Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Pia Mawar Nongan Karangasem, Tetap Berproduksi meski di Saat Pandemi

BALIILU Tayang

:

de
Ny. Putri Koster tinjau rumah produksi Pia Mawar Nongan di sela kampanye Paslon Nomor Urut 1 DANA-DIPA di Desa Nongan Karangasem

Karangsem, baliilu.com – Dua kali kena hantaman musibah yakni terkena imbas isu keracunan tahun 1998 dan pandemi Covid tahun 2020, Pia Mawar Nongan mampu tetap bertahan berproduksi dan mempekerjakan 125-an karyawan sebagai bukti bahwa UMKM demikian tangguh menjadi tulang punggung perekonomian Bali.

Sabtu pagi (14/11) itu di dapur Pia Mawar Nongan, puluhan ibu-ibu suntuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada yang meramu adonan, membentuk pola, memasukkan ke mesin oven, mengemas untuk selanjutnya dikirim ke seluruh pelosok pasar tradisional yang ada di Bali. Mereka sepertinya tak hirau akan pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan seluruh sektor kehidupan terutamanya sektor pariwisata Bali.

Putu Antara, perintis Pia Mawar jelaskan proses pembuatan jajan pia, pastel dan potongan

Namun manakala Ny. Putri Suastini Koster hadir melintasi lorong dapur Pia Mawar dan menyapa para karyawan, para ibu-ibu itu sontak berhenti sejenak. Mereka tampak terharu sekaligus sumringah melihat kehadiran pendamping orang nomor satu di Bali itu tiba-tiba ada di depan mereka.

Di tengah para ibu, Ny. Putri Koster yang hari itu melakukan kampanye di Nongan Karangasem untuk Paslon PDI Perjuangan Nomor Urut 1 DANA-DIPA, menyempatkan diri menyapa karyawan Pia Mawar untuk menyemangati terus berkarya dan bekerja untuk keluarga. Ny. Putri Koster juga mengucapkan terimakasih kepada Putu Antara, perintis sekaligus pemilik Pia Mawar Nongan yang terkenal sejak zaman dulu di Bali, bahkan menjadi jajan camilan favoritnya, yang telah membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat Nongan khususnya dan menjaga kesehatan masyarakat lewat makanan yang sehat.

Memang, para ibu-ibu dan bahkan ada yang sudah berumur 65 tahun tetap fokus bekerja dan bekerja untuk bisa menghidupi keluarganya bahkan nun jauh sejak usaha ini dikembangkan tahun 1978 silam. ‘’Kami merasakan dampak pandemic Covid namun pengaruhnya kecil. Untuk menjaga karyawan agar jangan sampai tidak bekerja, maka saya tidak mengangkat harga walau beban bahan baku naik. Kalau saya ubah saya akan anjlok, pasaran akan jatuh. Daripada punya karyawan tak makan lebih baik saya memperkecil keuntungan,’’ papar Putu Antara, owner Pia Mawar Nongan saat mendampingi Ny. Putri Koster melihat-lihat dari dekat dapur produksi Pia Mawar.

Baca Juga  Siap Lakukan Perubahan, Paslon Amerta Dapat Dukungan dari Komunitas Muslim dan Kaum Millenial
Perintis sekaligus pemilik Pia Mawar Nongan: Tetap berproduksi meski di saat pandemi

Putu Antara mengakui dampak pandemi pasti ada seperti penurunan omzet. Namun ia berkeyakinan usaha pemerintah bersama-sama seluruh komponen masyarakat untuk menanggulangi pandemi Covid ini bisa segera berlalu dan perekonomian kembali pulih. ‘’Sebelum itu, kami di sini tetap berproduksi walau keuntungan semakin menipis,’’ terang Putu Antara seraya menyebutkan jajan pia, pastel dan potongan berbahan dasar tepung terugi, kacang ijo, gula, mentega serta minyak keras untuk menjaga ketahanan makanan yang kini harganya cukup mahal.

Bahkan Pia Mawar pernah terkena imbas isu makanan beracun tahun 1998 silam. Isu yang beredar itu juga berdampak pada produksi Pia Mawar hingga sempat stagnan selama sebulan. Namun isu makanan beracun yang berimbas pada seluruh jenis makanan yang ada di Indonesia itu segera berakhir dan Pia Mawar pun kembali bangkit.

Putu Antara bersama keluarga mulai merintis Pia Mawar tahun 1978 silam. Hanya mempekerjakan tiga orang karyawan Pia Mawar terus berproduksi di bawah bangunan bambu beratap klangsah ukuran 8 x 5 meter. Dengan menggunakan open batu, Pia Mawar menjadi jajan camilan yang sangat digemari kalangan masyarakat.

Tujuh tahun berselang, Putu Antara melakukan inovasi. Selain memproduksi pia, ia menambah dua jenis jajanan baru yakni pastel dan potongan yang dibuat berbeda. Jika umumnya pastel digoreng dengan isi daging, tetapi di Pia Mawar, pastel dipadu isi selai dengan jalan dioven. ‘’Saat itu kami baru bisa memenuhi permintaan pedagang di Pasar Klungkung,’’ ujar Putu Antara.

Namun dua tahun kemudian Pia Mawar mulai menjajaki pasar Denpasar hingga tahun 90-an sudah merambah ke seluruh kabupaten di Bali. Tidak kurang dari 200-an lebih para ibu yang sebagian besar dari Desa Nongan Kecamatan Rendang Karangasem dipekerjakan untuk memenuhi permintaan pasar.

Baca Juga  Kelurahan Penatih Gelar Sidak Prokes, Nihil Pelanggar Apresiasi Kesadaran Masyarakat

Kehadiran peralatan permesinan yang sebelumnya dengan cara manual sangat membantu meningkatkan produksi. Toh begitu, manajemen Pia Mawar tak pernah menyesuasikan atau memotong upah. Sistem upah borongan per paket tetap diberlakukan dan kehadiran mesin ini justru meningkatkan pendapatan karyawan. ‘’Kami alih teknologi dari manual ke mesin agar karyawan semakin bersemangat,’’ kata Putu Antara yang saat pandemi ini memperkerjakan 125 karyawan tanpa ada yang diberhentikan.

Bahkan seperti pesan dari Ny. Putri Koster, dimana Putu Antara akan sekuat tenaga mempertahankan karyawan untuk tetap bekerja meski pandemi tak kunjung berhenti. (gs)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Lestarikan Endek, Lomba Busana Endek ke Kantor Meriahkan Gema Tridatu

Published

on

By

de
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar kembali menggelar lomba Busana Endek ke Kantor dengan protokol kesehatan yang ketat di areal basement Matahari Denpasar, Minggu (29/11)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar kembali menggelar lomba  Busana Endek ke Kantor dengan protokol kesehatan yang ketat di areal basement Matahari Denpasar  Minggu (29/11) . Acara ini merupakan rangkaian  kegiatan Gema Tridatu (Gelar Bersama Industri dan Perdagangan Bermutu). Hal ini disampaikan Kadis Disperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari saat ditemui awak media di sela sela acara.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan lomba  busana endek ke kantor ini diikuti para pegawai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Denpasar, BUMD, dan BPD Bali, dengan tujuan  untuk  mempromosikan tenun ikat endek bahwa kita punya, kita pakai, kita bangga pakai endek. Selain itu juga untuk mengubah mainset orang bahwa endek bisa dipakai kapan dan dimana saja, baik dalam acara resmi, santai, maupun acara pesta. Yang paling penting  adalah  untuk menginformasikan bahwa pakaian ke kantor ada etika busana sesuai peraturan yang berlaku.

Terselenggaranya kegiatan ini di tengah pandemi Covid-19 adalah untuk meningkatkan kreativitas dan juga inovasi dari para perajin terutama di Kota Denpasar.

Menurutnya pandemi Covid-19 membuat perekonomian para UKM mengalami keterpurukan. Meskipun demikian dengan adanya lomba seperti ini mereka akan terus berkreativitas. “Dengan digelarnya lomba busana maka dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 mereka akan tetap berkreativitas mengahasilkan karya-karya yang terbaik,” ungkap Sri Utari.

Untuk menjaga independensi kejuaraan pihaknya mendatangkan dua orang dewan juri dari Duta Endek Kota Denpasar dan  satu orang dari Perajin Endek Sari Dewi Kwace Bali. “Agar peserta bisa memenangkan lomba ini harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan,” tegasnya.

Dari kriteria yang telah ditentukan lomba juara satu dalam lomba ini diraih oleh Juara I diraih I Gusti Ayu Agung Nilla Cahyaninggaluh, Juara II AA Ayu Manik Pratiwiningrat, Juara III Ni Made Listya Dewi. Sedangkan juara Harapan I diraih Ida Ayu Putri  Ratna Dewi, Harapan II Ida Ayu Gayatri Pradnya Kumala, Harapan III Ida Ayu Candra Lestari. Untuk Favorit diraih oleh I Made Adi Suryadharma. (eka)

Baca Juga  Rapat Pengamanan Pilkada 2020, Rai Mantra Ajak Jaga Kondusifitas dan Lakukan Simulasi Aman Prokes

Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Sekda Dewa Indra Apresiasi Penyaluran KUR bagi Pelaku UMKM

Published

on

By

Sekda Bali Dewa Made Indra menghadiri acara Sosialisasi Penyaluran KUR yang digelar Kementerian Koodinator Perekonomian RI di The Westin Resort Nusa Dua, Sabtu (28/11-2020).

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengapresiasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui sejumlah lembaga perbankan.

Menurutnya, penyaluran KUR sangat membantu pelaku UMKM bisa tetap bertahan di tengah guncangan ekonomi akibat dampak Covid-19. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Sosialisasi Penyaluran KUR yang digelar Kementerian Koodinator Perekonomian RI di The Westin Resort Nusa Dua, Sabtu (28/11-2020).

Lebih jauh Dewa Indra mengurai, UMKM adalah salah satu sektor yang mempunyai daya tahan dan terbukti mampu survive dalam situasi krisis. Hal tersebut, menurut Dewa Indra, terbukti dari beberapa gelombang krisis yang sempat dihadapi perekonomian Daerah Bali. “Sebelumnya kita telah melewati beberapa gelombang krisis, mulai dari dampak teror, bencana alam erupsi Gunung Agung. Sekarang yang paling dahsyat yaitu pandemi Covid-19,” urainya.

Dari sekian banyak gelombang krisis yang telah terlewati, birokrat kelahiran Singaraja ini menyebut UMKM membuktikan diri sebagai salah satu sektor yang paling mampu bertahan. “Ketika sektor lain kolaps, UMKM masih mampu survive, segmen usaha ini masih berdenyut,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia menilai langkah pemerintah menyalurkan KUR bagi UMKM di tengah pandemi Covid-19 merupakan sebuah kebijakan yang sangat tepat. Ia menilai, kegiatan sosialisasi penyaluran KUR yang dilaksanakan Kemenko Perekonomian punya makna yang sangat penting karena bertujuan untuk menjamin optimalisasi penyerapan KUR.

“Sosialisasi ini penting, khususnya bagi Pemerintah Kabupaten/Kota agar lebih memahami regulasi penyaluran KUR. Sehingga ketika ada UMKM yang mengalami kendala, bisa dibantu untuk difasilitasi,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Dewa Indra berharap kepada lembaga perbankan yang ditugaskan untuk menyalurkan KUR agar memperluas penyaluran kredit ini, sehingga makin banyak UMKM yang tercover. Dari perbincangan dengan perwakilan perbankan yang hadir, ia memperoleh informasi bahwa penyaluran KUR telah mencapai 80 persen.

Baca Juga  Pemimpin harus Merakyat, Paslon Amerta Langsung Turun ke Sawah

“Itu menandakan penyerapan dana ini cukup baik dan itu artinya sektor UMKM masih menggeliat di tengah pandemi,” sebutnya sembari mengajak seluruh komponen agar ke depannya memberi perhatian lebih serius terhadap UMKM.

Masih dalam sambutannya, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali ini menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kemenko Perekonomian yang menggelar kegiatan di Bali. Kata dia, event-event yang mulai digelar pemerintah pusat di Bali memberi secercah harapan bagi pelaku pariwisata yang telah cukup lama mati suri.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam arahannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyaluran KUR bagi UMKM khususnya di wilayah Provinsi Bali. Sependapat dengan Sekda Dewa Indra, Iskandar juga menyebut UMKM sebagai sektor yang punya daya tahan paling kuat. Oleh sebab itu, ia sepakat kalau ke depannya pemerintah memberi perhatian lebih serius terhadap sektor ini. Acara sosialisasi juga diisi dengan penyerahan KUR kepada sejumlah pelaku UMKM. (gs)

Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Dinas Pertanian Denpasar Kembangkan Nanas Madu Subang, Sekali Produksi Capai 31,6 Ton/Ha

Published

on

By

Suasana panen Nanas Madu Subang di Subak Sembung beberapa waktu lalu.

Denpasar, baliilu.com – Komoditas hortikultura seperti buah dan sayur ternyata memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Kota Denpasar. Salah satunya buah Nanas Madu Subang yang berhasil dikembangkan di beberapa wilayah pertanian Subak Kota Denpasar.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putera, M Agb saat dikonfirmasi Sabtu (28/11) menjelaskan dalam sekali panen, tingkat produksi mencapai 31,6 ton /ha. Produksi tersebut menggambarkan Nanas Madu Subang dapat tumbuh dengan baik di Denpasar.

“Dengan bobot per buah mencapai rata-rata 2,5 kg kualitas yang dihasilkan petani Nanas Madu Subang di Subak Sembung memenuhi kriteria pasar supermarket,” jelasnya.

Menurut Ambara percontohan Nanas Madu Subang ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada para petani untuk berani melakukan diversifikasi komoditas dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Namun tentunya kelemahannya adalah karena masa panen Nanas Madu yang terlalu panjang mencapai satu tahun lebih. Sehingga dalam penanamannya diperlukan model penanaman tumpang sari dengan tanaman sayuran.

“Jadi sambil menunggu panen nanas petani bisa mendapat hasil yang lainnya dari menanam sayuran yang umur panennya lebih pendek,” kata Ambara.

Nanas Madu Subang yang ditanam di Subak Sembung seluas 10 are dengan lokasi di dua tempat yaitu Munduk Palak dan Umapuan dengan bibit yang digunakan berasal dari tunas. Pemupukan tidak dilakukan dengan menabur melainkan dengan pupuk NPK tablet dengan cara ditanam di samping tanaman sehingga pemupukannya menjadi lebih efektif dan efisen dan diberikan sebanyak 3 kali.

“Di samping pupuk tablet juga diberikan pupuk cair yang diberikan setiap 3 bulan sekali agar tanaman nanas dapat tumbuh dengan optimal. Rasa buah nanas yang dihasilkan manis dengan banyak air,” jelasnya.

Baca Juga  KPK RI Laksanakan Monev MCP di Pemkot Denpasar

Ambara mengharapkan ke depannya Nanas Madu Subang dapat berkembang di Subak Sembung sebagai salah satu daya tarik agrowisata. Sambil berolahraga pengunjung dapat membeli buah nanas. Selain itu, kehadiran komoditi Nanas Madu Subang juga diharapkan dapat menjadi pilihan bagi petani. Serta diharapkan mampu mendukung produktivitas petani lantaran pasar yang kian diminati.

“Harapan kami komoditi Nanas Madu Subang ini dapat menjadi pilihan bagi petani dalam bercocok tanam dan menjadi komoditi dengan permintaan yang cukup baik untuk mendukung produktivitas petani, dan secara jangka panjang dapat menjadi agrowisata dan obyek penelitian pertanian perkotaan,” pungkasnya. (eka)

Lanjutkan Membaca