Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Personel Polsek Densel Raih Penghargaan Kapolri Usai Sumbang Medali Perak SEA Games 2025

BALIILU Tayang

:

Eka Wibawa Dana
Briptu I Gusti Agung Eka Wibawa Dana berhasil meraih medali perak pada ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh personel Polri. Personel Polsek Denpasar Selatan, Briptu I Gusti Agung Eka Wibawa Dana, berhasil meraih medali perak pada ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. Atas capaian tersebut, yang bersangkutan menerima penghargaan langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara bertajuk “Malam Apresiasi Sang Juara: Polri untuk Indonesia” yang digelar di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, pada Kamis (15/1/2026).

Acara ini merupakan bentuk apresiasi institusi Polri kepada para atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. Pada ajang SEA Games 2025, kontingen atlet Polri berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan total 30 medali, terdiri dari 5 medali emas, 15 medali perak, dan 10 medali perunggu. Salah satu kontribusi medali perak tersebut berasal dari Briptu I Gusti Agung Eka Wibawa Dana yang merupakan personel Polsek Denpasar Selatan.

Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian personelnya. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan bukti bahwa anggota Polri tidak hanya berprestasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian, namun juga mampu bersaing dan berkontribusi di bidang olahraga tingkat internasional. Kapolsek juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan potensi dan pembinaan personel agar terus berprestasi dan membawa nama baik Polri serta bangsa Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bripda GA Wibawa Dana Raih Medali Emas PON Aceh-Sumut 2024

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Peresmian Gedung Gereja GKPB Jemaat Kristus Kasih Denpasar

Published

on

By

wawali arya wibawa
HADIRI PERESMIAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Putu Parwata saat menghadiri Peresmian Gedung Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Jemaat Kristus Kasih Denpasar, Minggu (14/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Peresmian Gedung Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Jemaat Kristus Kasih Denpasar Minggu (14/6). Peresmian ini dilaksanakan setelah proses pengerjaan fisik renovasi Gereja GKPB Jemaat Kristus Kasih Denpasar tuntas dilaksanakan. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Putu Parwata, Anggota DPRD Kota Denpasar, Yonathan Andre Baskoro, Forkopimda Kota Denpasar, Panglingsir Puri Agung Denpasar, Majelis Sinode Harian (MSH) GKPB Jemaat Kristus Kasih Denpasar, Ketua Majelis Agama se-Kota Denpasar, FKUB Kota Denpasar serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, MSH GKPB Jemaat Kristus Kasih Denpasar, Bishop Si Bagus Herman Suryadi menjelaskan, renovasi Gereja GKPB Jemaat Kristus Kasih Denpasar ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan sarana dan prasara guna memberikan kenyamanan beribadah bagi Umat Kristen. Dimana, renovasi ini menjadi sejarah dalam perjalanan Gereja GKPB Jemaat Kristus Kasih Denpasar yang diharapkan mampu menjadi momentum untuk meningkatkan rasa toleransi dan kenyamanan dalam beribadab.

Dalam kesempatan tersebut Bishop Herman Suryadi juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung yang telah mendukung pelaksanaan pembangunan ini. Dimana, pihaknya berharap seluruh tahap pembangunan dapat berjalan lancar dan dengan adanya sarana dan prasarana tempat ibadah yang memadai dapat memberikan kemanfaatan, terutama dalam beribadan serta membina iman.

“Tentu kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Bapak Walikota dan Bapak Bupati Badung serta Ketua DPRD Badung Periode Tahun 2019-2024, semoga hadirnya Gedung Baru Gereja GKPB Jemaat Kristus Kasih Denpasar ini dapat memberikan kemanfaatan dalam mendukung pelaksanaan ibadah umat,” ujarnya.

Baca Juga  Presiden Prabowo Berangkatkan Kontingen SEA Games: Mengemban Tugas Mulia, Kumandangkan Indonesia Raya

Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Putu Parwata mengatakan bahwa Pemkab Badung terus berkomitmen dalam membantu masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dan mendukung ketersedian rumah ibadah yang nyaman.

Parwata berharap dengan adanya infrastruktur gedung yang baru, tentunya harus dijaga bersama. Hal ini untuk memastikan keberlangsungan proses ibadah dapat terus berjalan dengan baik dan nyaman.

“Manfaatkan gedung ini dengan baik, dan bangun suka cita bersama,” ujar Parwata.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan selamat atas Peresmian Gedung Gereja GKPB Jemaat Kristus Kasih Denpasar ini. Tentunya hal ini menjadi momentum untuk meneguhkan Denpasar sebagai kota toleransi yang memberikan pelayanan berkeadilan bagi semua umat.

Dikatakannya, pembangunan gedung gereja ini bukanlah pembangunan biasa, melainkan sebuah proses sepiritual dan pembentukan iman. Sehingga dengan pelaksanaan peresmian ini diharapkan membawa kesegaran baru, penghayatan baru dalam mengikuti ajaran kristus di Gereja GKPB Jemaat Kristus Kasih Denpasar.

“Tentu kami mengapresiasi semangat gotong royong para jamaat dan mengucapkan selamat atas Peresmian Gedung Gereja GKPB Jemaat Kristus Kasih Denpasar, semoga melalui peresmian ini dapat meneguhkan Denpasar sebagai kota toleransi yang memberikan pelayanan bagi masyarakat serta semua umat beragama,” ujar Arya Wibawa. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

26 Siswa Kelas 1-3 Badung Bersaing Jadi Terbaik Lomba Mewarnai PKB XLVIII Tahun 2026

Published

on

By

lomba mewarnai pkb
LOMBA MEWARNAI: Tercatat 26 siswa-siswi SD dari Kabupaten Badung bersaing untuk menjadi yang terbaik “Wimbakara“ (Lomba) Mewarnai Sekolah Dasar (SD) kelas I hingga III pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung pada hari kedua pelaksanaan PKB di Gedung Museum Mahudara Mandara Giri Bhuwana, Kawasan Taman Budaya Art Center, Provinsi Bali, pada Minggu (14/6/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Tercatat 26 siswa-siswi SD dari Kabupaten Badung bersaing untuk menjadi yang terbaik Wimbakara (Lomba) Mewarnai Sekolah Dasar (SD) kelas I hingga III pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Lomba yang diikuti 132 orang siswa SD se-Bali tersebut berlangsung pada hari kedua pelaksanaan PKB di Gedung Museum Mahudara Mandara Giri Bhuwana, Kawasan Taman Budaya Art Center, Provinsi Bali, pada Minggu (14/6/2026).

Ketua Dewan Juri Lomba Mewarnai PKB XLVIII Tahun 2026 Dewa Putu Gede Budiarta bahwa menyampaikan lomba mewarnai merupakan agenda rutin PKB yang diselenggarakan setiap tahun. Dia menyatakan pelaksanaan lomba tahun ini melibatkan siswa SD kelas I hingga III agar kesempatan mengikuti lomba dapat lebih merata.

“Lomba mewarnai ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangkaian PKB. Tahun ini pesertanya siswa SD kelas I sampai III agar kesempatan berpartisipasi bisa lebih bergilir,” ujarnya.

Dia menyebutkan tema lomba mengacu pada tema besar PKB XLVIII Tahun 2026, yakni Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha. “Panitia telah menyiapkan gambar dasar yang kemudian harus diselesaikan peserta dengan pewarnaan dan kreativitas masing-masing. Penilaian lomba meliputi tiga aspek utama, yakni kesesuaian dengan tema, kreativitas, dan keharmonisan warna dengan penekanan pada kreativitas,” katanya.

Menurut Dewa Budiarta, kreativitas menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. “Ya, bagaimana peserta mengolah warna, menambahkan elemen pendukung, serta menampilkan hasil yang menarik dan harmonis. Selain itu kebersihan dan kerapian karya juga menjadi perhatian,” katanya.

Peserta diberikan waktu tiga jam untuk menuntaskan kreativitasnya. Seluruh karya dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari tiga orang seraya menambahkan, karya peserta dinilai oleh tiga juri dari ISI Denpasar yakni Dewa Budiarta sendiri selaku Ketua, Ni Made Purnami Utami dan I Made Ruta. Panitia menetapkan enam peserta terbaik yang terdiri dari juara I, II, III, serta juara harapan I, II, dan III.

Baca Juga  Kapolsek Densel Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Malam Tahun Baru 2025

“Kami mencari enam karya terbaik. Selain menjadi ajang mengembangkan kreativitas anak-anak, penghargaan yang diperoleh juga dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkarya dan berprestasi,” katanya.

Sesungguhnya, kata dia, panitia menargetkan 200 peserta dalam lomba tersebut dengan mengundang masing-masing kabupaten dan Kota Denpasar 10 orang dan peserta umum yang mendaftar lewat link. Hingga masa pendaftaran ditutup, tercatat 180 lebih peserta mendaftar dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Sementara satu di antara orangtua peserta yang berasal dari Desa Buduk, Kabupaten Badung, Komang Tri Jayanthi, mengaku sangat bersyukur putrinya mendapat kesempatan mengikuti lomba tersebut. Siswa SD Imanuel, Dalung, itu tampil penuh percaya diri.

“Harapan kami kegiatan seperti ini terus dilaksanakan untuk mengembangkan bakat dan minat anak-anak, khususnya di bidang seni,” ujarnya.

Dalam hal penilaian hasil karya anaknya, dia menyatakan percaya kepada dewan juri yang telah dipilih panitia, karena memiliki kompetensi dan profesionalisme di bidangnya.

“Saya yakin juri yang dipilih sudah profesional dan kompeten. Apapun hasilnya nanti, tentu itu merupakan hasil terbaik sesuai penilaian yang telah dilakukan,” katanya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati dan Wabup Apresiasi Penampilan “Peed Aya” Duta Badung di Pembukaan PKB XLVIII 2026

Published

on

By

peed aya badung
PEED AYA BADUNG: Salah satu atraksi “Peed Aya” Kabupaten Badung pada pembukaan dan pelepasan “Peed Aya” Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (13/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wabup. Bagus Alit Sucipta memberikan apresiasi atas penampilan apik pawai budaya (Peed Aya) duta Kabupaten Badung pada pembukaan dan pelepasan Peed Aya Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala, Denpasar, Sabtu (13/6).

Pawai budaya Pesta Kesenian Bali XLVIII secara resmi dibuka dan dilepas oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati dan Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya ditandai pemukulan kulkul. PKB tahun ini mengusung tema Atma Kerthi : Jiwa Sidha Parisudha (Memuliakan Jiwa Paripurna). Menjadi spirit untuk menyucikan dan menjernihkan jiwa manusia melalui ruang seni, budaya serta tradisi.

Ditemui usai peed aya, Bupati Adi Arnawa didampingi Istri, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penampilan peed aya duta badung yang sudah maksimal, sudah berjalan baik dan lancar. “Kami sangat mengapresiasi para seniman badung yang telah tampil maksimal dalam peed aya ini. Semoga untuk tahun ke depan dapat tampil lebih baik lagi,” jelasnya. Ia juga sangat mengapresiasi penampilan dari penyandang disabilitas menjadi bagian dari peed aya badung. Ini membuktikan adanya sebuah kesetaraan, dimana penyandang difabel juga mampu menunjukkan kemampuan menari dan tampil di pawai budaya pesta kesenian bali ini. “Keikutsertaan difabel ini, kami menginginkan adanya kesetaraan dan tidak ada perbedaan. Mereka juga bisa memanfaatkan ajang ini untuk berkreasi,” ucap Bupati.

Peed aya kabupaten badung mempersembahkan “Kala Mandala” yang menggambarkan pertemuan ruang dan waktu, sebuah cakra kehidupan, dimana manusia hadir, bergerak dan disadarkan. Dalam gurnita yang tak pernah berhenti dan dalam pelukan mandala yang melingkupi semesta jiwa perlahan mendapati perjalanan sunyi. Peed aya badung diawali pembawa papan nama daerah, pasangan jegeg bagus berbalut pakaian adat khas badung. Kehadiran penari disabilitas menjadi penanda bahwa jiwa tidak diukur dari kesempurnaan raga, melainkan dari cahaya yang dipancarkannya.

Baca Juga  Kapolsek Densel Ajak Warga NTT Jaga Kondisifitas Wilayah Jelang Pilkada Serentak 2024

Hadir pula tari sekar jepun sebagai maskot badung yang diiringi gong semar pegulingan, juga ditampilkan rejang sutri sebagai simbul kelembutan, olas asih serta kebijaksanaan yang menuntut harmoni kehidupan. Puncaknya peed aya duta badung menampilkan kisah “Dewa Ruci”. Keseluruhan sajian ini menjadi perjalanan utuh sebuah transformasi dari keramaian menuju keheningan, dari pencarian menuju penemuan, dari keterpisahan menuju persatuan. Pada akhirnya kala mandala adalah pengingat lembut bahwa hidup bukan tentang berjalan dalam waktu, tetapi tentang menyadari setiap langkah sebagai perjalanan pulang. Pulang pada diri, pulang pada cahaya, pulang menuju atma kerthi pemuliaan jiwa sidha parisudha. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca