Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Prodi Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi FK Unud Terima Kunjungan Tim Asesor LAM-PTKes

BALIILU Tayang

:

tim asesor
Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara saat membuka kunjungan Tim Asesor LAM-PTKes. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Program Studi Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) dikunjungi Tim Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) dalam rangka asesmen lapangan akreditasi, pada 1-2 Agustus 2022. Acara pembukaan asesmen berlangsung di Ruang Pertemuan dr. A.A Made Djelantik FK Unud Kampus Sudirman Denpasar, Senin (1/8/2022).

Turut hadir yakni Rektor Unud, Ketua LP3M, Sekretaris LPPM, Kepala UPT Perpustakaan, Ketua USDI, Dekan dan Wakil Dekan serta Ketua Senat FK, Guru Besar, para Koorprodi dan Ketua Departemen, Pimpinan RS Jejaring, Pimpinan unit terkait, dosen, mahasiswa dan alumni serta undangan lainnya.

Sementara Tim Asesor yang hadir yakni Dr. dr. Rizal Chaidir, Sp.OT(K), M.Kes (MMR), MH.Kes (Universitas Padjajaran) dan dr. Istan Irmansyah Irsan, Sp.OT(K) (Universitas Brawijaya). 

tim asesor
Dekan FK Unud Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes.

Dekan FK Unud Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan dalam kurun waktu 14 tahun Prodi telah menghasilkan banyak lulusan yang telah mengabdikan ilmunya dan sudah diterima masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya. Tuntutan ke depan akan selalu berubah dan kita harus menjamin proses di Prodi sudah berjalan sesuai kaidah dimana sistem penjaminan mutu memiliki peranan penting.

Penjaminan mutu internal sudah berjalan, namun juga dibutuhkan sistem penjaminan mutu eksternal untuk melihat celah-celah yang ada diluar sudut pandang kita dalam memperbaiki agar kedepan lebih baik lagi dan menghasilkan lulusan yang memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan global.

Tim Asesor diharapkan menelisik sedetailnya dan mudah-mudahan sesuai dengan yang ada di lapangan. Diharapkan juga masukan sebanyak-banyaknya untuk melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Melalui kesempatan tersebut Dekan juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan besar harapannya acara berjalan lancar dan memperoleh hasil sesuai harapan bersama.

Baca Juga  Kembangkan Program Kampus Sehat di Tingkat Fakultas, FK Unud Kunjungi FK UNS
tim asesor
Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara.

Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan hampir tiga tahun proses akreditasi berjalan secara daring dan kali ini bisa tatap muka dan diharapkan berjalan lancar. Lebih lanjut Rektor menyampaikan beberapa hal terkait kegiatan ini dan keberadaan Unud yang berumur 60 tahun. Fakultas Kedokteran merupakan salah satu fakultas kebanggaan dan unggulan di Unud.

‘’Di FK sendiri ada 33 Prodi dan kami juga akan membuka Prodi lainnya yang dibutuhkan masyarakat seperti Prodi Bedah Thorax dan Gizi Medis serta Sp2 Penyakit Dalam sesuai yang dibutuhkan masyarakat.  Dekan dan Tim sangat luar biasa dimana masa akreditasi Prodi yang ada hampir bersamaan, sehingga sangat padat sekali aktivitasnya dan yang paling menyenangkan akreditasi Prodi ada yang meraih unggul ada 7 Prodi dan diantaranya ada dari FK. Mudah-mudahan Prodi ini juga bisa meraih unggul, dimana yang sudah unggul akan ditingkatkan ke akreditasi internasional,’’ ujar Rektor.

Rektor berterima kasih kepada semua pihak yang sudah berkontribusi bagi Prodi yang merupakan salah satu prodi yang penting yang harus dikembangkan kedepannya dan  Pimpinan Universitas siap mendukungnya. Status AIPT Unggul menjadi modal bergerak dalam melakukan perbaikan untuk menuju PTN BH dimana persiapan sudah mulai dilakukan salah satunya melalui pemberdayaan aset. Melalui kesempatan tersebut Rektor juga mengharapkan masukan dari Tim Asesor dan Civitas Akademika yang hadir untuk pengembangan Prodi ke depan.

tim asesor
Perwakilan Asesor Dr. dr. Rizal Chaidir, Sp.OT (K), M.Kes (MMR), MH.Kes.

Sementara perwakilan Asesor Dr. dr. Rizal Chaidir, Sp.OT (K), M.Kes (MMR), MH.Kes dalam kesempatan tersebut menyampaikan pihaknya berdua hadir untuk melakukan tugas dari LAM-PTKes untuk memotret apa yang telah dilakukan Prodi dalam kiprahnya sebagai pusat belajar dan mengajar. Melihat yang telah dilaksanakan menjadi kemudahan bagi pihaknya untuk melakukan pemotretan. Perwakilan Asesor juga mengucapkan terima kasih atas penerimaan dari pihak Unud. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4722-Tim-Asesor-LAM-PTKes-kunjungi-Prodi-Spesialis-Orthopaedi-dan-Traumatologi-Fakultas-Kedokteran-Unud.html (gs/bi)

Baca Juga  Hari Anak Nasional 2023, DK KMP KIA HMKM FK Unud Gelar Lomba Pendidik Sebaya

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Kembangkan Program Kampus Sehat di Tingkat Fakultas, FK Unud Kunjungi FK UNS

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  FK Unud Terima Kunjungan Studi Banding SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo 

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Pelajari Konversi SKS Sistem Blok ke Sistem BKD SISTER, FK Unud Lakukan Studi Banding ke FK UB

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca