Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Presiden Prabowo Tinjau Program MBG di Bogor, Tegaskan Komitmen untuk Anak Bangsa

BALIILU Tayang

:

Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 10 Februari 2025, mengunjungi SDN Kedung Jaya 1 Bogor, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, untuk meninjau langsung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)

Bogor, Jawa Barat, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 10 Februari 2025, mengunjungi SDN Kedung Jaya 1 Bogor, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, untuk meninjau langsung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Program yang digagas untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak Indonesia ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

Kedatangan Kepala Negara di sekolah tersebut disambut antusias oleh ratusan siswa yang melambaikan tangan dan menyapa dengan senyum hangat. Melihat itu, Presiden Prabowo pun membalas sapaan serta uluran tangan para siswa yang tampak antusias untuk bersalaman dengannya.

Setelahnya, Presiden menuju selasar sekolah untuk melihat langsung makanan bergizi yang disiapkan dan memastikan setiap anak mendapatkan asupan terbaik untuk pertumbuhan mereka. Kepala Negara kemudian memasuki beberapa ruang kelas untuk menyaksikan proses distribusi makanan kepada para siswa.

Tidak hanya meninjau program MBG, Presiden turut melihat langsung proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Ia juga berinteraksi dengan para siswa, mengajak mereka berbicara, bertanya jawab, bahkan memberikan motivasi tentang pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh.

Program MBG tidak hanya sebatas makan gratis di sekolah, tetapi merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk memperluas program ini agar menjangkau lebih banyak anak di seluruh pelosok negeri.

Antusiasme siswa, guru, dan masyarakat dalam menyambut kehadiran Presiden di sekolah mencerminkan harapan besar terhadap program ini. Langkah nyata tersebut menyimpan harapan agar anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Presiden Prabowo dan PM Starmer Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris

NEWS

Dari Telajakan, Bali Dijaga: Ibu Putri Koster Tegaskan Disiplin Rumah Tangga sebagai Kunci Gerakan Kulkul PKK Wujudkan Bali Bersih

Published

on

By

putri koster
KULKUL PKK: Ibu Putri Koster saat menghadiri gerakan kulkul PKK di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Minggu (3/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Ketika bunyi kulkul bergema di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Minggu (3/5), yang bergerak bukan sekadar langkah warga menuju aktivitas gotong-royong. Yang dibangkitkan adalah kesadaran kolektif: bahwa kebersihan Bali dimulai dari halaman rumah sendiri. Di titik itulah Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, menegaskan arah gerakan; tegas, sederhana, namun berdampak luas.

Dalam monitoring dan evaluasi (Monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, Ibu Putri Koster tidak sekadar hadir sebagai pejabat. Ia hadir sebagai penggerak nilai. Sesampainya di lokasi, ia langsung memberi apresiasi atas wajah Banjar Tiga Kawan yang tertata: telajakan bersih, taman rapi, lingkungan asri, hingga penampungan sampah yang tersedia di masing-masing rumah warga.

“Sudah bagus ini, patut dicontoh dan ditiru masyarakat lainnya,” ujarnya, dengan nada yang bukan hanya memuji, tetapi juga menetapkan standar.

Namun di balik apresiasi itu, terselip pesan kuat yang menjadi inti dari gerakan ini. Ibu Putri Koster menekankan bahwa Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu bukan sekadar kegiatan berkumpul dan bersih-bersih massal. Lebih dari itu, ini adalah upaya menghidupkan kembali kearifan lokal Bali; gotong royong yang berakar dari tanggung jawab personal.

“Begitu ada kulkul, laksanakan pembersihan di telajakan dan lingkungan rumah. Tidak harus kumpul di satu tempat. Kuncinya ada pada disiplin masing-masing,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi garis bawah penting: perubahan besar tidak selalu dimulai dari keramaian, melainkan dari konsistensi kecil di setiap rumah. Jika setiap keluarga menjaga telajakan masing-masing, maka desa akan bersih tanpa perlu dipaksa.

Di hadapan perangkat desa, prajuru adat, hingga warga, Putri Koster juga mengarahkan solusi konkret untuk persoalan sampah residu yang masih menjadi tantangan. Ia mendorong kolaborasi antara desa adat dan desa dinas untuk membangun TPS3R dan TPST, memanfaatkan lahan adat agar pengelolaan sampah bisa dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga  Presiden Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat untuk Perluas Akses Pendidikan

Tak berhenti pada tataran kebijakan, pendekatan Putri Koster terasa dekat dan membumi. Ia berinteraksi langsung dengan warga, bahkan berbagi tips sederhana: memanfaatkan air cucian beras untuk mempercepat penguraian sampah organik. Sebuah detail kecil, namun sarat makna, bahwa solusi lingkungan tidak selalu rumit, asalkan ada kemauan.

Sentuhan emosional juga tampak ketika ia mendorong penguatan identitas lokal melalui penanaman bunga pucuk bang di telajakan warga. “Perbanyak pucuk bang,” ajaknya. Bukan hanya untuk estetika, tetapi juga untuk menghidupkan ekonomi lokal dengan melibatkan produsen tanaman setempat.

Pesan itu langsung ia wujudkan dengan mengajak perangkat desa mengunjungi produsen lokal, memastikan bahwa gerakan pemerintah tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Kehadiran Putri Koster juga membawa kepedulian sosial. Ia menyerahkan bantuan 100 kilogram beras kepada pemerintah desa untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Sebuah pengingat bahwa gerakan kebersihan dan kesejahteraan harus berjalan beriringan.

Di sela kegiatan, ia juga menyempatkan diri mengunjungi usaha rumahan milik Ni Komang Srinadi, produsen kue bolu yang telah memasarkan produknya hingga Denpasar. Di sini, wajah lain Bali terlihat, ketekunan masyarakat kecil yang bertahan dan berkembang di tengah dinamika zaman.

Sebelumnya, Putri Koster juga turun langsung mengikuti gerakan serupa di Desa Bebalang, Bangli. Kehadirannya bersama jajaran pemerintah daerah memperlihatkan komitmen bahwa gerakan ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama lintas lini.

Perbekel Desa Penglumbaran, I Wayan Artawan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Dengan jumlah 76 warga banjar aktif dan 350 jiwa di Banjar Tiga Kawan, ia memastikan masyarakat siap mendukung gerakan Kulkul Posyandu yang selama ini telah berjalan secara rutin.

Sementara itu, Bendesa Adat Bebalang, Nyoman Karsana, memberikan perspektif reflektif. Ia menilai gerakan ini sudah baik, namun perlu penyempurnaan dalam penyampaian kepada masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang menekankan tanggung jawab individu justru lebih efektif.

Baca Juga  Presiden Prabowo: Pendidikan adalah Investasi Terbesar Bangsa untuk Masa Depan Indonesia

“Jika setiap orang bertanggung jawab terhadap rumah dan telajakannya, tidak akan ada rasa terpaksa. Justru itu yang paling baik,” ungkapnya, seraya mendorong adanya panduan yang lebih sistematis agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Pandangan serupa disampaikan Camat Bangli, Sang Made Agus Dwipayana. Ia menegaskan bahwa esensi gerakan ini sangat sederhana, namun berdampak besar.

“Jika setiap orang membersihkan telajakan di rumahnya masing-masing, maka ketika semua telajakan bersih, otomatis desa kita juga akan menjadi bersih,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa implementasi di lapangan belum sepenuhnya maksimal, namun hal itu menjadi tanggung jawab bersama untuk terus memperkuat sosialisasi.

Di tengah berbagai dinamika tersebut, satu hal menjadi benang merah: Gerakan Kulkul PKK bukan sekadar program kebersihan. Ia adalah gerakan membangun kesadaran, menghidupkan nilai, dan menata ulang cara pandang masyarakat terhadap lingkungan.

Dan di garis depan gerakan ini, Putri Koster berdiri dengan pesan yang jelas, bahwa Bali yang bersih, asri, dan lestari tidak dibangun dari keramaian sesaat, melainkan dari keteguhan setiap individu menjaga ruang kecilnya sendiri.

Dari telajakan, Bali dijaga. Dari rumah, peradaban dirawat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara Hadiri Dharma Santhi Penyepian Isaka Warsa 1948 PDPN

Published

on

By

jaya negara
HADIRI DHARMA SANTHI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Dharma Santhi Penyepian Isaka Warsa 1948 yang diselenggarakan Perkumpulan Dharmopadesa Pusat Nusantara (PDPN) di Restoran Canang Sari Sanur, Minggu (3/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Dharma Santhi Penyepian Isaka Warsa 1948 yang diselenggarakan Perkumpulan Dharmopadesa Pusat Nusantara (PDPN) dengan tema “Ngiring Tincapang Srada Bakti Maring Pajah Ajah Batara Lelangit Sewa Sogata”, di Restoran Canang Sari Sanur, Minggu (3/5).

Acara Dharma Santhi tersebut dibuka langsung Ketua Umum Ketua Dharmopadesa Pusat, Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia. Dalam kegiatan itu, Dharma Wacana dibawakan oleh Ida Pedanda Penglingsir Dang Upadyaya serta Dharma Penuntun oleh Ida Pedanda Penglingsir Dang Kertha Upadesa Nusantara.

Kegiatan tersebut turut mengundang Ida Pedanda Siwa-Budha dan Walaka dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Hadir pula berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh puri, unsur pemerintahan hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

Ketua Dharmopadesa Pusat Nusantara, Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan Dharma Santhi ini merupakan rangkaian Hari Suci Nyepi Isaka Warsa 1948.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mempererat pasemetonan Brahmana Wangsa dalam wadah Perkumpulan Dharmopadesa Pusat Nusantara.

Komunikasi yang baik disebut menjadi inti dalam menjaga persaudaraan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Upacara ini dilaksanakan untuk mempertahankan persaudaraan bersama semeton Brahmana Wangsa yang ada di Bali maupun Nusantara,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ajaran leluhur serta mewaspadai masuknya pengaruh-pengaruh luar yang dinilai dapat mengikis nilai-nilai ajaran Hindu di Bali. Untuk itu, melalui penguatan persemetonan diharapkan umat semakin memahami jati diri, sejarah, serta warisan spiritual leluhur.

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Dharma Santhi yang berlangsung baik dan lancar. Menurutnya, Dharma Santhi menjadi momentum mulat sarira atau introspeksi diri untuk mengevaluasi perjalanan selama setahun terakhir agar tetap berada di jalan dharma atau kebaikan.

Baca Juga  Presiden Prabowo: Pendidikan adalah Investasi Terbesar Bangsa untuk Masa Depan Indonesia

“Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Isaka Warsa 1948 menjadi momentum bagi kita bersama untuk memperbaiki diri di tahun yang baru. Sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau bergotong-royong, kita kuatkan sinergitas antara tokoh agama, pemerintah, berbagai stakeholder dan masyarakat guna menjalankan roda pembangunan di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang PKB Ke-48, Walikota Jaya Negara Pantau Kesiapan Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara

Published

on

By

Waja Swara
PEMBINAAN: Kehadiran Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam pembinaan Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara Banjar Wangaya Kaja, Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Sabtu (2/5), bertempat di Jaba Tengah Pura Pasek lingkungan banjar setempat. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pembinaan Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara Banjar Wangaya Kaja, Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Sabtu (2/5), bertempat di Jaba Tengah Pura Pasek lingkungan banjar setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan duta Kota Denpasar dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-48 yang akan berlangsung pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026 di Taman Budaya Provinsi Bali.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Provinsi Bali, Anak Agung Gede Agung Suyoga, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara Putra, serta Tim Konsultan Seni Kota Denpasar.

Di sela-sela kegiatan, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada para penabuh, penari, pembina, dan koordinator sekaa yang telah melaksanakan pembinaan secara serius dan berkesinambungan.

“Komitmen para seniman muda dalam menjaga warisan seni tradisi menjadi kekuatan penting bagi Kota Denpasar dalam mempertahankan identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Tim Konsultan Seni Kota Denpasar, I Nyoman Astita menyampaikan bahwa bangkitnya kembali seni palegongan di Banjar Wangaya Kaja menjadi kebanggaan tersendiri. Tahun ini, Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara mendapat kesempatan tampil sebagai duta Kota Denpasar di PKB XLVIII.

“Olah rasa sudah masuk secara struktur pada tabuh palegongan. Tinggal bagaimana mengekspresikan pembawaan tabuh dan penampilan nanti agar bisa maksimal saat tampil di PKB,” ujar Nyoman Astita.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Sekaa, I Made Kristi Artawan mengatakan seluruh anggota sekaa terus mematangkan latihan guna memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Kota Denpasar pada ajang seni budaya tahunan terbesar di Bali tersebut. (eka/bi)

Baca Juga  Presiden Prabowo Lantik Para Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca