Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Penuhi Komitmen, Bupati Giri Prasta Serahkan HGB kepada Banjar Lebah Pangkung Mengwi

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Giri Prasta saat serah terima sertifikat HGB dari Pemkab Badung kepada Br. Lebah Pangkung, Desa Mengwi di Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Mengwi yang lama, Jumat (18/9).

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memenuhi komitmennya dalam mewujudkan permohonan masyarakat Banjar Lebah Pangkung Desa Mengwi untuk membantu menyediakan lahan pembangunan balai banjar yang baru.

“Tiga tahun yang lalu saya pernah diminta oleh krama agar membantu menyediakan lahan untuk membangun balai banjar yang baru. Dan hari ini saya penuhi komitmen untuk mewujudkan permintaan masyarakat Banjar Lebah Pangkung dalam membangun balai banjar yang baru dengan memanfaatkan lokasi UPT Dinas Pendidikan yang lama ini,” kata Bupati Giri Prasta saat serah terima sertifikat hak guna bangunan (HGB) dari Pemkab Badung kepada Br. Lebah Pangkung, Desa Mengwi, bertempat di Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Mengwi yang lama, Jumat (18/9-2020).

Giri Prasta menceritakan permohonan warga tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri kegiatan krama Br. Lebah Pangkung, dimana pada saat itu masyarakat meminta bantuan agar diberikan tempat yang layak untuk membangun balai banjar mengingat lokasi balai banjar yang ada saat ini kurang memadai dan representatif. Pada waktu itu pihaknya menyodorkan 2 opsi pilihan kepada krama Br. Lebah Pangkung dimana yang pertama melalui dana BKK atau yang kedua dibuatkan gambar dan dibangun sepenuhnya oleh Pemkab Badung.

“Ingat di Badung hanya ada satu matahari. Pang ten sekadi mekamen gantut, yen penekan entude ngenah, yen tuunan basange ngenah. Untuk itu saya akan bantu sepenuhnya berapa pun biayanya. Saya pastikan sebelum dunia kiamat, Br. Lebah Pangkung akan tetap eksis dan di tahun 2021 saya prioritas untuk mewujudkan pembangunannya sampai selesai,” tegas Giri Prasta.

Mengingat kebutuhan dasar dari lahir, hidup dan mati masyarakat Badung sudah ditanggung oleh pemerintah, pihaknya terus mendorong krama adat, generasi muda dan ibu-ibu PKK untuk mengisi diri dengan skill dan knowledge, mengingat saat ini dunia memasuki era teknologi.

Baca Juga  Sensus Penduduk Berbasis Online Mulai 15 Februari - 31 Maret 2020, Dukung Pelaksanaan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

“Kita harus mampu memanfaatkan peluang yang ada di era digital ini. From zero to hero semua harus mampu membuat perubahan yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi digital. Saya mengajak krama semuanya untuk mempersiapkan diri menyambut reborn ekonomi, karena siapa yang menguasai ekonomi dialah yang menjadi leader di dunia ini. Pemerintah sudah bergerak dengan menata dan menggerakkan pasar rakyat yang ada di Kabupaten Badung untuk menjadi soko guru perekonomian masyarakat. Dan ke depan toko retail modern tanpa izin akan kita tertibkan untuk melindungi usaha masyarakat lokal,” jelasnya.

Berkenaan dengan adanya pemberian bantuan dari Pemkab Badung ke luar kabupaten, Giri Prasta menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya selama ini didasari oleh tiga aspek yaitu yuridis, historis dan sosiologis.

“Kita memberikan bantuan kepada daerah lain itu, diatur oleh undang-undang dimana 15% dari pendapatan PHR wajib kita bagi dengan daerah lain. Semua itu sudah diatur oleh aspek yuridis, historis dan sosiologis. Kita hidup di dunia harus meniru lebah, mampu memberikan manfaat kepada banyak orang, dengan mengedepankan rasa cinta tanpa syarat kepada sesama keluarga. Kita harus menanam karma yang baik apalagi di era ini, ada rekam jejak digital, yang kita ucapkan itu yang didengar, apa yang kita lakukan itu yang dilihat,” ujarnya seraya mengajak krama untuk selalu patuh dan taat dalam penerapan protokol kesehatan serta menjaga imun tubuh.

Sementara itu Bendesa Adat Mengwi AA Gelgel mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung atas segala bantuan yang sudah diberikan kepada Desa Adat Mengwi. Dikatakan sekitar Rp 26 M lebih bantuan yang sudah diberikan baik itu menyangkut pembangunan fisik maupun non-fisik seperti pelaksanaan upacara dan upakara yadnya yang menandakan begitu sayangnya Bupati Badung kepada masyarakat. Sedangkan terkait dengan permohonan krama Br. Lebah Pangkung pihaknya berharap Bupati dapat memenuhi harapan warga tersebut.

Baca Juga  Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace Mengucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional

Sedangkan perwakilan krama Br. Lebah Pangkung Made Letra melaporkan sejak 3 tahun yang lalu warga Br. Lebah Pangkung yang berjumlah 300 KK sudah menyampaikan permohonan lahan UPT Dinas Pendidikan Mengwi untuk dijadikan balai banjar yang difasilitasi oleh Anggota DPRD Badung I Nyoman Satria. “Setelah 3 tahun berproses akhirnya hari ini sudah terbukti apa yang dijanjikan oleh Bapak Bupati yang difasilitasi oleh Bapak Nyoman Satria menjadi kenyataan. Kami krama Br. Lebah Pangkung sudah banyak dibantu oleh Pemkab Badung di antaranya selonding dan gender untuk sekaa teruna. Semoga dengan dibantunya pembangunan balai banjar oleh Bapak Bupati, mampu membangkitkan kegiatan olahraga dan seni krama kami, sehingga menjadi legacy yang diwariskan oleh Bupati Giri Prasta kepada generasi penerus Br. Lebah Pangkung,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan secara pribadi sebesar Rp 5 juta untuk Sekaa Selonding dan Rp 2 juta untuk pecalang serta membagikan masker kepada masyarakat. Acara turut dihadiri anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Pj. Perbekel Mengwi IB Suryana, Bendesa Adat Mengwi AA Gelgel serta Kelian Adat dan Dinas se-Desa Mengwi. (bt)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

Baca Juga  Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace Mengucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Sensus Penduduk Berbasis Online Mulai 15 Februari - 31 Maret 2020, Dukung Pelaksanaan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Ketua MGPSSR Bali I Nyoman Giri Prasta: MGPSSR harus Jadi Organisasi Pemersatu Umat dengan Konsep Trilogi Kepasekan

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Jelang Galungan, Sekda Dewa Indra Serahkan Bantuan Sembako kepada Lansia, Penyandang Disabilitas dan Anak Yatim Piatu

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca