Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pj. Ketua Dekranasda Bali Tinjau IKM di Buleleng

Dorong Kreativitas dan Inovasi Perajin

Loading

BALIILU Tayang

:

Dekranasda Bali
TINJAU IKM: Pj. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. drg. Ida Mahendra Jaya saat meninjau pelaku IKM di wilayah Kabupaten Buleleng, Kamis (Wraspati Wage Medangkungan) 2 Mei 2024. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Pj. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. drg. Ida Mahendra Jaya mendorong perajin meningkatkan kreativitas dan inovasi agar menghasilkan karya yang diterima pasar. Hal itu disampaikannya saat meninjau pelaku IKM di wilayah Kabupaten Buleleng, Kamis (Wraspati Wage Medangkungan) 2 Mei 2024.

Didampingi Pj. Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Ny. Paramita Lihadnyana dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta, Ida Mahendra mengawali kunjungan di Din’z Handmade yang berlokasi di Desa Sambangan, Kecamatan Buleleng. Kedatangan Ida Mahendra beserta rombongan disambut Luh Putu Dina Febriana Dewi selaku pemilik Din’z Handmade. Dina menjelaskan, usaha yang dirintis sejak tahun 2019 ini memproduksi produk kerajinan berupa tas, topi, dompet dan busana berbahan kain dengan pewarna alami.

“Untuk memanfaatkan sisa kain yang cukup banyak, belakangan kami juga memproduksi busana,” ungkapnya. Terkait pemasaran, ia mengoptimalkan media online dan mengikuti pameran yang difasilitasi Bank Indonesia. Karena mengusung tema alam, produk Din’z kerap dilirik oleh penyelenggara kegiatan yang mengusung tema lingkungan. Keberadaan bengkel kerja Din’z Handmade juga berdampak positif bagi lingkungan sekitar karena menyerap cukup banyak tenaga kerja. Ida Mahendra salut dengan kreativitas Dian dalam membuat karya handmade berkualitas. “Gali terus kreativitas dan inovasi agar lebih banyak peminat,” ujarnya menyemangati.

Peninjauan dilanjutkan ke IKM Ayu Windy yang beralamat di Jalan Bekisar, Desa Baktiseraga. Ayu Windy bercerita, ia bergerak dalam usaha produksi busana berbahan endek. “Selain menawarkan kain, kami di sini banyak memproduksi busana kerja berbahan endek,” ucapnya. Ida Mahendra memuji desain busana yang dihasilkan Ayu Windy dan mendorongnya agar terus mengikuti trend pasar. Ia juga kagum karena Ayu Windy punya misi pelestarian endek melalui pelatihan menenun. “Bagus untuk memotivasi anak muda agar mau menekuni bidang ini,” ujarnya.

Baca Juga  Raih Opini WTP 10 Kali Beruntun, Laporan Keuangan Buleleng Makin Berkualitas

Lokasi berikutnya yang disambangi adalah IKM Artha Dharma Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Kehadiran Ida Mahendra disambut I Ketut Rajin selaku pemilik pertenunan yang langsung memperkenalkan sejumlah produk unggulan. Menurut Rajin, ciri khas pertenunan Artha Dharma adalah perpaduan songket dan endek dengan pewarnaan alami. Ia pun terus melakukan inovasi dengan menciptakan motif baru.

“Tak hanya terpaku pada motif yang sudah ada, kami ciptakan motif baru seperti lumba-lumba dan Singa Ambara Raja,” cetusnya.

Lebih dari itu, pertenunan Artha Dharma menerapkan konsep hulu ke hilir melalui budidaya ulat sutra yang benangnya dimanfaatkan sebagai bahan tenun. Dengan menggunakan benang sutra alami tanpa melalui proses olahan pabrik, ia menciptakan jenis kain yang ekslusif. “Tiap motif kami buat hanya satu, limited edition adalah keunggulan karya kami,” tambahnya.

Ida Mahendra nampak sangat mengagumi karya yang dihasilkan Pertenunan Artha Dharma. Ia juga meninjau proses pembuatan, mulai dari budidaya ulat sutra penghasil benang lanjut pemintalan dan proses menenun hingga jadi kain yang cantik.

Kunjungan diakhiri di IKM Gegaen Lima, Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji. Usaha milik Luh Rusmiati ini menghasilkan beragam produk kerajinan berbahan hasil daur ulang koran bekas. IKM Gegaen Lima menghasilkan ragam kerajinan menarik, mulai dari tas, piring, alas kursi, hiasan dinding, tempat sampah dan lainnya. Ida Mahendra sangat mengapresiasi IKM ini,  karena selain menghasilkan ragam produk kerajinan menarik, keberadaannya juga berkaitan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Nampak tertarik dengan hasil karya Gegaen Lima, Ida Mahendra memborong sejumlah produk yang dipajang.

Selain meninjau IKM, rombongan Dekranasda Bali juga menyambangi Pusat Latihan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Kabupaten Buleleng. Ida Mahendra mengapresiasi keberadaan pusat latihan yang dimaksudkan untuk mendorong kemajuan usaha kerajinan di Bumi Panji Sakti ini. Untuk keberlanjutan PLUT, ia menyarankan pembinaan berkesinambungan yang dibarengi dengan kepastian pemasaran. (gs/bi)

Baca Juga  Kominfosanti Buleleng Ikuti EPSS 2026, Penilaian Dimulai 27 April Ini

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

GOW Badung Gandeng Wanita Islam Dorong Pengolahan Sampah Organik dari Rumah Tangga

Published

on

By

gow badung
SERAHKAN BANTUAN: Ketua GOW Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menyerahkan bantuan 80 bag komposter dan 10 paket sembako kepada PD Wanita Islam Badung di Perumahan Srinadi Residence, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Sabtu (24/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung bersinergi dengan Pimpinan Daerah (PD) Wanita Islam Kabupaten Badung untuk menggalakkan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga.

Sebagai wujud nyata dukungan, Ketua GOW Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menyerahkan bantuan 80 bag komposter dan 10 paket sembako kepada PD Wanita Islam Badung di Perumahan Srinadi Residence, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Sabtu (24/5).

Nyonya Yunita Alit Sucipta menyatakan, aksi ini merupakan langkah konkret mendukung program Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengatasi persoalan sampah langsung dari sumbernya. Melalui pemanfaatan bag komposter, masyarakat diharapkan dapat mandiri mengolah limbah dapur mereka menjadi pupuk organik yang bernilai guna.

“Bag komposter merupakan sarana pengolahan sampah organik yang menjadi bagian dari upaya mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Badung. Hasil olahannya juga dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk pupuk,” ujarnya.

Yunita Alit Sucipta menambahkan, sinergi yang kuat antara GOW dan Wanita Islam Badung menjadi motor penggerak yang efektif dalam mewujudkan penanganan sampah yang berkelanjutan. Ia juga mengimbau seluruh anggota Wanita Islam untuk menjadi agen perubahan dengan menularkan kebiasaan memilah sampah kepada warga di lingkungan sekitar mereka.

Sementara itu, Wakil Ketua Wanita Islam Kabupaten Badung, Agus Linar Simamora, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari GOW Badung. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk mengedukasi seluruh anggota agar disiplin melakukan pemilahan sampah dari rumah.

Di sela kegiatan, Agus Linar juga menginformasikan bahwa pelaksanaan kegiatan Idul Adha oleh Wanita Islam digelar secara bergilir setiap tahun di Kabupaten/Kota se-Bali. Setelah tahun 2026 ini diselenggarakan di Kabupaten Tabanan, Wanita Islam Kabupaten Badung bersiap menjadi tuan rumah pada perayaan tahun depan dan secara resmi mengundang Ketua GOW Badung untuk hadir.

Baca Juga  Gong Kebyar Anak dan Joged Bius Masyarakat Buleleng di Malam Kedua Apresiasi Seni HUT Ke-421 Kota Singaraja

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Wanita Islam Provinsi Bali Sri Widianingsih beserta anggota, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Wanita Islam Kota Denpasar Eny Prasetyowati, perwakilan Kaur Perencanaan Desa Dalung, serta Kelihan Dinas Kwanji Gede Pasek Kawijaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Lepas Fun Walk HUT Ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat

Published

on

By

fun run wasiat
LEPAS FUN WALK: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa melepas peserta Fun Walk serangkaian HUT ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat (WASIAT) 1986-2026 yang dilaksanakan di Jero Gede Tainsiat, Denpasar Utara, pada Minggu (24/5) pagi. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa melepas peserta Fun Walk serangkaian HUT ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat (WASIAT) 1986-2026 yang dilaksanakan di Jero Gede Tainsiat, Denpasar Utara, pada Minggu (24/5) pagi.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, AA. Istri Paramita Dewi, Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta, seluruh keluarga besar Pasemetonan Ageng WASIAT serta undangan lainnya.

Fun Walk mengambil rute start di halaman depan Jro Gede Tainsiat ke arah timur menuju Jalan Pattimura, lalu menuju Jalan Belimbing, ke arah selatan menuju Jalan Kaliasem berlanjut ke Jalan Surapati menuju Jalan Kapten Agung, berlanjut ke Jalan Udayana lalu ke utara menuju Jalan Veteran hingga finish kembali di Jro Gede Tainsiat.

Berbaur dengan seluruh peserta Fun Walk, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan selamat Hari Jadi ke-40 kepada Keluarga Besar Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat.

“Semoga momentum spesial HUT ke-40 Keluarga Besar Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat ini dapat semakin mempererat kekompakan serta memperkuat soliditas Keluarga Besar Pasemetonan WASIAT tidak hanya di lingkup internal namun juga dalam tujuan mendukung pembangunan Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju bernafaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau menyama braya saling bergotong – royong,” ujar Wawali Arya Wibawa.

Sementara Ketua Panitia Acara, Ir. AA Ngr Agung Satria Wibawa, ST., IPM., ASEAN Eng. ditemui usai acara menjelaskan Fun Walk serangkaian HUT ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat 1986-2026 ini juga diisi dengan kegiatan sosial seperti donor darah dan cek kesehatan gratis dengan dibantu petugas dari RSUP. Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah.

Baca Juga  Hadiri DBFW 2025, Ny. Selvi Gibran Dorong UMKM dan Desainer Bali Berinovasi Tanpa Tinggalkan Jati Diri Budaya

“Ucapan terimakasih kami haturkan kepada Wawali Arya Wibawa dan jajaran Pemkot Denpasar yang telah hadir melepas peserta Fun Walk pada puncak perayaan HUT Pasemetonan kami yang dilaksanakan pada hari ini. Seiring dengan bertambahnya usia, Pasemetonan kami akan terus mempertajam komitmen dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju bernafaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DPD PDI Perjuangan Bali Kuatkan Perlindungan Karya dan Inovasi melalui Sosialisasi Sertifikasi HKI

Published

on

By

dpd pdi bali
KEYNOTE SPEAKER: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster sebagai keynote speaker pada acara Sosialisasi Sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang berlangsung di Ksirarnawa Art Center, Denpasar, pada Minggu, 24 Mei 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menggelar Sosialisasi Sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ksirarnawa Art Center, Denpasar, pada Minggu, 24 Mei 2026 ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hukum terhadap karya, kreativitas, dan inovasi, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem inovasi yang berdaya saing di Bali.

Kegiatan ini dikoordinatori oleh I Made Suparta dan menghadirkan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster, sebagai keynote speaker.

Turut hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Isya Malapraja, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali.

Sosialisasi ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Alit Kesuma Kelakan, Anggota DPRD Provinsi Bali I Wayan Suwitra dan Ni Made Usmartini, Bupati Klungkung Made Satria, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, serta para pelaku usaha, UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat dari berbagai daerah di Bali.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan I Made Suparta bahwa sertifikasi kekayaan intelektual merupakan langkah strategis untuk melindungi hasil karya dari penyalahgunaan maupun klaim pihak lain.

Selain memberikan kepastian hukum bagi pencipta, pelaku usaha, seniman, dan inovator, sertifikasi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan nilai ekonomi sebuah karya sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Melalui sosialisasi ini, lanjut Supartha peserta mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai berbagai bentuk kekayaan intelektual, mulai dari hak cipta, merek, paten, desain industri, hingga bentuk perlindungan lainnya. Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mendaftarkan karya yang dimiliki sebagai bentuk penghargaan terhadap proses kreatif dan inovatif yang telah dihasilkan.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Dorong Layanan Kesehatan Sekolah Berbasis Teknologi

Para narasumber memberikan pemaparan mengenai prosedur pendaftaran kekayaan intelektual, manfaat sertifikasi bagi pelaku usaha dan UMKM, serta peluang yang dapat diperoleh ketika sebuah karya memiliki perlindungan hukum yang sah. Diskusi interaktif yang berlangsung juga mengangkat berbagai tantangan dan peluang perlindungan kekayaan intelektual di era digital yang semakin berkembang pesat.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat Bung Karno yang selalu menekankan pentingnya kemandirian, kreativitas, dan keberanian untuk menciptakan karya bagi kemajuan bangsa. Sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha dan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk lebih menghargai hasil pemikiran, kreativitas, dan inovasi anak bangsa.

Melalui Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual ini, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya perlindungan hukum terhadap karya dan inovasi. Dengan perlindungan yang tepat, kreativitas dan inovasi dapat terus tumbuh, berkembang, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, perekonomian daerah, dan pembangunan nasional. Semangat melindungi karya anak bangsa inilah yang diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi-inovasi baru yang mampu mengharumkan Bali dan Indonesia di masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca