Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pidato Akhir Tahun 2020 dan Menyambut Tahun Baru 2021, Gubernur Koster: Solid Bergerak Memasuki Bali Era Baru

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Bali Wayan Koster (Foto:dok)

Denpasar, baliilu.com –  Di tengah pandemi  Covid-19, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan pidato akhir tahun 2020 dalam rangka menyongsong tahun 2021 memasuki Era Baru melalui siaran pers, Jumat (31/12-2020) malam. Pada  momen penting di pengujung tahun 2020 ini Gubernur Koster menyampaikan pencapaian kinerja secara umum pelaksanaan Visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.  Sekaligus juga menyampaikan  rencana pelaksanaan kebijakan dan program tahun 2021.

Dalam pidatonya, Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini menegaskan bahwa Bali Era Baru berisi arah kebijakan dan program Lima Bidang Prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana yaitu bidang 1: pangan, sandang, dan papan, bidang 2 : kesehatan dan pendidikan, bidang 3 : jaminan sosial dan ketenagakerjaan, bidang 4 : adat, agama, tradisi, seni dan budaya, dan bidang 5 : pariwisata. Lima bidang prioritas tersebut didukung dengan pembangunan  infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi.

Gubernur Koster menyampaikan rasa syukur, sampai akhir tahun 2020 ini telah berhasil menyelesaikan  40 peraturan yang sangat penting dan strategis, terdiri dari 15 Peraturan Daerah dan 25 Peraturan Gubernur. Keseluruhan peraturan ini merupakan landasan hukum untuk meletakkan dasar-dasar dalam rangka menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali  yang berkaitan dengan alam, manusia, dan kebudayaan  sesuai dengan filosofi  Sad Kerthi. Dengan demikian, Bali akan kembali menjadi pulau yang hijau, bersih, indah, suci, dan  mataksu  sebagai  Padma Bhuwana, pusat peradaban dunia.

Norma yang diatur dalam peraturan  tersebut bersifat  progresif, transformatif, dan inovatif yang memberi kepastian untuk menyelenggarakan kebijakan  Lima Bidang Prioritas  agar berjalan dengan tatanan yang baik secara permanen dan berkelanjutan.

Secara umum program  Lima Bidang Prioritas telah  dapat berjalan  sesuai arah kebijakan, namun  ada beberapa program yang belum berjalan secara optimal  karena  berbagai hambatan akibat pandemi Covid-19, yang tidak hanya menimpa Kita di Bali  melainkan  seluruh dunia.

Gubernur yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini memaparkan dalam program bidang pangan, telah terjadi peningkatan ekspor hasil pertanian, seperti manggis, kakao, buah naga, salak, kopi, dan jeruk nipis ke negara Tiongkok, Uni Emirat Arab, Eropa dan Maladewa.  Adapun program prioritas bidang sandang telah dilakukan penguatan industri sandang bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi Bali antara lain: pelestarian dan promosi tenun songket, endek, dan produk cinderamata.

‘’Peningkatan ekspor didukung oleh maskapai penerbangan Garuda yang membuka penerbangan langsung pesawat kargo dari Denpasar ke Hongkong setiap minggu sekali, yang  Titiang resmikan tanggal 7 November 2020.  Pesawat tersebut  mengangkut sekitar  40  ton  hasil kelautan dan produk kerajinan rakyat Bali.  Ini merupakan kemajuan di bidang ekspor dalam situasi pandemi Covid-19,’’ ungkap Gubernur jebolan ITB Badung ini.

Lanjut dipaparkan, program  bidang pendidikan, pada tahun 2020 telah dibangun  2 unit sekolah baru SMAN 1 di Kecamatan Abang dan SMKN 2 di Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem; dan 2 unit sekolah baru SMAN 9 dan SMAN 10 di Kota Denpasar dengan total anggaran  sebesar Rp 48 milyar  yang bersumber dari APBD Semesta Berencana  Provinsi Bali. Pembangunan direncanakan selesai pada tahun 2021.

Program bidang adat, tradisi, seni, dan budaya, serta kearifan lokal telah berjalan dengan pencapaian sangat baik. Pembangunan adat meliputi realisasi dana Desa adat masing-masing  sebesar Rp 350 juta  dengan total anggaran sebesar  Rp 522,5 milyar untuk 1.493  Desa Adat  yang  ditransfer  langsung  ke rekening Desa Adat. Bidang seni dan budaya telah  diselenggarakan  Bulan Bahasa Bali, fasilitasi seni virtual, dan Festival Seni Bali Jani ke-2.

‘’Yang membahagiakan Kita secara  sakala-niskala, adalah karena telah selesai dibangun gedung Kantor Majelis Desa Adat Provinsi Bali serta 6 gedung Kantor Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota (Tabanan, Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, dan Denpasar) dengan total anggaran  sebesar Rp 31 milyar  yang bersumber dari dana tanggung jawab sosial (CSR) BUMN, BPD Bali, dan perusahaan swasta nasional. Sedangkan gedung Kantor Majelis Desa Adat Kabupaten Gianyar dibangun dengan anggaran  sebesar Rp 3,5 milyar  yang bersumber dari APBD Kabupaten Gianyar. Akan dilanjutkan pembangunan gedung Kantor Majelis Desa Adat Kabupaten Badung dan Kabupaten Klungkung pada tahun 2021 dengan total anggaran  sebesar Rp 6,6 milyar bersumber dari dana tanggung jawab sosial (CSR) BUMN,’’ ungkapnya.

Mantan anggota DPR RI tiga periode ini juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 di Bali telah dapat ditangani dengan baik yang ditandai terkendalinya  kasus positif baru (rata-rata di bawah 100 kasus per hari), meningkatnya angka kesembuhan (mencapai di atas 90%), dan terkendalinya angka kematian (kurang dari 5 orang per hari). Bahkan Bali  termasuk kategori daerah dengan tingkat kesembuhan tertinggi di Indonesia. 

‘’Pencapaian yang baik ini berkat kerja keras dan sinergi antara  Pemerintah Provinsi Bali dengan Kodam IX/Udayana,  Polda Bali, Kejati Bali,  Pemerintah Kabupaten/Kota, Majelis Desa Adat, Parisada Hindu Dharma  Indonesia, Desa Adat, dan Desa/Kelurahan  se-Bali  serta gotong-royong  berbagai komponen masyarakat,’’ ucapnya seraya mengatakan Bali, bahkan menjadi percontohan yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak dalam penanganan Covid-19 dengan memberdayakan Desa Adat melalui pembentukan Satgas Gotong-Royong.

Pemerintah Provinsi Bali telah  berhasil melaksanakan berbagai upaya dan  program penanganan Covid-19 beserta dampaknya terhadap masyarakat,  yang anggarannya bersumber  dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali yaitu Upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan semakin memperketat pemberlakuan protokol kesehatan. Peningkatan kapasitas  layanan uji swab berbasis PCR dan rapid test antigen. Peningkatan kualitas  layanan  pasien Covid-19 dengan menyediakan fasilitas karantina dan rumah sakit rujukan yang dilengkapi dengan sarana prasarana dan tenaga medis yang memadai. Memberi insentif bagi tenaga medis dan nonmedis. Penanganan  dampak  Covid-19  terhadap ekonomi berupa bantuan  sosial tunai  sebesar Rp 78,1 milyar  kepada  43.400  kelompok IKM/UKM/UMKM,  bantuan  sebesar Rp 16,3 milyar  kepada  1.407  koperasi,  dan bantuan sosial tunai  sebesar Rp 13,1 milyar  lebih kepada  7.287  orang  pekerja formal yang terkena PHK/dirumahkan.

Penanganan  dampak  Covid-19  terhadap masyarakat berupa bantuan sosial pendidikan sebesar Rp 24,8 milyar  kepada  19.882  siswa SD, SMP, SMA/SMK/SLB, dan  kepada  9.423 mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta.

Hal penting yang patut diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Bali berhasil memperjuangkan  Bantuan Jaring Pengaman Sosial yang telah  direalisasikan  sebesar Rp 2,5  triliun lebih bersumber dari APBN Pemerintah Pusat, yaitu: Program Kartu Prakerja  dengan anggaran sebesar Rp 404  milyar  lebih  untuk 113.899 orang pekerja;  Bantuan subsidi upah  dengan anggaran sebesar Rp 630  milyar  lebih  untuk 262.711 orang pekerja;  Bantuan Sosial Tunai (BST)  dengan anggaran  sebesar  Rp 397 milyar  lebih untuk  108.499  Keluarga Penerima Manfaat (KPM),  realisasi  sampai  bulan Desember;  Bantuan Sosial Pangan (BSP)  dengan anggaran  sebesar Rp 246 milyar  lebih untuk  159.358 KPM,  realisasi  sampai bulan November; Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan anggaran  sebesar Rp  315 milyar lebih  untuk 94.340 KPM,  realisasi  sampai bulan Desember; Bantuan Sosial Beras (BSB)  3.895 ton lebih  untuk  86.566 KPM  Program Keluarga Harapan  selama 3 bulan (Agustus, September, dan Oktober tahun 2020 masing-masing 15 kg/bulan);  Bantuan Sosial Tunai non-PKH  dengan anggaran  sebesar Rp 40 milyar  lebih untuk 81.034 KPM; dan Bantuan Produksi Usaha Mikro (BPUM) dengan anggara  sebesar Rp 520 milyar lebih untuk 216.000 usaha mikro.

Selain itu,  untuk penanganan dampak Covid-19 terhadap pariwisata,  Pemerintah Provinsi Bali  juga  telah melakukan terobosan  dan berhasil memperjuangkan dana hibah pariwisata  yang diberikan kepada  pemerintah kabupaten/kota dan pelaku usaha pariwisata dengan  total  anggaran  sebesar Rp 1,183 triliun  bersumber dari APBN;  sebesar Rp 948 milyar  lebih untuk Kabupaten Badung dan sisanya untuk Kabupaten/Kota lainnya.

Dalam menghadapi  situasi sulit akibat  dampak Covid-19,  Gubernur Koster mengingatkan kita harus tetap bersemangat. Semangat inilah yang memacu upaya untuk membantu masyarakat dengan  berbagai inovasi kegiatan, antara lain Pasar Gotong-Royong  Krama  Bali sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali,  yang diselenggarakan oleh semua perangkat daerah Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan unit kerja  Pemeritah Pusat di Bali. Selain itu juga dilaksanakan pameran lukisan secara virtual, pameran UMKM secara virtual, dan pameran UMKM secara  konvensional pada tanggal 4  –  31 Desember 2020 bertempat di Taman Budaya Provinsi Bali oleh Dekranasda Provinsi Bali dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali.

Dalam situasi menurunnya kemampuan anggaran negara  akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi Bali  bersama  Pemerintah Pusat  tetap dapat merealisasikan  pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara yang strategis, fundamental, sekaligus monumental, seperti  Melanjutkan program  pembangunan  shortcut  ruas jalan Singaraja  –  Mengwitani  pada  titik 7 dan 8 tahun 2021.  Total  anggaran  pembebasan lahan sebesar Rp 193,5  milyar  bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali. Sedangkan pembangunan konstruksi  titik 7 dan 8 dengan total anggaran  sebesar Rp 95  milyar  bersumber dari APBN Kementerian PUPR.

Telah mulai dilaksanakan program pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan yang dimulai tahun 2020 dan akan selesai tahun 2022. Total  anggaran  sebesar  Rp 555  milyar  bersumber dari APBN Kementerian Perhubungan.

Pada tahun 2020  telah dimulai pelaksanaan pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih, yang dimulai dengan pembebasan lahan dengan total  anggaran  sebesar  Rp 174  milyar bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali. Pembangunan fisik akan dilaksanakan mulai tahun 2021 dengan anggaran  sebesar Rp 784 milyar  terdiri dari  sebesar Rp 276  milyar bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali  dan  sebesar Rp.  508  milyar  bersumber  dari APBN Kementerian PUPR.

Pada tahun 2020 telah dimulai pelaksanaan pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung, yang diawali dengan normalisasi Tukad Unda dengan anggaran sebesar Rp 270  milyar  bersumber dari Kementerian PUPR dan pembebasan lahan (tahap 1) dengan anggaran  sebesar Rp 52 milyar  bersumber dari  APBD Semesta Berencana Provinsi Bali. Pembangunan akan dilanjutkan pada tahun 2021 sampai tahun 2022 dengan anggaran  sebesar Rp 2,5  triliun bersumber dari pinjaman tanpa bunga program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Penandatanganan Perjanjian Pinjaman PEN sudah dilaksanakan tanggal 28 Desember 2020 di Jakarta.

Melanjutkan program pembangunan bendungan  Sidan di Kabupaten (Badung, Bangli, dan Gianyar) dan bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng yang dimulai tahun 2020 dan akan selesai tahun 2022 dengan total anggaran sebesar Rp. 1,6 triliun  lebih bersumber dari APBN Kementerian PUPR.

Melanjutkan program pembangunan pasar Sukawati Kabupaten Gianyar (blok A, B, dan C) dengan total anggaran  sebesar Rp 150  milyar  lebih bersumber dari APBN Kementerian PUPR.

Pada  tahun 2020  ini,  telah dimulai pelaksanaan pembangunan renovasi Stadion Kapten I Wayan Dipta di Kabupaten Gianyar dan 4 lapangan pendukung  (Stadion I Gusti Ngurah Rai, Stadion Kompyang Sujana, Stadion Gelora Trisakti, dan Stadion Gelora Samudra)  dengan total anggaran sebesar Rp. 152  milyar  bersumber dari APBN Kementerian PUPR.  Program ini untuk mendukung penyelenggaraan  Piala Dunia U-20 yang semula direncanakan bulan Juni tahun 2021, diundur menjadi tahun 2023 akibat pandemi Covid-19.  Untuk pertama kali dalam sejarah, Bali mendapat kehormatan dan kepercayaan sebagai tempat penyelenggaraan kejuaraan sepak bola tingkat dunia, bersama lima daerah lain.

Telah dimulai tahun 2020 pembangunan pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub  (BMTH) dengan anggaran sebesar Rp 6,1  triliun  bersumber dari PT Pelindo III  dan APBN Kementerian BUMN. Pembangunan direncanakan selesai pada tahun 2023. Pengembangan kapasitas parkir pesawat dan terminal internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai yang akan selesai pada tahun 2022.

‘’Keberhasilan pembangunan infrastruktur dan penanganan dampak Covid-19 di Provinsi Bali dapat dicapai berkat dukungan kebijakan kuat dari  Yang  Mulia Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju. Untuk itu, ijinkan  titiang  menghaturkan terimakasih yang setulus-tulusnya, sekaligus mendoakan agar Bapak Presiden beserta keluarga dan seluruh jajaran Kabinet Indonesia Maju dianugerahi kesehatan  dan tuntunan dalam melaksanakan tugas membangun bangsa dan negara di tengah-tengah masa pandemi Covid-19,’’ kata Gubernur.

Sementara itu, Gubernur Koster menyampaikan pada  tahun ketiga  pemerintahan yang  dipimpinnya, akan mulai diisi dengan merancang arah kebijakan  yang difokuskan pada pembangunan  perekonomian yaitu menyeimbangkan  struktur dan fundamental perekonomian Bali;  antara  pariwisata, pertanian termasuk kelautan, dan industri. Ini merupakan kebijakan strategis yang mendesak untuk dilaksanakan  dalam upaya pemulihan dan penguatan perekonomian Bali ke depan, mengingat Bali memiliki potensi pertanian, kelautan,  dan industri  berbasis warisan tradisi dan budaya yang sangat unggul.

Upaya tersebut dimulai dengan mendesain kebijakan percepatan pengembangan perekonomian Bali secara progresif,  dengan membentuk Kelompok  Kerja Percepatan program tematik, meliputi: Pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir; Implementasi sistem pertanian organik menuju Bali pulau organik; Pengembangan sumber daya kelautan;  Implementasi sistem perekonomian adat Bali; Industri dan teknologi kesehatan berbasis kearifan lokal Bali;  Pembangunan industri  branding  Bali dari hulu sampai hilir; Pembangunan industri kreatif berbasis budaya branding Bali; Pengembangan industri mode/fashion berbasis budaya Bali; Pengembangan/penguatan/pemberdayaan UMKM dan koperasi produksi; dan Pengembangan Ekonomi  Digital  6.0 Kerthi Bali.

Visi  Nangun Sat Kerthi Loka Bali  dalam memasuki Bali Era Baru tahun 2021,  akan  dilaksanakan melalui percepatan pelaksanaan kebijakan penting dan strategis, yaitu: Percepatan pelaksanaan kebijakan dan peraturan yang  baru diberlakukan,  sehingga belum  berjalan, antara lain: sistem pertanian organik; pembangunan industri; penyelenggaraan kesehatan;  penyelenggaraan ketenagakerjaan; pelindungan pura, pratima, dan simbol keagamaan; sistem pengamanan lingkungan terpadu berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat); pelestarian tanaman lokal Bali sebagai taman gumi banten, puspa dewata,  usada, dan penghijauan; standar kepariwisataan budaya Bali; tata kelola pariwisata Bali; Bali energi bersih; pengelolaan sampah berbasis sumber; dan pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut.

Percepatan pelaksanaan kebijakan dan peraturan yang sudah  diberlakukan, namun  pelaksanaannya baru  memasuki tahap awal, antara lain:  tata kelola minuman fermentasi dan/atau  destilasi khas Bali; pelayanan kesehatan tradisional Bali; dan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Percepatan pelaksanaan kebijakan dan peraturan yang sudah  diberlakukan, serta sudah  dilaksanakan  namun  harus dioptimalkan, antara lain: pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali; pelaksanaan Bulan Bung Karno; penggunaan  busana adat Bali; penggunaan bahasa, aksara, dan sastra Bali;  penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali; penguatan Desa Adat; dan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai.

‘’Kita sadari bersama, tahun 2020  yang disertai munculnya  pandemi Covid-19,  merupakan situasi dan kondisi  yang  sama sekali  tidak pernah terbayangkan. Ini menjadi tahun penuh tantangan,  dan  ujian  berat sehingga memerlukan kesabaran  revolusioner,’’ ujarnya menegaskan.

‘’Angayubagia,  atas  paswecan  Ida  Bhatara Sasuhunan,  Lelangit, dan Leluhur  sami, serta berkat  adanya kerjasama, gotong-royong, secara bersinergi dan  berkolaborasi kita dapat menangani pandemi Covid-19 dengan baik. Kita juga  dapat melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah  dan Wakil Kepala Daerah  di 6 Kabupaten/Kota dengan  lancar, aman,  damai, dan  sukses dengan  tetap menerapkan protokol kesehatan secara tertib,’’ ujarnya lagi.

Tahun 2021,  ungkap Guernur, kerja  besar  penuh tantangan menanti Kita bersama.  Terlebih lagi, sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Kondisi ini memerlukan  dukungan serta komitmen kuat, tulus,  lurus,  dan keluhuran hati dari  Sameton Krama Bali sareng sami,  sesuai dengan swadharma  masing-masing.  Kita harus tetap semangat dan  optimis mencari jalan keluar yang membuka harapan baru. 

‘’Untuk itu,  titiang  mengajak  Sameton Krama Bali  sareng sami  agar tetap kompak, guyub, bersatu,  sagilik-saguluk, parasparos, salunglung sabayantaka, sarpanaya, se-ia sekata, seiring sejalan,  bekerja sama dengan sama-sama bekerja, bahu-membahu, membanting tulang, bergotong-royong mewujudkan  Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali  memasuki  Bali Era Baru,’’ kata Gubernur Koster.

Sejalan dengan itu,  Gubernur  menekankan kembali untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dengan  tertib dan  disiplin, seraya terus  nunas ica  semoga pandemi Covid-19 segera berlalu.

Sebagai generasi penerus kita memiliki tanggung jawab  besar  terhadap eksistensi dan keberlanjutan Bali yang diwariskan oleh  tabik pakulun  Ida  Lelangit,  Leluhur,  dan  Panglingsir Bali.  Mari  solid bergerak  maju  di tengah perubahan yang dinamis dalam skala lokal, nasional, dan global, dengan terus membangun hal-hal yang baik dalam diri kita, karena hanya di tangan kitalah sesungguhnya nasib dan masa depan Bali dapat dijaga demi kelangsungan kehidupan generasi mendatang.

Semoga sinar suci Hyang Widhi Wasa senantiasa  menuntun dan menguatkan kita untuk  berani mengambil langkah dan membuat keputusan dalam situasi yang sulit dan penuh resiko, sepanjang berada di jalan yang benar/Dharma  sesuai kehendak-Nya.

Mengakhiri pidatonya,  Gubernur atas nama pribadi, keluarga, serta Pemerintah Provinsi Bali mengucapkan  Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021.  (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo: Hukum Harus Ditegakkan Secara Adil Melindungi Seluruh Lapisan Rakyat

Published

on

By

presiden prabowo
AMANAT: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanat pada Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)

Bogor, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sebagai negara hukum, Indonesia harus menjunjung tinggi penegakan hukum untuk melindungi dan memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam amanatnya pada Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026.

“Negara kita adalah negara hukum. Karena itu hukum harus kita tegakkan. Hukum harus dihormati dan dihargai. Hukum harus menjadi pelindung rakyat. Hukum harus memberi rasa aman kepada rakyat yang jujur. Hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah,” ucap Presiden.

Selain itu, Kepala Negara menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil bagi seluruh lapisan masyarakat dan tidak boleh digunakan untuk membela kepentingan kelompok tertentu.

“Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok manapun. Tidak boleh ada kriminalisasi, tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, dan tidak boleh ada siapapun yang kebal terhadap hukum,” lanjut Presiden.

Lebih lanjut, Presiden juga menekankan bahwa perlindungan hukum harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang paling lemah. “Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani. Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut menegaskan bahwa Indonesia terus membangun kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi penghormatan terhadap kritik. Namun demikian, Presiden mengingatkan bahwa kualitas demokrasi harus tetap dijaga.

“Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing. Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian. Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berciri nilai-nilai bangsa Indonesia,” ucapnya.

Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mengedepankan persatuan dan kerukunan. Dalam hal ini, Presiden menegaskan bahwa Polri memiliki peran sebagai penjaga demokrasi yang dewasa.

“Polri harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa. Menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai. Dan pada saat yang sama, menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara di Bogor

Published

on

By

Hari Bhayangkara
PIMPIN UPACARA: Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Bogor, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Presiden Prabowo tiba di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob sekitar pukul 07.35 WIB.

Rangkaian upacara dimulai dengan masuknya Komandan Upacara ke lapangan, dilanjutkan dengan masuknya Lambang Kesatuan Polri Tri Brata serta penghormatan kepada Lambang Kesatuan Polri Tri Brata. Bertindak selaku Komandan Upacara yakni Irjen Pol. Suhendri.

Sekitar pukul 07.55 WIB, Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden menuju mimbar kehormatan. Presiden kemudian menerima laporan Perwira Upacara Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra P.J., sebelum menuju mimbar upacara selaku Inspektur Upacara, didampingi oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Prosesi upacara diawali dengan penghormatan kebesaran, laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, serta pemeriksaan pasukan. Presiden Prabowo kemudian memimpin mengheningkan cipta, dilanjutkan dengan pengucapan Tri Brata sebagai pedoman hidup anggota Polri.

Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia dan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya kepada sejumlah satuan dan personel Polri. Presiden turut menganugerahkan Pangkat Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah purnawirawan.

Usai rangkaian penganugerahan, Presiden Prabowo menyampaikan amanat selaku Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Tema peringatan tahun ini, ‘Polri untuk Masyarakat’ adalah sangat tepat, ini adalah jati diri, ini adalah arah pengabdian, ini adalah dan harus terus menjadi kompas moral setiap insan Bhayangkara,” ujar Presiden.

Setelah upacara pokok, Presiden Prabowo didampingi Panglima TNI menuju ke depan pasukan untuk menerima Penganugerahan Medali Keamanan dan Keselamatan Publik atau Loka Praja Samrakshana yang disematkan oleh Kapolri. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan foto bersama Presiden dengan pasukan.

Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan sejumlah peragaan kemampuan dan keterampilan personel Polri. Presiden dan Wakil Presiden menyaksikan penampilan Drum Corps Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian, kolone senapan, peragaan penyelamatan sandera, terjun payung, serta aksi trail cross jumping dan smoke bomb.

Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden juga menyaksikan defile pasukan yang melintas di hadapan mimbar upacara. Defile tersebut menampilkan kesiapan, disiplin, serta soliditas jajaran Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Setelah rangkaian upacara dan defile, acara dilanjutkan dengan syukuran Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026. Dalam prosesi syukuran tersebut, Presiden Prabowo melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diberikan kepada Kapolri.

Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 menjadi momentum bagi Polri untuk terus memperkuat komitmen pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Peringatan ini mencerminkan semangat Korps Bhayangkara dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan mendukung pembangunan Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Bhayangkara Ke-80, Polri Tegaskan Komitmen Pengabdian melalui Tema “Polri untuk Masyarakat”

Published

on

By

hari bhayangkara
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir. (Foto: Hms Polri)

Bogor, Jabar, baliilu.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7). Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, usia ke-80 bukan sekadar perjalanan waktu bagi institusi Polri, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Hari Bhayangkara ke-80 memiliki makna yang sangat penting. Delapan puluh tahun bukan sekadar perjalanan usia sebuah institusi, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Momentum ini menjadi refleksi untuk memperteguh semangat dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Johnny.

Menurutnya, melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri terus memperkuat transformasi menuju institusi kepolisian yang modern, profesional, transparan, dan semakin dipercaya masyarakat.

Johnny menegaskan bahwa tema “Polri untuk Masyarakat” dipilih karena masyarakat merupakan kekuatan utama Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Tema ‘Polri untuk Masyarakat’ sangat relevan karena kami menyadari bahwa kekuatan sejati Polri adalah masyarakat. Oleh karena itu, orientasi kepada masyarakat menjadi komitmen dalam setiap pelaksanaan tugas, baik pelayanan publik, perlindungan, pengayoman, maupun penegakan hukum yang berkeadilan,” katanya.

Ia menambahkan, Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menghadirkan Polri yang semakin profesional, humanis, dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan keamanan yang terus berkembang. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca