Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Presiden Jokowi Gelar Ratas Bahas Rencana Pendirian Dana Kepariwisataan Indonesia

BALIILU Tayang

:

dana kepariwisataan Indonesia
RATAS: Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 4 Desember 2023. (Foto: BPMI Setpres/Lukas)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 4 Desember 2023 untuk membahas rencana pendirian dana kepariwisataan Indonesia atau Indonesia tourism fund. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam keterangannya selepas ratas menjelaskan bahwa pendirian dana tersebut bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan ajang promosi pariwisata.

“Bapak Presiden memberikan arahan untuk mendirikan Indonesia tourism fund atau dana kepariwisataan Indonesia, yaitu sebuah dana yang difokuskan untuk mendukung penyelenggaraan event promosi pariwisata dan juga nation branding atau peningkatan image Indonesia di mata dunia,” ujar Sandiaga yang dilansir dari laman presidenri.go.id

Sandiaga melanjutkan, banyak ajang internasional yang diselenggarakan di Indonesia telah sukses dan memberikan dampak ekonomi. Ajang tersebut antara lain Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, KTT ASEAN, dan ajang-ajang ekonomi kreatif seperti olahraga, musik, hingga seni budaya.

“Sebagai contoh Moto GP yang diselenggarakan bulan Oktober berhasil meningkatkan dampak ekonomi di atas Rp. 8 triliun dan NTB sendiri menjadi penyumbang pergerakan terbesar bisnis di bulan Oktober, ini karena ada satu event yang menjadi event unggulan. Nah kita berharap ratas ini akan segera ditetapkan Perpres di 2024 dana pariwisata bisa dioperasikan,” jelasnya.

Presiden Jokowi pun memberikan arahan kepada jajarannya agar dana kepariwisataan Indonesia tersebut dapat dikelola penuh dengan tata kelola yang baik dan penuh kehati-hatian. Presiden juga berpesan agar jajarannya mampu menghadirkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sehingga kunjungan wisatawan meningkat.

“Arahan Bapak Presiden arah kelembagaan ini tentunya akan dikelola penuh dengan tata kelola yang baik, secara hati-hati akan memilih event-event kualitas dunia yang akan nanti meningkatkan perekonomian lokal maupun juga nasional sehingga pemerintah memiliki daya saing yang meningkat dari segi bidding untuk beberapa event besar, mulai dari MICE dan event-event dunia lainnya,” paparnya.

Baca Juga  Kemenparekraf Beri Signal Kerjasama SMSI Bali Lewat Program ''Desa Wisata Digital''

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan bahwa untuk mengelola dana kepariwisataan Indonesia tersebut, pemerintah tidak akan membuat lembaga baru, melainkan akan dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Seperti dana kebudayaan, dana kepariwisataan juga akan melibatkan semua pemangku kepentingan yang berkaitan dengan kepariwisataan.

“Juga dibicarakan target untuk tahun pertama sekitar Rp. 2 triliun dana yang dikelola dan nanti dari hasilnya ini akan mendukung event-event baik event nasional, event internasional dan kami akan menyusun calendar of event mana yang nanti akan dikurasi secara penuh kehati-hatian untuk diajukan agar bisa ditetapkan oleh pemerintah menjadi event yang akan didukung oleh Indonesia tourism fund ini,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sekda Dewa Indra Lantik Anggota PAW KPID Bali

Published

on

By

paw kpid bali
LANTIK PAW KPI BALI: Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra melantik IGN Erlangga Bayu Rahmanda Putra sebagai anggota pengganti antarwaktu (PAW) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (15/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra melantik IGN Erlangga Bayu Rahmanda Putra sebagai anggota pengganti antarwaktu (PAW) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (15/7).

Pergantian antarwaktu tersebut dilakukan karena komisioner KPID Bali sebelumnya, I Wayan Suyadnya, meninggal dunia sehingga berhalangan tetap melaksanakan tugas. Pelantikan Erlangga sekaligus melengkapi kembali formasi KPID Bali menjadi tujuh komisioner untuk masa jabatan 2025–2028.

Pengangkatan anggota PAW tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 591/03-E/HK/2026 tentang Perubahan atas Keputusan Gubernur Bali Nomor 249/03-E/HK/2025 tentang Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali Masa Jabatan 2025–2028.

“Karena sebelumnya terdapat anggota yang berhalangan tetap, dengan pelantikan anggota PAW hari ini, formasi KPID Bali kembali lengkap menjadi tujuh orang,” ujar Dewa Indra.

Dengan lengkapnya susunan keanggotaan tersebut, Dewa Indra berharap KPID Bali dapat menjalankan tugas dan kewenangannya secara optimal, terutama dalam mengawasi penyelenggaraan penyiaran serta memastikan masyarakat memperoleh siaran yang berkualitas.

“Sekarang seluruh posisi anggota KPID Bali telah terisi. Kita berharap tugas pengawasan penyiaran dan upaya memastikan terselenggaranya penyiaran yang berkualitas dapat dilaksanakan dengan baik,” jelasnya.

Dewa Indra juga menyoroti tantangan dunia penyiaran yang semakin kompleks seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Informasi kini dapat diproduksi dan disebarluaskan secara mudah serta masif, meskipun kebenarannya belum tentu dapat dipastikan.

Kondisi tersebut menuntut KPID Bali untuk semakin optimal menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem penyiaran yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.

KPID Bali merupakan bagian dari lembaga negara independen yang bertugas mengatur dan mengawasi penyelenggaraan penyiaran di daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Baca Juga  Kemenparekraf Beri Signal Kerjasama SMSI Bali Lewat Program ''Desa Wisata Digital''

Dalam menjalankan amanat tersebut, KPID Bali bertugas mengawasi penyelenggaraan penyiaran, menjamin masyarakat memperoleh informasi yang layak dan benar, menindaklanjuti pengaduan masyarakat, menjaga kualitas isi siaran, serta mendorong terciptanya iklim penyiaran yang sehat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkot Matangkan Implementasi SJUT-IPT, Kabel Telekomunikasi Sanur Segera Dipindahkan ke Bawah Tanah

Published

on

By

penataan sanur
SURVEI: Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat melaksanakan Survei Teknis dan Pengujian Teknis Redaman Kabel SJUT-IPT Kawasan Sanur, Rabu (15/7). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya memajukan kawasan Sanur sebagai destinasi wisata unggulan melalui berbagai penataan infrastruktur. Salah satu langkah strategis yang segera direalisasikan adalah implementasi program SJUT-IPT (Sarana Jaringan Utilitas Terpadu dan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi) dengan memindahkan kabel telekomunikasi udara ke bawah tanah guna mengembalikan estetika kawasan heritage dan meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.

Sebagai bagian dari persiapan implementasi yang dijadwalkan mulai 15 Agustus 2026 mendatang, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama APJATEL (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia) melaksanakan Survei Teknis dan Pengujian Teknis Redaman Kabel SJUT-IPT Kawasan Sanur, Rabu (15/7).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Sekda Denpasar Komang Lestari Kusuma Dewi, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Denpasar Ni Wayan Legi Sugiati, Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadharma I Nyoman Putrawan, serta jajaran APJATEL Bali.

Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengatakan bahwa penataan kawasan Sanur sebagai destinasi wisata unggulan tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas publik, tetapi juga pada penataan infrastruktur telekomunikasi agar lebih tertata dan mendukung wajah kota yang modern.

“Kita menyambut baik penataan kawasan Sanur sebagai destinasi unggulan. Salah satu yang ditata adalah pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi melalui SJUT-IPT. Dengan demikian, kabel-kabel udara yang selama ini semrawut dapat dipindahkan ke bawah tanah sehingga kawasan Sanur menjadi lebih indah, nyaman, dan berestetika,” ujarnya.

Eddy Mulya menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar telah menetapkan regulasi melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota yang menunjuk Perumda Bhukti Praja Sewakadharma sebagai penyelenggara SJUT-IPT. Seluruh aspek teknis, sosialisasi hingga edukasi kepada para pemangku kepentingan juga telah dilakukan.

Baca Juga  Masuk Nominasi 75 Besar ADWI, Desa Wisata Serangan Kembali Ikuti Penilaian Kemenparekraf

“Hari ini kita bersama-sama melakukan uji coba di lapangan. Segala kelebihan maupun kekurangan yang ditemukan akan menjadi bahan evaluasi. Masukan dari APJATEL sangat penting agar implementasi SJUT-IPT di Sanur berjalan optimal saat mulai diterapkan pada 15 Agustus mendatang,” jelasnya.

Ia berharap keberhasilan penataan di Sanur nantinya dapat menjadi model yang diterapkan di kawasan strategis lainnya di Kota Denpasar, termasuk kawasan heritage pusat kota seperti Jalan Gajah Mada.

“Harapan kami, Sanur menjadi destinasi yang unggul, baik dari sisi infrastruktur perkotaan, pelayanan publik, pengelolaan lingkungan, hingga pelayanan di sepanjang kawasan pantai. Ke depan, konsep ini juga akan dikembangkan di titik-titik strategis lainnya di Kota Denpasar,” tambahnya.

Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadharma, I Nyoman Putrawan, mengatakan pihaknya berkomitmen menjalankan amanat regulasi yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Denpasar.

“Posisi kami adalah melaksanakan regulasi. Baik Perda maupun Perwali menjadi dasar dalam pelaksanaan SJUT-IPT. Berbagai masukan teknis yang diperoleh saat uji coba hari ini akan kami sempurnakan sehingga pelaksanaan nantinya sesuai standar dan berjalan optimal,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah APJATEL Bali, Dodi Simanjuntak, menegaskan pihaknya sejak awal mendukung implementasi SJUT-IPT di Kota Denpasar. Menurutnya, uji coba ini menjadi momentum untuk menyelaraskan berbagai aspek teknis antarpenyelenggara jaringan telekomunikasi.

“Kami mendukung sejak tahap sosialisasi. Dari uji coba ini masih ada beberapa hal teknis yang perlu disempurnakan, baik terkait desain, teknologi masing-masing operator maupun parameter teknis lainnya. Hasil evaluasi akan kami bahas bersama seluruh anggota APJATEL dan selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Kota Denpasar sebagai bahan penyempurnaan implementasi,” ujarnya.

Melalui implementasi SJUT-IPT ini, Pemerintah Kota Denpasar optimistis wajah kawasan Sanur akan semakin tertata dengan infrastruktur utilitas yang modern, aman, serta mendukung pengembangan Sanur sebagai destinasi wisata heritage yang unggul. (eka/bi)

Baca Juga  Gen Matic 2025: Angkat Peran Generasi Muda Sebagai Motor Ekonomi Kreatif Masa Depan

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Putri Koster: Festival Seni Bali Jani Jadi Ruang Tumbuh Talenta Muda Bali

Published

on

By

Festival Seni Bali Jani
HADIRI FSBJ 2026: Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menyaksikan pagelaran musik "Sang Surya Sampun Metangi: Menyongsong Indahnya Permata Khatulistiwa" yang dibawakan Sanggar Eka Mahardika Putra dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 di Taman Budaya Art Center Denpasar, Selasa (14/7). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa Festival Seni Bali Jani (FSBJ) memiliki peran strategis sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan kecintaan terhadap seni budaya Bali di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Hal tersebut disampaikan saat menyaksikan pagelaran musik “Sang Surya Sampun Metangi: Menyongsong Indahnya Permata Khatulistiwa” yang dibawakan Sanggar Eka Mahardika Putra dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 di Taman Budaya Art Center Denpasar, Selasa (14/7).

Penampilan para seniman muda malam itu menghadirkan perpaduan musik pop modern dengan sentuhan etnik Bali. Selain menyuguhkan harmoni musik yang khas, pertunjukan juga mengangkat pesan pelestarian alam melalui ajakan untuk membiasakan pemilahan sampah berdasarkan sumber dan jenisnya.

Menyaksikan penampilan tersebut, Putri Koster mengaku bangga melihat kemampuan generasi muda Bali yang terus berkembang dan semakin berani mengekspresikan kreativitasnya melalui seni.

“Saya sangat senang melihat bakat talenta-talenta muda yang semakin terasah,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga perlu mengembangkan keterampilan nonteknis (soft skills), seperti kemampuan berkesenian, berkolaborasi, serta membangun kepercayaan diri melalui ruang-ruang kreatif.

Karena itu, Putri Koster menilai Festival Seni Bali Jani menjadi salah satu instrumen penting dalam menumbuhkan ekosistem seni yang sehat sekaligus memberi kesempatan bagi talenta muda untuk terus berkarya.

“Itulah salah satu tujuan Festival Seni Bali Jani, yakni mewadahi dan mengembangkan talenta-talenta muda agar tetap aktif dan berkreativitas di tengah gempuran gawai,” katanya.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar semangat pembinaan yang dibangun melalui Festival Seni Bali Jani dapat dikembangkan hingga ke tingkat kabupaten/kota melalui penyelenggaraan festival maupun berbagai ajang kreativitas yang melibatkan generasi muda.

Baca Juga  Gen Matic 2025: Angkat Peran Generasi Muda Sebagai Motor Ekonomi Kreatif Masa Depan

Menurut Putri Koster, perpaduan musik modern dengan kekayaan instrumen dan gamelan Bali yang ditampilkan para peserta membuktikan bahwa seni kontemporer dapat berkembang tanpa meninggalkan akar budaya.

“Ini merupakan perpaduan musik pop modern dengan nuansa Bali yang menghasilkan sajian musik yang unik. Unsur etnik, akar budaya, instrumen, dan gamelan Bali berpadu harmonis sehingga menghadirkan pengalaman musikal yang khas,” ujarnya.

Ia berharap Festival Seni Bali Jani terus menjadi ruang apresiasi, edukasi, dan regenerasi seniman muda Bali sehingga semakin diminati masyarakat serta mampu melahirkan karya-karya kreatif yang memperkuat identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Dengan semangat tersebut, Festival Seni Bali Jani tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun sumber daya manusia yang kreatif, berkarakter, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya Bali sebagai implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca