Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

PPKM Darurat, Bupati Giri Prasta Pastikan Tidak Kurangi Esensi Kegiatan Adat

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Giri Prasta saat mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Nusa Agung II di Lapangan Mengwi, Sabtu (3/7).

Badung, baliilu.com – Terkait dengan kebijakan pemerintah tentang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sejumlah daerah, dimulai pada 3 Juli 2021 yang akan berlangsung hingga 20 Juli 2021, Pemkab Badung bersama TNI dan Polri bersinergi menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait dengan PPKM untuk wilayah Jawa-Bali dengan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Nusa Agung II di Lapangan Mengwi, Sabtu (3/7).

Apel ini diikuti oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf Made Alit Yudana,  Plt. Kadis BPBD Badung I Wayan Wirya, DPRD  Badung Made Suwardana, Camat se-Kabupaten Badung serta jajaran TNI dan Polri.

Bupati Giri Prasta mengatakan kebijakan PPKM Darurat ini merupakan salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, yang terus meningkat dalam waktu belakangan ini dan sebagai warga negara dalam wilayah lingkaran NKRI maka apa pun yang menjadi keputusan pemerintah, sebagai warga masyarakat harus tunduk dan taat, apalagi persoalan kebijakan ini membuat masyarakat menjadi sehat semuanya.

“Kita butuh Badung sehat, Bali sehat dan kita juga perlu Indonesia sehat. Dengan ketentuan PPKM Darurat yang diinstruksikan Bapak Presiden maka mulai hari ini kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Kapolres Badung dan Dandim Badung beserta jajaran karena telah siap melanjutkan instruksi presiden dimana pada pagi ini langsung melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Nusa Agung II. Kami Pemda Badung memberikan fasilitas apa pun bentuk dan memberikan dukungan sepenuhnya,” tegas Bupati.

Bupati menjelaskan di Kabupaten Badung berkenaan dengan vaksinasi sudah mencapai vaksin 108 persen dari yang ditargetkan, hal ini bisa tercapai karena Badung memiliki Guraksin (Regu Penggerak Vaksin) di tingkat banjar dan lingkungan. Dan ini peran daripada Dandim dan Kapolres beserta jajaran yang turut mendukung mempercepat vaksin dan tetap mengedepankan prokes.

Baca Juga  Pintu Masuk dan Lintasan Utama Bali Disekat Berlapis, 80 PPDN Dikembalikan ke Ketapang

“Keuntungan dari vaksin 108% Kabupaten Badung, kami bisa memberikan isolasi di rumah, karena masyarakat sudah tervaksin sehingga yang terpapar tidak terlalu keras. Sekarang di ICU kami isinya cuma 6 orang, bahkan di ruang isolasi hanya terisi 11  dengan tekanan negatif aman untuk dokter dan pasien, dan itu tidak semua warga Badung, hanya 4 orang saja warga Badung,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta mengatakan minggu ini di Kabupaten Badung akan dilaksanakan vaksinasi untuk anak-anak umur 12-17 tahun dan pihaknya sudah menyiapkan tempat di sekolah, sekolah dipilih karena sudah memiliki wifi gratis sehingga memudahkan untuk mendata semua calon penerima vaksin dan ini sudah disosialisasikan. Nanti ke depannya para Camat se-Kabupaten Badung akan menjadi koordinator wilayah dengan perbekel dan seterusnya.

Bupati Giri Prasta juga mengatakan untuk kegiatan adat, pihaknya tidak akan pernah mengurangi esensi daripada tatanan pola hidup yang sudah ada, dengan catatan tetap mengedepankan prokes. Untuk pujawali di pura cukup pemangku dengan perwakilan paling banyak 15 orang, dan untuk resepsi silahkan dilakukan tapi dengan maksimal 30 orang atau dilaksanakan setelah PPKM Darurat.

“Untuk destinasi wisata saya pastikan ditutup karena ini keputusan PPKM Darurat, dan untuk restoran, tempat makan dan sejenisnya silahkan buka sampai jam 8 malam setelah itu silahkan buka tapi tidak ada yang dine-in, semuanya harus take away. Dan untuk mall yang ada toko retailnya kami akan lakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI bagaimana kita mengatur akan prokes selalu berjalan dengan baik. Untuk para wisatawan yang datang ke Badung kami sudah memberikan jaminan bahwa hotel sudah safety, karena siapa pun yang berlibur ke sini untuk mencari aman dan sehat serta refreshing sejenak,” jelasnya.

Baca Juga  Kapolri Distribusikan 475.420 Paket Sembako dan 2.471.217 Kg Beras ke Warga Selama PPKM Darurat

Sementara itu Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengapresiasi kepada seluruh personil yang tergabung dalam operasi ini, pihaknya percaya seluruh personil yang hadir memiliki tekad serta semangat yang kuat sebagai abdi negara untuk memberikan pengayoman dan pelayanan kepada seluruh masyarakat.

Dikatakan varian baru Covid-19 ini menjadi persoalan serius di banyak negara, situasi ini membuat pemerintah mengambil langkah-langkah yang lebih tegas untuk membendung Covid-19 ini. Pemberlakuan PPKM Darurat merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam upaya menangani covid-19, khususnya Jawa dan Bali. PPKM darurat kali ini meliputi pembatasan aktivitas-aktivitas yang lebih ketat dari sebelumnya dengan target penurunan kasus kurang dari 10.000 per hari secara nasional. Operasi Aman Nusa II Lanjutan ini, dikatakan Roby, merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

“Tentunya ini kami lakukan bersama dengan TNI dan pemda. Kami nanti setiap kegiatan yang sudah ada di Inmendagri nomor 15 tahun 2021 pemerintah akan kami dukung apa yang dilarang apa yang diperbolehkan yang ada di instruksi itu. Sekali lagi terima kasih kepada Bupati Badung bersama jajaran karena sudah mendukung kami Polres Badung dalam meningkatkan pengawasan terhadap protokol kesehatan dan mencegah penyebaran secara masif virus ini. Dan kami Polres Badung dan Kodim 1611 akan tetap mendukung Bapak Bupati dan jajaran,” tutupnya. (gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ibu-ibu PKK Kumpulkan Minyak Jelantah Jadi Avtur, Legislator Apresiasi Terobosan Tersebut

Published

on

By

avtur minyak jelantah
KUNKER: Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan dalam Kunjungan Kerja Masa Reses (Kunres) Komisi XII DPR RI ke Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (23/4/2026). (Foto: dpr.go.id)

Yogyakarta, baliilu.com — Inovasi pengelolaan limbah rumah tangga menjadi energi kembali mendapat perhatian. Minyak jelantah yang dikumpulkan ibu-ibu PKK di Semarang dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini diolah di Kilang Cilacap menjadi bahan bakar pesawat (avtur). Hal ini sebagai bagian dari upaya pemanfaatan limbah sekaligus penguatan ketahanan energi nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, menyebut program tersebut sebagai terobosan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat. “Tadi Bapak GM MOR IV menyampaikan bahwa di Semarang, di MOR IV Semarang, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada ibu-ibu dari PKK yang mengumpulkan minyak jelantah ini yang diolah di Kilang Cilacap untuk dijadikan avtur,” ujar Rokhmat Ardiyan usai mengikuti Kunjungan Kerja Masa Reses (Kunres) Komisi XII DPR RI ke Kota Yogyakarta, DIY, Kamis (23/4/2026).

Lebih lanjut, Legislator Dapil Jawa Barat ini menegaskan bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah berbahaya kini memiliki nilai tambah ekonomi setelah diolah menjadi energi baru.

“Ini adalah terobosan yang sangat positif, di mana minyak jelantah atau minyak sampah yang bisa menjadi limbah berbahaya, kini diubah menjadi avtur,” jelasnya.

Menurut Rokhmat, keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu PKK, menjadi bagian penting dalam rantai pasok ekonomi sirkular. Selain mengurangi limbah rumah tangga, program ini juga berpotensi membuka sumber pendapatan baru di tingkat lokal.

Dengan demikian, Politisi Fraksi Partai Gerindra ini juga mendorong Pertamina untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjaga ketersediaan energi nasional, termasuk BBM dan LPG. Hal ini guna memperkuat ketahanan energi Indonesia.

“Harapannya Pertamina meningkatkan kinerja, meningkatkan stok BBM dan LPG, sehingga bisa terwujud ketahanan energi, swasembada energi, dan kemandirian energi,” sebutnya.

Baca Juga  Pintu Masuk dan Lintasan Utama Bali Disekat Berlapis, 80 PPDN Dikembalikan ke Ketapang

Program pengolahan minyak jelantah menjadi avtur ini dinilai sebagai contoh nyata sinergi antara masyarakat, BUMN, dan pemerintah dalam mendukung transisi energi berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rakercab Pramuka Buleleng 2026, Fokus Susun Program Adaptif dan Dukung Ketahanan Pangan

Published

on

By

Kwarcab Pramuka Buleleng
RAKERCAB: Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, pada Sabtu (25/4/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, pada Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus Kwarcab Buleleng, badan kelengkapan, kwartir ranting se-Buleleng, Dewan Kerja Cabang (DKC), serta Dewan Kerja Ranting (DKR).

Ketua Panitia Rakercab, I Dewa Made Susastra Ginata, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakercab menjadi forum penting untuk memperkuat perencanaan organisasi. Evaluasi program kerja sebelumnya dan penyusunan strategi ke depan menjadi fokus utama.

Ia menjelaskan, Rakercab 2026 mengusung tema penguatan Pramuka Buleleng dalam mendukung ketahanan pangan menuju Indonesia Emas. Forum ini juga menjadi ruang untuk merumuskan solusi atas berbagai kendala dalam pelaksanaan program.

Dalam pembahasan, peserta dibagi ke dalam empat komisi. Komisi A membahas kebijakan strategis, pendirian lembaga atau badan usaha, tata kelola aset, serta inovasi kwartir. Komisi B fokus pada program bina muda, binawasa, kesakaan, satuan komunitas, dan gugus darma.

Selanjutnya, Komisi C membahas aspek organisasi dan hukum, rencana penelitian dan pengembangan, serta program usaha, aset, kreativitas, dan inovasi. Sementara Komisi D mengulas bidang pengabdian masyarakat, bela negara, serta kehumasan dan informatika.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Bela Negara, dan Lingkungan Hidup Kwarda Bali, I Gede Agus Arjawa Tangkas, menekankan pentingnya transformasi organisasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kita di pramuka ini hampir setiap hari bertemu lewat zoom, WA group, selalu bicara terkait organisasi yang kita cintai ini. Demi eksistensi organisasi ini, dan tetap relevan di kalangan muda, mau tidak mau kita harus merapat mengikuti digitalisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, program kepramukaan ke depan harus mengedepankan prinsip adaptif, kolaboratif, dan responsif. Menurutnya, tantangan seperti persoalan sampah di Bali perlu mendapat perhatian serius dari Gerakan Pramuka.

Baca Juga  PPKM Darurat, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Bagikan Paket Beras

Selain itu, ia mengingatkan bahwa keterlibatan Pramuka dalam penanganan bencana membutuhkan keterampilan khusus, tidak hanya mengandalkan tenaga dan semangat.

“Karena untuk terjun ke lokasi bencana perlu keterampilan khusus, tidak bisa modal tenaga dan semangat saja, perlu pengetahuan tentang teknik evakuasi,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Buleleng dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Putu Ariadi Pribadi, menegaskan pentingnya Rakercab sebagai forum evaluasi dan perencanaan. Ia menyebut Rakercab 2026 menjadi wadah untuk mensosialisasikan program kerja tahun 2026 sekaligus merancang program kerja tahun 2027.

“Melalui Rakercab 2026 ini adalah wadah demokrasi mensosialisasikan program kerja 2026 dan merencanakan program kerja Kwarcab Buleleng 2027, serta melaksanakan evaluasi terhadap program kerja yang telah terlaksana,” ujarnya.

Pemerintah berharap Rakercab mampu menghasilkan program yang terukur dan sistematis, serta mampu menjangkau lebih banyak anggota Pramuka di Buleleng.

“Karena kami sangat yakin Pramuka menjadi salah satu organisasi yang sangat ideal untuk membentuk generasi muda yang cakap menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Melalui Rakercab ini, Kwarcab Buleleng didorong menyusun program yang inovatif, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tanam Mangrove Bersama Jamintel Kejagung dan Kejati Bali, Gubernur Koster Ajak Sinergi Tingkatkan Cakupan Ruang Hijau Bali

Published

on

By

gubernur koster
TANAM MANGROVE: Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung menanam mangrove bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Prof. Reda Manthovani dan Kejaksaan Tinggi Bali di Taman Hutan Raya (Tahura) Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (25/4) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung menanam mangrove bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Prof. Reda Manthovani dan Kejaksaan Tinggi Bali di Taman Hutan Raya (Tahura) Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (25/4) pagi. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, serta unsur Forkopimda Provinsi Bali.

Gubernur Koster menyampaikan pentingnya mangrove sebagai benteng alami untuk menjaga ekosistem Bali sekaligus memperkuat daya saing pariwisata global. Ia mengungkapkan bahwa cakupan ruang hijau di Bali saat ini masih berada di angka sekitar 20 persen. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan peningkatan hingga minimal 30 persen, bahkan mencapai 35 persen dalam empat tahun ke depan.

“Bali tidak hanya membutuhkan ekosistem yang baik, tetapi juga karena Bali adalah destinasi wisata dunia, isu lingkungan menjadi sangat sensitif terhadap keberlanjutan pariwisata,” ujarnya.

Bukan Sekadar Memelihara, Tapi Memuliakan

Koster menekankan bahwa upaya penghijauan di Bali tidak sekadar program lingkungan, tetapi berakar kuat pada kearifan lokal yang diwariskan leluhur, yakni konsep Sad Kerthi. Dalam konteks pelestarian tumbuhan dan hutan, ajaran tersebut dikenal sebagai Wana Kerthi, yang dimaknai sebagai upaya “memuliakan tumbuh-tumbuhan”.

“Bukan sekadar memelihara, tetapi memuliakan. Karena tumbuh-tumbuhan, terutama mangrove, adalah sumber kehidupan manusia penghasil oksigen, sumber pangan, sekaligus penjaga keseimbangan alam,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran strategis mangrove dalam menyerap karbon, memperkuat struktur tanah, serta mencegah abrasi pantai yang terus menggerus daratan Bali, baik di wilayah utara maupun selatan.

Saat ini, luas mangrove di Bali diperkirakan sekitar 1.200 hektare di kawasan Denpasar dan sekitarnya, dan lebih luas jika digabungkan dengan wilayah lain seperti Buleleng dan Jembrana. Namun demikian, Koster menilai luasan tersebut masih perlu terus ditingkatkan untuk menahan laju abrasi.

Baca Juga  Kapolri Distribusikan 475.420 Paket Sembako dan 2.471.217 Kg Beras ke Warga Selama PPKM Darurat

“Daratan Bali terus berkurang akibat abrasi. Banyak lahan kini hanya tersisa sertifikatnya. Mangrove menjadi solusi penting untuk memperluas dan mempertahankan daratan,” jelasnya.

Koster juga mengaitkan gerakan penghijauan dengan momentum budaya lokal seperti Tumpek Wariga, hari suci dalam kalender Bali yang dikhususkan untuk menghormati tumbuh-tumbuhan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanaman tidak harus menunggu hari tersebut, melainkan menjadikannya sebagai spirit berkelanjutan.

Selain penanaman mangrove, kegiatan ini juga diisi dengan pelepasan puluhan burung seperti cerucuk, kuntul, dan koak sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem.

Jamintel Reda Manthovani Puji Kekompakan Era Kepemimpinan Gubernur Koster

Sementara itu, Reda Manthovani menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan pemerintah dan masyarakat Bali dalam menjaga lingkungan di bawah kepemimpinan Gubernur Koster.

“Menanam mangrove bukan hanya memulihkan alam, tetapi juga membentuk karakter diri. Apa yang kita lakukan hari ini akan tertanam dalam memori kita untuk terus menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan makhluk lain dan memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam, sebagaimana nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur Bali.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora diserahkan secara simbolis kepada komunitas pecinta mangrove di Bali, seperti Mangrove Care Forum, Simbar Segara, dan Mangrove Ranger. Dari jumlah tersebut, 200 bibit ditanam langsung oleh para peserta yang hadir.

Harap Rutinitas Tanam Mangrove Diikuti Instansi Pemerintah dan Swasta Lain di Bali

Koster berharap inisiatif yang digagas Kejaksaan Tinggi Bali ini dapat diikuti oleh berbagai instansi, baik pemerintah daerah maupun vertikal, guna mempercepat pencapaian target luasan hutan dan ruang hijau di Bali.

“Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga masa depan Bali ekosistem yang sehat akan mengangkat citra pariwisata kita secara langsung,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  PPKM Darurat, Polres Klungkung Bagikan Masker untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca