Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkab Badung dan Asosiasi Pariwisata Sepakat Wujudkan Tata Kelola Pariwisata Berkualitas

BALIILU Tayang

:

pariwisata badung
AUDIENSI: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menerima audiensi perwakilan asosiasi pariwisata di Ruang Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Selasa (29/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmen strategisnya dalam membangun pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berlandaskan kearifan lokal melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Komitmen ini tercermin dalam audiensi antara Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan perwakilan asosiasi pariwisata yang dilangsungkan di Ruang Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Selasa (29/4).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Adi Arnawa menekankan pentingnya pengembangan pariwisata yang tidak semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, melainkan juga memperhatikan keberlanjutan ekologi, pelestarian budaya, dan keseimbangan sosial. “Pariwisata yang dikembangkan harus selaras dengan nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sebagai fondasi untuk menjaga keharmonisan antara manusia, alam dan budaya,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti sejumlah tantangan aktual yang dihadapi daerah, seperti kemacetan lalu lintas, permasalahan pengelolaan sampah, serta tekanan terhadap daya dukung lingkungan. Menjawab isu-isu tersebut, pemerintah daerah telah merumuskan berbagai langkah konkret, antara lain penataan sistem lalu lintas di kawasan padat seperti Uluwatu dan Canggu, serta revitalisasi kawasan Kuta melalui pelebaran trotoar dan pemindahan kabel udara ke bawah tanah. Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, ditekankan pentingnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan.

“Seluruh kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mewujudkan pariwisata yang berorientasi pada kualitas, bukan semata-mata kuantitas. Dan juga diperlukan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, dan seluruh elemen masyarakat, agar Badung dapat tampil sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang berpijak pada nilai-nilai lokal dan berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Bali,” ungkap Adi Arnawa seraya memberikan apresiasi atas masukan yang konstruktif dari para pelaku industri pariwisata.

Selanjutnya, Bupati menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan intensitas pengawasan, memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran, serta menunda pengerjaan proyek-proyek non-prioritas guna mengalokasikan sumber daya bagi pengembangan infrastruktur dasar seperti penerangan jalan dan pembangunan jalur alternatif pariwisata.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Hadiri ‘’Pujawali’’ di Merajan Ageng Pasek Padang Subadra Sulangai

Sementara, Ketua PHRI Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya, dalam kesempatan itu menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis, mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, optimalisasi promosi digital, serta penegakan regulasi terhadap pelaku usaha pariwisata yang belum memenuhi persyaratan perizinan. Ia turut menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur untuk menghindari konsentrasi wisata di wilayah-wilayah tertentu yang berisiko mengalami over kapasitas.

Audiensi ini juga mengidentifikasi sejumlah isu krusial yang tengah dihadapi sektor pariwisata di Badung, antara lain kelebihan kapasitas destinasi, pelanggaran hukum oleh wisatawan asing, ketidaktertiban transportasi, serta meningkatnya angka kriminalitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Kompak Terima Aspirasi BEM Se-Kota Denpasar

Siap Tindaklanjuti Usulan dan Kritik Mahasiswa Sebagai Evaluasi, Wujudkan Pelayanan Optimal bagi Masyarakat

Loading

Published

on

By

Walikota Jaya Negara
TERIMA ASPIRASI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima aspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Kota Denpasar dalam acara bertajuk Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima aspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Kota Denpasar dalam acara bertajuk Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4). Sesuai dengan judulnya, kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan keluhan, masukan, saran hingga kritik tajam mahasiswa terhadap Pemerintah Kota Denpasar.

Berdasarkan data undangan, sebanyak 22 BEM Perguruan Tinggi turut diundang. Dimana, seluruh peserta diberikan kesempatan luas untuk menyampaikan pendapat, kritik hingga saran untuk kemajuan Kota Denpasar. Tampak hadir Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, OPD terkait, Ketua Forum Perbekel/Lurah, I Gede Wijaya Saputra serta Komunitas Eling Ring Pertiwi.

Berbagai isu terkini turut menjadi bahan diskusi hangat dan mendalam. Yakni penanganan sampah, tata ruang perkotaan, banjir, kekerasan seksual hingga transparansi program pemerintah. Tak jarang, silih berganti mahasiswa menyampaikan kritik dan saran untuk berdiskusi langsung dengan Walikota dan Wakil Walikota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, BEM Universitas Udayana turut menyerahkan hasil penelitian sekaligus rekomendasi kepada Pemerintah Kota Denpasar.

Presiden BEM Universitas Mahasaraswati, Gede Erawan Kusuma Putra Widana dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa persoalan sampah di lingkungan perkotaan memang menjadi isu yang mendesak. Namun, ia menilai bahwa perhatian tidak boleh hanya terfokus pada sampah semata, melainkan juga harus mencakup pembenahan tata kelola ruang yang hingga kini masih memerlukan perbaikan secara menyeluruh.

“Bukan hanya sampah, banyak isu perkotaan yang menjadi atensi, termasuk banjir, pelecehan seksual hingga tata ruang yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Baca Juga  Rakor Teknis dan Monitoring Evaluasi Penerapan SPM di Kabupaten Badung 2025

Ia juga menyoroti bahwa selain isu lingkungan, masih terdapat berbagai persoalan lain yang tak kalah penting untuk segera ditangani, seperti keterbukaan informasi publik.

“Transparansi menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola yang baik, sehingga berbagai kebijakan yang diambil dapat diawasi dan dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan, Presiden BEM Univerditas Udayana, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa (Gung Pram) menyoroti terkait penanganan sampah yang menjadi publik isu saat ini. Dimana, pihaknya mendorong reformasi kebijakan pengelolaan sampah di lingkungan perkotaan melalui pendekatan sistemik dan transparan. Ia menekankan pentingnya sistem informasi yang terbuka agar seluruh masyarakat dapat memantau alur pengolahan sampah secara real time.

Selain itu, pihaknya juga menginisiasi transformasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) menjadi TPS-3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan menggandeng komunitas pecinta lingkungan guna memperkuat partisipasi publik dan edukasi berkelanjutan. Menurut Gung Pram, upaya ini juga akan diperkuat dengan pengembangan kanal pelaporan dan pengaduan yang responsif, serta pelaksanaan audit terbuka terkait penanganan dan inovasi persampahan di kampus.

“Kami ingin memastikan setiap kebijakan tidak hanya berjalan, tetapi juga dapat diawasi bersama secara transparan oleh mahasiswa,” ujarnya.

Gung Pram menambahkan bahwa BEM Unud akan mendorong pembentukan sentra pengolahan sampah di kampus yang digawangi langsung oleh mahasiswa sebagai pusat inovasi dan praktik nyata pengelolaan lingkungan.

“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan kolektif untuk menciptakan kampus yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas partisipasi BEM se-Kota Denpasar dalam acara Dengar Mahasiswa ini. Dimana, forum ini merupakan momentum untuk berdiskusi serta menyampaikan kritik dan saran untuk pembangunan Kota Denpasar yang berkelanjutan.

Baca Juga  FTP Unud Lakukan Penjajakan Kerja Sama dengan Dinas Pariwisata Badung

“Kami sangat terbuka, dan membuka ruang yang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan kajiannya, kritik serta saran untuk kemajuan Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Terkait sampah, Jaya Negara menjelaskan bahwa saat ini Pemkot Denpasar terus berjibaku dalam penanganan di hulu. Hal ini dilaksanakan dengan pemilahan sampah, pengolahan berbasis sumber melalui teba modern dan tong komposter, hingga optimalisasi TPS-3R. Sementara di tengah, Pemkot Denpasar juga terus mengoptimalisasi operasional TPST di tiga lokasi. Sedangkan di hilir, pengiriman sampah residu diarahkan menuju TPA Suwung dan cacahan kompos dikirim ke Kawasan Pusat Kebudayaan Bali.

“Untuk sampah saat ini kita masih berjibaku, dan peran masyarakat juga sangat penting untuk pemilahan dan pengolahan berbasis sumber, sembari menunggu operasional PSEL di Tahun 2027 mendatang,” ujarnya.

Jaya Negara juga sepakat dan siap menindaklanjuti usulan, saran dan kritik mahasiswa di dalam program kerja pemerintah. Hal ini terkait pengawasan tata ruang, penanganan dan antisipasi pelecehan seksual hingga banjir dan keterbukaan informasi publik.

“Saran dan masukan mahasiswa sangat kami perlukan, sehingga sinergi dan kolaborasi ini dapat menajamkan program pembangunan di Kota Denpasar yang tentunya memberikan kemanfaatan secara berkelanjutan,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

WHDI Kota Denpasar Gelar Pelatihan Kecakapan Hidup Pembuatan “Banten Otonan Tumpeng Pitu”

Published

on

By

whdi denpasar
PELATIHAN: WHDI Kota Denpasar saat menggelar Pelatihan Kecakapan Hidup dengan tema pembuatan Banten Otonan Tumpeng Pitu yang dilaksanakan di Banjar Tatasan Kaja, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Jumat (24/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar secara berkelanjutan menggelar Pelatihan Kecakapan Hidup dengan tema pembuatan Banten Otonan Tumpeng Pitu. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Banjar Tatasan Kaja, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Jumat (24/4), dengan menyasar kaum perempuan atau Wanita Hindu di wilayah setempat.

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus menyamakan persepsi masyarakat terkait makna Banten Otonan Tumpeng Pitu serta tata cara pembuatannya sesuai dengan sastra agama Hindu.

Menurutnya, banten otonan merupakan sarana upacara yang rutin digunakan setiap enam bulan sekali dalam rangka memperingati hari kelahiran berdasarkan kalender Bali. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk mengetahui cara pembuatan dan maknanya.

Banten otonan sangat sering digunakan di dalam keluarga. Jika masyarakat bisa membuat sendiri dan memahami maknanya, tentu dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga,” ujar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari program kerja WHDI Kota Denpasar di bidang keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di setiap banjar pada empat kecamatan se-Kota Denpasar. Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi dalam setiap pelaksanaan pelatihan.

“Antusias masyarakat sangat besar, sehingga WHDI merespons positif dengan terus mengadakan pelatihan seperti ini secara berkelanjutan,” tambahnya.

Ia berharap, melalui pelatihan ini para ibu rumah tangga tidak hanya mampu membuat banten otonan untuk kebutuhan keluarga sendiri, tetapi juga dapat mengaplikasikannya di lingkungan yang lebih luas.

Sementara itu, narasumber dari WHDI Kota Denpasar, Ni Wayan Sukerti, menjelaskan bahwa kehadirannya dalam pelatihan tersebut bukan untuk menggurui, melainkan untuk menyamakan persepsi terkait makna Banten Otonan Tumpeng Pitu sesuai dengan ajaran yang diperoleh dari nabe atau sulinggih.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan otonan sebaiknya dilakukan di merajan, bukan di balai rumah. Hal ini dikarenakan merajan merupakan tempat berstana Ida Sang Hyang Widhi beserta para leluhur. Namun kalau merajan milik banyak keluarga beliau tidak mempermasalahkan.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1948, Ajak Jaga Toleransi dan Kondusivitas

“Setiap pelaksanaan otonan sebaiknya dilakukan di merajan, karena saat mengaturkan banten, para dewa dan leluhur diyakini hadir di sana,” jelasnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami tata cara pembuatan banten otonan yang benar sesuai sastra agama Hindu, serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta Ni Nyoman Rikin Ariani mengucapkan terima kasih kepada WHDI Kota Denpasar karena telah melaksanakan pelatihan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat bagus untuk menyamakan persepsi. Bahkan dia baru mengetahui bahwa ngotonan harus dilaksanakan di merajan.

“Melalui pelatihan ini saya baru mengetahui hal ini, semoga kegiatan ini terus berlanjut agar masyarakat banyak yang mengetahui makna dari otonan maupun banten otonan-nya,” harapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Yunita Alit Sucipta Kunjungi Perajin Disabilitas di Carangsari

Published

on

By

gow badung
HOME VISIT: Ketua GOW Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, kunjungi kediaman I Ketut Tirtayasa melalui kegiatan “home visit“ di Banjar Beng, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Jumat (24/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, melakukan aksi nyata dukungan terhadap kaum disabilitas melalui kegiatan home visit di Banjar Beng, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Jumat (24/4).

Kunjungan ini secara khusus menyasar kediaman I Ketut Tirtayasa, seorang warga disabilitas yang memiliki keterampilan luar biasa dalam mengolah limbah kertas koran menjadi anyaman bernilai seni tinggi, seperti bokor, tempat tisu, tas, hingga wadah bunga.

Dalam kunjungannya, Nyonya Yunita Alit Sucipta menyampaikan rasa kagumnya atas semangat kemandirian yang ditunjukkan oleh Ketut Tirtayasa. Menurutnya, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya dan berdaya secara ekonomi.

“Pak Ketut adalah sosok yang mengajarkan kita bukan tentang keterbatasan, melainkan tentang kekuatan dan kemandirian. Beliau mampu mengubah koran bekas menjadi kerajinan yang sangat bernilai,” ujarnya di sela-sela kunjungan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Yunita Alit Sucipta yang didampingi jajaran GOW Badung memberikan bantuan dana motivasi serta pasokan bahan baku berupa kertas koran. Tak hanya itu, ia juga langsung memesan 50 buah tempat tisu hasil karya Ketut Tirtayasa untuk mendukung keberlangsungan usahanya.

“Kami dari GOW Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus mendukung pelaku UMKM seperti Pak Ketut agar terus maju dan berkembang. Semoga sosok beliau menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tidak menyerah dalam keadaan apa pun,” tegasnya.

Aksi ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap potensi warga disabilitas dan mendorong munculnya produk-produk kreatif berbasis lingkungan di Kabupaten Badung.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Petang A.A. Ngr Darma Putra, Ketua WHDI Kecamatan Petang dan Wakil Ketua WHDI Kecamatan Petang, Ketua TP PKK Desa Carangsari, serta pengurus GOW Kabupaten Badung. (gs/bi)

Baca Juga  Buka Singasari Expo III 2025, Bupati Adi Arnawa Ajak Masyarakat Bersama-sama Menjaga Lingkungan

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca