Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Perkuat Kualitas Pendidikan, FMIPA Selenggarakan ‘’Workshop’’ Penyusunan RPS Berbasis OBE

BALIILU Tayang

:

de
WORKSHOP: Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran (RPS) Berbasis OBE yang diselenggarakan FMIPA Unud secara hybrid, Kamis (27/1). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Untuk menunjang Indikator Kinerja Utama (IKU) dan memperkuat Kualitas Pendidikan di lingkungan Universitas Udayana pada umumnya dan FMIPA pada khususnya, FMIPA Universitas Udayana mengadakan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran (RPS) Berbasis OBE dengan narasumber Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T., salah satu dosen Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya yang juga merupakan Tim Ahli Kurikulum (akademik, vokasi, profesi, dan LPTK) Direktorat Pembelajaran Kemendikbudristek. 

Workshop yang dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi, Tim UP3M secara Luring, UPIKS dan dihadiri Oleh Seluruh Staf Dosen di lingkungan FMIPA Unud ini diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) dari ruang sidang Fakultas MIPA dan dari kediaman dosen masing-masing, Kamis 27 Januari 2022.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA Universitas Udayana Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D. menyatakan apresiasi dan terima kasihnya kepada narasumber Dr. Ir. Syamsul Arifin yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk berbagi pengetahuan mengenai bagaimana menyusun RPS berbasis OBE. Melalui workshop ini Watiniasih berharap apa yang nantinya disampaikan oleh narasumber akan memacu seluruh dosen di FMIPA untuk membuat desain pembelajaran yang diimplementasikan dalam RPS agar benar-benar berbasis OBE, meskipun mungkin ada sebagian dosen yang sudah mengadopsi RPS berbasis OBE.

Watiniasih selanjutnya juga menyampaikan bahwa salah satu IKU universitas adalah minimal 50% mata kuliah mengimplementasikan metode pembelajaran case based learning (CBL) dan project based learning (PBL). Sehingga workshop ini tentunya menjadi sangat penting tidak saja untuk meningkatkan keberhasilan mahasiswa, namun juga penting sebagai salah satu pendukung kinerja Universitas. Watiniasih berharap kepada seluruh peserta yang hadir nantinya dapat mengikuti workshop dengan baik dan segera mengupdate RPS-nya agar menjadi RPS berbasis OBE (CBL-PBL).

Baca Juga  Universitas Udayana Terima Audiensi PT. Kimia Farma, Tbk

Dalam paparannya, Dr. Ir. Syamsul Arifin menjelaskan tiga hal utama yaitu: (1) bagaimana perspektif case based learning dan project based learning jika dilihat dari pendekatan teoritis, (2) bagaimana CBL dan PBL ini diatur dalam keputusan menteri yang mengatur mengenai Indikator Kinerja Utama (IKU) ke-tujuh yang menyatakan persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis projek (team-based project) sebagai sebagian bobot evaluasi (50%) sehingga dengan adanya acuan ini dosen-dosen bisa menyusun RPS berbasis OBE seperti yang diinginkan dalam keputusan menteri tersebut, serta (3) memberikan contoh bagaimana RPS berbasis OBE.

Arifin menyampaikan capaian yang diinginkan setelah mengikuti workhshop ini adalah dosen-dosen di lingkungan FMIPA Universitas Udayana mampu merancang pembelajaran inovasi dan menyusun RPS Blended sesuai dengan Standar Nasional (SN) Dikti dan dengan pendekatan OBE. Dalam menyusun perkuliahan berbasis OBE, dosen-dosen dapat menggunakan rujukan UU No.12 Tahun 2012 tentang Sistem Pendidikan Tinggi, Permendikbud No.3 Tahun 2020 tentang SN Dikti; Kepmendikbud No.3/M/2021 tentang IKU, Panduan Penyusunan KPT di Era Industri 4.0 untuk Mendukung Mendukung MBKM, Belmawa Dikti; serta Buku Panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Belmawa Dikti, 2020. Sehingga dosen-dosen tidak lagi mengalami kebingungan dalam mencari acuan pelaksanaan perkuliahan berbasis OBE.

Lebih lanjut dalam paparannya, Arifin menyampaikan untuk dapat mengimplementasikan RPS berbasis OBE tersebut, terdapat enam langkah untuk membuat RPS yang baik, yaitu: Mulai dari desain pembelajaran, ketahui terlebih dahulu kemampuan apa yang hendak dicapai (CPL), jabarkan secara selaras kemampuan (CPL) tersebut dalam aktivitas belajar, bagaimana belajar, dan penilaian, kembangkan strategi pembelajaran sesuai standar minimal SN-Dikti, buatlah tabulasi RPS yang terstruktur dan sistematis sehingga mudah dibaca & digunakan, dan lakukan evaluasi tiap akhir semester untuk perbaikan yang berkelanjutan.

Baca Juga  Perdalam Pengetahuan, Mahasiswa Prodi Kimia Unud Kunjungi Lab Forensik Polda Bali

Workshop yang dimoderatori oleh Dr. Drs. I Gusti Agung Gede Bawa, M.Si. ini berlangsung dengan sangat menarik. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dilemparkan oleh para dosen di lingkungan FMIPA Universitas Udayana pada sesi tanya jawab yang sangat ingin dengan segera mengimplementasikan RPS berbasis OBE ini. Workshop berakhir setelah 3 jam yang ditutup dengan ucapan terima kasih kembali dari Dekan FMIPA kepada narasumber serta kepada seluruh peserta yang hadir baik secara luring, daring melalui zoom, maupun menyaksikan live streaming pada youtube fmipa. Semoga apa yang telah disampaikan dapat memberikan perspektif yang lebih baik tentang bagaimana cara mengimplementasikan RPS berbasis OBE di mata kuliah yang diampu oleh dosen di lingkungan FMIPA Universitas Udayana. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas575-Perkuat-Kualitas-Pendidikan-FMIPA-Selenggarakan-Workshop-Penyusunan-RPS-berbasis-OBE.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Menkeu Purbaya: Likuiditas Perbankan Diperkuat, Kredit Berpotensi Tumbuh hingga 14-15 Persen

Published

on

By

purbaya
Gedung Kemenkeu di Jakarta. (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah memperkuat likuiditas perbankan melalui penempatan dana hingga Rp 400 triliun ke bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini dilakukan untuk menjaga fungsi intermediasi perbankan, mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menkeu meyakini kebijakan tersebut dapat mendorong pertumbuhan kredit hingga 14-15 persen pada tahun ini.

Menkeu menjelaskan pemerintah mengembalikan sekaligus menambah penempatan dana pemerintah di Himbara sebagai respons atas kondisi likuiditas perbankan yang mulai mengetat. Dengan likuiditas yang lebih memadai, sektor perbankan diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit kepada dunia usaha.

“Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya bunga di pasar akan turun. Ekonomi siap lari lagi,” ujar Menkeu dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/6).

Menurut Menkeu, langkah tersebut merupakan arahan Presiden agar berbagai hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi dapat segera diatasi. Penambahan likuiditas diyakini akan memperkuat kepercayaan pelaku usaha, meningkatkan investasi, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional.

“Pak Presiden ingin ekonominya tetap jalan, semua gangguan dihilangkan. Kalau kita balikkan perspektif ekonomi, ekonomi akan lari lagi. Orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari,” jelasnya.

Menkeu menilai penguatan likuiditas akan mendorong mekanisme pasar kembali bekerja secara optimal sehingga fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan lebih efektif.

“Jadi saya memaksa market mechanism berjalan,” ujar Menkeu.

Berdasarkan komunikasi dengan perbankan, Menkeu mengungkapkan tambahan likuiditas tersebut akan memberikan ruang bagi perbankan untuk kembali menjalankan rencana ekspansi kredit yang sebelumnya sempat tertahan.

“Mereka bilang kalau nggak dibantu, kredit akan tumbuh turun pertumbuhannya ke 8 persen, 7 persen, 6 persen. Ketika kita balikin lagi, rencana kredit yang mereka selama ini tahan karena antisipasi kurangnya likuiditas akan dijalankan lagi. Pasti kreditnya tumbuh double digit, mungkin 13-14 persen,” katanya.

Baca Juga  FMIPA Unud Terima Audit dari Satuan Pengawas Interen

Apabila kondisi likuiditas tetap terjaga sesuai desain pemerintah, Menkeu optimistis pertumbuhan kredit nasional dapat meningkat lebih tinggi hingga mencapai kisaran 14-15 persen pada tahun ini.

“Kalau uangnya diatur cukup seperti yang kita desain, pertumbuhan kredit tahun ini tebakan saya bisa 14-15 persen,” ujarnya.

Selain menjaga likuiditas perbankan, Menkeu memastikan penguatan likuiditas perbankan tidak mengganggu kesehatan fiskal. Ia menegaskan defisit APBN 2026 tetap berada dalam batas yang aman dan terkendali.

“Yang jelas, kondisi fiskal aman, defisit tidak akan lebih 3 persen, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar,” pungkas Menkeu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Apresiasi Lompatan Inovasi Anak Bangsa, Akademisi Diminta Hadirkan Solusi bagi Indonesia

Published

on

By

presiden prabowo
BUKA SARASEHAN: Presiden Prabowo Subianto membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menilai akademisi dan peneliti memiliki peran strategis dalam menghadirkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan nasional sekaligus mendukung pengembangan industri di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan strategis yang memerlukan terobosan dan inovasi. Oleh karena itu, Kepala Negara mengungkapkan secara konsisten berdialog dengan para ilmuwan dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk mencari solusi dari kebutuhan berbagai sektor strategis.

“Saya berkali-kali saya datang kepada kampus. Saya datang, saya minta orang-orang terpintar, tanya Pak Brian, tanya Profesor Sigit. Saya tanya profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum? Saya tanya, kenapa kelapa sawit per hektare di Malaysia produknya lebih dari kita? Kenapa? Saya selalu minta mereka, kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?” ungkap Presiden.

Presiden menilai, berbagai inovasi yang mulai dikembangkan saat ini menunjukkan kemampuan anak bangsa dalam menjawab tantangan nasional, salah satunya adalah kemajuan dalam pengembangan mobil nasional. Kepala Negara pun mengungkapkan kebanggaannya saat menggunakan kendaraan hasil karya anak bangsa pada hari pelantikan sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Saya terima kasih kita mulai ke arah punya mobil sendiri. Terima kasih. Saya ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya. Waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan, saya bisa naik mobil buatan Indonesia,” ujar Presiden.

Baca Juga  FMIPA Unud Gelar ‘’Science and Technology International Conference 2022’’

Meskipun masih terdapat sejumlah hal yang perlu ditingkatkan, Presiden menilai bahwa setiap inovasi masih terus membutuhkan proses penyempurnaan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung pengembangan teknologi dan industri nasional agar semakin kompetitif.

“Tidak apa-apa, minimal kita mulai. Kita harus berani mulai. Kita adalah negara keempat terbesar di dunia. Kita adalah negara yang kekayaannya luar biasa,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Struktur Organisasi, Polri Rotasi Jabatan PJU Mabes, Kapolda Hingga Wakapolda

Published

on

By

promosi jabatan polri
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Polri sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta penguatan pelaksanaan tugas. Mutasi tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolri yang diterbitkan pada 25 Juni 2026 dan diumumkan pada Jumat (26/6/2026).

Dalam mutasi kali ini, sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, meliputi Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, Kapolda, hingga Wakapolda.

Pada jajaran PJU Mabes Polri, Brigjen Pol. Didi Hayamansyah, S.H., S.I.K., M.H. mendapat promosi sebagai Kapuslitbang Polri. Sementara itu, pada tingkat kepemimpinan wilayah, Kapolri menunjuk dua Kapolda baru, yakni Brigjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. sebagai Kapolda Aceh, serta Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han. sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Selain itu, terdapat tiga pejabat yang dipercaya mengemban amanah sebagai Wakapolda, yaitu Kombes Pol. Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si. sebagai Wakapolda Banten, Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.Si. sebagai Wakapolda Maluku, dan Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K. sebagai Wakapolda Papua Barat Daya.

Mutasi kali ini juga mencakup promosi terhadap 190 jabatan Kapolres/Ta/Metro/Tabes, termasuk pembentukan satu Polresta baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), pembentukan empat Polres Tipe D, serta peningkatan status delapan Polres Tipe D menjadi Polresta sebagai bagian dari penguatan pelayanan kepolisian di daerah. Selain itu, sebanyak 45 personel Polwan memperoleh promosi jabatan, termasuk 17 personel yang dipercaya mengemban jabatan Kapolres IIIA2.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan menjaga kesinambungan kinerja serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.

Baca Juga  FMIPA Berbangga, Rektor Unud Kukuhkan 3 Guru Besar Tetap Baru FMIPA

“Mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran sekaligus pembinaan karier personel. Melalui rotasi ini diharapkan para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi, memperkuat soliditas organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum kepada masyarakat,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Ia menambahkan, pembentukan satuan kewilayahan baru, termasuk Polresta di kawasan IKN, merupakan bagian dari upaya Polri menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan tugas yang semakin dinamis. Menurutnya, promosi terhadap puluhan personel Polwan juga menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh personel berdasarkan kompetensi dan profesionalisme.

“Penguatan organisasi tidak hanya dilakukan melalui rotasi jabatan, tetapi juga melalui penataan struktur kewilayahan dan pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin memastikan setiap jabatan diisi personel terbaik agar Polri semakin Presisi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutup Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca