Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Percepat Vaksinasi, Ny. Putri Koster Bawa Tim Vaksinator Datangi Rumah Kaum Difabel

BALIILU Tayang

:

de
SEMBAKO: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan sembako kepada warga terdampak pandemi Covid-19 dan melakukan jemput bola vaksinasi kaum difabel di Banjar Jangu, Desa Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Jumat (3/9/2021).

Karangasem, baliilu.com – Guna mempercepat penuntasan vaksinasi Covid-19 bagi kelompok difabel, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster melakukan jemput bola dengan mendatangi rumah mereka di Banjar Jangu, Desa Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Jumat (3/9/2021).

Ny. Putri Koster bersama rombongan TP PKK Provinsi Bali mengawali peninjauan di SMAN 1 Selat, Kabupaten Karangasem yang menjadi salah satu lokasi vaksinasi bagi kelompok difabel. Akan tetapi, dari pantauan di lokasi vaksinasi, tak banyak kaum difabel yang datang sehingga Ny. Putri Koster memutuskan untuk membawa tim vaksinator mendatangi kediaman mereka. Dua kediaman penyandang disabilitas yang didatangi yaitu I Kadek Dwi Arta Primantara (28), seorang pemuda yang mengalami lumpuh layu di Banjar Jangu, Desa Duda. Masih di banjar yang sama, Ny. Putri Koster dan rombongan juga menyambangi kediaman Ni Wayan Kutang, seorang perempuan tunanetra.

Selain mengecek status vaksinasi keduanya, wanita yang akrab disapa Bunda Putri juga memberi edukasi terkait pentingnya manfaat vaksinasi. Ia menekankan, dengan vaksinasi, bukan berarti virus tak bisa masuk ke dalam tubuh seseorang. Tetapi, jika sudah memperoleh vaksinasi, tubuh akan membentuk sistem imunitas yang mampu mencegah gejala berat ketika terpapar virus Corona. “Karena itu, saya ingatkan lagi. Protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan dengan disiplin,” ujarnya mengingatkan.

Terkait dengan vaksinasi dengan sasaran khusus kelompok difabel, ia menginformasikan bahwa ini merupakan perhatian khusus dari Presiden RI Joko Widodo yang memberikan 22.600 dosis vaksin Covid-19 jenis Sinopharm bantuan Uni Emirat Arab untuk Bali. Vaksin ini secara khusus diperuntukkan bagi kaum difabel serta Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sudah berusia 18 tahun.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Resmi Dilantik sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali Masa Bakti 2025-2030

Untuk mempercepat pendistribusian dan penggunaan vaksin, ia mengerahkan seluruh kader PKK mulai tingkat kabupaten/kota, kecamatan hingga desa untuk bersinergi dan bergotong-royong menyukseskan program vaksinasi bagi kaum difabel di seluruh Bali. Dilaksanakan dari tanggal 2-4 September 2021, vaksinasi digelar secara bergantian di tingkat kabupaten dengan memanfaatkan sekolah sebagai tempat vaksinasi.

Hanya saja, dari hasil evaluasi selama dua hari berjalan, jumlah difabel yang mengikuti vaksinasi tak begitu banyak. Menurutnya, hal tersebut bukan disebabkan rendahnya animo para difabel, namun karena sebagian dari mereka telah diikutkan pada vaksinasi di banjar masing-masing. Berdasarkan hasil evaluasi itu, untuk mengantisipasi masa kadaluwarsa, alokasi vaksin Sinopharm itu nantinya juga akan diberikan kepada masyarakat umum yang belum divaksin.

“Silahkan ajak saudaranya yang belum divaksin, ini gratis dari pemerintah,” ucapnya.

Yang jelas, lanjut Ny. Putri Koster, TP PKK akan terus berperan aktif untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tenaga kesehatan dan petugas vaksinator yang punya andil besar dalam penanganan Covid-19. Sebagai wujud terima kasih, ia mengajak masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, menghindari kerumunan (menjaga jarak fisik) dan mengurangi mobilitas. Kepada penyandang disabilitas yang divaksin, Ny. Putri Koster menyerahkan bingkisan berupa paket sembako yang merupakan pemberian dari Gubernur Bali Wayan Koster.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina menyampaikan, jumlah penyandang disabilitas yang terdata sebanyak 10.703 dan 88,56 persen telah berusia 18 tahun ke atas. Disebutkan olehnya, kelompok inilah yang menjadi sasaran pelaksanaan vaksinasi Sinopharm yang difasilitasi TP PKK Provinsi Bali.

Baca Juga  Putri Koster Kunjungi Teater Angin di SMAN 1 Denpasar, Dukung Penuh Semangat Seni Generasi Muda

Pada kunjungan kali ini, selain meninjau pelaksanaan vaksinasi, rombongan TP PKK Bali yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem Nuriasih Gede Dana, Ketua K3S Karangasem dan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Karangasem Ny. Sarini Artha Dipa juga berkunjung ke Taman Edelweis di Desa Temukus, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Dalam kunjungannya, Ny. Putri Koster kembali mengutarakan kecintaannya pada edelweis atau bunga Kasna. Ia berharap, bunga Kasna bisa menjadi ikon Karangasem dan menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat setempat. (gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Ketua TP PKK & Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster Mengucapkan Rahajeng Rahina Suci Galungan dan Kuningan

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster, Salah Satu Pembaca Puisi Terbaik di Indonesia

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Ny. Putri Koster, Salah Satu Pembaca Puisi Terbaik di Indonesia

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca