Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Pemkab Tabanan Resmikan Pusat Terapi Anak Pertama di Tabanan

BALIILU Tayang

:

yayasan
Pemerintah Kabupaten Tabanan meresmikan pusat terapi anak pertama di Tabanan yang berfokus pada anak-anak dengan kebutuhan khusus berbasis psikologi berlokasi di Perumahan Angsa Putih, Br. Delod Puri, Kediri, Minggu (26/2). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan meresmikan pusat terapi anak pertama di Tabanan yang berfokus pada anak-anak dengan kebutuhan khusus berbasis psikologi yang didirikan oleh Sekda Tabanan, Dr. I Gede Susila, S.Sos.,M.Si yang berlokasi di Perumahan Angsa Putih, Br. Delod Puri, Kediri, Minggu (26/2). 

Dalam hal ini, Pemkab Tabanan diwakili oleh I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, AP., M.Si selaku Kepala Dinas Pendidikan dan turut menghadiri selaku undangan, perwakilan Direktur RSUD Singasana, Camat Kediri, Kepala Wilayah Kecamatan Kediri, Ketua MKKS Tabanan dan Kecamatan Kediri, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kab. Tabanan dan Psikolog Ni Ketut Jeni. 

Berdirinya Yayasan Sriti Santhi Asih, sebagai pusat terapi untuk anak berkebutuhan khusus dengan berbasis psikologi dan ilmu-ilmu terkait lainnya, bertujuan untuk membantu orang tua dalam menghadapi permasalahan pada anak secara tepat dan akurat, sehingga dapat diperoleh penatalaksanaan yang tentunya sesuai dengan kebutuhan anak dan keluarga. 

Bagi Sekda Susila selaku Pendiri Yayasan, inspirasi ini didapatkannya saat dahulu turun ke masyarakat saat masih menjabat sebagai Kadis Pendidikan. “Banyak sekali di Tabanan, anak-anak berkebutuhan khusus, dari tingkat ekonominya, tidak semua sama / mampu membiayai dan menyekolahkan anak dan pada saat itu dengan beberapa guru saya mencoba menuangkan ide ini. Saya tuang ide ini bersama Pak Bupati yang ternyata mendapat support yang sangat baik,” papar Susila. 

Pihaknya juga menjelaskan, pembangunan Yayasan ini memiliki tujuan, disamping membantu masyarakat Tabanan dengan segala keterbatasan yang ada nantinya tidak terlalu jauh untuk melakukan terapi. “Mudah-mudahan atas doa dan kehadiran para undangan, tempat ini dapat dikenal oleh seluruh masyarakat yang memang membutuhkan, di samping fisioterapi anak, kami juga menyediakan fisioterapi dewasa untuk pengobatan pasca-stroke dan trauma,” jelasnya lebih lanjut. 

Baca Juga  Pemkab Tabanan Sayangkan Ulah Dua Remaja yang Panjat GWS

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Sekda Susila, persoalan anak yang berkembang seiring dengan tuntutan di bidang teknologi dan ekonomi, perlu mendapatkan penanganan secara psikologis. Disampaikan oleh I Gusti Putu Ngurah Darma Utama saat meresmikan Yayasan, bahwa keberadaan Yayasan ini dengan tugas mulianya, menangani keterbelakangan anak secara psikis, dengan layanan konseling, psikologi dan fisioterapi. 

“Atas seijin Bapak Bupati, saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas ide, inisiasi yang dilakukan dalam pendirian Yayasan ini, sehingga di Kabupaten Tabanan ada lembaga dan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan atas ketertinggalan generasi-generasi kita yang berakibat, baik secara sosial, psikis, berkebutuhan khusus,” ungkapnya. Pihaknya juga berharap Yayasan ini bisa menjadi tempat yang nantinya memberikan kontribusi bagi generasi-generasi yang adaptif sehingga siap menerima kondisi masa depan nantinya, generasi yang membanggakan. 

Terletak di Ibukota Tabanan, yakni Singasana, Lokasi Yayasan ini mudah dijangkau sarana transportasi. Pusat terapi juga telah dilengkapi dengan ragam fasilitas belajar edukatif dan juga menawarkan lingkungan belajar yang kondusif dan bersahabat, guna menunjang dan meningkatkan kemampuan anak yang menjalankan terapi. 

Dengan diresmikannya Yayasan Sriti Santhi Asih, Luh Gede Yunda Sanistya Putri selaku ketua Yayasan dan juga Ketua Panitia saat itu mengungkapkan terima kasihnya kepada para undangan yang hadir. “Harapan kami kedepannya, agar kami dapat menjalankan tugas dengan komitmen tinggi dan professional, sehingga Pusat Terapi Anak ini dapat menjadi yang terbaik di Tabanan,” jelas Yunda. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Sayangkan Ulah Dua Remaja yang Panjat GWS

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Puncak Perayaan HUT Ke-532 Kota Singasana, Tegaskan Kejayaan Budaya dan Semangat Kebersamaan

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Sayangkan Ulah Dua Remaja yang Panjat GWS

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca