Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pj. Gubernur Mahendra Jaya Bangkitkan Rasa Jengah Membangun Bali

Maknai Momentum Peringatan Hari Jadi Ke-66 Provinsi Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

hari jadi provinsi bali
FOTO BERSAMA: Pj. Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya berfoto bersama Marching Band Gita Prama Prawira Sena-Poltrada Bali dan penari Tarian Nusantara SMKN 5 Denpasar usai memimpin apel Peringatan Hari Jadi Ke-66 Provinsi Bali yang berlangsung di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Rabu (Buda Pon Tolu) 14 Agustus 2024. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pj. Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya mengajak seluruh komponen masyarakat membangkitkan rasa jengah untuk membangun Bali. Ajakan itu disampaikan dalam sambutannya pada apel Peringatan Hari Jadi Ke-66 Provinsi Bali yang berlangsung di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Rabu (Buda Pon Tolu) 14 Agustus 2024.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kemajuan Bali adalah tanggung jawab bersama. Oleh sebab itu, komitmen untuk bekerja sama (ngrombo) menjadi kunci dalam mewujudkan kemajuan tersebut. “Saya mengajak seluruh stakeholder dan seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu, bergotong-royong membangkitkan rasa jengah membangun Bali,” ajaknya.

Ia berpendapat semangat jengah sangat dibutuhkan karena Bali adalah pulau kecil yang tidak memiliki kekayaan berupa sumber daya alam mineral melimpah seperti bahan tambang dan minyak bumi. Kendati demikian, Bali patut bersyukur karena memiliki kekayaan budaya yang adiluhung dan potensi sumber daya manusia unggul serta kreatif. “Unsur kebudayaan dan sumber daya manusia ini selalu menjadi arus utama pembangunan Bali,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Pj. Gubernur Mahendra Jaya menyampaikan rasa syukur karena sejauh ini capaian pembangunan Provinsi Bali secara umum lebih baik dibandingkan rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi makin membaik, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita meningkat, investasi juga terus bertumbuh, persentase penduduk miskin kian berkurang, tingkat pengangguran terbuka dan indeks gini ratio juga menunjukkan tren penurunan. “Kualitas kesehatan masyarakat Bali juga semakin membaik,” ucapnya.

Hal ini tercermin dalam data BPS tahun 2023 yang menunjukkan bahwa Bali menyisakan angka prevalensi stunting sebesar 7,2%. Ini adalah persentase terendah di antara provinsi lain di tanah air dan jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 21,5%. “Bali juga mampu menjaga cakupan kepesertaan JKN 100%. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali tahun 2023 mencapai 78,01, lebih tinggi dari IPM nasional sebesar 74,39,” terangnya.

Baca Juga  Pj. Gubernur Mahendra Jaya Kukuhkan Tiga Penjabat Sementara Bupati/Walikota

Masih dalam sambutannya, Mahendra Jaya menyinggung pelaksanaan Pilkada serentak yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang. Untuk mensukseskan pesta demokrasi itu, ia mengajak seluruh pegawai pemerintah daerah dan masyarakat Bali bersama-sama menciptakan iklim demokrasi yang kondusif.

“Kita semua bertanggung jawab menjaga keutuhan NKRI dengan meningkatkan toleransi dan memperkuat tali persaudaraan,” ucapnya sembari menyampaikan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh semua ASN dan non-ASN dalam menjaga netralitas guna memastikan iklim demokrasi politik tetap kondusif.

Menutup sambutannya, dengan tulus Purnawirawan Polri kelahiran Singaraja ini menghaturkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali, jajaran Pemprov Bali, dan Kabupaten/Kota se-Bali yang telah berperan aktif, bahu-membahu ngrombo dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan bahagia secara sekala-niskala serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekda Dewa Indra dalam wawancara dengan awak media menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Ke-66 Provinsi Bali memiliki makna yang sangat penting. “Ini momen yang penting, karena kita baru bertumbuh kembali pasca-pandemi. Peringatan ulang tahun menjadi momentum mengingat kembali apa yang pernah kita alami, harus menjadi pelajaran untuk menatap masa depan,” ucapnya.

Selain itu, peringatan Hari Jadi Ke-66 Provinsi Bali menjadi penting karena bertepatan dengan perhelatan pemilihan kepala daerah serentak. Ia berharap, momentum ini menjadi sumber inspirasi dalam memilih pemimpin yang mengedepankan kepentingan masyarakat dan menjaga eksistensi Bali. “Saya harap, momentum ini menjadi inspirasi untuk memilih pemimpin yang memiliki visi dan kinerja yang bagus serta komitmen kuat untuk membawa Bali menjadi semakin survive. Kepentingan lebih kecil yang menonjolkan kelompok kita nomor dua,” urainya.

Pada momentum peringatan Hari Jadi Ke-66 Provinsi Bali, Pj. Gubernur Mahendra Jaya bersama Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama dan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyerahkan Penghargaan Dharma Kusuma kepada tokoh berprestasi dan berkontribusi luar biasa dalam pemajuan kebudayaan.

Baca Juga  Dewan Sepakat Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Peternak serta Raperda Perubahan APBD Bali 2024 Jadi Perda

DARMA KUSUMA: Ni Luh Putu Putri Suastini, istri Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Koster saat menerima penghargaan Dharma Kusuma dari Pj. Gubernur Bali karena jasanya dalam memajukan seni teater modern. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Penghargaan Dharma Kusuma tahun ini diberikan kepada Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., tokoh yang berjasa dalam memajukan seni rupa. Penghargaan Dharma Kusuma juga diberikan kepada Ni Luh Putu Putri Suastini, istri Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Koster. Putri Suastini memperoleh penghargaan Dharma Kusuma karena jasanya dalam memajukan seni teater modern. Sementara Penghargaan Dharma Kusuma kategori tokoh budayawan diterima Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka AA Sukawati, M.Si.

Selain Dharma Kusuma, pada kesempatan itu diserahkan pula Anugerah Bali Swacitta Nugraha, Penghargaan Adhyasta Prajaniti, Penghargaan bagi pemenang Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Bali, Penghargaan Pengelolaan Keuangan Desa Adat se-Bali “Sewaka Dana Kerthi Nugraha”, penghargaan bagi ASN berprestasi di lingkungan Pemprov Bali Tahun 2024, dan Piagam Donor Darah.

Hari Jadi Ke-66 Provinsi Bali Tahun 2024 mengusung tema Prajahita Paramakarya yang mengandung makna Karya Mulia untuk Membangun Bali Maju dan Sejahtera, Nusantara Baru, Indonesia Maju. Melalui tema tersebut, peringatan Hari Jadi ke-66 Provinsi Bali diharapkan dapat menjadi wahana menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan, mendorong semangat membangun daerah, serta memperkuat rasa kecintaan masyarakat terhadap Provinsi Bali. Peringatan ini juga menjadi sarana untuk menunjukkan jati diri masyarakat Bali yang memiliki keunggulan kualitatif, komparatif, dan kompetitif yang menjadi modal utama dalam memacu pembangunan di Bali.

Apel peringatan Hari Jadi Ke-66 Provinsi Bali yang melibatkan ASN Pemprov juga dihadiri Pj. Ketua TP PKK Bali Ny. drg. Ida Mahendra Jaya, Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Koster beserta istri, Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka A.A Sukawati, M.Si, Wakil Gubernur Bali periode 2013-2018 I Ketut Sudikerta beserta istri, Anggota DPR RI dan DPD RI Dapil Bali, Ketua DPRD Bali, Forkopimda Bali, Konsulat Negara Sahabat, Bandesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Pimpinan Instansi Vertikal, Kepala Perangkat Daerah Provinsi Bali, Pimpinan BUMN, BUMD, Rektor, Pimpinan Media, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Ormas, Budayawan, dan Seniman.

Baca Juga  Pj. Gubernur Ajak PT. Telkom Indonesia Bali Ikut Bangun Kecerdasan Generasi Bangsa

Peringatan Hari Jadi Ke-66 Provinsi Bali disemarakkan dengan penampilan Marching Band Gita Prama Prawira Sena-Poltrada Bali dan persembahan Tarian Nusantara SMKN 5 Denpasar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pansus DPRD Badung Gelar Rapat, Masukkan Unsur Budaya Bali dalam Ranperda Ormas

Published

on

By

ranperda ormas badung
RAPAT PANSUS: Panitia Khusus (Pansus) inisiatif DPRD Kabupaten Badung saat menggelar rapat kedua dalam upaya mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang digelar di Ruang Gosana II Kantor DPRD Badung pada Senin, 20 April 2026. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Panitia Khusus (Pansus) inisiatif DPRD Kabupaten Badung pada Senin, 20 April 2026 menggelar rapat kedua dalam upaya mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Pansus menekankan pentingnya sinkronisasi antara regulasi nasional dengan kearifan lokal Bali.

Rapat yang digelar di Ruang Gosana II Kantor DPRD Badung tersebut, dipimpin Ketua Pansus I Gusti Lanang Umbara juga dihadiri Wakil Ketua Pansus I Made Ponda Witawan, Sekretaris Pansus I Wayan Puspa Negara dan Anggota Pansus di antaranya I Made Rai Wirata, I Wayan Sandra, I Putu Sika Adi Putra, I Made Yudana, I Made Tomi Martana Putra, serta I Putu Dendy Astra Wijaya. Turut hadir OPD terkait, Tim Penyusun Naskah Akademik, Tim Ahli Komisi dan Tim Ahli Bapemperda.

Ketua Pansus I Gusti Lanang Umbara menyatakan bahwa regulasi ini bertujuan untuk memastikan peran Ormas sejalan dengan program pembangunan daerah. Ia menegaskan agar keberadaan Ormas tidak justru mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kabupaten Badung.

Lanang menyebutkan Bali hanya memiliki sektor pariwisata, terlebih khusus sektor pariwisata itu 80%-nya ada di Kabupaten Badung. Oleh karena itu, pariwisata itu perlu keamanan dan kenyamanan. Sehingga sangat urgent sekali membentuk ranperda tentang pemberdayaan Ormas ini.

“Kita tidak ingin organisasi kemasyarakatan yang tujuannya membantu Pemerintah justru melakukan hal-hal yang tidak diinginkan sehingga mengganggu stabilitas,” ujar Lanang Umbara.

Lebih lanjut, Lanang menjelaskan bahwa penyusunan Ranperda ini wajib berlandaskan pada undang-undang yang lebih tinggi. Namun, ia memberikan catatan khusus mengenai penerapan prinsip Tri Hita Karana dan kearifan lokal sebagai syarat pendaftaran maupun rekomendasi berdirinya sebuah Ormas di Badung.

“Jangan sampai Ormas yang berdiri di Badung tidak mengenali budaya dan kehidupan sosial kita. Jika tidak selaras dengan kearifan lokal, potensi benturan dan gesekan akan besar. Inilah yang kita sinkronisasikan,” katanya.

Baca Juga  Upacara "Pengeruwakan" sekaligus Peletakan Batu Pertama Pembangunan TOD Sentral Parkir Kuta

Selain aspek pendaftaran, Pansus juga menyoroti pengaturan sanksi bagi Ormas yang melanggar ketentuan.

Selain merujuk pada PP No. 58 tentang sanksi pembekuan hingga pembubaran, Perda ini nantinya akan memasukkan komponen pelanggaran terhadap kearifan lokal sebagai salah satu dasar pemberian hukuman (punishment).

Melalui regulasi ini, DPRD Badung berharap Ormas dapat tumbuh menjadi mitra pemerintah yang harmonis dengan adat dan budaya Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia

Published

on

By

Presiden Prabowo
PENGARAHAN: Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia yang digelar di Kompleks Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 18 April 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Magelang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia yang digelar di Kompleks Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 18 April 2026. Acara KPPD ini mengusung tema “Memperkuat peran pimpinan DPRD provinsi/kabupaten/kota guna mendukung Asta Cita menyongsong Indonesia emas 2045.”

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan laporan dari Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia, TB. Ace Hasan Syadzily mengenai pelaksanaan dan tujuan penyelenggaraan KPPD tahun 2026.

“KPPD ini telah berlangsung lima hari Bapak Presiden, sejak tanggal 15 sampai dengan esok hari tanggal 19 April 2026, bertempat di Lembah Tidar Akademi Militer Magelang, tempat para pemimpin nasional ditempa dan digembleng, yang dihadiri oleh 503 Ketua DPRD,” ucap Gubernur Lemhanas.

Setelahnya, turut ditayangkan video dokumentasi kegiatan KPPD yang menggambarkan proses pembelajaran, pembinaan kepemimpinan, serta dinamika interaksi antarpeserta selama mengikuti program.

Dalam pengantar arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kehadiran Kepala Negara didasarkan pada pertimbangan peran strategis dari Ketua DPRD. Forum ini juga menjadi momentum bagi Presiden untuk menyampaikan pandangannya secara langsung kepada para pemimpin legislatif daerah.

“Setelah saya mengetahui bahwa di sini adalah seluruh Ketua DPRD seluruh Indonesia, saya anggap penting dan tepat kalau saya hadir langsung,” ujar Presiden Prabowo.

Bukan hanya sebagai Kepala Negara, tetapi Presiden Prabowo berbicara sebagai sesama anak bangsa. Presiden menyoroti keberagaman latar belakang para peserta, mulai dari daerah asal, suku, pendidikan, hingga partai politik sebagai kekuatan yang menyatukan dalam semangat kebangsaan.

Baca Juga  Bangga Menerima Peraih Penghargaan Kalpataru Bali, Mahendra Jaya Sampaikan Penting untuk Pilah, Olah dan Kelola Sampah

“Sebagai anak bangsa, hari ini saya ingin bicara dari hati ke hati, saya ingin bicara apa adanya,” tutur Kepala Negara.

“Saya berpendapat sebagai anak bangsa, sebagai patriot, karena saya datang ke sini, saya jumpa saudara-saudara dengan satu praanggapan bahwa kita semua di tenda ini adalah patriot,” lanjutnya.

Melalui forum ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya ditentukan di pusat, tetapi justru bertumpu pada kepemimpinan yang solid, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat di seluruh daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Kembang Padukan Pembangunan Infrastruktur dan Edukasi Sampah Berbasis Sumber di Baler Bale Agung

Published

on

By

Pemkab Jembrana
TINJAU RENCANA PROYEK: I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), saat meninjau langsung rencana proyek perbaikan jalan di ruas Jalan Kuburan Cina, Kelurahan Baler Bale Agung, Senin (20/4). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mempercepat peningkatan infrastruktur wilayah sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan berbasis masyarakat. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), melakukan peninjauan langsung terhadap rencana proyek perbaikan jalan di ruas Jalan Kuburan Cina, Kelurahan Baler Bale Agung, Senin (20/4).

Proyek peningkatan jalan sepanjang 600 meter ini akan menggunakan pengaspalan jenis hotmix. Pengerjaan fisik dijadwalkan mulai berjalan pada awal Juni 2026 dengan memanfaatkan alokasi anggaran sebesar Rp 900 juta yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali.

Dalam tinjauannya, Bupati menekankan pentingnya aspek teknis untuk kenyamanan pengguna jalan. Rencananya, jalan yang semula hanya memiliki lebar 3,5 meter akan ditingkatkan menjadi 5 meter melalui teknis penutupan saluran drainase menggunakan plat beton di titik-titik kritis. Hal ini dilakukan guna memastikan aksesibilitas kendaraan roda empat tetap lancar saat berpapasan.

“Pembangunan infrastruktur ini harus diimbangi dengan kepedulian lingkungan. Saya mengajak masyarakat agar rutin melaksanakan gotong-royong agar kawasan ini tetap asri dan terawat,” tegas Bupati di sela-sela peninjauan.

Usai meninjau lokasi infrastruktur, Bupati dan Wabup Ipat melanjutkan agenda dengan kegiatan ngampik (berkunjung) ke salah satu rumah warga sekitar. Dalam suasana kekeluargaan yang hangat, Bupati tidak hanya berdialog mengenai kondisi infrastruktur, tetapi juga memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber.

Bupati mengajak warga untuk mulai disiplin memilah sampah dari rumah tangga. Langkah ini kata Bupati penting mengingat kemajuan fisik daerah harus berjalan beriringan dengan kesadaran ekologis masyarakat khususnya persoalan sampah.

“Kesuksesan pembangunan jalan ini tidak akan lengkap tanpa lingkungan yang bersih. Dengan memilah sampah dari sumbernya, kita tidak hanya menjaga kebersihan di Baler Bale Agung, tapi juga membantu keberlanjutan lingkungan di seluruh Kabupaten Jembrana,” tambahnya.

Baca Juga  Bangga Menerima Peraih Penghargaan Kalpataru Bali, Mahendra Jaya Sampaikan Penting untuk Pilah, Olah dan Kelola Sampah

Melalui perpaduan pembangunan fisik dan penguatan kesadaran masyarakat ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap kualitas hidup masyarakat di tingkat lingkungan dapat meningkat, mendukung program kebersihan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Jembrana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca