Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Penjelasan Jro Satria Soal Makna Penjor Yadnya yang Sederhana Sarat Makna

BALIILU Tayang

:

makna penjor
Jelang hari raya Galungan warga membuat penjor. (Foto: ist)

Buleleng, baliilu.com – Hari Suci Galungan tiba, hari kemenangan Dharma melawan Adharma dalam keyakinan Agama Hindu yang dimunculkan dalam perilaku nyata dengan merayakan dengan penuh kegembiraan. Hari Suci ini datangnya 210 hari sekali. Berbagai rangkaian upacara kita gelar untuk membuktikan sradha dan bhakti kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam rangkaian Hari Suci Galungan kita melihat ada yang unik dan penuh dengan pemaknaan. Seperti diawali dengan Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Penyekeban, Penyajahan, Penampahan sampai pada Galungan. Dalam kegiatan Galungan banyak yang menjadi simbol perayaannya salah satunya adalah Penjor.

“Segala kemeriahan ini sebagai simbol bagaimana ritual yang dilakukan umat kita untuk melakukan pemujaan besar (Piodalan Jagat) menuju pada kemakmuran. Dalam Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu I –IX, dinyatakan bahwa Penjor adalah simbul Gunung Agung. Segala pala bungkah, pala gantung dan sajen pada sanggar Penjor, melambangkan persembahan terhadap Bhatara di Gunung Agung (Bhatara Giri Putri),” ucap Jro Kadek Satria selaku Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng saat dikonfirmasi media Selasa (22/4).

Lebih lanjut disampaikan, dengan adanya Gunung timbulah kemakmuran. Dalam penjabaran Keputusan ini teranglah bahwa penjor adalah sarana yang sangat penting dalam pelaksanaan hari suci Galungan. Pernyataan bahwa penjor sebagai simbul Gunung Agung, mungkin maksudnya adalah bahwa penjor sebagai salah satu sarana yang sangat penting sebagai sarana ritual untuk melakukan pemujaan kepada para Dewa yang bersthana di Gunung Agung. Tentunya dengan berbagai sarana alam yang digunakan dalam pembuatannya.

“Hal inilah yang menyebabkan bahwa isi dalam pembuatan penjor dalam rangka Galungan hendaknya mengikuti keputusan kesatuan tafsir ini agar tidak terlalu melenceng dalam pembuatannya. Memang dewasa ini kita mengenal dua jenis penjor. Pertama, Penjor Upakara. Penjor ini merupakan penjor yang digunakan untuk setiap pelaksanaan upacara. Hal ini bisa kita lihat apabila ada pelaksanaan upacara ngusaba di berbagai desa adat maka penjor yang mesti dibuat adalah penjor upakara yang memang berisi berbagai sarana penting dan wajib untuk kita gunakan sesuai dengan penghasilan tegalan dan kebun kita. Isi alam seperti pala bungkah, palawija, palagantung, palarambat dan berbagai tumbuhan lain sebagai simbol kemakmuran,” imbuhnya.

Baca Juga  PLN Bali Perkuat Literasi Keselamatan Listrik untuk Dukung Perayaan Galungan dan Kuningan yang Aman

Ditegaskan, kemakmuran diperlihatkan dengan segala hasil bumi yang dihasilkan. Artinya apapun yang dihasilkan di kebun itulah yang kita persembahkan dalam rangkaian penjor, hal ini akan memberikan nilai baik dan kepuasan tersendiri.

Kemudian, jelas Jro Satria, kedua, penjor dekorasi. Penjor ini adalah penjor yang dibuat bukan untuk kebutuhan upacara, namun dibuat atas dasar unsur keindahan untuk menambah keindahan sebuah upacara seperti pada dekorasi pada umumnya. Biasanya untuk menimbulkan keindahannya, maka penjor ini diisi hiasan yang terbuat dari stereoform dan bahan plastik lainnya. Jika kita lihat perkembangan kini, maka penggunaan plastik dan alat-alat lainnya yang mengandung unsur plastik mesti dikurangi mengingat Perda Provinsi Bali yang menyatakan agar kita mengurangi timbunan sampah plastik.

Tekannya, dalam artian penjor untuk pelaksanaan Galungan hendaknya dibuat sedemikian rupa dengan menggunakan alat-alat yang alami yaitu segala isi alam yang kita hasilkan. Seperti misalnya daerah yang banyak menghasilkan padi, maka padilah dipersembahkan dalam pembuatan penjor. Demikian halnya daerah penghasil jagung, buah-buahan, palawija dan sebagainya, hendaknya itulah yang digunakan dalam pembuatan penjor. Hal ini akan menambah khazanah penjor yang ada, dimana setiap daerah akan membuat penjor sesuai dengan penghasilan kebunnya masing-masing, dan inilah sebagai aplikasi Galungan sebagai Piodalan Jagat.

Dalam filosofis kemakmuran, Naga Basuki sebagai simbol kemakmuran. Bentuk penjor pun dibuat dengan filosofis ini, yaitu bagaikan naga, lengkap dengan berbagai bagian tubuhnya. Keseluruhan “tubuh naga” tersebut disusun dari bahan dan cara penyusunan sebagai berikut. Bambu, Bambu adalah bahan utama membuat penjor sebagai simbol badan naga dan juga sebagai simbol dari Dewa Brahma. Lalu janur muda sebagai perlambang kulit naga. Selanjutnya adalah dedaunan, dedaunan ini ibarat rambut naga dan menjadi simbol dari Dewa Sangkara. Selanjutnya adalah hasil bumi dimana tempat menaruh hasil bumi menjadi lambang perut naga (biasanya dibuat menyerupai endongan/tas dari jejahitan janur), lalu segala hasil bumi yang ada didalamnya melambangkan Dewa Wisnu.

Baca Juga  Lomba Penjor “Mengwi Memenjor 2025”

Selanjutnya adalah menggunakan Sampian penjor, Sampian penjor ibarat ekor naga dan menjadi lambang dari Parama Siwa. Kelengkapan lainnya adalah Sanggah penjor, Sanggah penjor berupa hiasan di bawah pangkal penjor sebagai simbol kepala dan mulut naga yang dibuat dari anyaman bambu yang berbentuk setengah lingkaran atau disebut dengan Sanggah Ardha Candra. Lalu kain putih kuning, kain ini sebagai wastra yang melambangkan Dewa Mahadewa dan Dewa Iswara.

“Demikianlah sekiranya makna penjor yang kita gunakan sebagai pelengkap hari suci Galungan. Utamanya para generasi muda pemahaman ini harus terus dipegang, “pang sing nak mula keto” karena penjor ini yadnya yang sederhana tetapi sarat makna. Rahajeng rahina suci Galungan dengan penjor yang sederhana dan sarat makna, rahayu,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pastikan Hadir di Tengah Masyarakat, Bupati Jembrana Instruksikan Satpol PP dan Dishub Turun Langsung Kawal SPBU

Published

on

By

Bupati Jembrana Pimpin Apel Koordinasi Antrean BBM
PIMPIN APEL: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat pimpin apel koordinasi yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (16/10), guna menyikapi situasi dan kondisi terkini terkait kelangkaan BBM di wilayah Jembrana. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan pentingnya kehadiran aparat di lapangan untuk membantu masyarakat yang tengah kesulitan akibat antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM). Penegasan tersebut disampaikan dalam apel koordinasi yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (16/10), guna menyikapi situasi dan kondisi terkini di wilayah Jembrana.

​Pemerintah Kabupaten Jembrana memfokuskan upaya ini untuk meringankan beban masyarakat yang harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM, agar mereka dapat kembali beraktivitas mencari nafkah.

​Dalam arahannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jembrana diminta untuk bahu-membahu serta berkolaborasi dengan pihak kepolisian. Fokus pengamanan diarahkan secara khusus ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai wilayah Jembrana.

“Gerakkan semua Satpol PP dan Polprades yang ada di masing-masing desa. Saya minta fokus sekarang di wilayah yang ada SPBU,” kata Bupati Jembrana Kembang Hartawan.

​Aparat diinstruksikan untuk memastikan antrean berjalan tertib, mencegah aksi keserobotan yang dapat memicu kericuhan, serta mengatur kelancaran arus lalu lintas guna menghindari kemacetan parah di jalan nasional akibat mengularnya antrean kendaraan.

“Kita harus hadir, pemerintah tidak boleh diam. Selama masih terjadi antrean, kita harus ada di sana. Kemarin saya sudah melihat teman-teman Satpol PP dan Perhubungan berupaya di lapangan untuk membantu masyarakat, dan ini saya harapkan terus berlangsung,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sambut Hari Raya Galungan, PLN Imbau Masyarakat Pasang Penjor pada Jarak Aman
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pastikan Pasokan BBM, Bupati Sutjidra Minta Pertamina Prioritaskan Buleleng dan Kawal Distribusi Bersama Forkopimda

Published

on

By

Bupati Sutjidra Pimpin Rakor Penanganan Antrean BBM
PIMPIN RAKOR: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bergerak cepat memastikan kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi Kabupaten Buleleng. Usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10), Bupati langsung terhubung dengan pihak Pertamina. Pembicaraan itu melibatkan Sales Area Manager Pertamina dan Kepala Depo Manggis, depo yang selama ini menjadi sumber pasokan BBM Buleleng.

“Kami sudah berkomunikasi selama lebih dari dua jam untuk membahas kepastian pasokan BBM bagi Kabupaten Buleleng,” ujar Bupati Sutjidra.

Dalam beberapa waktu terakhir, informasi mengenai pasokan BBM di Buleleng beredar simpang siur di tengah masyarakat. Kondisi ini membuat Pemkab Buleleng mendesak adanya jawaban yang pasti dari PT. Pertamina. Kepastian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah pengawalan di lapangan.

“Jika tidak ada kepastian, informasi akan terus simpang siur dan masyarakat akan terus menunggu tanpa kejelasan. Apabila sudah ada kepastian, akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati Sutjidra juga menyoroti pemerataan pasokan ke puluhan SPBU yang tersebar di Buleleng. Menurutnya, pasokan yang diterima daerah ini belum mencukupi dalam kondisi normal.  Hal inilah yang disampaikan kepada Pertamina agar Buleleng mendapat prioritas.

“Sekarang pasokan yang diberikan Pertamina di bawah 50 persen dari kebutuhan. Ini yang menjadi persoalan, karena itu kami memperjuangkan kebutuhan BBM di Kabupaten Buleleng untuk menjadi prioritas juga,” ungkapnya.

Pemkab Buleleng turut menggandeng unsur Forkopimda untuk memastikan distribusi berjalan aman begitu pasokan tiba. Dalam beberapa hari terakhir, TNI dan Polri telah membantu mengamankan SPBU yang mengalami antrean panjang. Kapolres dan Dandim juga menyatakan kesiapan ikut mengawasi. Namun ditekankan, bahwa ia bersama Forkopimda Buleleng memperjuangkan ke Pertamina agar pasokan BBM ke Buleleng bisa dipenuhi sesuai kebutuhan kondisi normal.

Baca Juga  Semarakkan Saraswati, Rumah Kebangsaan Satyam Evam Jayate Gelar Ngelawar dan Lomba Penjor - Gebogan

“Kami akan mengawal distribusi bersama Forkopimda, tapi yang utama kami perjuangkan adalah pasokannya,” jelas Sutjidra.

Untuk memperkuat pengawasan, Pemkab mempercepat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM. Satgas ini akan bekerja memantau pasokan sekaligus pendistribusian, serta menelusuri penyebab menurunnya pasokan ke Buleleng. Struktur, pembagian tugas, mekanisme koordinasi, dan pola pelaporannya diminta segera dituntaskan.

“Satgas inilah yang akan memantau terus perkembangan pasokan dan pendistribusian BBM. Saat ini yang paling kami butuhkan adalah kepastian pasokan BBM untuk Buleleng, termasuk jumlah yang benar-benar dialokasikan,” pungkas Bupati Sutjidra.

Pemkab juga mendorong perluasan akses BBM hingga ke desa-desa melalui Pertashop. Saat ini, pasokan yang diterima gerai-gerai tersebut dinilai masih terlalu kecil dibandingkan kebutuhan warga. Selain itu, Pertamina diminta mengkaji pelibatan BUMDes agar distribusi menjangkau masyarakat yang jauh dari SPBU, dengan tetap memperhatikan ketentuan, kewenangan, dan aspek keselamatan.

Terkait antrean, Bupati Sutjidra menyampaikan memahami kondisi warga yang rela mengantre sejak malam hari, bahkan ada yang menginap di SPBU. Bupati Sutjidra juga mengucapkan terimaksih kepada masyarakat dan semua pihak, sehingga masyarakat yang mengantre BBM bisa tertib dan lancar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Evakuasi Lansia Terjatuh ke Jurang Sedalam 45 Meter di Sidemen Karangasem

Published

on

By

Tim SAR Evakuasi Korban Jatuh ke Jurang di Sidemen
EVAKUASI: Tim SAR saat mengevakuasi korban yang terjatuh di jurang, di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Sidemen Karangasem, Minggu (18/10/2026). (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem melaksanakan operasi SAR terhadap seorang warga lanjut usia yang ditemukan terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 45 meter di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu (18/10/2026).

Informasi kejadian diterima oleh petugas siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 12.15 Wita. “Kami di Pos SAR Karangasem menerima laporan dari Polsek Sidemen bahwa ada 1 orang warga terjatuh ke jurang kedalaman 45 meter, dan memohon bantuan evakuasi,“ jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem.

Korban diketahui bernama I Made Rauh, laki-laki, berusia 70 tahun. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Menurut kronologi awal, korban meninggalkan rumah pada Minggu dini hari. Beberapa waktu kemudian, anak-anak yang sedang memetik buah manggis menemukan korban di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 45 meter. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 300 meter ke arah timur dari rumah korban.

Mengingat kondisi medan yang terjal dan jalur evakuasi yang sangat sulit dijangkau, pihak terkait kemudian melaporkan kejadian tersebut untuk meminta bantuan tim SAR dalam proses evakuasi jenazah korban.

Pada pukul 12.35 Wita, personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem diberangkatkan menuju lokasi menggunakan kendaraan Rapid Deployment Land SAR. Tim tiba di lokasi pada pukul 13.15 Wita dan segera berkoordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat untuk mempersiapkan proses evakuasi.

Setelah melakukan persiapan selama kurang lebih lima menit, mereka melaksanakan evakuasi dengan menggunakan sistem lifting atau pengangkatan korban dari dasar jurang. Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, jenazah I Made Rauh berhasil dievakuasi pada pukul 13.50 Wita.

Baca Juga  Sambut Hari Raya Galungan, PLN Imbau Masyarakat Pasang Penjor pada Jarak Aman

“Kendala yang kami hadapi yaitu di jurang yang kedalaman 45 meter dengan sudut 45 derajat,” terang Bhayangkara. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Operasi SAR ini melibatkan unsur dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Sidemen, Polres Karangasem, Babinsa Desa Sangkan Gunung, Damkar Karangasem, BPBD Karangasem, masyarakat setempat, serta pihak keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca