Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2020 di Badung, Bangun Kesadaran Kolektif, Bentuk Kesadaran Masyarakat Peduli HIV

BALIILU Tayang

:

de
Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta saat sematkan pin dalam Peringatan Hari AIDS Sedunia 2020 secara daring di Gedung Command Center Puspem Badung, Selasa (1/12).

Badung, baliilu.com – Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2020 merupakan momentum untuk membangun kesadaran kolektif sehingga dapat membentuk gerakan masyarakat yang peduli tentang HIV dan memahami pentingnya melakukan tes HIV sehingga status HIV dapat segera diketahui dan bila positif segera mendapatkan pengobatan terapi antiretroviral.

Demikian disampaikan oleh Pjs. Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta saat Peringatan Hari AIDS Sedunia 2020 yang dilaksanakan secara daring yang diikuti oleh 300 peserta, di Gedung Command Center Puspem Badung, Selasa (1/12). Acara turut dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Badung AKBP Nyoman Sebudi,  Kepala Dinas Kominfo I Gst. Ngr Jaya Saputra,  Perwakilan PMI Kabupaten Badung, Sekretaris KPA Kabupaten Badung, LSM yang bergerak dalam penanggulangan HIV AIDS dan Siswa KSPAN.

Lebih lanjut dikatakan peringatan hari AIDS sedunia juga bertujuan untuk meningkatkan perhatian dan dukungan dengan memperkuat komitmen semua pihak dalam pengendalian HIV AIDS serta menjadi perhatian utama di semua sektor. Selain itu penyebarluasan informasi tentang HIV AIDS kepada masyarakat diharapkan akan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian untuk mencegah penularan HIV yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Mengingat berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, jumlah komulatif  kasus HIV AIDS dari tahun 1987 hingga Agustus 2020 di Kabupaten Badung adalah sebanyak 3.902 kasus dan menjadi urutan kedua kasus HIV AIDS terbanyak di Provinsi Bali setelah Kota Denpasar. “Disadari bersama, peringatan Hari AIDS sedunia 2020 ini merupakan gerakan global untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat agar peduli untuk senantiasa menjaga kesehatan diri dan keluarga sehingga terhindar dari virus HIV AIDS,” katanya.

Baca Juga  Pantau Pelaksanaan PPKM, Desa Dauh Puri Kaja Laksanakan Pemantauan Strategis

Untuk itu pada kesempatan itu, pihaknya atas nama Pemerintah Kabupaten Badung menyambut baik Peringatan Hari AIDS sedunia di Kabupaten Badung tahun 2020 dan memberikan apresiasi atas sinergi dan kerjasama dari seluruh Kepala Dinas, TNI/Polri, Kepala Desa, LSM serta tokoh masyarakat dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Badung sehingga harapan untuk mensukseskan getting to zero khususnya di Kabupaten Badung dapat terwujud,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Hari AIDS Sedunia tahun 2020 Kabupaten Badung Ni Luh Gede Karang Widiastuti melaporkan Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2020 mengambil tema “Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas : 10 Tahun Menuju Akhir AIDS 2030”. Didukung berbagai dinas di Kabupaten Badung, LSM, Kepala Desa, serta tokoh masyarakat dalam pembuatan video singkat yang berisikan ajakan kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS, Stop Stigma dan diskriminasi ODHA serta dukungan kepada odha untuk meningkatkan dan mempertahankan kepatuhan terapi Arv. “Melalui video tersebut, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS tetap harus dilakukan di samping pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” katanya.

Peringatan Hari AIDS sedunia Kabupaten Badung terlaksana juga berkat kerjasama antara KPA Kabupaten Badung, Yayasan Kesehatan Bali (Yakeba), serta PT. Pertamina sebagai pendukung Aplikasi Si-Hiva yang dilaunching pada saat bersamaan yang merupakan hasil karya Forum Remaja Peduli AIDS dan Narkoba (FRPAN) yang dibiayai oleh PT. Pertamina sehingga aplikasi tersebut dapat menunjang kemudahan tersebar luasnya informasi HIV AIDS. Pertamina juga menjadi donatur berupa 75 paket sembako kepada ODHA yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Badung. (bt)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Gubernur Koster Gelar Raker Bersama Satgas Covid-19 Nasional, Sosialisasi Prokes dan Perubahan Perilaku Jadi Prioritas

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Gede Dana Tugaskan Relawan DANA-DIPA Melaporkan Kegiatan Money Politik di Karangasem

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Jelang Fit and Proper Test Calon Kapolri, Polri Serahkan Naskah Materi ke Komisi III DPR

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca