Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Peringati Dies Natalis Ke-60, Unud Gelar Seminar Nasional

BALIILU Tayang

:

gubernur koster
Wakil Rektor Bidang Akademik Unud, Prof. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. menyerahkan piagam penghargaan kepada Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M. sebagai pembicara utama/keynote speaker seminar nasional Dies Natalis Unud. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Universitas Udayana menggelar Seminar Nasional “Kebijakan Pariwisata dan Ketahanan Pangan”, Rabu (21/9) bertempat di Ruang Nusantara, Gedung Agrokomplek, Kampus Unud Sudirman, Denpasar.

Seminar ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Dies Natalis ke-60 Unud yang puncaknya akan dirayakan pada 29 September 2022. Seminar dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unud, Prof. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. dengan menghadirkan Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M. sebagai pembicara utama/keynote speaker. Di samping itu juga menghadirkan tiga narasumber lainnya, yaitu Dr. I Wayan Suardana, S.ST, M.Par (Dosen Fakultas Pariwisata Unud); Prof. Dr. drh. I Wayan Teguh Wibawan, M.S. (Dosen FKH Institut Pertanian Bogor); dan Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. (Dosen Fakultas Hukum Unud). 

gubernur koster
Gubernur Bali Wayan Koster saat sebagai pembicara utama seminar nasional Unud. (Foto: Ist)

Gubernur Bali Wayan Koster, menyampaikan, Provinsi Bali di bawah kepemimpinannya melakukan berbai perbaikan, salah satunya adalah perbaikan di sektor pariwisata. Bali tidak memiliki kesiapan yang memadai untuk menjadi destinasi utama pariwisata berkelas dunia dan berdaya saing. “Bali tidak memiliki produk by design yang jadi daya tarik pariwisata kelas dunia, dan infrastruktur yang paling tidak memadai,” ujarnya.

Oleh karena itu, Gubernur gencar membangun infrastruktur. Pembangunan itu di antaranya penataan kawasan Besakih, pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwi, Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi. Pembangunan tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, dan Pelabuhan Sanur. Berikutnya pembangunan Marina Tourism Hub di Pelabuhan Benoa, dengan desain pembangunan Pelabuhan Benoa memakai dosen dari Program Studi Arsitektur Universitas Udayana.

Selain itu, saat ini tengah berjalan proyek pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Gunaksa, Klungkung. PKB digadang-gadang menjadi daya tarik pariwisata baru. Gubernur juga membangun Turyapada Tower di Pegayaman, Buleleng. Selain sebagai solusi bagi Buleleng yang blank spot, tower terpadu multifungsi itu juga diproyeksikan sebagai daya tarik wisata baru di Bali. Pembangunan Turyapada Tower ini juga melibatkan dosen dari Fakultas Teknik Unud. 

Baca Juga  KUI Unud Gelar Finalisasi dan Sosialisasi POB Penerimaan Mahasiswa Internasional Reguler Jenjang Magister dan Doktor

Ketahanan pangan atau kedaulatan pangan juga menjadi perhatiannya. Paling tidak untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok sehari-hari harus bisa terpenuhi dari hasil alam Bali yang tentunya diproduksi oleh petani, nelayan, perajin Bali dan diperdagangkan dan dibeli oleh masyarakat Bali itu sendiri. Untuk mendukung hal tersebut, sejumlah regulasi telah dikeluarkan untuk membenahi pariwisata Bali. Antara lain diterbitkannya Peraturan Gubernur tentang Tata Kelola Pariwisata Bali dan Perda Provinsi Bali tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali.

Ketua Panitia Dies Natalis Ke-60 Unud, Dr. Ir. I Gede Suarta, M.Si, menyampaikan, seminar ini berlangsung secara hybrid, dan dihadiri sekitar 500 peserta secara daring dan luring. I Gede Suarta melaporkan, rangkaian kegiatan Dies Natalis sudah dilakukan dari Agustus lalu yang diawali dengan Napak Tilas Perjalanan Prabu Udayana. Kemudian kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian pada sesama yang berhasil mengumpulkan sekitar 300 kantong darah. Serangkaian perayaan Dies Natalis Unud ke-60, panitia juga melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Nusa Penida bekerjasama dengan LPPM. “Selanjutnya tanggal 24 September akan diadakan acara kekeluargaan dengan mengundang seluruh civitas akademika. Tanggal 29 merupakan puncak dies,” tegasnya. 

Rektor Unud yang dalam kesempatan ini diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. mengungkapkan, sangat berbangga dan berbahagia atas kehadiran Gubernur Bali dalam Seminar Nasional “Kebijakan Pariwisata dan Ketahanan Pangan”.  Tema ini sangat penting karena Pulau Bali sebagai tujuan pariwisata dan sektor ini memiliki kontribusi sangat besar terhadap perekonomian Bali. “Sangat disayangkan dengan pandemi, Bali kembali ke titik nol. Pandemi memberikan dampak yang sangat besar,” ujarnya.

Prof. Rai mengapresiasi gerak cepat kebijakan Gubernur Bali dengan berbagai program solusi untuk memulihkan pariwisata dan ekonomi Bali. Ia melanjutkan, di masa pandemi, ketahanan pangan juga menjadi isu sentral pembangunan nasional. Ketahanan pangan merupakan salah satu sektor penentu stabilitas nasional. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. “Semoga dengan seminar ini mampu memberi kontribusi kepada pemerintah dan masyarakat,” imbuhnya. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/headline4885-Peringati-Dies-ke-60-Universitas-Udayana-Gelar-Seminar-Nasional.html (gs/bi)

Baca Juga  Gandeng Kelompok Nelayan Segara Ayu, Prodi MIL Unud Gelar PKM

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pangdam IX/Udayana Pimpin Panen Raya TNI di Tabanan

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Tabanan.
PANEN RAYA: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026). (Foto: Pendam IX)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui Panen Raya Bersama TNI yang dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai yang dipimpin secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Panen raya dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia sebagai bentuk sinergi nasional dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

Secara nasional, panen raya meliputi panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di delapan lokasi, panen padi yang didampingi TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, serta panen kedelai yang didampingi TNI Angkatan Laut di empat lokasi. Kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi nyata seluruh matra TNI dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan sektor pangan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, pendampingan kepada petani, hingga hilirisasi hasil pertanian agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan merupakan hasil kerja gotong royong seluruh komponen bangsa. Pelibatan TNI dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan bahwa kedua institusi tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan negara, tetapi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat serta memiliki tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Bali, kegiatan Panen Raya Kodam IX/Udayana dihadiri Forkopimda Provinsi Bali, Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam, LO TNI AL, LO TNI AU, para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, Forkopimda Kabupaten Tabanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta kelompok tani.

Baca Juga  Genap 15 Tahun Kerja Sama Unud dengan Asia Exchange

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga panen raya dapat terlaksana dengan baik.

“Keberhasilan panen hari ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi semua pihak. Untuk itu saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkomitmen menjaga produktivitas sektor pertanian,” ujar Pangdam.

Pangdam menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada petani, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan produktif guna meningkatkan hasil pertanian.

Lebih lanjut, Pangdam mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan inovasi dan teknologi modern.

“Kedepan kita harus berani berinovasi. Optimalisasi teknologi pertanian, penggunaan benih unggul seperti Merah Cendana, pengelolaan irigasi yang baik, hingga manajemen pascapanen yang tepat harus terus kita dorong agar hasil pertanian semakin meningkat, berkualitas, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi petani,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Pangdam berharap Panen Raya Bersama TNI tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong-royong dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
BERIKAN PIDATO: Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran demi mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Presiden bahkan menyatakan bahwa apabila diperlukan, anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.

“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Presiden menyampaikan bahwa langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya besar mempersiapkan masa depan Indonesia di mana Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara terbesar di dunia pada 2045–2050. Menurut Presiden, cita-cita Indonesia menjadi negara maju hanya dapat terwujud apabila generasi muda saat ini benar-benar dipersiapkan dengan baik.

“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujar Presiden.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh pertahanan dan keamanan dalam arti sempit, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat. Menurut Presiden, rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.

Baca Juga  Kenalkan Kampus Biru, FKP Unud Kunjungi SMA di Bali Utara

Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap peran TNI dan Polri yang telah membantu masyarakat melalui berbagai program nyata, termasuk pembangunan jembatan dan penyediaan titik air. Menurut Presiden, kesulitan rakyat harus menjadi perhatian bersama seluruh unsur negara.

“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ungkap Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan milik rakyat, sehingga keberadaannya harus selalu diarahkan untuk membantu rakyat dan mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak Tiga Komoditas, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
PANEN RAYA: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat.

Setibanya di lokasi, Kepala Negara meninjau insinerator atau alat pembakar sampah, serta melihat berbagai hasil dan inisiatif hilirisasi yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat industri nasional. Kedatangan Kepala Negara disambut dengan pertunjukan Tari Beskalan Putri, sebelum kemudian meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI di bidang ketahanan pangan.

Presiden Prabowo kemudian menyaksikan secara langsung proses panen raya tebu yang dilaksanakan di Lanud Abdulrachman Saleh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya serentak yang dilaksanakan secara nasional sebagai wujud kolaborasi TNI dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan terpadu oleh seluruh matra TNI.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Panglima TNI.

Secara khusus, Panglima TNI menjelaskan bahwa panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 72.045 ton.

Baca Juga  Kenalkan Kampus Biru, FKP Unud Kunjungi SMA di Bali Utara

“Luas siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata-rata Rp720 ribu per ton. Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” lanjutnya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Negara, kegiatan tersebut mencerminkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat. Kepala Negara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca