Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

PHDI Kota Denpasar Gelar Pesamuhan Madya Paruman Pandita

Tetapkan Tata Cara ‘’Sudhi Wadani’’ dan ‘’Diksa Pariksa’’ serta Pedoman Panca Yadnya

Loading

BALIILU Tayang

:

Pesamuhan PHDI Denpasar
PARUMAN: Pesamuhan Madya Paruman Pandita PHDI Kota Denpasar (2/11) sore di Aula Universitas Hindu Indonesia (UNHI) di Denpasar. (Foto: Hms PHDI Dps)

Denpasar, baliilu.com – Selain memberikan pelayanan kepada umat dalam hal pelaksanaan yadnya dan pembinaan ajaran agama, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) memiliki kewajiban untuk memberikan layanan administrasi kepada umat dan calon sulinggih.

“Pelayanan administrasi merupakan kewajiban PHDI dalam hal dharma negara, yaitu memberikan keabsahan pada sebuah tahapan dalam kehidupan di masyarakat sesuai tataran dan pedoman agama Hindu,” tegas Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar I Made Arka, S.Pd, M.Pd saat Pesamuhan Madya Paruman Pandita PHDI Kota Denpasar (2/11) sore di Aula Universitas Hindu Indonesia (UNHI) di Denpasar.

Gelaran yang diikuti utusan Pandita lanang istri dari 4 kecamatan ini merumuskan tentang tata cara Sudhi Wadhani dan Diksa Pariksa serta merumuskan pedoman Panca Yadnya untuk masyarakat Kota Denpasar. Pembukaan Pesamuan Madya dihadiri Ketua PHDI Provinsi Bali, Pjs. Walikota Denpasar yang diwakili Staf Ahli, perwakilan DPRD Kota Denpasar beserta jajaran Forkopimda Kota Denpasar dan utusan PHDI Kabupaten se-Bali. Hadir pula para Pengurus PHDI Kota Denpasar dan PHDI 4 Kecamatan se-Kota Denpasar.

Pjs. Walikota Denpasar yang diwakili Staf Ahli Walikota Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM, Drs I Nyoman Artayasa, M.Si menyambut baik gelaran tersebut. “Dalam perkembangan era globalisasi, PHDI Kota Denpasar mempunyai tanggung jawab dan kewenangan dalam memberikan tuntunan dan pedoman kepada umat Hindu dalam melaksanakan ajaran agamanya, agar mereka mempunyai keyakinan dalam melaksanakannya,” jelas Staf Ahli I Nyoman Artayasa. Dengan tentunya menyesuaikan dengan dewa mawacara dan desa kala patra atau menyesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan dan kebiasaan setempat.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada PHDI Kota Denpasar yang telah melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan keumatan yang sangat dirasakan oleh masyarakat. “Seperti metatah, menek kelih, bayuh oton dan pawintenan massal yang telah beberapa kali digelar,’’ ujarnya. Pemerintah Kota Denpasar senantiasa mendukung kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Baca Juga  Harmoniskan Alam Pascabencana, PHDI Denpasar Gelar Persembahyangan

Sementara itu Ketua PHDI Made Arka menjelaskan bahwa PHDI merupakan satu-satunya majelis agama dan umat Hindu yang diakui negara. Sehingga dalam proses sudhi wadani dan diksa pariksa mewakili negara memberikan keabsahan dan legalitas terhadap sebuah tata cara pelaksanaan sudhi wadhani dan diksa pariksa. Kehadiran PHDI memastikan kelengkapan administrasi dan legalitas serta tata cara sesuai dengan peraturan dan ketentuan seperti yang ditetapkan Paruman Pandita ini. ”Keabsahan dituangkan dalam bentuk Piagam Sudhi Wadhani dan Piagam Diksa Dwijati,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, PHDI akan memeriksa keabsahan dokumen-dokumen yang diperlukan serta memastikan tata caranya sudah sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Made Arka menegaskan bahwa Pesamuhan Madya Paruman Pandita merupakan Ketetapan Majelis Umat Hindu yang memiliki wewenang penuh untuk membentuk dan menetapkan tata cara Sudhi Wadhani serta Diksa Pariksa Apodgala Dwijati Pandita.

Lebih jauh Made Arka yang juga dosen ini menjelaskan bahwa Sudhi Wadhani adalah upacara untuk seseorang yang akan memeluk agama Hindu. ”Sudhi Wadhani adalah upacara pengukuhan atau pengesahan dan janji seseorang yang sebelumnya bukan beragama Hindu menjadi penganut agama Hindu yang didasari keikhlasan tanpa paksaan,” jelasnya . Dalam pelaksanaan pengukuhan dan pengesahan atau pengucapan janji ini, yang menjadi saksi utama adalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), orang yang bersangkutan sendiri dan pimpinan Parisada Hindu Dharma Indonesia serta yang ditunjuk untuk mewakili upacara Sudhi Wadhani ini.

Upacara Sudhi Wadhani berlandaskan azas Atmanastuti sebagai salah satu sumber dharma dan mempunyai dasar hukum yang kuat dalam hukum Hindu bagi orang yang melaksanakannya. Sudhi Wadhani dapat dilakukan di kantor PHDI ataupun di luar kantor PHDI dengan mengundang PHDI Kota Denpasar dan melakukan upacara Sudhi Wadhani sesuai dengan pedoman. Setelah proses Sudhi Wadhani dilalui, seseorang tersebut telah sah memeluk agama Hindu, baik secara hukum maupun pribadi yang ditandai dengan Pemberian Sertifikat Sudhi Wadhani oleh PHDI Kota Denpasar. Sertifikat Sudhi Wadhani merupakan salah satu syarat untuk kepengurusan administrasi kependudukan untuk menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah memeluk agama Hindu.

Baca Juga  Jelang Galungan dan Kuningan, PHDI dan Bakesbangpol Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi kepada Masyarakat

Sementara itu Diksa Pariksa adalah proses verifikasi secara administrasi yang dilakukan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dengan membentuk Tim Diksa Pariksa yang terdiri Pandita dari Paruman Pandita dan Paruman Walaka serta Pengurus Harian PHDI Kota Denpasar, sesuai dengan domisili dari calon Diksita. Minimal Tim Diksa Pariksa berjumlah 5 (lima) orang, dengan Dharma Upapati sebagai Ketua. Dalam proses Diksa Pariksa, Tim Diksa Pariksa melakukan tureksa (pemeriksaan) untuk memastikan bahwa segala hal yang berkaitan dengan proses calon Diksa nantinya menjalani Diksa Dwijati, baik administrasi yang berlaku di negara Republik Indonesia, seluruhnya terpenuhi. Mulai dari keabsahan Sang Tri Guru (Nabe Napak, Guru Putra/Waktra, Guru Saksi), dukungan dari keluarga, lingkungan, baik dari adat maupun dinas, serta persyaratan lain tentang calon Diksita sebagaimana diatur dalam AD/ART ataupun aguron-aguron yang merupakan tradisi dan kearifan lokal di Kota Denpasar.

Bilamana dalam proses Diksa Pariksa semua persyaratan sudah terpenuhi, Tim Diksa Pariksa menerbitkan Surat Keputusan/Rekomendasi bagi calon Diksita untuk menjalani Diksa Dwijati oleh Nabe. Surat Keputusan/Rekomendasi ditandatangani oleh Tim Diksa Pariksa atas nama PHDI. Bilamana dalam proses Diksa Pariksa ada temuan atau persyaratan yang belum terpenuhi, Tim Diksa Pariksa dapat merekomendasikan untuk melakukan penundaan Diksa Dwijati, sampai semua persyaratan seluruhnya terpenuhi. Untuk keperluan ini, PHDI Kabupaten/Kota mengeluarkan Surat Pemberitahuan untuk menunda Diksa Dwijati sampai persyaratan dipenuhi, ditandatangani oleh Tim Diksa Pariksa.

Pesamuhan Madya Paruman Pandita PHDI Kota Denpasar Tahun 2024 ini berhasil menetapkan 3 Ketetapan yaitu : Ketetapan No : 01/TAP/ Pesamuhan Madya – Paruman Pandita/XI/2024 Tentang Sudhi Wadhani PHDI Kota Denpasar Tahun 2024, Ketetapan No : 02/TAP/ Pesamuhan Madya – Paruman Pandita/X/2024 Tentang Diksa Pariksa PHDI Kota Denpasar Tahun 2024 serta Ketetapan No : 03/TAP/ Pesamuhan Madya – Paruman Pandita /V/2024 tentang Panca Yadnya Tahun 2024. Untuk pedoman Panca Yadnya, dalam pesamuan madya disepakati untuk membentuk tim penyusun yang hasilnya berupa pedoman akan ditetapkan kemudian.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Buka ‘’Pesamuhan Alit’’ Ke-5 PHDI Kecamatan Se-Kota Denpasar

Adapun pimpinan sidang terdiri dari Ketua : Ida Pandita Mpu Jaya Ashita Santi Yoga, Wakil Ketua : Ida Pedanda Nyoman Sidemen Arimbawa, Sekretaris : Ida Bhagawan Wajrasattwa Dwijananda dan Anggota : Ida Pandita Mpu Dhaksa Pramangga Yoga serta Ida Pandita Mpu Jaya Parama Dharma Yoga. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Kebakaran Rumah Pemotongan Ayam di Kesiman, Polisi Amankan TKP dan Periksa Saksi

Published

on

By

Kebakaran rumah pemotongan ayam di Kesiman, Denpasar Timur
KEBAKARAN: Kebakaran melanda sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat pemotongan ayam di Jl. Cempaka Putih, Gang Kelapa, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Senin (5/10/2026) pagi. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kebakaran melanda sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat pemotongan ayam di Jl. Cempaka Putih, Gang Kelapa, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Senin (05/10/2026) pagi. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 08.40 Wita, setelah warga melihat kobaran api dari sebuah pos kecil yang berada di area rumah.

Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan air sembari meminta bantuan. Api dengan cepat membesar akibat material bangunan yang mudah terbakar dan hembusan angin yang cukup kencang.

Tak lama berselang, petugas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar tiba di lokasi dan melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Setelah api berhasil dipadamkan, personel Polsek Dentim langsung mengamankan TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik serta sejumlah saksi. Polsek Dentim juga berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polresta Denpasar untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui kronologi dan penyebab kebakaran.

Akibat kejadian tersebut, satu unit mobil Daihatsu Ayla, tiga unit sepeda motor serta mesin pembersih ayam ikut terbakar. Kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp 200 juta. Sementara korban bersama anaknya telah dievakuasi ke rumah kerabat untuk tinggal sementara.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah awal di lokasi, mulai dari pengamanan TKP hingga pengumpulan keterangan saksi.

“Dari keterangan awal yang kami peroleh, api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian pos yang digunakan sebagai tempat beristirahat, di mana terdapat sambungan untuk lampu, peralatan elektronik dan pengisian daya telepon seluler. Namun, penyebab pasti masih dalam pemeriksaan,” ujar Kapolsek.

Kapolsek mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik serta tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan, sehingga risiko terjadinya kebakaran dapat diminimalkan. (gs/bi)

Baca Juga  Meriahkan HUT Ke-237 Kota Denpasar, PHDI Lombakan Trisandhya-Kramaning Sembah

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Amanat HUT Ke-81 TNI, Presiden Prabowo Tegaskan Kekuatan TNI Tak Terpisahkan dari Rakyat

Published

on

By

Presiden Prabowo sampaikan amanat pada upacara HUT ke-81 TNI
SAMPAIKAN AMANAT: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanatnya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak kelahirannya tidak pernah terpisahkan dari rakyat. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam amanatnya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.

Presiden Prabowo mengatakan bahwa jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara nasional, sekaligus tentara pejuang harus terus menjadi landasan dalam menjalankan setiap tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Menurut Presiden, semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 TNI, yakni “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

“TNI lahir dari rakyat. TNI berjuang bersama rakyat. TNI adalah tentara pejuang kemerdekaan. Sebelum negara bisa memberi anggaran, TNI berdiri dari rakyat. Tanpa digaji, yang beri makan TNI adalah seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden.

Atas dasar sejarah tersebut, Presiden menekankan bahwa seluruh kekuatan yang dimiliki TNI harus senantiasa dipersembahkan untuk melindungi rakyat. Kepala Negara mengingatkan setiap prajurit untuk tidak pernah menjauh dari rakyat dan senantiasa hadir di tengah masyarakat.

“Jiwamu, ragamu, sudah bukan milikmu lagi. Sudah bukan milik keluargamu lagi. Jiwa dan ragamu milik rakyat Indonesia. Karena itu, jangan pernah jauh dari rakyat. Harus di tengah-tengah rakyat,” tegas Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran TNI untuk terus mendengarkan kesulitan yang dihadapi masyarakat serta hadir ketika rakyat membutuhkan pertolongan. Presiden pun mengapresiasi kiprah para prajurit yang selama ini berada di garis depan dalam membantu masyarakat saat berbagai bencana melanda.

“Saya melihat sendiri bagaimana prajurit kita hadir ketika terjadi bencana. Ketika terjadi banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, kebakaran hutan,” ungkap Presiden.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Buka ‘’Pesamuhan Alit’’ Ke-5 PHDI Kecamatan Se-Kota Denpasar

Menurut Presiden, kehadiran prajurit TNI dalam situasi darurat menunjukkan kuatnya semangat pengabdian kepada rakyat. Bahkan, para komandan dan panglima di lapangan dinilai mampu mengambil inisiatif tanpa harus menunggu perintah ketika mengetahui masyarakat tengah menghadapi kesulitan.

“Kesulitan rakyat adalah tanggung jawab TNI. Saudara datang ketika jalan terputus. Saudara masuk ketika keadaan masih berbahaya. Ada rekan-rekanmu yang mengorbankan jiwa dan raganya membantu rakyat menghadapi bencana,” tutur Presiden.

Kepala Negara turut menyoroti berbagai bentuk pengabdian TNI, mulai dari membantu proses evakuasi, membuka akses jalan, membangun ribuan jembatan, hingga menyalurkan makanan dan obat-obatan ke wilayah terpencil dan terputus. Bagi Presiden, pengabdian tersebut menjadi bukti nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan masyarakat.

“Di saat-saat sulit seperti itulah, rakyat melihat siapa yang benar-benar hadir bersama mereka. Saya menyampaikan terima kasih saya, penghormatan saya kepada kalian. Terus menjadi tentara rakyat. Tentara yang kuat adalah tentara yang dekat dengan rakyat,” ucap Presiden.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa ketangguhan sebuah angkatan bersenjata tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan persenjataan, peralatan, maupun besarnya anggaran. Pengalaman sejarah dan perkembangan geopolitik dunia, menurut Presiden, menunjukkan bahwa semangat juang dan kerelaan untuk berkorban menjadi kekuatan yang tidak kalah penting.

“Tidak hanya senjata dan peralatan yang menentukan tentara itu tangguh atau tidak. Tidak hanya alat, tidak hanya anggaran, yang paling penting adalah semangat, jiwa rela berkorban,” kata Presiden.

Menutup pesan tersebut, Presiden menegaskan bahwa semangat rela berkorban yang dimiliki prajurit, bangsa, dan rakyat merupakan fondasi penting bagi kekuatan sebuah negara. “Tentara yang punya jiwa rela berkorban, bangsa yang rela berkorban, rakyat yang tangguh, rakyat yang berani itulah kekuatan suatu bangsa,” pungkas Presiden. (gs/bi)

Baca Juga  Keseriusan Gubernur Koster Lestarikan Budaya Bali Diapresiasi Peserta Pesamuhan Agung Bahasa Bali VIII 2023

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Published

on

By

Presiden Prabowo pimpin upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap
INSPEKTUR UPACARA: Presiden Prabowo Subianto bertindak selaku inspektur upacara memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus terus memperkuat kesiapan menghadapi perkembangan ancaman yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.

“Sekarang menunjukkan penuh gejolak, penuh ketidakpastian. Kita tidak tahu kapan ancaman kepada kita akan menjadi nyata. Sekarang ancaman tidak hanya fisik. Kita bisa diserang dan sudah mulai diserang. Melalui siber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah, yang selalu ingin Indonesia gaduh,” tutur Presiden Prabowo.

Menurut Presiden Prabowo, gangguan terhadap keamanan nasional juga dapat berlangsung melalui sektor ekonomi dan aktivitas penyelundupan yang mengancam kekayaan serta kehidupan bangsa.

“Ekonomi kita diganggu, kekayaan kita dicuri. Penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia. Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam, narkotika adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita,” ujar Presiden.

Menghadapi perubahan bentuk ancaman tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya TNI untuk terus menyesuaikan diri dan meningkatkan kemampuan. Presiden menegaskan bahwa masa damai harus dimanfaatkan sebagai masa persiapan menghadapi ancaman yang paling buruk sekalipun.

“Perang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu, TNI harus terus menyesuaikan diri. Belajar, belajar, belajar dan berlatih, berlatih, berlatih,” tegas Presiden.

Kepala Negara selanjutnya menekankan bahwa TNI harus dibangun sebagai kekuatan yang profesional, responsif, modern, inovatif, dan adaptif. Sejalan dengan perkembangan teknologi, Presiden menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi bagian penting dari kesiapan TNI dalam menghadapi tantangan ke depan.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri ‘‘Metatah‘‘ Massal PHDI Denpasar

“TNI sekarang harus menguasai teknologi, TNI sekarang harus mengutamakan prestasi. Sekali lagi saya tekankan, TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi. Sistem yang berlaku di TNI harus sistem prestasi, bukan sistem sekedar senioritas,” tuturnya.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kemampuan TNI untuk bersinergi dengan berbagai unsur pemerintahan dalam menghadapi berbagai persoalan dan ancaman yang dihadapi masyarakat. Kesiapan tersebut menjadi penting mengingat Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan ribuan pulau, wilayah laut yang luas, perbatasan yang panjang, serta berbagai objek strategis yang harus dijaga.

“Wilayah kita luas, kita memiliki ribuan pulau, wilayah laut yang sangat luas, perbatasan yang panjang. Berbagai objek strategis yang harus kita jaga. Kita juga akan terus membangun kekuatan kita,” ucapnya.

Di tengah penguatan kemampuan TNI, Presiden Prabowo juga menegaskan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarganya. “Pemerintah akan terus memperhatikan kesejahteraan prajurit. Pendidikan anak-anak prajurit, pelayanan kesehatan, serta kehidupan keluarga prajurit,” tuturnya.

Menutup amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan besarnya tanggung jawab prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Indonesia di tengah perubahan ancaman yang terus berkembang.

“Di pundak saudara ada beban yang tidak ringan. Kehormatan bangsa Indonesia, kedaulatan bangsa Indonesia, kemerdekaan bangsa Indonesia, kesejahteraan rakyat kita berada di pundak saudara-saudara,” tandas Presiden. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca