Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Pilih Endek sebagai Bahan Busana, Ny. Putri Koster: Christian Dior harus Penuhi Sejumlah Syarat

BALIILU Tayang

:

de
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menerima Tim Ad Hoc Kerjasama Dior Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI di Ruang Pertemuan Jayasabha, Rabu (14/10-2020).

Denpasar, baliilu.com – Christian Dior, rumah mode tersohor yang berpusat di Paris telah memilih endek sebagai salah satu bahan untuk koleksi busana spring/summer yang akan diproduksi tahun 2021 mendatang. Untuk memperoleh bahan busana bermotif endek, Dior harus memenuhi sejumlah syarat terkait upaya pelestarian dan perlindungan terhadap kain tenun tradisional kebanggaan masyarakat Bali ini. Syarat itu dikemukakan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menerima Tim Ad Hoc Kerjasama Dior Kementerian Luar Negeri  (Kemenlu) RI di Ruang Pertemuan Jayasabha, Rabu (14/10-2020).

Kepada Tim Ad Hoc Kemenlu RI, Ny Putri Koster yang didampingi Kadis Perindustrian dan Perdagangan  I Wayan Jarta dan Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah I Wayan Mardiana menyampaikan rasa bangga karena salah satu kain tenun tradisional Bali dilirik oleh rumah mode yang sudah mendunia. Bahkan, ia menyebut kabar yang diterimanya akhir September lalu itu seperti sebuah mimpi. “Di tengah pandemi, tiba-tiba kita dikejutkan kabar menggembirakan. Pastinya sangat bangga ya,” ucapnya. Namun rasa bangga itu menyisakan kekhawatiran kalau endek akan bernasib sama dengan tenun rangrang.

Ny. Putri Koster bercerita, pada suatu masa tenun khas Nusa Penida itu sempat booming dan motifnya ditiru dan diproduksi secara massal. “Orang luar ikut memproduksi motif rangrang hingga pada titik tertentu kehilangan selera pasar. Saya tak ingin hal tersebut terjadi pada kain endek,” imbuhnya. Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak menjadikan pengalaman tersebut sebagai sebuah pelajaran. Jangan dibutakan oleh rasa bangga lalu abai terhadap kewajiban untuk menjaga dan melestarikan.

Dalam konteks perlindungan dan pelestarian kain endek, ia pun menyebut sejumlah syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh rumah mode Christian Dior dalam pemenuhan kebutuhan bahan endek untuk koleksi busananya tahun 2021 mendatang. Pertama, Dior wajib menggunakan kain endek yang benar-benar diproduksi oleh perajin Bali.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Upacara ‘’Karya Atma Wedana’’ di Banjar Pande Abiansemal

Syarat lainnya, pihak Dior juga harus memahami bahwa endek bukanlah tenun yang bisa diproduksi secara massal dengan motif dan warna yang seragam. “Kain kita ini punya keterbatasan dalam produksi, selain itu dalam teknik pewarnaan sangat dipengaruhi oleh sinar. Jadi, celupan pertama dan berikutnya pasti akan ada perbedaan,” urainya.

Menurut wanita yang mahir membaca puisi ini, hal tersebut justru menjadi keunggulan dari kain endek karena sifatnya yang limited edition. Syarat lain yang ditawarkan dalam kejasama ini adalah keterlibatan eksportir putra daerah Bali. Ny Putri Koster menyebut, sejumlah syarat yang diutarakannya itu murni dalam bidang tugasnya selaku Ketua Dekranasda yaitu menjaga kelestarian tenun tradisional. Dalam kesempatan itu, pendamping orang nomor satu di Bali ini juga menyinggung upaya melindungi kain tenun tradisional Bali agar tak mudah diklaim oleh pihak luar.

Putri Koster menyerahkan bingkisan berupa endek motif patra kepada Tim Ad Hoc Kemenlu RI. (ist)

Ia mengharapkan arahan dari pemerintah pusat agar kerja sama ini dapat terlaksana dan memberi manfaat positif bagi kemajuan UMKM dan kesejahteraan masyarakat Bali. Di pihak lain, Putri Koster juga minta arahan terkait langkah perlindungan.

Kadisperindag Wayan Jarta menambahkan bahwa pihaknya secara intensif telah melakukan komunikasi dengan pihak Dior dan juga jajaran Kemenlu. Dari hasil koordinasi, diperoleh informasi bahwa pemilihan kain endek yang diperagakan pada pembukaan Paris Fashion Week di Jardin de Tuileries, Paris, Selasa (29/9) itu diperoleh dari hasil searching di internet. Pihaknya pun telah menghubungi produsen pemasok kain endek yang diperagakan pada ajang tersebut. “Kami sempat hubungi dan ketika kami sampaikan bahwa syaratnya harus perajin lokal Bali, mereka angkat tangan,” imbuhnya.

Disperindag Bali akan mengawal kerja sama ini untuk menjamin pasokan bahan benar-benar berasal dari Bali. Pihak Pemprov Bali juga berharap bisa bertemu langsung dengan tim dari rumah mode Christian Dior untuk membicarakan kerja sama ini.

Baca Juga  Rai Mantra Resmikan Spiga Radio, Inovasi Konten Pendidikan Dukung Pembelajaran di Masa Pandemi

Sementara itu, pimpinan rombongan Tim Ad Hoc Kemenlu RI Dyah Lestari Asmarani menyampaikan bahwa timnya mendapat penugasan khusus untuk menindaklanjuti rencana penggunaan bahan endek untuk koleksi busana Dior tahun 2021 mendatang. Perempuan yang menduduki jabatan Ketua Sekretariat Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi (TPPE) Kemenlu ini sependapat untuk mengedepankan upaya pelestarian kain endek.

“Pada prinsipnya kami akan memastikan dan mengawal agar kerja sama ini berjalan dengan baik dan sama-sama menguntungkan,” katanya. Untuk itu, pihaknya sangat berharap masukan dari jajaran Pemprov Bali dan Dekranasda terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Dior.

Terkait upaya perlindungan terhadap kain endek, anggota Tim Ad Hoc Kemenlu Erik Mangajaya menyarankan Pemprov Bali menerapkan Sistem Ekspresi Budaya Tradisional. Menurutnya, sistem perlindungan ini akan mendorong dan memperkuat promosi serta pengembangan ekonomi kreatif termasuk UMKM di Bali. Untuk mencegah tindakan misappropriation terhadap kain endek, ia menyarankan Pemprov Bali menempuh dua langkah. Pertama, menetapkan peraturan daerah mengenai seni budaya tradisional kain endek Bali. Kedua, mendaftarkan kain endek Bali pada Database Kekayaan Intelektual Komunal Kemenkumham atau Sistem Pengelolaan Data Pokok Kebudayaan Kemendikbud. Di akhir pertemuan, Putri Koster menyerahkan bingkisan berupa endek motif patra kepada Tim Ad Hoc Kemenlu RI. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Harga Properti Residensial Bali Tumbuh Terbatas pada Triwulan I 2026

Published

on

By

harga properti bali
Infografis Harga Properti Residensial Bali. (Foto: BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Provinsi Bali mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan I 2026 mengalami pertumbuhan yang terbatas. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan I 2026 yang tumbuh sebesar 0,87% (yoy), melambat dibandingkan periode triwulan IV 2025 sebesar 1,06% (yoy). Tumbuhnya IHPR Provinsi Bali ditopang oleh kenaikan harga di 3 (tiga) jenis properti yaitu kecil (luas bangunan ≤36 m2 ), menengah (luas bangunan antara 36 m2 sampai dengan 70 m2 ), dan besar (luas bangunan > 70 m2 ) yang masing-masing meningkat sebesar 1,16% (yoy), 0,97% (yoy), dan 0,71% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan pers mengatakan bahwa pada triwulan I 2026, pertumbuhan IHPR terutama dipicu oleh kenaikan harga bangunan yang dipengaruhi oleh peningkatan biaya faktor produksi. Sama seperti periode sebelumnya, sebagian besar responden menilai bahwa lonjakan harga bahan bangunan dan peningkatan upah tenaga kerja merupakan faktor utama pendorong kenaikan harga rumah.

“Efek perang di Timur Tengah turut memicu peningkatan harga minyak yang memengaruhi peningkatan biaya distribusi bangunan,” ujarnya.

Selain itu, katanya, kenaikan harga bangunan juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar Rupiah yang menyebabkan harga sejumlah bahan bangunan impor menjadi lebih mahal.

Di sisi lain, di tengah tren kenaikan harga properti, para pengembang di Bali memandang sejumlah faktor masih menjadi tantangan dalam penjualan properti residensial primer. Beberapa hambatan utama tersebut meliputi tingginya suku bunga KPR, keterbatasan ketersediaan lahan, beban pajak, serta besarnya uang muka pembelian rumah. Dari sisi pembiayaan, survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial di Bali masih bersumber dari dana sendiri (developer) dengan pangsa sebesar 56,6%, diikuti oleh pinjaman bank, dana nasabah, serta pinjaman Lembaga Keuangan (LK) non-bank, masing-masing sebesar 35,3%, 5,9%, dan 2,2%.

Baca Juga  Rai Mantra Resmikan Spiga Radio, Inovasi Konten Pendidikan Dukung Pembelajaran di Masa Pandemi

Dari sisi konsumen, sebut Achris Sarwani, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih memiliki porsi terbesar atas pembelian rumah dengan porsi sebesar 84,2% dari total pembiayaan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Pelemahan Permintaan Sebabkan Koreksi Harga Properti Komersial Bali Triwulan I 2026

Published

on

By

Harga Properti Bali
Infografis properti di Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Harga Properti Komersial Provinsi Bali pada triwulan I 2026 turun sebesar -5,85% (yoy) dan – 6,81% (qtq), terkontraksi dibandingkan triwulan IV 2025 yang tumbuh sebesar 0,68% (yoy) dan – 3,16% (qtq). Turunnya harga properti dipengaruhi oleh penyesuaian harga hotel sebesar -6,27% (yoy) dan ritel sewa sebesar -0,17% (yoy) di tengah peningkatan harga apartemen sewa dan perkantoran sewa, masing-masing sebesar 20,27% (yoy) dan 1,46% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa penurunan Indeks Harga Properti Komersial terutama dipengaruhi oleh koreksi harga pada segmen perhotelan seiring meningkatnya tekanan kompetisi dan tingginya sensitivitas harga wisatawan domestik.

Achris Sarwani lanjut mengatakan bahwa turunnya harga properti dipengaruhi oleh faktor seasonal dan penyesuaian harga. Hal tersebut tercermin dari Indeks Permintaan Properti Komersial Provinsi Bali pada triwulan I 2026 yang terkontraksi sebesar -9,27% (yoy), disebabkan oleh penurunan pada segmen perkantoran sewa sebesar -14,91% (yoy), apartemen sewa sebesar -5,99%, dan hotel sebesar -15,02% (yoy). Pada segmen perkantoran sewa, permintaan menurun seiring dengan perubahan preferensi penyewa pada penggunaan ruang kerja fleksibel dengan biaya yang lebih efisien. Pada segmen apartemen sewa, penyewa cenderung memilih masa tinggal yang lebih singkat dari 6-12 bulan menjadi 1-2 bulan karena tersedianya pilihan akomodasi lain seperti vila dan resort dengan fasilitas yang beragam. “Sementara itu, permintaan hotel menurun akibat ketimpangan distribusi permintaan antar pelaku usaha di tengah berkurangnya pangsa wisatawan domestik sektor pemerintahan dan wisatawan mancanegara akibat konflik geopolitik. Meski demikian, permintaan ritel sewa tumbuh 13,49% (yoy) seiring dengan masuknya gerai franchise internasional di bidang food and beverages (fnb) dan collectible and hobbies,” ujar Achris Sarwani

Baca Juga  Bertemu Wamen Kemen LHK, Gubernur Koster Paparkan Kebijakan Lingkungan dan Kehutanan Bali

Di sisi lain, sebut Achris Sarwani, pasokan properti komersial Bali pada triwulan I 2026 tetap solid tercermin dari Indeks Pasokan Properti Komersial triwulan I 2026 yang meningkat sebesar 4,48% (yoy). Peningkatan terjadi pada segmen ritel sewa sebesar 10,74% (yoy) dan hotel sebesar 2,35% (yoy). Pada ritel sewa, peningkatan pasokan terjadi karena adanya kegiatan ekspansi oleh responden yang menyasar pada segmen ekonomi kelas atas. “Adapun pada segmen hotel, sejumlah responden hotel berbintang tetap melakukan penambahan kamar sebagai strategi jangka panjang untuk mengakomodasi prospek kunjungan wisatawan,” ucapnya.

Ke depan, kata Achris Sarwani, sebagai upaya untuk mendukung pertumbuhan properti komersial yang berkualitas, Bank Indonesia senantiasa mendorong pembiayaan perbankan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Dengan demikian, pasokan dan permintaan properti komersial dapat terjaga sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Ekonomi Bali Triwulan I 2026 Mampu Tumbuh Kuat di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Published

on

By

ekonomi bali
Infografis pertumbuhan perekonomian Bali triwulan I Tahun 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, perekonomian Bali pada Triwulan I 2026 tumbuh kuat sebesar 5,58% (yoy). Di tengah gejolak geopolitik global, ekonomi Bali mampu tumbuh positif yang menunjukkan ekonomi Bali tetap kuat dan berdaya tahan meskipun kondisi eksternal dipenuhi dengan ketidakpastian.

Perekonomian Provinsi Bali pada Triwulan I 2026 masih tinggi meskipun melambat dari triwulan sebelumnya (5,86%; yoy), sejalan dengan pola seasonal-nya. Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut didorong pertumbuhan hampir seluruh lapangan usaha (LU). Merujuk data BPS, LU dengan pertumbuhan tertinggi masih berada pada LU Administrasi Pemerintah yang tumbuh 16,67% (yoy), diikuti LU Industri Pengolahan (8,93% yoy).

Lebih lanjut, LU Pertanian tumbuh menguat sebesar 2,36% (yoy) yang didorong peningkatan kinerja subsektor perkebunan dan peternakan. LU konstruksi juga tumbuh menguat sebesar 4,87% (yoy) didukung tingginya realisasi proyek strategis serta investasi PMA dan PMDN. Sementara itu, LU Akmamin masih tumbuh kuat sebesar 6,44% (yoy), meskipun melambat seiring periode low season dan penutupan beberapa penerbangan karena konflik Timur Tengah. Dari sisi pengeluaran, ekonomi Bali yang tumbuh kuat utamanya didukung pertumbuhan konsumsi pemerintah yang meningkat sebesar 20,28% (yoy) yang bersumber dari realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah.

Komponen dengan pertumbuhan terbesar berikutnya adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 6,78% (yoy). Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,02% (yoy) sejalan dengan aktivitas belanja masyarakat pada momen HBKN Nyepi, Ramadan, dan Idul Fitri, disertai program potongan harga belanja dan insentif Pemerintah. Di sisi lain, ekspor luar negeri tumbuh 2,84% (yoy) melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan melambatnya ekspor jasa (kunjungan wisatawan).

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Pimpin Apel Gelar Pasukan Jelang Nataru

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa ke depan, Bank Indonesia memprakirakan perekonomian Bali akan meningkat pada triwulan II 2026 seiring meningkatnya kinerja pariwisata yang memasuki pola high season bersumber dari wisatawan mancanegara (utamanya India) dan wisatawan nusantara (liburan sekolah), meningkatnya kinerja pertanian seiring panen raya padi dan hortikultura, kuatnya konstruksi proyek terutama terkait pariwisata dan proyek strategis pemerintah, dan meningkatnya konsumsi rumah tangga seiring dengan HBKN Galungan-Kuningan.

“Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku ekonomi, dan stakeholders terkait, Bank Indonesia berkomitmen mendukung berbagai inovasi serta kebijakan strategis daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca