Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkab Buleleng Hadirkan Promo Pajak, Ada Diskon 90% untuk Petani

BALIILU Tayang

:

promo pajak buleleng
BINCANG: Sekretaris BPKPD Buleleng, Ida Bagus Perang Wibawa saat Bincang Komunikasi di Buleleng Command Center, Selasa (2/9). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kabar gembira untuk masyarakat Buleleng! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) meluncurkan berbagai promo pajak. Tujuannya jelas, agar warga lebih ringan dalam melunasi kewajiban sekaligus lebih mudah dalam proses pembayarannya.

Sekretaris BPKPD Buleleng, Ida Bagus Perang Wibawa, menegaskan bahwa pajak merupakan kewajiban seluruh warga negara. Namun, hasil dari pajak sejatinya kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan.

“Pajak itu bukan untuk pemerintah, tapi untuk masyarakat sendiri. Dengan pajak, jalan bisa diperbaiki, sekolah bisa dibangun, dan layanan publik bisa berjalan. Karena itu, kami tidak hanya menekankan kepatuhan, tapi juga menghadirkan kebijakan yang pro rakyat,” ujar Ida Bagus Perang saat Bincang Komunikasi di Buleleng Command Center, Selasa (2/9).

Program pertama adalah Promo Merdeka (Pemutihan Pajak). Dalam promo ini, masyarakat hanya perlu melunasi pajak pokok periode 2021–2025. Tunggakan dan dendanya otomatis diputihkan.

Program ini dirilis bertepatan dengan peringatan 17 Agustus 2025 dan berlaku sampai 30 September 2025.

“Dengan program ini, masyarakat yang punya tunggakan tidak perlu takut. Cukup bayar pokoknya saja, sisanya kami hapuskan. Jadi lebih ringan dan lebih cepat selesai,” jelasnya.

Kebijakan berikutnya menyasar sektor pertanian. Pemkab Buleleng memberikan diskon hingga 90% untuk pajak lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Menurutnya, kebijakan ini bukan hanya soal keringanan, tapi juga strategi untuk menjaga keberlangsungan lahan sawah dari ancaman alih fungsi. “Kalau petani bisa mempertahankan sawahnya, otomatis ketahanan pangan tetap terjaga. Diskon ini bentuk penghargaan nyata kepada petani,” katanya.

Tak kalah menarik, cara bayar pajak kini jauh lebih gampang. Warga bisa membayar lewat bank, minimarket seperti Indomaret, kantor pos, Bumdes, hingga aplikasi digital seperti Gopay dan BCA Mobile. Bahkan, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB akan dilengkapi QR code sehingga warga bisa langsung cek dan bayar secara online.

Baca Juga  Cerdas Kelola Keuangan Keluarga, Anggota DWP Buleleng Dapat Pembekalan dari Dekan FE Undiksha

“Dulu mungkin orang malas antre di bank. Sekarang cukup scan QR code di rumah, bayar via HP, selesai dalam hitungan menit,” tambahnya.

BPKPD juga aktif melakukan jemput bola. Petugas di 9 kecamatan turun langsung ke desa-desa, bahkan mendatangi kelompok subak setiap akhir pekan. Langkah ini diambil agar tidak ada alasan lagi bagi warga untuk kesulitan membayar pajak. “Kalau warga tidak bisa ke kota, ya kami yang datang. Intinya, semua harus terbantu,” tegasnya.

Tak hanya promo, BPKPD juga membuat program kreatif agar warga makin semangat membayar pajak. Ada program Sweet Sunday di Taman Kota, di mana warga yang membayar PBB secara digital bisa pulang membawa hadiah gula pasir. Selain itu, ada juga Kamis Manis yang khusus mendorong pembayaran non-tunai.

“Kalau bayar pajak bisa sambil jalan-jalan di taman dan dapat hadiah, tentu rasanya lebih menyenangkan,” ujarnya.

Ida Bagus menegaskan seluruh promo ini adalah bentuk nyata kepedulian Pemkab Buleleng kepada masyarakat. “Ayo semeton Buleleng, jangan sia-siakan kesempatan ini. Bayar pajak sekarang lebih ringan, lebih mudah, dan lebih bermanfaat. Hasilnya nanti kembali untuk pembangunan daerah kita. Mari bersama bayar pajaknya dan awasi penggunaannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Jaga Alam Bali Tetap Bersih, Gubernur Koster Ajak Horeka Kelola Sampah Berbasis Sumber

Published

on

By

gubernur koster
BERI ARAHAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan pada acara sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber pada Horeka dan DTW Kota Denpasar, Jumat (Sukra, Keliwon Tolu) 8 Mei 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Kota Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Kasubdit Tindak Pidana Lingkungan Hidup, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Antonius Sardjanto, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengajak pelaku Hotel, Restaurant dan Cafe (Horeka) di Kota Denpasar untuk melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber, agar Bali bersih dan nyaman untuk dikunjungi sebagai tujuan utama destinasi wisata dunia sesuai visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, dalam Bali Era Baru.

Dalam laporan yang disampaikan Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bahwa Kota Denpasar memiliki 1.951 Horeka, dimana dari hasil assessment pengelolaan sampah Horeka di Denpasar, baru ada 79 yang telah melakukan pengelolaan sampah organik, dan 44 yang belum melakukan pengelolaan sampah organik.

Hal itu terungkap saat Gubernur Bali Wayan Koster memberikan arahan pada acara sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber pada Horeka dan DTW Kota Denpasar, Jumat (Sukra, Keliwon Tolu) 8 Mei 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Kota Denpasar.

Gubernur Koster dalam arahannya menegaskan, Kontribusi pariwisata terhadap pertumbuhan perekonomian Bali sangatlah tinggi, yaitu 66,00 persen.

Jadi posisi Bali, termasuk Kota Denpasar sebagai destinasi wisata dunia harus disyukuri, karena telah memberikan sumber perekonomian bagi masyarakat Bali, sehingga harus dirawat agar bisa berkelanjutan.

Cara merawatnya, tidak saja melalui peningkatan infrastruktur dan menjaga keamanan, namun yang saat ini dihadapi Bali, khususnya Kota Denpasar ialah masalah sampah.

‘’Saya berkepentingan pada acara hari ini, kepada pelaku usaha Horeka agar melihat soal sampah ini dengan bijak. Kalau kita mengelola sampah secara bersama-sama, maka citra pariwisata Bali akan naik, tingkat hunian hotel juga naik dan otomatis yang berbelanja di restaurant dan café juga merasakan dampak positifnya. Selain itu, karyawan akan merasakan penghasilannya, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pemerintah ikut meningkat,’’ kata Wayan Koster.

Baca Juga  Menuju Indonesia Bersih 2029, Buleleng Gelar Aksi Nyata di World Cleanup Day 2025

Lebih lanjut dihadapan 350 pelaku usaha Horeka di Kota Denpasar, Gubernur Koster menyampaikan urusan sampah akan dikerjakan dengan all out, tanpa membedakan urusan Walikota Denpasar dan Bupati Badung.

Jadi Bali ini harus dikelola secara bersama-sama, supaya cepat selesai masalahnya.

‘’Apa yang dibutuhkan pak Walikota, Saya dukung, baik itu soal lahan maupun mesin pengolahan sampahnya. Terbaru, Saya mendukung lahan di Kawasan Embung, Tukad Unda, Klungkung untuk menempatkan cacahan sampah organik Kota Denpasar. Saya juga sudah simak, Pak Walikota Denpasar sudah komprehensif melibatkan Kepala OPD, Pegawai, lembaga pendidikan termasuk anak-anak sekolah untuk melakukan pengelolaan sampah berbasih sumber. Sekarang kami mengajak Horeka di Denpasar untuk ikut melakukan upaya ini guna menjaga alam Bali ini bersih, karena Bali merupakan destinasi wisata dunia,’’ jelas Koster sembari menugaskan Dinas Pariwisata untuk melakukan pengecekan pengelolaan sampah ke Horeka.

Gubernur Koster mengatakan Bali sudah mempunyai pola pengelolaan sampah dari hulu, tengah, dan hilir.

Untuk di hilir, harus mendapatkan prioritas utama dalam Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Bapak Presiden RI punya perhatian luar biasa untuk Bali, dengan demikian semua di Bali bertekad pada tahun 2028, Bali ini sudah bersih dari sampah.

‘’Sekarang kita tinggal berjuang bersama melakukan pengelolaan sampah dengan cara memilah dan jangan buang sampah sembarangan. Supaya tidak kena hukum, jangan melanggar,’’ tegas Gubernur Bali.

Sementara Kasubdit Tindak Pidana Lingkungan Hidup, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Antonius Sardjanto mendorong semua stakeholder termasuk masyarakat dan pelaku usaha Horeka agar melakukan pengelolaan sampah. Ada lima hal yang perlu dilakukan bersama dalam mengatasi masalah sampah ini, yaitu pertama Perubahan perilaku masyarakat dan industry; Kedua, harus adanya sarana dan prasarana pengelolaan sampah, Recycle Centre, Bank Sampah; Ketiga, adanya anggaran pengelolaan sampah; Keempat, jangan sampai tidak ada SDM pengelola sampah yang bertanggungjawab di TPA; dan Kelima Penegakan Hukum.

Baca Juga  RSUD Buleleng Hadirkan Layanan Terapi Kejiwaan Modern dengan QEEG Neurofeedback

‘’Apabila dari satu sampai empat itu tidak jalan, maka penegakan hukum ini paling awal akan dilakukan sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

1 Malam Hilang, Lansia Ditemukan Selamat Dalam Keadaan Linglung

Published

on

By

nenek hilang di nusa penida
DITEMUKAN: Seorang nenek lanjut usia akhirnya ditemukan selamat setelah semalaman hilang di sekitaran ladang, Banjar Kaja, Desa Sakti, Nusa Penida, Jumat (8/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Seorang nenek lanjut usia ditemukan selamat setelah semalaman hilang di sekitaran ladang, Banjar Kaja, Desa Sakti, Nusa Penida, Jumat (8/5/2026). Ni Wayan Gayatri (75) meninggalkan rumah untuk mencari pakan ternak pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Perkiraan lokasinya berada di sebelah barat rumah korban yang berjarak kurang lebih 1 KM. Namun hingga pukul 18.00 Wita korban belum kembali ke rumah.

Pihak keluarga bersama tim SAR gabungan awalnya sudah melakukan pencarian hingga petang, pukul 23.00 Wita dengan hasil nihil. “Karena jarak pandang terbatas maka dilanjutkan pagi hari,” jelas Cakra Negara, Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida.

Pagi tadi operasi SAR kembali dilanjutkan, dengan melibatkan unsur SAR dari unit siaga SAR Nusa Penida (4 personel), Polsek Nusa Penida (1 personel), Babinsa (1 personel), Bhabinkamtibmas (1 personel) dan pihak keluarga korban serta masyarakat setempat. Penyisiran yang dilakukan dari pukul 07.00 Wita.

“Pencarian dimulai dari tempat biasa korban mencari makan sapi, kita menyisir memasuki hutan,” terangnya. Petunjuk awal ditemukan di sebelah barat lokasi biasa korban mencari pakan ternak, dimana ada dedaunan yang tertumpuk rapi dan batang pengait. Selanjutnya tim SAR gabungan menyisir secara menyebar.

Pada pukul 08.20 Wita diperoleh informasi dari anak korban bahwa terlihat perempuan yang berjalan dari arah hutan dengan kondisi seperti linglung. Setelah didekati ternyata benar perempuan itu adalah korban hilang yang sedang dicari. Posisi penemuan berada kisaran 1 KM sebelah selatan dari lokasi penemuan pakan ternaknya. Kemudian ia langsung dibawa pulang ke rumah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Menuju Indonesia Bersih 2029, Buleleng Gelar Aksi Nyata di World Cleanup Day 2025
Lanjutkan Membaca

NEWS

Serahkan Hadiah Ogoh-ogoh, Gubernur Koster-Wagub Minta STT Kembangkan Kreativitas dan Kuatkan Jati Diri Bali

Published

on

By

Gubernur Koster serahkan piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha
SERAHKAN PENGHARGAAN: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan Piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Semangat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 rupanya belum benar-benar padam di Bali. Di balik sunyinya Nyepi yang telah berlalu, bara kreativitas generasi muda Pulau Dewata justru terus menyala. Hal itu tampak saat Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menyerahkan Piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5).

Dalam suasana hangat penuh kebanggaan, Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta kompak memberikan motivasi sekaligus apresiasi kepada para Sekaa Teruna Teruni (STT) yang dinilai berhasil menjaga denyut budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh yang semakin bernilai artistik dan sarat makna filosofis.

Bagi Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta, ogoh-ogoh bukan lagi sekadar tradisi tahunan menjelang Nyepi. Lebih dari itu, karya monumental tersebut telah menjelma menjadi simbol ketangguhan, solidaritas, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap akar budaya leluhur Bali.

“Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri sebagai generasi yang memiliki bakat seni luar biasa yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujar Wayan Koster.

Momentum penghargaan itu juga membuka fakta mengejutkan di balik megahnya karya ogoh-ogoh yang selama ini hanya dinikmati masyarakat saat malam pengerupukan. Saat berdialog langsung dengan para penerima penghargaan, Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta dibuat terperangah ketika mengetahui proses pengerjaan ogoh-ogoh membutuhkan waktu hingga empat sampai lima bulan dengan biaya produksi melampaui Rp 50 juta.

Angka fantastis itu lahir bukan dari kemewahan semata, melainkan dari gotong-royong, pengorbanan waktu, tenaga, hingga semangat kebersamaan para pemuda di banjar-banjar Bali.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Matangkan Penyusunan RPJMD dan Renstra 2025-2029 untuk Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan

Di hadapan Gubernur dan Wakil Gubernur, para generasi muda itu serempak menceritakan bagaimana mereka rela begadang berbulan-bulan demi melahirkan karya terbaik yang nantinya diarak dalam prosesi pengerupukan. Dedikasi tersebut sontak membuat suasana di Jayasabha dipenuhi rasa haru sekaligus bangga.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 5 juta kepada sepuluh Sekeha Teruna Teruni (STT) favorit pilihan langsung Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali.

Sepuluh STT penerima penghargaan tersebut yakni STT. Anom Darsana dari Karangasem, ST. Asti Dharma Kerti dari Bangli, YDA. Purbawisesa dari Jembrana, ST. Sukarela dari Denpasar, ST. Siladharma Silakarang dari Gianyar, ST. Swadharmita dari Klungkung, STT. Ananta Genta Laksana dari Tabanan, STT. Munca Sari dari Tabanan, ST. Samagama Triwarga dari Buleleng, serta ST. Bhuana Kusuma dari Badung.

Matur Suksma Dukungan Pak Gubernur untuk Generasi Muda Bali

Menjelang acara usai, suasana emosional tak terhindarkan. Satu per satu para penerima penghargaan mendekati Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta untuk berjabat tangan sembari menyampaikan rasa terima kasih mereka.

Dengan wajah sumringah dan penuh kebanggaan, mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kreativitas generasi muda Bali.

“Matur suksma Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas dukungannya kepada generasi muda Bali,” ujar mereka bergantian.

Momen sederhana itu seolah menjadi penegas bahwa di tengah gempuran modernisasi dan perubahan zaman, Bali masih memiliki generasi muda yang rela berdiri di garis depan menjaga nyala budaya leluhur agar tetap hidup, megah, dan diwariskan ke masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca