Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Presiden Bagikan Bantuan Modal bagi Pedagang di Pasar Induk Sidikalang

BALIILU Tayang

:

de
SERAHKAN BLT: Presiden Joko Widodo membagikan bantuan langsung tunai bagi para pedagang kaki lima dan warung di Pasar Induk Sidikalang, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis, 3 Februari 2022. (Foto: Laily Rachev)

Dairi, baliilu.com – Presiden Joko Widodo membagikan bantuan langsung tunai bagi para pedagang kaki lima dan warung di Pasar Induk Sidikalang, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis, 3 Februari 2022. Bantuan sebesar Rp 1,2 juta per orang tersebut diharapkan bisa membantu meringankan beban para pedagang yang terdampak pandemi Covid-19.

Lisna Hutapea, salah satu pedagang di Pasar Induk Sidikalang mengatakan akan menggunakan bantuan tersebut sebagai modal untuk menambah usahanya. Ia pun tidak menyangka dapat bertemu langsung dengan Presiden Jokowi.

“Bantuannya untuk tambah usaha. Girang lah, baru kali ini selama seumur hidup saya. Terima kasih Bapak Presiden, sehat-sehat, panjang umur,” ucap Lisna.

Tidak hanya dialami Lisna, seorang pedagang yang bernama Romayana Simbolon juga mengaku senang dapat bertatap muka langsung dengan Presiden Jokowi. Menurut Romayana, selama 76 tahun Indonesia merdeka, baru kali ini Kabupaten Dairi dikunjungi seorang Kepala Negara.

“Senang banget, buat modal biar bertambah usahanya. Terima kasih bisa kita langsung tatap muka sama dia (Presiden Jokowi). Selama 76 tahun merdeka, baru ini tatap muka langsung sama (Presiden) Jokowi,” ungkap Romayana.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga sempat membubuhkan tanda tangan pada sebuah lukisan hasil karya seniman di Kabupaten Dairi. Renaldi Siregar yang membawa lukisan tersebut mengaku gembira karena lukisan tersebut ditandatangani oleh Presiden dan berharap seniman-seniman di Kabupaten Dairi mendapat perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Semoga Pak Jokowi melihat seniman-seniman di Dairi ini untuk lebih berkarya. Banyak seniman-seniman tidak diperhatikan, belum diperhatikan. Semoga dengan ditandatanganinya lukisan ini, Bapak Presiden dan Pemerintah Kabupaten Dairi memperhatikan seniman-seniman Dairi,” ucap Renaldi.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Alami Mati Mesin, 4 Penumpang Jukung Berhasil Diselamatkan

Published

on

By

Evakuasi Jukung Mati Mesin di Perairan Benoa
Jukung mati mesin dengan empat penumpang ditarik hingga di pesisir pantai. (Fot: Hms SAR)

Denpasar, baliilu.com – Empat orang terombang ambing di Perairan Benoa saat jukung yang mereka naiki mengalami mati mesin, Senin (14/9/2026) sore. Khawatir jukung terbawa arus dan semakin menjauh, sehingga mereka meminta bantuan untuk dievakuasi.

Setelah menerima laporan kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menggerakkan RIB 02 Denpasar dengan 3 personel untuk menuju posisi jukung. “Laporannya kami terima pada pukul 15.50 Wita dari salah seorang korban atas nama Aca, bahwa jukung yang mereka sewa alami mati mesin akibat kehabisan BBM dan berada di tengah laut,” terang Wayan Juni Antara, Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Identitas 3 korban lainnya atas nama Zwa (30), Ketut (28) dan Dedek (35).

Pada pukul 16.10 Wita tim SAR bergerak dari Pelabuhan Benoa. Selanjutnya berselang 25 menit mereka sudah berhasil menemukan posisi jukung. “Mempertimbangkan dari ukuran jukung yang kecil dan jarak yang tidak terlalu jauh, kami putuskan untuk menarik jukung hingga menuju ke Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa,” imbuhnya.

Sekitar pukul 17.30 Wita seluruh korban telah terevakuasi dalam keadaan sehat dan akhirnya sampai di dermaga Pasiran Pelabuhan Benoa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Ketiga Pencarian Korban Hilang di Perairan Manta Point

Published

on

By

Pencarian Hari Ketiga Korban Speed Boat Manta Point
Tim SAR saat melakukan pencarian hari ketiga korban kasus speed boat mati mesin di Perairan Manta Point. (Foto: Hms SAR)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Operasi SAR, yang merupakan kapten dan ABK speed boat mati mesin di Perairan Manta Point, Nusa Penida memasuki hari ketiga, Senin (14/9/2026). Sama seperti kemarin, tim SAR gabungan menggerakkan KN SAR Arjuna 229 dan heli Finns SGi Air Bali.

Pada pukul 08.00 Wita, KN SAR Arjuna lepas sandar dari Pelabuhan Benoa menuju lokasi pencarian dengan luasan 45,2 NM2 dan melibatkan 25 personel. Empat jam lamanya kapal mengitari perairan perkiraan korban berada, namun hasilnya masih nihil. Pengerahan helikopter Finns SGI Air Bali pada pukul 15.00 Wita sampai kurang lebih satu setengah jam lamanya belum juga menemukan titik terang.

“Kami sudah ploting area pencarian dengan perhitungan arah dan kecepatan angin serta arus, sesuai dengan perhitungan, namun pencarian dengan kedua Alut yang bergerak belum memberikan hasil,” terang I Wayan Juni Antara, Kasi Operasi dan Siaga SAR. Ia juga mengungkapkan ada belasan perahu dari kelompok nelayan yang juga turut serta melakukan pencarian. Upaya koordinasi dengan VTS Benoa telah dilakukan pada pagi hari dan sore hari ini.

Identitas korban yang masih dalam pencarian yakni I Nyoman Budiana (kapten), Keristino Sahreza Avendi Da (ABK), Niko Demios Landena (ABK). “Laporan awal kami terima menyebutkan ada 1 orang yang masih berada dalam speed boat yang alami mati mesin pada hari Sabtu, 12 September 2026, dan dihari berikutnya pihak keluarga baru mengkonfirmasi ada 3 orang berada di sana,” ujar Juni Antara.

Laporan dari tim SAR di lapangan bahwa kondisi angin dan gelombang sempat menjadi kendala, dimana kecepatan angin berkisar 12 kt dan ketinggian gelombang laut mencapai 2 hingga 4 meter. Rencananya operasi SAR kembali dilanjutkan besok pagi.

Upaya pencarian hari ini melibatkan unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, FINNS SGi Air Bali, Polairud Polda Bali, Lanal Denpasar dan kelompok nelayan serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Keempat Pencarian, Nelayan Jembrana Ditemukan di Banyuwangi

Published

on

By

Evakuasi Nelayan Jembrana yang Ditemukan di Banyuwangi
Tim SAR evakuasi korban yang mengalami kecelakaan di Perairan Pulukan Jembrana. (Foto: Hms SAR)

Jembrana, baliilu.com – Pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Cupel, Kabupaten Jembrana, Bali, yang mengalami kecelakaan di Perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, akhirnya membuahkan hasil pada hari keempat, Minggu (13/9/2026).

Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah sampannya pecah akibat menabrak kayu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan muara Pantai Banyuwangi oleh nelayan setempat.

Meskipun pencarian hari keempat dihadang gelombang tinggi, penyisiran tetap dilanjutkan sejak pagi. Pencarian dipusatkan dari wilayah Pantai Pengambengan. Sejumlah Alut dikerahkan untuk menyisir perairan, diantaranya RIB 01 Gilimanuk, RIB 02 Banyuwangi dan 2 perahu milik keluarga korban juga ikut menyisir ke arah Banyuwangi.

Hingga akhirnya sekitar pukul 15.50 WITA, korban ditemukan oleh nelayan di muara Pantai Banyuwangi. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan, membenarkan penemuan tersebut. “Hari ini pencarian hari keempat terhadap nelayan yang berasal dari Cupel. Pelaksanaannya sudah kami laksanakan bersama Tim SAR Gabungan. Sampai saat ini memang korban sudah ditemukan dan nelayan membawa ke Pantai Pengambengan,” ujarnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan Banyuwangi dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya jenasah tersebut dikuburkan karena tidak terdapat identitasnya. Tim SAR gabungan yang menerima informasi adanya penemuan jenasah dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Pihak keluarga telah mengkonfirmasi bahwa jenasah tersebut benar adalah I Gusti Putu Sugiarta (38 tahun), kemudian dibawa menggunakan perahu milik keluarga menuju Pantai Pengambengan.

Sekitar pukul 17.00 WITA, perahu yang membawa korban tiba di Pantai Pengambengan. Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses evakuasi. “Selanjutnya Tim SAR bersama Tim SAR Gabungan melaksanakan evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Negara menggunakan ambulans dari Polres Jembrana,” jelas Dewa Hendri Gunawan.

Selama berlangsungnya operasi turut melibatkan unsur SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, TNI AL Pos Pengambengan, Polair Polres Jembrana, Polres Jembrana, serta nelayan dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca