Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Percepat Herd Immunity, 600 Ribu Penduduk Bali Telah Terima Vaksin Covid-19 Tahap I

BALIILU Tayang

:

de
VAKSINASI: Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menghadiri vaksinasi bagi pekerja perbankan yang dipusatkan di Kantor Cabang BRI Renon Denpasar, Sabtu (17/4/2021).

Denpasar, baliilu.com – Guna mempercepat terwujudnya herd immunity dan membangun citra positif Bali di dunia internasional, Pemprov Bali terus menggencarkan program vaksinasi Covid-19. Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menyebut, saat ini jumlah penduduk Bali yang telah menerima vaksinasi Covid-19 tahap pertama mencapai 600 ribu orang.  Dari jumlah tersebut, 200 ribu di antaranya telah mendapatkan vaksin tahap ke-2. Informasi itu disampaikan Wagub Cok Ace  saat menghadiri vaksinasi bagi pekerja perbankan yang dipusatkan di Kantor Cabang BRI Renon Denpasar, Sabtu (17/4/2021).

Wagub Cok Ace melanjutkan, dari rasio jumlah penduduk sebanyak 4,32 juta jiwa, Bali tercatat sebagai provinsi dengan capaian tertinggi dalam program vaksinasi Covid-19. Ia menambahkan, percepatan proses vaksinasi ini juga berkaitan dengan rencana pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara pada bulan Juli mendatang. Sejauh ini, kata Cok Ace, dunia internasional menaruh perhatian yang begitu besar terhadap Bali sebagai destinasi wisata favorit. Bahkan, badan khusus PBB seperti UNESCO sempat mengutus tim untuk melihat langsung upaya Bali dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Tim UNESCO yang berkunjung dua minggu lalu sangat puas melihat langkah-langkah yang kita lakukan dalam penanganan Covid-19,” ucapnya. Selain UNESCO, WHO yang merupakan badan khusus PBB di bidang kesehatan juga sempat berkoordinasi secara virtual dengan Gubernur Bali Wayan Koster. Yang menarik, WHO sedang menjajaki kemungkinan mengadakan rapat tahunan di Bali pada bulan Juni mendatang.

“Pemerintah pusat tengah serius melakukan pendekatan. Bila terlaksana, hal ini tentu akan berdampak baik bagi daerah Bali,” imbuhnya.

Selain mendapat perhatian dari sejumlah organisasi dunia, Guru Besar ISI Denpasar ini menyampaikan hingga saat ini Bali masih menjadi tujuan wisata yang sangat dirindukan wisatawan mancanegara. “Dari poling yang dilakukan beberapa majalah perjalanan, Bali selalu masuk tiga besar destinasi yang sangat ingin dikunjungi wisawatan mancanegara jika pandemi Covid-19 telah teratasi,” imbuhnya.

Baca Juga  Percepat Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun, Polres Klungkung Laksanakan Suntik Vaksin di Sekolah MII

Masih dalam sambutannya, Panglingsir Puri Ubud ini menyampaikan apresiasi kepada jajaran perbankan yang sangat mendukung suksesnya program vaksinasi Covid-19 di Pulau Dewata. Menurutnya, pekerja perbankan masuk kelompok prioritas dalam program vaksinasi karena tugasnya yang berkaitan dengan pemberian pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan terima kasih atas besarnya perhatian Pemprov Bali terhadap pekerja perbankan. Trisno Nughroho melaporkan, hingga saat ini sebagian besar pekerja perbankan telah memperoleh vaksinasi. Bahkan untuk wilayah Jembrana dan Klungkung, seluruh pekerja perbankan telah divaksin. Menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin, pihaknya berharap vaksinasi bagi pekerja perbankan rampung dalam waktu dekat.

Menambahkan apa yang disampaikan Trisno Nugroho, Wakil Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ketut Manuarta menyebut pekerja perbankan masuk dalam kelompok pelayan publik karena tugasnya berinteraksi langsung dengan masyarakat. “Sehingga vaksin Covid-19 sangat kami nantikan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas support yang diberikan Pemprov Bali sehingga pekerja perbankan bisa memperoleh vaksinasi secara bertahap. Ditambahkan olehnya, jumlah pekerja yang dimiliki BRI wilayah Bali total sebanyak 3.709 orang dan 1.383 orang di antaranya telah memperoleh vaksinasi.

Vaksinasi Covid-19 di Kantor Cabang BRI Renon yang juga dihadiri Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya ini melibatkan 700 peserta. Tak hanya pegawai BRI, di bawah koordinasi BI, vaksinasi juga diikuti pekerja dari bank lainnya di seputaran Denpasar. Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat vaksinasi Covid-19 oleh Wagub Cok Ace kepada dua perwakilan peserta. Sebagai tanda terima kasih dan penghargaan, BRI juga menyerahkan cendera mata kepada Wagub Cok Ace dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho. (gs)

Baca Juga  Genjot Cakupan Vaksin di Masyarakat, Kelurahan Ubung Laksanakan Vaksinasi Booster

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Percepat Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun, Polres Klungkung Laksanakan Suntik Vaksin di Sekolah MII

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Kebut Vaksinasi untuk Anak Usia 6-11 Tahun, Polres Klungkung Laksanakan Vaksinasi di SD Bungbungan

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Kebut Vaksinasi untuk Anak Usia 6-11 Tahun, Polres Klungkung Laksanakan Vaksinasi di SD Bungbungan

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca