terbawa hingga kawasan pesisir dan laut. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan dan pengurangan sampah perlu dilakukan secara konsisten kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga  Polri Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Kolaborasi dengan Basarnas dan Unsur Gabungan

Made Dwi Bagiasa juga mengapresiasi keterlibatan Ketua TP PKK dan Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam menggerakkan masyarakat, khususnya kader dan anggota PKK, untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin. “Kita lihat semangat Ibu, Bunda Putri ini sebagai semangat untuk memobilisasi ibu-ibu PKK agar rutin membersihkan lingkungan di sekitarnya. Bagaimanapun juga, kita harus bijak memperlakukan sampah,” ungkapnya.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, TP PKK Provinsi Bali terus mendorong budaya bersih dan semangat gotong royong menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Gerakan dimulai dari lingkup terkecil, yakni telajakan dan lingkungan rumah masing-masing, kemudian meluas hingga ruang publik yang digunakan bersama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca