Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkab Badung dan FKH Unud Selaraskan Kerja Sama, Wujudkan ‘’Centre of Excellence’’ Sentra Ternak Sapi Sobangan

BALIILU Tayang

:

de
Silaturahmi Dekanat Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) ke Pemkab Badung. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Silaturahmi Dekanat Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) ke Pemkab Badung, disambut hangat oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana beserta jajaran Kabid Keswan Gede Asrama, Kabid Peternakan Nyoman Alit Mahyuni, dan Ahli Muda Pengawas Bibit Ternak Nyoman Oka Widiarta.

Sementara rombongan FKH diketuai oleh Dekan Prof. Nyoman Suartha, bertujuan untuk mempererat jalinan kerja sama yang telah berlangsung lama, dan sekaligus menyelaraskan program Pemkab untuk kerja sama berkelanjutan dengan misi FKH Unud dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian. Pertemuan dipimpin langsung oleh Kadis Wijana berlangsung di Ruang Rapat Dinas Pertanian, di Mangupura, pada Rabu (2/2/2022).

Kadis Wayan Wijana memaparkan, kerja sama sudah berjalan baik dan dirasakan manfaatnya bersama oleh masyarakat, Pemkab dan juga civitas FKH Unud harus terus ditingkatkan. Kerja sama yang sudah berjalan diantaranya pemeriksaan kesehatan ternak dan daging pada saat hari raya idul adha dan galungan, vaksinasi rabies, fasilitasi praktek kerja lapangan, Rumah Potong Hewan (RPH) Mambal dan Sentra Ternak Sobangan untuk praktikum dan koasistensi profesi dokter hewan, serta penanaman Hijauan Pakan Ternak.

“Kami berkomitmen untuk mengiplementasikan MoU yang sudah ada, dan kerja sama yang bermanfaat saling menguntungkan harus terus ditingkatkan. Kami ingin memiliki klinik hewan, selain itu juga membutuhkan pendampingan pihak kampus untuk mewujudkan Sentra Ternak Sapi Bali Sobangan sebagai salah satu Centre of Excellence dalam penyediaan bibit sapi bali yang tersertifikasi,” tutur Kadis Wijana.     

Kabid Kesehatan Hewan Asrama menjelaskan untuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang kedua sudah diperpanjang sampai tahun 2024, dan Sentra Ternak Sobangan sebagai maskot PKS yang oleh FKH Unud dijadikan sebagai Unit Teaching Farm. “Kami mendukung kegiatan kampus di Kabupaten Badung. Mengenai klinik hewan sekarang sudah dibuka Mangupura Pet Care karena animo pemilik hewan tinggi. Untuk pelaksanaan koasistensi mahasiswa pendidikan profesi dokter hewan (PPDH) berlangsung di Sobangan, UPT Dinas Pertanian Kecamatan dan di RPH Mambal. Kami juga berterima kasih kepada FKH Unud atas bantuan alat pemingsan babi (captive bolt stunner) untuk RPH. Untuk kegiatan pengabdian masyarakat kami akan meneruskan dalam program vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan pada hari raya kurban,” ungkapnya.

Baca Juga  Pembukaan Talk Show Investasi dan Kewirausahaan KADIN Badung

Upaya untuk mewujudkan Sentra Ternak Sobangan sebagai sentra pembibitan sapi Bali dan wahana pendidikan, harus memiliki nilai tambah dan memiliki standard yeng lebih tinggi dari peternakan lain yang ada di Bali. Sekarang ini populasi sapi sebanyak 341 ekor, dan sebagian tidak produktif, dan penempatan sapi yang tidak teratur. “Kami ingin mewujudkan Centre of Excellence pada Sentra Sobangan sebagai sentra pembibitan dan pedidikan. Untuk itu kami sudah melakukan penataan, dimulai dari penataan recording sapi, peremajaan induk sapi, penataan kandang sapi, dan perluasan sumber pakan dengan penanaman hijauan pakan ternak,” ujar Kabid Peternakan Alit Mahyuni.

Melengkapi paparan Kepala Dinas Pertanian, Ahli Muda Pengawas Bibit Ternak Nyoman Oka Widiarta menyampaikan supaya ada penelitian dosen yang diarahkan melakukan penelitian sapi Bali ke Sobangan, untuk menghasilkan produk inovatif aplikatif bersama dinas.

Pada kunjungan kali ini Dekan Suartha mengajak 5 orang tim diantaranya Wakil Bidang Akademik dan Perencanaan I Gusti Ngurah Sudisma, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi I Wayan Sudira, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Sri Surya Heryani, Kepala Unit Teaching Farm Sobangan Bagus Tri Laksana, dan Ketua Ad hoc Kerja Sama Made Merdana.

Dekan Prof. Suartha dalam silaturahmi ini menyampaikan rasa terima kasih dan ijin untuk dapat meneruskan kerja sama yang saling memberikan manfaat. Menanggapi program kerja yang disampaikan dinas, Suartha menyatakan senang dan gayung bersambut, segera akan mengkondisikan dengan para Wakil Dekan, para dosen dan pihak di kampus yang berkaitan untuk menyelaraskan program kerja. “Mewujudkan Centre of Excellence Sentra Sobangan merupakan kebanggaan bersama, dan sejalan program unggulan FKH Unud, kami akan mendampingi dalam sertifikasi bersama Pusat Kajian Sapi Bali (PKSB) Unud. Sentra Sobangan juga telah mendukung capaian kami dalam akreditasi tingkat international AUN. Terkait peremajaan ternak dan penataan kandang akan kami tugaskan kepala teaching farm membuatkan SOP dan pendapat ahlinya sehingga hanya induk berkualitas yang dipertahankan. Sedangkan gagasan untuk membangun klinik hewan, kami menawarkan kerja sama membangun rumah sakit hewan bertaraf internasional, dan kami sudah siap lahan di Kampus Bukit Jimbaran,” ungkap Dekan Suartha.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Puncak Catu Festival 2023 Desa Pecatu

“Untuk mewujudkan kerja sama yang saling memberi manfaat, kerja sama itu harus hidup, ada kegiatan, ada manfaat dan berkelanjutan. Terkait core pendidikan, penelitian dan pengabdian, pihak FKH Unud telah melakukan revitalisasi kurikulum dan akan menerapkan Project Base Learning dan Case Base Learning. Contoh dari penerapan ini di Sentra Pembibitan Sobangan, mahasiswa akan dapat belajar tentang kasus dan penyelesaian project di lapangan, sementara pihak dinas akan mendapatkan data recording sapi yang valid, data sapi yang memenuhi kriteria induk maupun yang afkir,” ujar Wakil Dekan Sudisma.

Sementara Wayan Sudira, dalam kerja sama lanjutan yang telah berjalan ini mengungkapkan akan menjajagi kelanjutan PKS supaya terdokumentasi dengan baik, tercatat, dan terukur bahwa kerja sama ini benar-benar berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Di samping itu dokumentasi ini penting di kemudian hari untuk akreditasi kampus maupun untuk evaluasi kerja sama. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas585-Pemkab-Badung-dan-FKH-Unud-Selaraskan-Kerjasama-Berkelanjutan-Untuk-Wujudkan-Centre-of-Excellence-Sentra-Ternak-Sapi-Sobangan.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Mahayastra Lepas Penerima Bantuan Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi

Published

on

By

bantuan pendidikan gianyar
MELEPAS PENERIMA BANTUAN: Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gianyar, Rabu (3/6), di Taman Maheswara, Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gianyar, Rabu (3/6), di Taman Maheswara, Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar. Program ini merupakan salah satu implementasi misi keempat Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing melalui pendidikan yang maju dan berkualitas.

Dalam arahannya, Bupati Mahayastra menegaskan bahwa kebutuhan akan tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan memiliki keahlian khusus terus meningkat seiring perkembangan dunia kerja. Salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah melalui pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

“Kebutuhan atas tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan ahli saat ini semakin meningkat. Salah satu solusinya adalah dengan mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja,” ujar Bupati Mahayastra.

Bupati asal Payangan itu juga menyoroti perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), yang berlangsung sangat cepat di era revolusi industri. Menurutnya, lembaga pelatihan harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri agar dapat melahirkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Perubahan ini telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi para pekerja dan pengusaha. Namun, kami yakin pada sektor hospitality masih banyak fungsi dan pekerjaan yang tidak akan tergantikan oleh tenaga mesin,” imbuhnya.

Selain kompetensi teknis, Bupati Mahayastra menekankan pentingnya membangun mental yang kuat dan keberanian dalam menunjukkan kemampuan diri. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tidak akan berkembang secara optimal apabila tidak dibarengi dengan keberanian untuk tampil dan menunjukkan kemampuan.

Baca Juga  Hijaukan Jalan Labuan Sait dengan 1.000 Tabebuya

“Setinggi apapun pengetahuan yang dimiliki, apabila tidak berani menunjukkan kemampuan dan tampil di depan, maka kita akan tetap berada pada titik yang sama. Karena itu, tunjukkan kemampuan yang dimiliki. Jika melakukan kesalahan, kita masih bisa memperbaikinya,” tegasnya.

Bupati Mahayastra juga mengungkapkan rasa syukurnya karena program bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pada hari ini saya merasa sangat berbahagia karena proses bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi sudah dapat berjalan dengan baik. Ini juga menjadi hari yang membahagiakan bagi adik-adik sekalian karena telah memperoleh kesempatan untuk mengakses program pemerintah daerah guna meningkatkan kompetensi sehingga siap bersaing dan diterima di pasar kerja,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Mahayastra juga berpesan kepada para pengelola LPK agar terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan agen pemberangkatan maupun perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Saya berharap LPK fokus pada tugas utamanya, yaitu memberikan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas serta menjalin kerja sama dengan agen atau perusahaan penempatan untuk mempercepat proses penyaluran lulusan ke dunia kerja. Kepada adik-adik yang telah diterima di LPK, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Raihlah masa depan melalui pendidikan berbasis kompetensi, fokus pada tujuan, sehingga tahun depan dapat lulus dengan sertifikat kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Gede Suardana Putra, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing. Program ini juga memberikan kesempatan bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi.

Baca Juga  Jadikan RS Unggulan, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Direksi RSD Mangusada

“Peserta penerima manfaat merupakan lulusan SMA/SMK sederajat yang termasuk dalam angkatan kerja produktif dengan batas usia maksimal 25 tahun, serta berasal dari masyarakat Kabupaten Gianyar yang masih memerlukan bantuan pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suardana Putra menjelaskan bahwa dari target 400 penerima bantuan yang dicanangkan pada tahun 2026, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 345 orang.

“Setelah melalui sosialisasi yang dilakukan pada berbagai media, jumlah pendaftar mencapai 345 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang tidak lolos seleksi administrasi karena melebihi batas usia dan ber-KTP di luar Kabupaten Gianyar. Pada tahap wawancara, 26 orang dinyatakan tidak lolos, terdiri atas enam orang tidak mengikuti wawancara, enam orang memilih beasiswa program S1 dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, dan 14 orang mengundurkan diri. Selanjutnya, pada tahap seleksi akhir melalui visitasi rumah, ditetapkan sebanyak 204 penerima manfaat. Sebanyak 20 calon penerima mengundurkan diri, sedangkan sisanya berada pada kelompok desil 6–10 berdasarkan data Kementerian Sosial,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dobrak Stigma Kaku, Satpol PP Buleleng Luncurkan Inovasi “SABA POL PP” di Bulan Bung Karno

Published

on

By

SABA POL PP
SABA POL PP: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng meluncurkan program inovasi teranyar bertajuk "SABA POL PP" (Satu Hari Bersama Satpol PP). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng melakukan terobosan berani untuk mengikis stigma negatif di masyarakat. Melalui program inovasi teranyar bertajuk “SABA POL PP” (Satu Hari Bersama Satpol PP), korps penegak peraturan daerah (Perda) ini membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat untuk merasakan langsung dinamika bertugas di lapangan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng Komang Kappa Tri Aryandono dikonfirmasi, Rabu (3/6) selaku penanggung jawab utama menegaskan bahwa inovasi ini lahir sebagai jawaban atas tantangan komunikasi publik. Selama ini, sebagian masyarakat masih memandang Satpol PP dengan sudut pandang lama—sebagai aparat yang kaku, galak, dan konfrontatif.

“Melalui SABA yang menawarkan pengalaman langsung ini, kepatuhan hukum masyarakat diharapkan tumbuh secara tulus atas dasar kesadaran internal (commitment), bukan lagi karena takut dihukum (compliance),” tambah Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng.

Menariknya, peluncuran program ini sengaja diselenggarakan dalam momentum memperingati Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026. Langkah ini diambil bukan sekadar seremonial, melainkan untuk mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno, khususnya nilai “Berkepribadian dalam Kebudayaan”. Semangat nasionalisme dan kemanusiaan sang Proklamator diadopsi untuk membentuk pola penegakan hukum yang berkarakter, sopan, serta mengutamakan musyawarah dan gotong-royong.

Program ini menyasar berbagai elemen masyarakat di Wilayah Kabupaten Buleleng, mulai dari masyarakat umum, anggota Satlinmas desa/kelurahan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan pelajar dan mahasiswa.

Langkah berani ini diharapkan mampu meruntuhkan tembok pembatas yang selama ini memisahkan petugas dengan masyarakat. Dengan mengubah pendekatan dari yang semula berbasis kekuasaan (power-based) menjadi berbasis hubungan (relationship-based), wajah penegakan hukum di Gumi Denbukit kini selangkah lebih maju—berkarakter, berbudaya, dan yang terpenting: humanis. Pada akhirnya, ketertiban wilayah yang damai tidak akan bisa tegak jika hanya mengandalkan anggota Satpol PP di lapangan, melainkan harus lahir dari kesadaran kolektif masyarakat yang merasa memiliki kotanya sendiri. (gs/bi)

Baca Juga  Jadikan RS Unggulan, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Direksi RSD Mangusada

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Buka Marga Fest II Tahun 2026, Dorong Pelestarian Seni Budaya dan Penguatan Potensi Lokal

Published

on

By

Marga Festival
MARGA FESTIVAL II 2026: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6) malam. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6) malam. Pembukaan festival ditandai dengan prosesi nepak punggelan Barong Ket oleh Bupati Sanjaya sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival yang akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 2 hingga 6 Juni 2026.

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, unsur Forkopimcam Marga, para Perbekel, Bendesa Adat se-Kecamatan Marga, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Camat Marga, unsur Forkopimcam, para Perbekel, Bendesa Adat, tokoh masyarakat, serta seluruh panitia yang telah berhasil menyelenggarakan Marga Festival untuk kedua kalinya. Festival Kecamatan dikatakannya merupakan gagasan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya berbagai potensi desa melalui ruang-ruang kreativitas yang dapat diaktualisasikan oleh masyarakat.

Menurutnya juga, festival tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni budaya, melainkan juga sarana menggerakkan berbagai potensi daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif hingga pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. “Festival kecamatan ini digagas untuk memantik munculnya potensi-potensi terbaik dari desa. Jika kegiatan lahir dari bawah dan berasal dari kebutuhan masyarakat, maka manfaatnya akan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkas Sanjaya.

Selain itu, Ia juga menaruh harapan besar agar Marga Festival terus berkembang menjadi agenda kebanggaan masyarakat Kecamatan Marga sekaligus menjadi sarana pelestarian seni budaya, peningkatan prestasi generasi muda, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui partisipasi aktif seluruh komponen daerah.

Baca Juga  Bupati Terima Konjen Australia, Bahas Pembangunan Museum Perdamaian

“Saya yakin Marga Festival akan semakin semarak dari tahun ke tahun. Dengan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat, Kecamatan Marga mampu menunjukkan kualitas dan potensi terbaiknya sebagai kebanggaan Kabupaten Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” imbuh Sanjaya.

Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan potensi daerah yang dimiliki. “Kita tunjukkan bahwa Kecamatan Marga tidak kalah saing dengan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Tabanan. Melalui festival ini, seni budaya, pendidikan, ekonomi masyarakat hingga potensi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas politisi asal Dauh Pala Tabanan tersebut.

Sementara itu, Camat Marga, I Gede Putu Adhi Putra Adiksa selaku Ketua Panitia Marga Festival II Tahun 2026, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini mengusung tema “Melestarikan Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dan Pariwisata” yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Selama lima hari pelaksanaan, festival menghadirkan berbagai kegiatan dan perlombaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari desa dinas, desa adat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku UMKM. Beragam atraksi seni budaya seperti tari, baleganjur, barong, gong kebyar, dolanan tradisional, lomba aksara Bali, pidarta Bahasa Bali, lomba bahasa Inggris, hingga penampilan kreativitas siswa sekolah turut meramaikan festival.

Tidak hanya itu, sebanyak 70 pelaku UMKM dilibatkan dalam festival guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Berbagai kegiatan sosial juga diselenggarakan, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata gratis, donor darah, serta vaksinasi rabies gratis melalui kolaborasi bersama instansi terkait. Puncak kegiatan festival akan dimeriahkan dengan Lomba Barong Bangkung se-Kabupaten Tabanan yang diikuti 30 peserta dengan total hadiah pembinaan sebesar Rp 15 juta. (gs/bi)

Baca Juga  Hijaukan Jalan Labuan Sait dengan 1.000 Tabebuya

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca