Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pengumuman Pemenang Lomba Ogoh-ogoh Tahun Caka 1942

BALIILU Tayang

:

de
Salah satu ogoh-ogoh yang ikut serta lomba ogoh-ogoh Tahun Caka 1942

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi kedisiplinan para yowana dan krama Bali yang secara sukarela tidak melakukan pengarakan ogoh-ogoh pada pengrupukan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1942 akibat merebaknya pandemi Covid-19.

Untuk tidak menghilangkan tradisi yang sudah mendarah daging secara meregenerasi, sesuai hasil masukan dan diskusi Gubernur Bali bersama bupati /walikota se-Bali serta ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali pada 23 Maret 2020 lomba ogoh-ogoh tetap digelar. Hal ini dimaksudkan sebagai penghargaan terhadap seni / budaya ogoh-ogoh se-Bali sekaligus ruang kreativitas yowana dan krama Bali dalam mendedikasikan semangat keagamaannya melalui kreasi ogoh-ogoh.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, ditemui di Denpasar, Jumat (23/10) serangkaian pengumuman pemenang Lomba Ogoh-ogoh Se-Bali Tahun 2020 serangkaian pengrupukan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1942.

Ditambahkannya Lomba Ogoh-ogoh Se-Bali Tahun 2020 ini juga merupakan implementasi dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mencapai krama Bali yang sejahtera sekala dan niskala.

Adapun tahap pelaksanaan lomba adalah sebagai berikut:

a. Ogoh – ogoh yang dilombakan adalah ogoh – ogoh yang telah dibuat terkait perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942 dan masih tersimpan dalam kondisi baik dan penilaian lomba ogoh – ogoh dilaksanakan di tempat tanpa parade.

b. Pendaftaran peserta lomba dilaksanakan dari tanggal 8 Agustus s/d 11 September 2020 dan setiap desa adat diwakili oleh 1 (satu) ogoh – ogoh.

c. Penilaian tingkat kecamatan untuk menentukan 3 (tiga) terbaik masing-masing kecamatan dilaksanakan tanggal 15 s/d 25 September 2020. Terbaik kecamatan akan dilombakan untuk menentukan terbaik I, II, dan III di tingkat kabupaten/kota.

Baca Juga  Perfoma Putri Suastini dan Balawan Tutup FSBJ II, Gubernur Koster: Jangan Pernah Bosan Bangun Seni dan Budaya Bali

d. Penilaian tingkat kabupaten/kota dilaksanakan pada tanggal 10 s/d 20 Oktober 2020.

Lomba ogoh-ogoh se-Bali tahun 2020 diikuti 274 desa adat dari 55 kecamatan di Bali (Kecamatan Kubu dan Pupuan tidak mengirimkan peserta).

Penetapan pemenang terbaik I, II dan III tingkat kabupaten/kota berdasarkan Berita Acara Pemenang Lomba hasil Pleno Tim Juri masing-masing kabupaten/kota.

Setelah dilaksanakan penjurian di masing-masing kabupaten/ kota, Gubernur Bali menerbitkan Surat Keputusan Nomor : 486/03-J/HK/2020 tentang Pemenang Lomba Ogoh-ogoh Se-Bali Tahun 2020.

REKAPITULASI PEMENANG LOMBA OGOH-OGOH SE-BALI TAHUN 2020

1. Kabupaten Gianyar, terbaik I peserta dari ST Purwa Jati Kumara Gana, Banjar Teges Kanginan, Desa Adat Teges Kanginan, Kecamatan Ubud nilai 1.790. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Bawi Mutun’’.

Terbaik II peserta dari STT Eka Yowana Canti Banjar Pujung Kaja Desa Adat Telepud Kecamatan Tegalalang, nilai 1.745. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Gamang – Hana Maya’’.

Terbaik III peserta dari STT Abra Puspa Banjar Benawah Kangin Desa Adat Benawah Kecamatan Gianyar, nilai 1.730. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Bawi Serenggi’’

2. Kabupaten Bangli, terbaik I peserta dari STT Kertha Giri Banjar Pekuwon Desa Adat Cempaga Kecamatan Bangli, nilai 1.659. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Brahmana Keling’’.

Terbaik II peserta dari STT Asta Dharma Kerti Banjar Tiga Desa Adat Tiga Kecamatan Susut, nilai 1.607. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Tarakasura’’.

Terbaik III peserta dari ST Kusuma Giri  Banjar Surakarma Desa Adat Kintamani Kecamatan Kintamani, nilai 1.572. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Ajian Paksha Bhaerawa’’.

3. Kabupaten Badung, terbaik I peserta dari ST Widya Dharma  Banjar Tengah Desa Adat Pecatu Kecamatan Kuta Selatan, nilai 1.864. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Sang Kala Agung’’.

Terbaik II, peserta dari ST Bhakti Asih Banjar Teba Desa Adat Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan, nilai 1.839. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Sang Dorakala’’.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Puncak Peringatan Hakordia 2020 secara Virtual

Terbaik III, peserta dari ST Tunas Remaja Banjar Umahanyar Desa Adat Penarungan Kecamatan Mengwi, nilai 1.829. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Kama Salah’’.

4. Kota Denpasar, terbaik I peserta dari STT Tunas Muda Banjar Dukuh Mertajati Desa Adat Sidakarya Kecamatan Denpasar Selatan, nilai 89.125. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Pengadangadang’’.

Terbaik II, peserta dari STT Dharma Cita Banjar Abian Kapas Tengah Desa Adat Sumerta Kecamatan Denpasar Timur, nilai 88.875. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Katattwaning Smara Reka’’.

Terbaik III, peserta dari STT Puta Yasa Banjar Pengiasan Desa Adat Denpasar Kecamatan Denpasar Barat, nilai 88,375. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Khrisna Kalya’’.

5. Kabupaten Klungkung, terbaik I peserta dari ST Dharma Buana Karya  Banjar Tengah Dusun Kawan Desa Adat Tohpati Kecamatan Banjarangkan, nilai 1.941. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Sang Anila’’.

Terbaik II, peserta dari STT Giri Mekar Sari  Banjar Sulang Desa Adat Sulang Kecamatan Dawan, nilai 1.787. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Sang Purusadha’’.

Terbaik III, peserta dari ST. Panji Saraswati Banjar Budaga Desa Adat Budaga Kecamatan Klungkung, nilai 1.771. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Kala Dungulan’’.

6. Kabupaten Buleleng, terbaik I peserta dari STT Cruti Widya Sesana Banjar  Adat Pucaksari Desa Adat Pucaksari Kecamatan Busung Biu, nilai 603. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Kereb Akasa’’.

Terbaik II, peserta dari STT Kusa Ananta Banjar Dinas Ambengan Desa Adat Banjar Kecamatan Banjar, nilai 601. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Sang Kala Bhuta Dungulan’’.

Terbaik III, peserta dari STT Abhirama Devari  Banjar Adat Liligundi Desa Adat Buleleng Kecamatan Buleleng, nilai 597. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Sang Jogor Manik’’.

7. Kabupaten Karangasem, terbaik I peserta dari STT Anom Darsana Banjar Kodok Darsana Desa Adat Karangasem Kecamatan Karangasem, nilai 238.5. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Sri Tattwa Sidhi’’.

Terbaik II, peserta dari STT Sorpa Banjar Kayu Putih Desa Adat Bebandem Kecamatan Bebandem, nilai 236,11. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Bawi Srenggi’’.

Baca Juga  Gubernur Koster: Hadirnya Sepeda Listrik Dukung Pemprov Bali Wujudkan Alam Bali Bebas Polusi

Terbaik III, peserta dari ST Eka Buana Bina Ratra Banjar Sidakarya Desa Adat Tabola Kecamatan Sidemen, nilai 233,85. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Gringsing Wayang’’.

8. Kabupaten Tabanan, terbaik I peserta dari STT Puspa Kencana  Banjar Baturiti Tengah Desa Adat Bale Agung Kecamatan Kerambitan, nilai 1.714. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Bawi Srenggi’’.

Terbaik II, peserta dari STT Dharma Putra  Banjar Batunya Desa Adat Batunya Kecamatan Baturiti, nilai 1.708. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Bawi Syati’’.

Terbaik III, peserta dari STT Tri Tunggal Sari Banjar Antap Dajan Sema Desa Adat Antap Kaja Kecamatan Selemadeg, nilai 1.651. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Pamurtining Hyang Ibu’’.

9. Kabupaten Jembrana, terbaik I peserta dari ST Darma Kerthi Banjar Cepaka Desa Adat Pangyangan Kecamatan Pekutatan, nilai 1.705. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Dwarapala Murka’’.

Terbaik II, peserta dari STT Satrya Tri Tunggal  Banjar Tibutanggang Desa Adat Giri Utama Kecamatan Mendoyo, nilai 1.625. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Dewi Kali’’.

Terbaik III, peserta dari STT Eka Cita Banjar Menega Desa Adat Dauh Waru Kecamatan Jembrana, nilai 1.615. Nama/judul Ogoh-ogoh ‘’Wraha Astramaya’’. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

“Karya Ngenteg Linggih” Banjar Puseh Sading, Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Hibah Upakara

Published

on

By

Bupati dan Wabup Badung Hadiri Karya Ngenteg Linggih
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menghadiri “Karya Ngenteg Linggih“ dan “Wrespati Kalpa“ di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit Nyatur, Mupuk Pedagingan, Rsi Gana, dan Wrespati Kalpa di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). Karya di Pura Dalem Begawan Penyarikan ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Taman Lukluk.

Seusai persembahyangan bersama tersebut, Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan hibah upakara Tahun Anggaran Induk 2026 sebesar Rp 400 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya, Wayan Sukena.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong-royong krama Banjar Puseh dalam menyelenggarakan yadnya. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini merupakan bentuk dukungan sekaligus upasaksi atas pelaksanaan karya suci pasca-pemugaran pelinggih.

“Pelaksanaan karya suci ini merupakan wujud nyata sradha bhakti dan rasa syukur kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Saya mengapresiasi kebersamaan krama Banjar Puseh dalam melaksanakan yadnya ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, labda karya, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh krama,” ujarnya.

Bupati juga mengajak krama untuk senantiasa meningkatkan keharmonisan dan menjaga persatuan. Selain membahas konteks upacara adat, Adi Arnawa secara khusus menyinggung kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah terjadi di lapangan. Ia mengapresiasi kedisiplinan krama Badung yang tetap tertib saat mengantri di sejumlah SPBU.

“Badung merupakan barometer pariwisata yang sangat bergantung pada stabilitas wilayah. Karena itu, keamanan masyarakat menjadi hal fundamental. Saya mengapresiasi krama yang telah menunjukkan kedisiplinan di tengah situasi kelangkaan BBM. Mari kita tetap menjaga suasana yang aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Badung,” tegasnya.

Baca Juga  Gubernur Koster: Hadirnya Sepeda Listrik Dukung Pemprov Bali Wujudkan Alam Bali Bebas Polusi

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Wayan Sukena menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan bantuan stimulus dari Pemkab Badung. Ia melaporkan bahwa karya serupa terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1969 silam. Rangkaian upacara kali ini merupakan hasil paruman krama yang telah dimulai bertahap sejak 24 September 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Badung Made Rai Wirata, tokoh masyarakat Wayan Muntra, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, Bendesa Adat Sading, serta unsur Kelihan Adat dan Dinas se-Kelurahan Sading. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Sanjaya Ikuti Persembahyangan Pujawali di Besakih, Mohon Kerahayuan Jagat Tabanan

Published

on

By

Bupati Sanjaya Sembahyang di Pura Besakih
PENANDATANGANAN PRASASTI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Memperkuat sradha bhakti sekaligus memohon kerahayuan jagat Tabanan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10).

Persembahyangan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten III, serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Setibanya di Pura Basukian Puseh Jagat, Bupati Sanjaya beserta jajaran menuju Genah Pesandekan Pura Basukian untuk katuran boga alit, kemudian mengikuti persembahyangan bersama dan sungkem ring gedong Pura Basukian. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti hibah penataan pura.

Rangkaian persembahyangan kemudian berlanjut ke Pura Goa Raja, yang juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti. Kehadiran Bupati Sanjaya dalam kegiatan keagamaan ini menjadi wujud sradha bhakti sekaligus permohonan agar masyarakat dan wilayah Kabupaten Tabanan senantiasa dianugerahi kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan selaras antara aspek sekala dan niskala. “Dalam membangun Tabanan, kita harus menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala, agar pembangunan berjalan harmonis dan kerahayuan senantiasa menyertai masyarakat,” ungkapnya.

Selain sebagai wujud bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, persembahyangan ini juga menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memperkuat nilai spiritualitas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Dengan landasan sradha bhakti yang kuat, diharapkan pelaksanaan pembangunan di Tabanan senantiasa berjalan harmonis, berlandaskan nilai-nilai spiritual dan demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pantau Bersih-bersih Pantai di Jimbaran, Wabup Suiasa Turut Punguti Sampah
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rangkaian “Pengratep Karya Mamungkah” di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori Desa Adat Tonja

Published

on

By

HADIRI KARYA MAMUNGKAH : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10).

Di sela upacara, Wawali Arya Wibawa menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gede Batur Sari ini merupakan wujud peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pasemetonan dan desa adat, hal ini perlu diapresiasi sebagai upaya membangun sradha bhakti melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya kemandirian masyarakat untuk membangun kesadaran, sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat diwujudkan melalui Tri Guna Karya dan Satwika Karya.

Arya Wibawa juga berharap, setelah dilaksanakannya Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari ini, seluruh umat, terutama warga dan pengempon, dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif dan menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara itu, Panitia Karya, I Made Oka Bagiartha, mengatakan rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari telah dimulai sejak 13 Oktober 2026 dan puncaknya dilaksanakan hari ini, 14 Oktober 2026, yakni Upacara Puncak Pengratep Karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gde Made Karang dari Griya Gede Karang Tampakgangsul.

Baca Juga  Sambut Reborn Pariwisata di Era New Normal, Dispar Badung Gelar Pelatihan Desa Wisata terkait Program CHSE

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang sudah hadir menyaksikan upacara puncak pengratep karya dan ngaturang punia kepada kami. Semoga karya ini labda karya lan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca