Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Presiden Jokowi Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Beringin Buntok

BALIILU Tayang

:

Pasar Beringin Buntok
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Pasar Beringin Buntok di Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Kamis, 27 Juni 2024. (Foto: BPMI Setpres/Kris)

Barito Selatan, Kalteng, baliilu.com – Dalam rangka memastikan stabilitas harga bahan pokok, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Pasar Beringin Buntok di Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Kamis, 27 Juni 2024. Setibanya di sana, Presiden Jokowi disambut secara antusias oleh pedagang serta warga setempat.

Presiden Jokowi kemudian berkeliling pasar tersebut dan berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengecek harga bahan pokok. Dalam kesempatan tersebut, Saudah, seorang pedagang sembako di Pasar Beringin Buntok, menyatakan bahwa harga bahan pokok saat ini stabil. “Sekarang (harga) stabil,” ujarnya, dikutip dari presidenri.go.id.

Saudah pun mengungkapkan rasa syukurnya bisa bertemu Kepala Negara sekaligus mendapatkan bantuan modal usaha. “Saya senang (dapat bantuan) untuk modal usaha, nambah modal usaha,” ucap Saudah.

Sairu, pedagang sayur di pasar tersebut, menyatakan bahwa harga bahan pokok bulan ini masih stabil. Sairu pun mengungkapkan kebahagiaannya bertemu dengan Presiden.

“Rasanya senang sekali kami sebagai warga Kalteng berterima kasih sekali kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk Kalteng, semoga ini bermanfaat untuk kami dan terima kasih banyak dari warga Kalteng,” jelasnya.

Firma, seorang pedagang ikan, mencatat adanya kenaikan penjualan dalam bulan ini meskipun harga beberapa barang juga mengalami sedikit kenaikan. Firma mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang bertemu dengan Presiden. “Alhamdulillah terima kasih sama Pak Jokowi semoga sehat selalu panjang umur,” tutur Firma.

Siti Mariani, pedagang lainnya, menyampaikan bahwa harga bahan pokok stabil dan terjadi peningkatan pembeli. Siti Mariani pun merasa bangga dan berharap kunjungan Presiden ke pasar tersebut dapat membantu menstabilkan harga bahan pokok.

“Harapan kami pedagang supaya harga distabilkan, nggak usah mahal-mahal,” ucap Siti.

Baca Juga  Presiden Jokowi Canangkan Kawasan Wanagama Nusantara di IKN

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut yaitu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, dan Pj. Bupati Barito Selatan Deddy Winarwan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pemkab Badung Cek Harga dan Ketersediaan Pangan Jelang Galungan

Published

on

By

stabilitas harga pangan badung
CEK HARGA: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan saat memantau pasar untuk mengecek harga dan ketersediaan pangan menjelang Galungan, Kamis siang (11/6/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menjamin stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok aman menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Meski terjadi lonjakan harga wajar pada komoditas bunga akibat tingginya animo masyarakat, Pemkab Badung memastikan stok pangan lain seperti beras dan daging babi dalam kondisi surplus dan terkendali.

​Pantauan di sejumlah pasar terjadi lonjakan harga jual sejumlah barang kebutuhan dan perlengkapan upacara seperti beras, daging, hingga bunga di sejumlah pasar di Badung. Namun kondisi itu dinilai masih dalam batas wajar karena tingginya animo masyarakat.

Pengecekan dilakukan salah satunya di Pasar Bunga Desa Baha, Kecamatan Mengwi dengan karakteristik khusus sebagai pusat grosir khusus bunga dinilai tetap mampu memberikan selisih harga yang lebih murah bagi konsumen dibanding harga jual di pasar umum.

​”Pasar Baha ini agak spesifik, yang khusus menjual bunga dan sudah kelasnya ini adalah grosir. Kalau dilihat jenis komoditas bunga yang dijual itu ada lima; bunga pacar, bunga gumitir, bunga kembang seribu, eh dan juga ada bunga-bunga lainnya, sekitar lima lah rata-rata per hari,” jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan saat memantau pasar, Kamis siang.

​Agus menyebutkan perbedaan harga untuk komoditas bunga pacar dan bunga gumitir di Pasar Baha berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu, yang lebih murah daripada pasar umum. Pihaknya mencatat rata-rata kenaikan harga menjelang hari raya ini berkisar antara Rp 5 ribu hingga maksimal Rp 10 ribu per kg.

​”Kebutuhan masyarakat akan bunga tentu meningkat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Jadi memang betul ada kenaikan harga rata-rata ya, kalau kami rata-rata sekitar Rp 5 ribu sampai dengan maksimal Rp 10 ribu ya,” ungkap I Made Agus Aryawan.

Baca Juga  Resmikan PLTS Cirata, Presiden: Salah Satu yang Terbesar di Asia Tenggara

​Masyarakat diimbau tidak panik karena pasokan bunga dipastikan aman dan segar. Kelancaran distribusi ini didukung oleh pasokan yang datang dari para petani di dalam maupun di luar wilayah Kabupaten Badung.

​Pemkab Badung memastikan ketersediaan bahan pangan pokok seperti beras dalam kondisi aman. Berdasarkan pemantauan di lapangan, cadangan beras saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 5 sampai 6 bulan ke depan.

​”Ya kalau bahan pokok untuk beras, sebagaimana tadi kami cek di Bulog Sempidi, stoknya aman 5 sampai 6 bulan ke depan. Jadi setiap hari paling tidak ada 2.500 ton itu tersedia ya, stok beras idle,” terang I Made Agus Aryawan.

​Ketersediaan beras di Badung juga didukung oleh panen raya yang sedang berlangsung di beberapa wilayah subak. Salah satunya di Subak Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal yakni hasil panen mencatatkan puluhan ton gabah, sementara di Subak Lepud luas panennya mencapai dua kali lipat.

​”Di Subak Blahkiuh itu ada sekitar 70 ton lebih gabah hasil panen dengan luas panen sekitar 130-an hektar. Lalu luas lahan panen di Subak Lepud mencapai lebih dari 250 hektar dengan tingkat produktivitas yang cukup bagus. Rata-rata produktivitas lahan di kedua subak tersebut berada di angka 6,3 ton hingga 7,5 ton gabah kering per hektar,” urai I Made Agus Aryawan.

Sementara itu, Pemkab Badung juga mengecek harga babi hidup di tingkat peternak yang saat ini masih bertahan di angka Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Sementara itu, untuk daging babi yang sudah bersih di pasar tradisional dijual dengan harga di bawah Rp 100 ribu per kilogram.

​”Salah satu peternak di Ayunan kami cek, terlihat ada stabilitas harga yang cukuplah ya, tidak terlalu signifikan kenaikannya. Kalau harga tabelnya itu sekitar Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu lah ya, masih belum bersih atau dipotong. Sedangkan yang sudah bersih, itu daging ya, sekitar Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu, itu di pasar umum,” kata Agus.

Baca Juga  Hari Kedua di Jerman, Presiden Jokowi akan Hadiri KTT G7

​Menurutnya stok daging untuk pasar tradisional dipastikan masih bisa dipenuhi secara normal dari peternak. Namun, untuk pemenuhan konsumsi dalam jumlah besar, pemesanan disarankan dilakukan lebih awal untuk menjamin ketersediaan stok daging. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

82 Ribu KK di Badung Terima Bantuan Rp 2 Juta

Bupati Adi Arnawa Pastikan Masyarakat Badung Tetap Tenang Rayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Loading

Published

on

By

bantuan hari raya badung
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan hari raya secara simbolis di Banjar Sekarmukti Petang, Wantilan Pura Dalem Desa Adat Blahkiuh, Abiansemal serta Banjar Tengah Kaler dan Kelod Desa Gulingan Mengwi, Kamis (11/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menyalurkan bantuan keuangan Rp 2 juta per Kepala Keluarga (KK) kepada masyarakat Hindu menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026. Program tahun kedua ini menyasar 82.420 KK di seluruh Badung dengan total dana ditransfer langsung ke rekening Bank BPD Bali penerima.

Penyerahan simbolis dilakukan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di tiga lokasi, yaitu Banjar Sekarmukti (Petang), Wantilan Pura Dalem Desa Adat Blahkiuh (Abiansemal), serta Banjar Tengah Kaler dan Kelod Desa Gulingan (Mengwi), Kamis (11/6).

Hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Badung dapil terkait, Forkopimda, Sekda IB Surya Suamba, Ketua TP PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Ketua DWP Nyonya Olivia Surya Suamba, serta jajaran kepala OPD.

Bupati Adi Arnawa menyatakan bantuan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah saat kebutuhan dan harga pangan melonjak menjelang hari raya, terutama di tengah dinamika ekonomi global.

“Hari raya adalah momentum kebahagiaan, kebersamaan, dan peningkatan spiritualitas. Namun di sisi lain, menjelang hari raya biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Karena itu pemerintah harus hadir membantu masyarakat agar tetap memiliki daya beli yang memadai,” ujarnya.

Bupati menegaskan, pemerintah ingin memastikan warga merayakan hari raya dengan tenang tanpa terbebani masalah ekonomi. “Dengan kondisi ekonomi saat ini, termasuk adanya kenaikan harga bahan bakar yang berimbas pada harga-harga di lapangan, program ini sangat relevan untuk membantu masyarakat mempertahankan daya belinya. Kami ingin memastikan masyarakat Badung tetap bisa merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” tegasnya.

Selain uang tunai, Pemkab Badung menggandeng Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dan BPD Bali untuk memberikan potongan harga belanja Rp 50 ribu bagi warga yang membeli kebutuhan upacara di pasar bentukan pemerintah.

Baca Juga  Presiden Jokowi Canangkan Kawasan Wanagama Nusantara di IKN

“Ini langkah yang sangat baik karena membantu masyarakat memenuhi kebutuhan upacara sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi. Kalau daya beli masyarakat ada, otomatis perekonomian akan bergerak. Itu salah satu tujuan utama program ini,” kata Adi Arnawa.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari kebijakan perlindungan sosial jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Skemanya akan terus disempurnakan agar bisa digunakan fleksibel saat terjadi krisis.

“Kalau terjadi keadaan luar biasa seperti pandemi, bencana, atau gejolak harga yang signifikan, bantuan ini bisa digunakan kapan saja sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak harus menunggu hari raya. Orientasinya tetap sama, yakni menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan dampak inflasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Badung Gede Eka Sudarwitha menjelaskan, peningkatan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan memicu kenaikan harga barang dan jasa yang berisiko menurunkan daya beli masyarakat.

“Hari raya keagamaan merupakan momentum yang penuh makna, tidak hanya sebagai sarana meningkatkan keimanan dan spiritualitas, tetapi juga sebagai momen kebersamaan dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat. Namun demikian, menjelang perayaan hari raya keagamaan umumnya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang diikuti dengan kenaikan harga sejumlah barang dan jasa,” ujarnya.

Sudarwitha menyebut kondisi lapangan inilah yang mendasari pemerintah daerah meluncurkan kebijakan jaring pengaman sosial. “Pemberian bantuan keuangan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga daya beli masyarakat, meringankan beban ekonomi keluarga, serta mendukung upaya pengendalian inflasi daerah. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat menyambut dan merayakan Hari Raya Galungan dengan lebih tenang, khusyuk, dan penuh sukacita,” tambahnya.

Secara hukum, program ini berpijak pada UU No. 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Perda Badung No. 8/2025 tentang APBD 2026, serta Perbup No. 39/2025 terkait tata cara hibah dan bansos.

Baca Juga  Presiden Jokowi Tandatangani Perpres tentang FIR, Tegaskan Kedaulatan Ruang Udara Indonesia

Data penerima telah divalidasi ketat lewat musyawarah berjenjang dari tingkat dusun hingga Dinas Sosial. Rincian sebaran penerima bantuan mencakup Kecamatan Petang (7.876 KK), Abiansemal (22.123 KK), Mengwi (24.166 KK), Kuta Utara (8.729 KK), Kuta (5.336 KK), dan Kuta Selatan (14.190 KK). (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wakil Bupati Badung Hadiri Prosesi “Nganyarin” di Pura Dalem Pingit Bongkasa

Published

on

By

pura dalem pingit
HADIRI NGANYARIN: Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri prosesi “Nganyarin“ rangkaian Karya Padudusan Agung, Ngenteg Linggih, Mapeselang, Manawa Ratna dan Tawur Pedana di Pura Dalem Pingit, Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa Abiansemal, Rabu (10/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, menghadiri prosesi Nganyarin yang merupakan bagian dari rangkaian Karya Padudusan Agung, Ngenteg Linggih, Mapeselang, Manawa Ratna dan Tawur Pedana di Pura Dalem Pingit, Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Rabu (10/6).

Kehadiran Wakil Bupati disambut hangat oleh warga setempat dan dihadiri perwakilan anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Kadis Kebudayaan Badung I Gede Sukadana, perwakilan Camat Abiansemal, Perbekel Desa Bongkasa, tokoh masyarakat I Wayan Muntra, serta para prajuru adat setempat.

Dalam sambutannya Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kebersamaan warga dalam melaksanakan upacara besar ini. Ia berharap seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan membawa kerahayuan bagi masyarakat.

“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat adalah wujud komitmen untuk meringankan beban warga dalam melaksanakan upacara utama seperti ini. Kami berharap masyarakat Banjar Tanggayuda tetap bersatu dan terus menjaga semangat gotong-royong,” ujarnya.

Sebagai wujud nyata dukungan, Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan bantuan dana hibah secara simbolis sebesar Rp 500 juta.

Sementara itu, Manggala Karya (Ketua Panitia), I Wayan Sunarta, menyampaikan terima kasih mendalam atas kehadiran Wakil Bupati beserta jajaran. Ia menjelaskan bahwa upacara utama ini digelar setelah rampungnya pemugaran fisik fisik pura secara menyeluruh.

“Upacara besar ini dapat kami laksanakan berkat selesainya pembangunan Pura Dalem Pingit, yang sebelumnya mendapat bantuan hibah dari Pemkab Badung pada tahun 2023 sebesar Rp 6 miliar lebih. Landasan bantuan itulah yang kami gunakan untuk menggelar upacara utama ini,” jelas Sunarta.

Sunarta menambahkan, persiapan karya ini telah berjalan matang sejak 28 Januari 2026. Adapun puncak karya telah sukses dilaksanakan pada 3 Juni 2026, dilanjutkan dengan prosesi mepeed-peedan dan diakhiri dengan prosesi nyineb/pengeluwuran pada Kamis (11/6). (gs/bi)

Baca Juga  Empat Poin Pembicaraan Presiden Jokowi dengan Pengusaha PEA

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca